
🤗 Hay semua sebelum membaca 🤗
Tolong klik tombol 👍, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun 🙏.
Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya jadi saya tunggu yah !! ... 😉😉
🎉HAPPY READING🥰
⏱️Come back to 30 minutes ago...
" Eggg.... dasar sial kenapa ada suara ribut di tempat seperti ini !!" keluh Ling Xia.
Mendengar suara ribut memang terkadang cukup mengganggu bahkan untuk mereka yang telah lama melanglang buana dalam dunia kultivasi, Apalagi bagi Ling Xia yang awalnya berasal dari bumi.
Serta alasan mengapa Ling Xia belum terbiasa karena telah lama ia melakukan kultivasi dan kenyataannya bahwa tingkat kultivasi yang ia miliki saat ini di kerenakan energi dari berkah Dewi, Titisan ratu neraka serta energi dari dewa kematian. Sehingga bisa di katakan bahwa ia memang belum pernah melakukan kultivasi.
Di tambah lagi kebiasaan Ling Xia yang lebih fokus meningkatkan ilmu pengetahuan serta mengambangkan tingkat pemahamannya dalam obat - obatan, Ilmu pengobatan dan alkemia ketimbang meningkatkan tingkat kultivasi miliknya sehingga Ling Xia sudah lama berada pada tingkat pembentukan jiwa tahap 3 yakni selama hampir 2 tahun lamanya, Ini merupakan kebiasaannya di kehidupan sebelumnya yang mana pengetahuan dan skill menjadi sumber kekuatan utama untuknya di sana.
Ditambah lagi dengan adanya para bawahannya serta saudari angkatnya yang memiliki kemampuan dan tingkat kultivasi yang mengerikan, Sehingga Ling Xia tidak perduli dengan kultivasi miliknya dan lebih bergantung dengan bawahanya yang mengurus hampir segala sesuatu yang berhubungan dengan adu fisik.
Sementara Ling Xia hanya fokus dalam perencanaan dan strategi saja, Dan juga dengan adanya Pandora serta sistem yang menyediakan hampir segala macam hal yang Ling Xia butuhkan sehingga ia menjadi semakin tidak tertarik dengan kultivasi.
Mungkin ini di sebabkan karena faktor pola pikir yang ia miliki. Meskipun demikian kini Ling Xia mulai menyadari pentingnya tingkat kultivasi terutama setelah melihat hasil pertandingan yang di lakukan oleh ke dua saudari angkatnya yakni Jiangying dan Mingmei.
Sehingga Ling Xia pun mulai tertarik untuk melanjutkan kultivasinya yang ia abaikan selama ini, Seperti kata pepatah di mana ada niat di situ ada keraguan serta gangguan.
Itulah yang saat ini Ling Xia hadapi, Gangguan dari suara tawa yang mulai menggangu, Karena sudah merasa jengkel karena sudah berpindah - pindah tempat beberapa kali karena alasan jarak dari Black Orion yang belum mencukupi, Tetapi ketika ia sudah cukup jauh dari Black Orion kini iya menghadapi fakta bahwa ada sekumpulan idiot yang mengganggunya.
Ling Xia pun mencari sumber suara tersebut seketika ia menemuka sumbernya sekitar 514 meter ke arah barat daya dari sana asal suara mengganggu itu berasal. Ling Xia melihat sebuah pohon yang cukup tinggi dari kejauhan ia pun kembali menghilang kedalam kabut darahnya.
Sfx : Syup.
Ling Xia muncul di atas dahan pohon yang ia lihat sebelumnya sekitar 320 meter dari posisinya terlihat sebuah tempat terbuka yang mana disana terdapat kelompok yang tengah berbicara dan bercanda dengan riang gembira di sekitar api Unggun, Meskipun Ling Xia melihat mereka dengan penampilan yang terlihat sangat dan menyeramkan yang biasanya identik dengan para bandit.
Namun Ling Xia tak menilai buku dari sampulnya, Ia tersenyum hangat melihat keakraban di kelompok tersebut mengingatkan mengenai dirinya beserta bawahanya di bumi dulu ia lalu berbalik berniat meninggalkan kelompok tersebut.
__ADS_1
hingga sebuah kalimat masuk ke telinganya.
