
pagi menyingsing matahari memancarakan cahaya ke emasaanya memancar ke penjuru dunia menawarkan kehangatan untuk mengusir dinginya malam penduduk sudah mulqi melakukan rutinitas harian mereka begitupun Ling Xia yang telah selesai melakukan kegiatan pagi harinya dan sementara itu kakek dan neneknya telah berangkat menuju ke gubuknya untuk melihat kondisi kebunnya karna telah lama meninggalkan dan sekaligus memanen jahe hijau ling Xia berencana ikut namun sayang niatnya harus di urungkan Karena hari ini dia harus pergi untuk merealisasikan rencanaya mengenai pembangunan kincir angin kepada kepala desa sebelum dia pergi dia memanggil Jiangying untuk melakukan pengobatan untuk memperbaiki meridianya yang sebelumnya rusak oleh racun mayat.
【 berbalik dan menatap Tian Xue yang berdiri di belakangnya 】 " baiklah kak Tian bisakah kakak pergi memanggil kak jiang karna hari ini saya akan mengobati dantianya " ucapnya meminta.
【 dengan wajah tenang 】 " baiklah adik ling Er aku akan memanggilanya !!" setelah menjawab Tian Xue pun pergi untuk memanggil Jiangying yang sebelumnya terlihat menyapu halaman.
sementara itu Jiangying yang saat ini sedang menyapu di depan kelinik sering mendapatkan tatapan iba dari penduduk yang lewat karena kondisi wajahnya yang masih membiru akibat luka lebam di sekitar pelipis mata dan bibirnya yang dia terima dahulu meskipun sudah lama namun akibat dari racun mayat sehingga tubuhnya tak mudah menyembuhkan diri sendiri bisa di bilang tubunhnya sudah cacat, dan beberapa ibu ibu yang lewat menyemangatinya sehingga dia merasa nyaman tidak seperti saat dia berada di kediamannya sendiri dia di perlakukan layaknya mahluk berpenyakit yang dapat menular serta beberapa hinaan yang sungguh menyakitkan yang membuat siapa saja naik pitam karna mendengar cacian tersebut.
tak berapa lama dari dalam bangunan klinik berjalan seorang wanita dengan gaun biru muda membuat siapa saja dapat terpesona namun kali ini Tian Xue mengenakan cadar untuk menutupi wajahnya sehingga menambah aura misterius yang ia miliki.
【 memanggil 】 " Adik Jiang tolong kedalam sebentar master memanggilmu !!" ucapnya kepada jiangying yang berhenti menyapu.
【 tersenyum penuh arti 】 " baik !! " ucapnya di penuhi dengan semangat karna mengetahui bahwa hari ini adalah hari pengobatan untuk memperbaiki dentian serta tubuhnya, setelah itu dia pun meletakan sapu yang sebelumnya ia gunakan di samping pintu dan berjalan di belakang Tian xue.
sementara itu Mingmei sedang membantu mengisi bak mandi menggunakan air yang keluar dari cincin penyimpanan milik Ling Xia , air tersebut berasal dari danau yang berada di dalam hutan bayangan kematian yang sebelumnya dia gunakan untuk mandi.
【 mengetuk pintu 】 " adik Ling junior Ying telah datang !!" ucapnya kepada Ling Xia sehingga Ling Xia dan Mingmei yang sedang melakukan sesuatu berbalik dan melihat ke 2 sosok yang kini berada di depan pintu.
【 menatap Tian Xue 】 " baiklah kak Tian tolong bantu kak jiang untuk melepas pakaian nya dan tutupi tubuhnya menggunakan ini !!" sambil memberikan sebuah handuk. Tian Xue yang melihat itu mengambil handuk tersebut dan membantu Jianying melepas pakainya.
【 turun dari kursi 】 " master airnya sudah penuh ini cincin master !!" sambil menyerahkan cincin di mensi yang memiliki corak yang indah serta batu mulia yang menghiasinya , Ling Xia pun berbalik dan menatap Mingmei yang tengah menyodorkan cincin yang sebelumnya berisi air.
【 menggeleng pelang 】 " tidak, sekarang itu menjadi milikmu !!" ucapnya
【 dengan wajah terkejut 】 " ti-tidak master cincin ini sangat mahal, a- aku rasa aku tak pantas menerimanya " ucapnya dengan sedikit tergagap.
【 menggenggam tangan Mingmei 】 " sudah ambil saja lagi pula itu memang hadiah untukmu !!" ucapnya sambil mendorong kembali tangan Mingmei .
【 menatap penuh arti 】 " pantas tidak pantasnya seseorang menerima sesuatu itu tergantung dari si pemberi jika kamu menolaknya saya akan merasa sedih jadi saya harap Kaka Ming mau menerima nya !! ucapnya tenang sehingga Mingmei hanya terdiam.
