THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
DARAH DI PAGI HARI ( Bagian 3)


__ADS_3

* hai semua saya sebagai author dari novel ini meminta maaf atas kekurangan dalam penulisan serta beberapa hal dalam waktu perilisan yang terkadang mundur beberapa saat dari waktu yang di tentukan.


baik itu karena alasan seperti ada kegiatan ataupun kesehatan yang beberapa pekan terakhir ini mengalami gangguan seperti flu atau demam, meskipun demikian saya tetap berusaha untuk tetap melanjutkan karya saya jadi tolong suport karya ini dengan like dan koment.. makasih atas perhatiannya*


" benarkah ?!" ucapnya tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh pria yang berada di depanya.


" tapi sebelum saya menjelaskannya alangkah baiknya jika kita pindah tempat terlebih dahulu !!" ucapnya sembari menatap sekitar.


" Anda benar sepertinya tempat ini memang bukan ruangan yang tepat untuk di jadikan tempat untuk bertukar pikiran !!" ucapnya menyetujui saran dari Wei Zu.


" bagaimana dengan kediaman milik saya karena kebetulan tempatku berada tak jauh dari sini !!" saran Wei Zu.


" jika demikian tuan wei aku akan menerima tawaran anda " jawabnya sambil memberi hormat.


***


di sebuah ruang terlihat 2 orang yang tengah duduk berhadapan dengan wajah serius.


" jadi apa maksud anda tadi ??" tanyanya penasaran dengan ucapan dari tuan Wei Zu beberapa saat yang lalu.


" saya telah mencurigai tempat itu sebelumnya, namun karena kurangnya bukti sehingga saya kurang yakin untuk meminta surat penggeledahan atas tempat itu. dan saya juga tak berani bertindak gegabah hanya karena firasat dan kecurigaan semata, tetapi... " penjelasannya berhenti, namun karena jeda tersebut membuat tuan Lao meng menjadi penasaran.


" tetapi ?? tetapi apa ?? " tanyanya dengan wajah penasaran.


" tetapi setelah aku menemukan ini saya yakin akan hal tersebut ??" ucapnya sambil mengeluarkan selembar gulungan dan meletakannya di atas meja.


" ini ??" ucapnya penasaran.


" tuan Lao silahkan di periksa dan saya yakin anda akan paham maksud saya " mempersilahkan tuan Lao meng memeriksa gulungan tersebut.


lalu dengan capat kepala penjaga ibukota kekaisaran lalu membuka gulungan tersebut ia terkejut setelah melihat isi gulungan yang terdapat bercak darah menyelimuti bagian luar namun tulisannya masih dapat di baca, tangan Lao meng bergetar dan dengan wajah penuh rasa terkejut.

__ADS_1


" dari mana anda mendapatkan ini ??" ucapnya kepada Wei Zu yang sedang menatapnya dirinya sambil tersenyum.


" aku mendapatkannya tepat berada di atas meja saat pertama kali tiba di tempat itu, awalnya aku tak paham namun setelah memeriksa semua isi tulisan tersebut membuat saya menjadi yakin bahwa firasatku benar mengenai tempat itu !!" ucapnya sambil mengusap dagunya.


" jika demikian maka siapa yang melakukan penyerangan ini ?? apakah ini di lakukan oleh organisasi pembunuh yang lain ??" tanyanya menebak sambil kembali menggulung kertas tersebut.


" aku tak yakin akan hal itu " ucapnya sembari memasang wajah bingung " kerena jika ini di lakukan oleh organisasi lain maka menurutku mereka hanya akan mencari kematian !!" ucapnya sembari mengambil cangkir yang ada di atas meja.


" apa maksud anda dengan hal itu, jika ini mengenai rumor bahwa topeng darah memiliki hubungan dengan pangeran ke 2 menurutku itu tidak mungkin " ucapnya sembari mengangkat cangkir teh miliknya.


" kenapa anda mengatakan seperti itu ??" ucapnya pemasaran.


" apa anda tak tahu bahwa tunangan pangeran ke dua yakni Ming Jiangying telah terbunuh dan menurut kabar yang kudengar bahwa organisasi inilah yang melakukan tindakan tersebut, sehingga pangeran ke 2 sempat bersumpah akibat rasa kehilangannya bahwa ia tak akan menikah sampai berhasil menghancurkan organisasi tersebut !!" ucapnya dengan wajah serius.


" ahh aku pernah mendengarnya saat pangeran ke dua menghadiri acara pemakaman dari tunangannya,hmm tapi bukankah itu cukup mencurigakan !!" ucapnya dengan wajah curiga.


" apa maksud anda apa anda tidak mempercayai sumpah pangeran ke 2 ??" ucapnya penasaran.


" benar !!" mendengar itu wajah Lao meng menjadi merah namun sebelum meledak Wei Zu melanjutkan penjelasannya " coba tuan Lao pikirkan kejadian dari pembunuhan tersebut bukankah terjadi beberapa tahun lalu dan juga bukankah kebangkitan dari organisasi topeng darah juga tumbuh pesat setelah saat itu ??" ucapnya mendengar itu Lao meng berpikir dan berubah ekpresi karena paham.