" aku tak tahu bagaimana kata pedagang budak nanti, Melihat kita bisa mendapatkan semua ini !!" ucap salah satu dari pria tersebut.
ling Xia lalu berbalik dengan tatapan kebencian senyuman hangatnya menghilang dari bibir manisnya, Ia lalu menatap dengan serius ke sekitar tempat orang - orang itu sedang berkumpul terlihat juga gerobak - gerobak dengan kerangkeng besi melekat di atasnya.
Di dalamnya terlihat bayangan - bayangan hitam tengah bergerak melihat itu mata Ling Xia terbuka lebar.
" Budak !!" gumamnya, Ling Xia mengepal tanganya kuat - kuat hawa membunuh mulai menyeruak keluar melewati pori - porinya ia berniat meluncur dan membantai mereka hingga niatnya di hentikan oleh ucapan Pandora.
[ MASTER BAGAIMANA JIKA KITA MENGUJI BARETT M82A1 TERHADAP MEREKA !! ]
Ling Xia membeku sesaat mendengar itu senyum kebencian menghiasi wajahnya.
" Pandora kamu jenius kalau begitu tolong pindai lokasi ini menggunakan satelit untuk melihat bentuk topografi wilayah seluas 500 m² dan jadikan tempat ini sebagai pusatnya, Dan juga analisis berapa jumlah mereka menggunakan penglihatan inframerah dari satelit !! " perintah Ling Xia menggunakan telepati.
[ BAIK MASTER ]
bersamaan dengan itu 1000 kilometer di atas permukaan tanah tepatnya di atas atmosfer sebuah benda berukuran besar tengah mengorbit, sebuah satelit militer mulai melakukan tugas yang di jalankan oleh Pandora.
[ MEMULAI MEMINDAI TOPOGRAFI 10%,40%, 60%,80%,100% PEMINDAI TOPOGRAFI SELESAI ]
[ MENGHITUNG JUMLAH TARGET 20%, 57% ,89%,100%,TARGET BERJUMLAH 24 BUAH ]
" 24 yah kalau begitu bagaimana dengan jumlah dari para budak ??" tanya Ling Xia sambil tetap melihat ke arah kumpulan pria tersebut yang tertawa dengan penuh kegirangan.
[ MAAF MASTER KARENA MEREKA TERLALU RAPAT SATU SAMA LAIN SEHINGGA KAMERA INFRA MERAH KESULITAN MENGIDENTIFIKASI JUMLAH MEREKA SECARA PASTI ]
"Tak apa Pandora, meskipun itu agak menyebalkan tetapi selama mereka mereka tidak tercampur dengan para bandit itu semuanya akan baik - baik saja !!" Ucap Ling Xia setelah mendengar penjelasan dari Pandora.
[ BERIKUT BENTUK TOPOGRAFI DARI TEMPAT INI MASTER !! ]
Bersamaan dengan itu sebuah kotak hologram berbentuk peta kecil muncul di depan matanya yang dimana di dalamnya terdapat titik merah dan hijau dalam satu lokasi yang mana merah merupakan bandit dan hijau adalah para budak, Ling Xia lalu tersenyum penuh semangat melihat itu semua.
" Nah sekarang waktunya pengujian " Ucapnya. " Buka inventori !!" Kotak lain muncul di depanya yang berbentuk kotak - kotak yang di dalamnya terdapat gambar berbagai benda seperti senjata pistol dan pelontar Grapplyng hook, Beberapa jarum berlian, Kitab Rantai Iblis dll.
__ADS_1
Ling Xia lalu melihat ke bawah terdapat juga beberapa rudal berjumlah 120 buah sementara sisahnnya telah di pasangkan ke Black Orion, Serta terlihat juga kendaraan pengangkut rudal berjumlah 10 buah.
Ling Xia lalu melihat benda yang berada di kotak terakhir yang mana kali ini akan iya uji Sniper Barrett M82A1 dilengkapi dengan alat bidik optik AN/PVS-10 day/night. Tampa pikir panjang ia lalu menekan gambar tersebut. Sebuah hologram pun muncul di hadapanya dan berubah menjadi Barrett M82A1.
Ling Xia mengangkat kedua tangannya bersiap menangkap, Senjata sniper tersebut lalu terjatuh dan mendarat di tanganya namun karena beratnya Ling Xia hampir terjungkal ke depan karena berat senjata itu berkisaran 13.5 kg - 14 kg. Ling Xia lalu berhasil mengangkatnya dengan cara mengalirkan energi qi ke kedua tanganya sehingga senjata tersebut kini tak terlalu membebani tanganya.