【 berdiri sambil menunduk sedih 】 " adik Ling junior Jiang sudah selesai " ucapnya kepada Tian Xue ,sehingga Ling Xia pun berbalik dan menatap jiangying yang kini hanya mengenakan handuk menutupi dada hingga kepahanya, setelah melihatnya wajah Ling Xia menjadi sedih dan bercampur emosi Karena melihat bekas sayatan dan beberapa lebam bekas pukulan benda tumpul yang terlihat di bahu, serta cambukan yang terlihat berbekas jelas di punggung dan lenganya yang terlihat pernah mengalami patah tulang dan di biarkan sembuh sendiri sehingga terlihat menyedihkan, sementara itu Jiangying merasa malu akan kondisinya
【 menatap prihatin 】 " kak jiang sekarang aku mau bertanya element apa yang mau kakak miliki selain ke 2 ini yakni untuk penyembuhan dan dari ular mahkota ungu yang merupakan raja dari para ular berbisah lalu selanjutnya pilihan kakak" sambil memperlihatkan beberapa Cristal beast.
【 dengan wajah bingung 】 aku akan menerima apa yang master sarankan !!" jawab jiangying
【 dengan wajah bangga 】 " baiklah kalau begitu aku menyarankan yang kuning ini, yang biru muda ini dan yang terakhir yang ini aku tak tahu ini dari mana tapi menurutku ini bagus " jawabnya bangga. sambil menunjuk batu Cristal berwana merah darah
【 dengan wajah terkejut 】 "adik Ling kumohon tunggu dulu dari mana adik Ling mendapatkan ini ???" ucapnya sambil melihat lebih dekat Cristal tersebut.
【 menggelengkan kepala 】 " tidak aku tidak tahu kak Ciyi yang memberikan ini kepadaku, hmmm apakah kakak tahu Cristal apa ini ?? " tanyanya penasaran karena ekpresi yang di keluarkan Tian Xue.
【 dengan wajah kagum】 " ini adalah esensi darah dari beast ilahi yakni Phionix api dan esensi di dalamnya sangat menakutkan aku takut jika ini di gunakan besarta yang lainya tubuh adik Jiang akan ..kecuali jika semua Cristal beast lain di tiadakan kemungkinannya tidak akan terlalu berbahaya !!." ucapnya terhenti dan membuat suasana menjadi sunyi
__ADS_1
【 suara orang asing 】 " permisi apakah ada orang !!" teriakan dari luar membuat semua orang terkejut,dengan sigap Mingmei pergi dan melayani pembeli tersebut.
【 dengan wajah khawatir 】 " jadi apakah kamu ingin menggunakan ini ??" tanya Ling Xia kepada jiangying.
【 dengan wajah terkejut dan gelagapan 】 " ti-tidak lagi pula ini terlalu berharga hanya untuk diriku!! " ucapnya risau lalu menunduk karna di dalam hatinya dia sangat menginginkan hal tersebut namun sayang jika dia melakukan semua itu usaha masternya akan sia sia.
【 mengangguk tanda paham 】 " baiklah kita gunakan ini sekarang ..." ucap Ling Xia sambil menggenggam Cristal esensi darah menggunakan kedua tangannya dan cahaya di dahinya mengeluarkan cahaya dan Cristal tersebut berubah warna menjadi cair Ling Xia pun memasukannya ke dalam air yang telah di siapkan sebelum-nya namun anehnya seolah olah darah tersebut layaknya minyak membuat semua air tumpah keluar dan meninggalkan bak berisi darah merah segar sebanyak setengah bak.
【 dengan wajah terkejut 】 " wao ini menakutkan " gumamnya setelah melihat cairan tersebut setelah itu dia melirik ke arah Jiangying yang merinding karna takut Ling Xia pun mendekatinya dan memberikan sebutir obat pereda rasa nyeri yang dia dapat kan dari shop karna sebelum-nya telah mendapatkan diskon sehingga diapun mendapatkan yang memiliki tingkat rendah dengan gratis.
【 menelang sebutir obat 】 " baiklah !! " ucapnya lalu masuk ke dalam bak berisi esensi darah phionix tersebut.
namun bukanya sakit malah tubuh jiangying merasa nyaman melihat hal itu Ling Xia merasa bahwa dirinya paranoid.
【 berbalik menuju pintu 】 " baiklah kalau begitu aku akan pergi menuju rumah kepala desa, untuk menjalankan rencanaku !!" ucapnya kepada Tian Xue.
【 dengan kompak 】 " baik master !!"