" husss apa anda ingin kita berdua dapat masalah " bisiknya tuan Lao meng menjadi terkejut akan hal itu. setelah tuan Lao menggeleng kan kepala Wei Zu pun melepas tanganya dari mulut tuan Lao.


" tapi aku tak percaya akan hal itu jika aku belum melihat buktinya !!" dengan wajah tak percaya.


" jika demikian coba periksa nama yang berada paling dalam dari gulungan ini !!" ucapnya berbisik sambil menunjuk gulungan yang berada di atas meja.


" ahh apa maksud anda " dengan wajah bingung.


" sudah lakukan saja aku yakin anda pasti akan terkejut !!" ucapnya lalu meminum teh yang berada di cangkirnya.


" hmm baiklah !!" lalu Lao meng pun melakukannya membuka gulungan itu namun karena ukuran yang lumayan besar sehingga memakan cukup banyak waktu dalam membuka keseluruhan gulungan tersebut "ini sungguh banjingan orang itu " ucapnya tak percaya dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


" nah sekarang anda paham bukan dengan apa yang saya maksud ?? " ucapnya melirik dengan tatapan kemenangan.


" iya - iya aku percaya... haa saya tak menyangka bahwa ada manusia sekeji ini hidup di kekaisaran ini !!" ucapnya frustasi mengetahui fakta sebenarnya di balik semua hal ini.


" ahh anda tak perlu seperti itu bukankah ini hal yang lumrah dalam istana ??" mendengar itu Lao meng mengangguk tanda paham ucapan dari orang yang berada di hadapannya.


memang benar bahwa kehidupan di istana terutama kekaisaran akan mendapatkan kemewahan dan kesenangan serta rasa hormat dari orang lain terutama jika anda berada di posisi yang penting.


sehingga banyak orang yang bermimpi untuk masuk atau bahkan bergabung dengan keluarga Kerajaan/Kekaisaran, namun kenyataanya kebahagiaan dan penderitaan di dalam istana hanya di pisahkan oleh permukaan es yang sangat tipis.


di permukaan mereka terlihat bahagia dengan senyuman yang mereka tunjukan ketika mereka keluar dari ruangan pribadi mereka, namun kenyataanya mereka memendam kebencian di dalam hati mereka terhadap pihak lainya.


di tambah lagi ketenangan yang terlihat dari luar istana juga menipu karena kenyataanya setiap hari orang - orang yang berada di dalamnya selalu menyusun strategi dan rencana untuk menjatuhkan atau bahkan menyingkirkan orang - orang yang menurut mereka dapat mengancam posisi mereka di dalam istana atau merebut posisi pihak lainya.


" haa .. jadi apa yang akan anda lakukan dengan gulungan ini ??" tanya Tuan Lao meng kepada tuan Wei Zu.


" sebaiknya kita musnahkan untuk amanya !!" saranya.


" apa musnahkan ?? tapi bukankah ini terlalu berharga untuk di musnahkan ??" ucapnya tak percaya dengan nada bimbang.


" tuan Lao, aku paham maksud anda tetapi jika kita mempublikasikan atau melaporkan ini ke pada kaisar dan anggap saja jika kita berhasil, lalu pangeran ke dua di tangkap bukan berarti ia akan di eksekusi apalagi karena posisinya dan juga apakah ada jaminan bahwa kita aman dari kaki tangan pangeran ke dua ??" mendengar itu wajah Lao meng menjadi pucat " dan juga coba pikirkan mengenai keluarga kita apakah itu setimpal dengan hanya naik pangkat sekali saja ??" tambah Wei Zu.


' ahh apa yang kupikirkan barusan aku hampir saja mempertaruhkan keselamatan keluargaku demi jabatan, hmm tak heran tuan Wei Zu dapat bertahan di dalam organisasi penyidik kekaisaran ia memperhitungkan bukan hanya selangkah kedepan namun 2 sampai 3 kali langkah ke depan sungguh sosok yang mengerikan untuk di jadikan musuh ' batin Lao meng.


" hmm Anda benar kalau begitu saya serahkan ini kepada anda untuk di musnahkan !!" ucapnya menyerahkan gulungan tersebut.


baiklah setelah menggenggam gulungan tersebut dengan cepat ia membakarnya menggunakan energi qi elemen api milik Wei Zu.


ke duanya menatap gulungan tersebut hingga menjadi abu setelah yakin bahwa gulungan tersebut terbakar se - utuhnya ke duanya kembali meminum secangkir teh untuk menenangkan diri.


" jadi apa langkah kita selanjutnya ??" ucap Lao meng.

__ADS_1


" hmm kalau menurutku sebaiknya kita melanjutkan penyidikan mengenai kasus ini dan juga anggap saja hal ini tak pernah terjadi !!" mendengar itu Lao meng mengangguk menerima saran dari pria di hadapanya.


setelah itu ke duanya kembali melanjutkan tugas mereka, yang sebelumnya sempat tertunda, bersamaan dengan itu sebuah bola hitam keluar dari ruangan tersebut terbang kembali menuju bangunan paviliun topeng darah.


__ADS_2