Ling Xia lalu mengangkat nya dan memperhatikan seluruh bagian dari senjata tersebut . Mata Ling Xia berbinar binar melihat senjata yang saat ini di tanganya.
Tiba - tiba perhatian Ling Xia ditarik oleh pergerakan titik di dalam peta hologram yang ia berada di pojok kiri dari penglihatannya, dengan cepat ia lalu mengalihkan pandangannya menatap kelompok tersebut.
Ternyata ke khawatiran nya menjadi kenyataan yang mana di sana terlihat beberapa wanita di bawah oleh para pria dari kelompok tersebut, Ling Xia memfokuskan penglihatannya meskipun gelap tetapi berkat kemampuan matanya yang sudah tak perlu di pertanyakan lagi sehingga gelapnya malam tidak terlalu berdampak pada Ling Xia.
Terlihat dari posisinya 3 orang datang sambil menarik tali yang terhubung ke tangan para budak, mata Ling Xia melebar tak kala mengetahui para budak tersebut adalah perempuan, Ling Xia mengeratkan giginya akibat kemarahan yang ia rasakan.
Tak pikir panjang Ling Xia lalu memasang 2 penahan dari senjata yang kini ia pegang lalu meletakannya tetapi tiba - tiba ia menyadari satu hal, bahwa cabang pohon tersebut tidak sesuai dengan posisi dari arah targetnya dan resiko akan jatuh ketika hentakan dari senjata ketika peluru di tembakan.
Ia dengan cepat melihat kembali peta kecil dari tempat itu, Ling Xia menatap tajam mencari tempat yang bagus untuk menembak ternyata di Utara terdapat sebuah tebing yang cukup pas untuk di jadikan tempat untuk mengincar targetnya, dengan tergesa - gesa Ling Xia lalu berdiri lalu menoleh kebelakang di sana terlihat sebuah tebing yang sebelumnya ia lihat di peta.
Sfx : Syup.
Ling Xia menghilang kedalam kabut berwarna merah darah tak jauh dari posisi sebelumnya tepatnya di atas tebing kabut darah muncul Ling Xia melompat keluar dari dalamnya ia berdiri sesaat sambil mengamati sekeliling serta memfokuskan pendengaran memastikan tak ada yang membahayakan dirinya.
Itu di karenakan selama menggunakan Barett M82A1 pengguna senjata sejenis ini di wajibkan memfokuskan perhatiannya ke bidikannya karena salah sedikit maka tembakannya akan melenceng dari targetnya, setelah memastikan tak ada bahaya Ling Xia lalu meletakan senjatanya mengarahkannya ke target yang merupakan kelompok pria sebelumnya.
Dengan cepat Ling Xia lalu tengkurap dan menyesuaikan teropongnya, dari teropongnya terlihat sosok hijau terang dari sosok yang merupakan targetnya. Setelah beberapa kali penyesuaian akhirnya gambar yang ia inginkan terlihat, dari teropong sosok pria dengan warna hijau kemerahan mendekati beberapa sosok lainnya.
terlihat juga semua orang dari mulai berkumpul Ling Xia tersenyum sesaat melihat mereka melakukan hal yang hal tersebut.
" Pandora selanjutnya tolong awasi sekeliling ku selama aku menembak !! " Ucapnya.
[ BAIK MASTER ]
Mendengar jawaban Pandora Ling Xia lalu menahan nafasnya dan mengintip ke dalam teropong dari senjatanya, terlihat sosok yang mendekat mengangkat tanganya Ling Xia memahami niat dari pria tersebut.
" Tidak selama dalam pengawasanku !!" Ucapnya dalam hati lalu menarik pelatuknya bersamaan dengan itu dentuman keras terdengar di barengi dengan peluru yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuju sang target, bahu Ling Xia terhantam cukup keras akibat hentakan yang disebabkan oleh senjata Barret M82A1 ketika ditembakkan.
__ADS_1
Satu selongsong peluru panas keluar secara automatis dari tempat pembuangan peluru dentingan suara peluru ketika menghantam tanah terdengar nyaring akibat malam gelap yang sunyi.