【 menoleh 】 " kak tian tolong jaga klinik selama aku pergi !! " ucapnya kepada Tian xue
【 mengangguk dengan anggun 】 " baik master !!" jawabnya setelah itu Ling Xia pun melangkah pergi di depan dia melambaikan tangan kepada Mingmei yang sedang sibuk membaca daftar obat dan berhenti sejenak membalas lambaian dari Ling Xia dan kembali melihat daftar obat tersebut.
selama perjalanan menuju ke rumah kepala desa di berjalan dengan santai dia dapat melihat penduduk melakukan kegiatan mereka ada yang mengangkut kayu, bercengkrama satu sama yang lain, dan melihat anak anak berlari kesana kemari tak ada satupun yang terlihat sedih dan sesekali dia mendengar keluahan penduduk karna harus pergi jauh untuk mengambil air sehingga yang hanya mampu bertahan beberapa hari, mendengar hal itu Ling Xia semakin semangat untuk membicarakan rencananya dengan kepala desa.
【 dengan wajah sangar 】 " hai lihat siapa ini bukankah ini nona Ling, mau kemana bukanya seharusnya kamu berjaga di klinik ha ?? jika kakekmu tahu cc cc cc kamu bisa di hukum lagi loh " ucapnya, Ling Xia hanya terdiam tak menjawab karna itu benar jika dia ketahuan berkeliaran dan meninggalkan klinik bisa bisa dia di hukum menghaluskan 1000 tanaman obat.
【 suara wanita 】 " heii pulang sana tidur jangan ganggu anak kecil !!" ucap gadis sambil mengancam menggunakan sapu.
【 dengan wajah sedikit kesal 】 " ahhh ya ampun nona Yu kami hanya menggodanya tak perlu marah marah begitu donk!!" dengusnya kepada gadis yang akan melancarkan pukulan.
【 dengan wajah mengantuk 】 " ahh sudah mari pulang lihat Tang su dia bisa saja tidur di jalan apakah kamu mau menggendongnya " menunjuk ke pria yang sedang menahan kepalanya menggunakan tombak.
【 sambil menggaruk kepala 】 " yah kalau ayo kita pulang dan tidur sepuasnya!!" ucap wong si dengan wajah lemes.
mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut, meninggalkan ke duanya.
【 menatap Ling Xia 】 " oh iya adik Ling mau kemana ??" ucapnya penasaran.
【 mengingat 】 " ahh iya kak yu saya mau bertemu kepala desa apakah dia ada ??" setelah mengingat siapa gadis yang berdiri di hadapanya, dia adalah Hong yu anak ke 2 dari pasangan Hong Shi dan Hong Du.
【 mengingat 】 " ahhh ayah sedang di ruang tengah sedang minum teh !!" memberi petunjuk ke Ling xia.
【 dengan senyum manis 】 " terimakasih ka yu kalau begitu aku pergi " melambai dan masuk ke kediaman kepala desa sementara Mong yu melanjutkan menyapu halaman.
__ADS_1
Ling Xia pun masuk di dalam sudah ada seorang pria paruh Bayah sedang menyeruput teh.
【 membungkuk memberi hormat 】 " salam tuan Mong !!" meskipun Ling Xia sangat kuat namun satu yang dia pegang hingga saat ini yakni hormati orang tua. karna orang tua sudah lebih banyak makan garam ketimbang yang lebih mudah.
【 meletakan cangkir dan berdiri 】 " ahh Ling er, mari masuk masuk anggap saja seperti rumah sendiri !!! " ucapnya sambil mempersilahkan Ling Xia masuk dengan ramah,endengar hal itu Ling Xia masuk dan duduk di kursi.
【 setelah menyusul duduk di kursi 】 " ohh lihat siapa yang datang jika bibirmu tahu kamu datang dia akan marah karna kamu sudah lama tidak berkunjung !!" ucapnya lalu beberapa saat kemudian dari dalam keluar wanita yang berusia 30 an
【 sambil bertolak pinggang 】 " coba lihat keponakan kecilku ini kenapa baru muncul haaa.. kamu tahu kalau bibi sangat merindukanmu !!" ucapnya lalu mendekati Ling xia yang terduduk dengan wajah tak mengerti apa apa.
【 dengan wajah bingung 】 " hmmm jika Ling Er salah Ling Er minta maaf !!" ucapnya dengan wajah polosnya.
【 sambil mengangkat Ling Xia 】 " oh ya ampun coba lihat gadis kecil ini sudah dewasa rupanya tapi itu tak mengapa karna Ling Er sudah datang hari ini sehingga bibi akan memaafkan Ling Er !!" ucapnya sambil mengusap kepala Ling Xia, Ling Xia yangbdi perlakukan seperti itu tertunduk malu sehingga membuat pamanya menjadi gemes dan mencubit pipi Ling Xia yang memerah.
【 sambil memegang pipinya 】 " auuh lepaskan pipi Ling Xia itu sakit !! " teriak Ling Xia, mendengar hal itu bibi Hong memukul tangan suaminya hingga akhirnya dia melepas tanganya setelah itu bibi Hong mengusap pipi dari Ling Xia
【 sambil mengusap pipi Ling Xia 】 " ohh cup cup apakah masih ada yang sakit sini bibi usap biar sakitnya cepat pergi !" dengan masih melihat wajah Ling Xia dan terkejut Karan kulit Ling Xia sangat lembut sehingga bibi Hong terus mengusap pipinya hingga beberapa saat.
【 dengan wajah bosan 】 " bibi sakitnya sudah hilang !! " kalimat dari Ling Xia menyadarkan Hong Shi dari keasikanya mengusap pipi Ling xia dan menghentikan aksinya, bibinya Hong Shi kemudian berdiri.
【 sambil berdiri 】 " ohh maafkan bibi karna terlalu lama mengusap pipi Ling Xia Sakin lembutnya bibi jadi keasikan maafkan bibi yah !!" ucapnya karna merasa tidak enak kepada Ling xia.
【 dengan wajah sedikit canggung 】 " Ling Er tidak merasa keberatan tapi Ling Xia datang kesini untuk menyampaikan pesan dari masterku !" setelah mendengar ucapan Ling Xia mereka berdua menjadi serius.
【 denagn ekspresi serius 】 " hmmm kalau bisa tahu apa yang di katakan mastermu !!" ucap Hong Du serius, karna sudah berapa kali bantuan yang di berikan oleh master Ling Xia keoada desa Hong Nang sehingga master dari Ling Xia sudah merupakan orang penting di desa itu.
【 sambil mengeluarkan kertas cetak dari kincir air dan menyerahkannya ke kepala desa 】 " karna master melihat desa kita kekeringan sehingga masterku memberikan ini kepada desa katanya alat ini bisa membantu memindahkan air dari sungai selama beberapa tahun sehingga sawah dapat di Airi dan dapat di tanami kembali !! " ucapnya menjelaskan sesingkat mungkin, sementara itu wajah dari kepala desa dan istrinya menjadi serius dan fokus melihat gambar tersebut.
【 sambil menyentuh cetak tersebut 】 " lihat istriku gambar ini sungguh menakjubkan aku belum pernah melihat gambar seditile ini sepanjang hidupku " terkagum dengan ukiran di kertas tersebut.
【 dengan wajah kagum 】 " benar suamiku master dari Ling Xia benar benar jenius aku tak pernah melihat gambar dengan ketebalan dan kejelasan tinta seperti ini di tambah lagi kertas ini warna putihnya dan terasa lebih keras !!" ucapnya sambil menatap ketipisan kertas tersebut suaminya hanya mengangguk tanda setuju dengan istrinya. Ling Xia yang mendengarnya merasa telah melakukan kesalahan karna tidak memperhitungkan bahwa kertas di jaman ini masih sangat tebal.
【 ber- dehem 】 " ehem paman bibi jadi bagaimana apakah bibi dan paman setuju !!" ucap Ling Xia menghentikan rasa kagum ke 2 pasangan tersebut yang terkagum kagum karna kertas tersebut.
【 dengan wajah sedikit merona malu 】 " ahahah jika ini yang di inginkan oleh dermawan maka kami sangat berterimakasih !!" ucapnya Ling xia.
【 dengan wajah malu 】 " benar tapi yang terlihat bahwa beberapa bagian ini terbuat dari besi, jika bahanya seperti ini saya rasa itu sulit !!" ucapnya khawatir karna bahan yang di gunakan akan sangat mahal terutama pembuatannya.
【 dengan wajah bangganya 】 " mengenai hal itu bibi dan paman tidak perlu terlalu memikirkannya karna aku telah mendapatkannya dari masterku, masterku berharap penduduk mau membantu memasang kayu yang akan di jadikan saluran air dan beberapa tempat penampungan air" jelas Ling Xia singkat.
【 dengan wajah penuh semangat 】 " kalau begitu apalagi yang kita tunggu, aku akan mengumpulkan penduduk agar rencaan ini dapat dengan cepat selsai !! " kepala desa dengan cepat dia pun berlari kepintu keluar dan nyaris menabrak Hong yu yang sedang berjalan masuk karna telah selesai menyapu.
【 dengan wajah bingung 】 " Bu ada apa dengan ayah ?? " ucapnya lalu berbalik melihat ibunya yang sedang asik menggosok pipi Ling Xia yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
【 Dengan wajah marah karna kelakuan ibunya 】 " apa yang ibu lakukan kepada Ling Er ?? " ucapnya karena bingung dengan apa yang di lakukan ibunya.