
BENTENG GIOK HITAM
setelah mengucapkan hal itu komandan jenderal Gu kembali menatap arah dari tempat ujian langit yang tengah berlangsung di dalam hutan mengerikan tersebut.
DI PADANG ILALANG HUTAN BAYANGAN KEMATIAN
angin menjadi lebih kencang dari sebelumnya membuat semua pohon mulai bergoyang menandakan angin tersebut sangat kuat sehingga membuat daun terlepas dari pohon terbang mengikuti aliran angin tersebut namun berbeda dengan beberapa sosok yang lain yang menatap dengan tenang seolah - olah tak ada yang terjadi karena mereka menyelimuti tubuhnya dengan qi mereka.
sementara itu sosok yang tengah duduk masih dalam keadaan tenang, kecuali bagian dari pakaiannya yang terkoyak akibat kuatnya kekuatan yang terkandung di dalam petir sebelum-nya, tak berselang lama pusaran awan di atas mulai berputar dengan cepat dan tepat seketika sebuah petir yang berbeda dari sebelumya yang berwarna putih kini berubah menjadi merah dan mengenai sosok yang tengah berkultivasi tersebut.
【 tertegung 】 ' sam-samsara ke 4 ,ap - apa yang sebenarnya terjadi disini ?? apakah langit berniat membunuh saudari Tian ?? ' pikirnya bercampur emosi, tiba - tiba dari langit terdengar suara - suara petir yang menjalar menuju pusat pusaran awan tersebut, melihat hal itu Zhao Ciyi merasakan perasaan yang tidak enak sehingga membuat wanita itu menjadi panik karena khawatir petir itu akan membunuh saudari angkatnya dengan sigap dia berniat pergi untuk menghalau petir tersebut namun tiba - tiba dia mengingat ucapan Tian Xue yang ingin menjadi kuat dan melindungi masternya, sehingga Zhao Ciyi pun mengeratkan giginya tanda emosi karna tak bisa melakukan apapun, tanah menjadi retak karna tekanan yang sedikit terlepas dari tubuhnya. namun dengan cepat mengendalikan emosinya yang akan lepas kendali karena takut akan mengganggu Tian Xue dalam berkonsentrasi.
di langit pusaran awan itu memuntahkan petir yang sangat menyilaukan dan menuju ke wanita yang tengah berkultivasi. setelah itu terlihat bahwa kekuatan petir itu sungguh mengerikan itu dapat di ketahui dari lubang sedalam 5 m dan luas 10 m² Tia Xue mulai mengeluarkan darah di sudut bibirnya namun dia tetap tenang sementara itu Zhao Ciyi yang melihat itu menjadi panik dan mengeluarkan obat dan tak berpikir panjang lalu terbang menuju wanita yang tengah berkultivasi itu, namun belum sempat dia melangkah sekali lagi sebuah petir kembali mengenai tubuh gadis itu kekuatanya kini 5 x lebih kuat di bandingkan kekuatan petir sebelum-nya.
__ADS_1
akibat terkejut Zhao Ciyi tertegung melihat lubang yang di hasilkan petir itu yang kini menjadi bertambah 3 kali dari ukuran sebelumnya. sementara itu Tian Xue yang menyadari bahwa ujiannya telah selesai membuka mata dia melihat Zhao Ciyi di kejauhan yang terbang menuju ke arahnya dengan panik.
【 berusaha berdiri sambil tersenyum 】 " sa-saudari Ciyi aku berha.. !" ucapnya terpotong akibat kesadaran-nya yang mulai memudar ' ah apa ini kenapa semuanya menjadi buram aku..! ' dia menatap Zhao Ciyi yang kini berteriak ke arahnya namun dia tak mendengar suara dari wanita yang kinj menggendongnya dia melihat sebuah gerbang terbuka dan begitu dia masuk kesadarannya pun meredup.
DI DALAM ALAM BAWAH SADAR TIAN XUA
dia tersadar dalam ke adaan telanjang bulat Tampa memperhatikan dirinya dan terpaku melihat sebuah patung rubah setinggi 10 meter dengan ekor berjumlah 8 di hadapannya Tan Xue memperhatikan setiap inci dari patung tersebut dia melihat garis aneh berwana emas memenuhi tubuh patung dan ia berpikir bahwa patung itu adalah wujudnya yang sesungguhnya tiba - tiba di langit terlihat sebuah kilatan cahaya yang muncul entah dari mana Tian Xue dapat melihat tiga bola berwarna putih dan satu bola berwarna merah dan satu berwarna emas semuanya ada 5.
kelima cahaya itu mendekat ke arah patung dan 3 bola pertama pun masuk akibatnya tubuh patung itu mulai bercahaya akibat ke tiga bola cahaya yang terserap sebelum-nya begitupun dengan tubuhnya ikut bercahaya ia merasakan tubuhnya mulai di selimuti rasa hangat yang nyaman, kini bola merah yang bercahaya mulai melayang dan meresap masuk ke badang patung itu tiba tiba ke 4 kakinya mulai mengeluarkan api yang yang membara.
Tampa perduli dia kembali melihat ke atas dia melihat bola emas yang terbang dan masuk ke dalam tubuh patung itu lambat laun garis garis emas yang sebelumnya berada di sekitarnya kini bertambah terang dan garis itu mulai menjalar ke sekitar mata patung itu dan begitu garisnya selesai semua tubuhnya kini memiliki garis emas yang indah.
Tian Xue melihat tubuhnya yang kini garis - garis emas mulai terlihat dan semakin jelas Tian Xue semakin terpanah akan apa yang ia alami saat ini, belum sempat selesai matanya mulai merasakan rasa kantuk yang luar biasa, dia memegang kepalanya dengan satu tangan dan tiba tiba dia terjetuh dan tepat ketika menghantam lantai yang ia pijak dia pun terbangung di dunia nyata atau lebih tepatnya di dalam alam batin milik masternya.
__ADS_1
dia membuka mata secara perlahan seketika matanya menangkap Banyangan sesosok gadis kecil duduk di sampingnya dengan mata sembab.
【 terharu 】 " ka- kakak Tian akhirnya kakak sadar, a-aku aku pikir kakak kenapa kenapa !!" tangisnya layaknya anak kecil yang akan di tinggalkan oleh ibunya, perasaan haru bercampur rasa bahagia melihat salah satu orang yang dia cintai kini telah tersadar di hadapanya meskipun hubungan mereka adalah hubungan master dan pengikut namun Ling Xia telah menganggap bahwa Tian Xue adalah saudari sekaligus kakak baginya.
【 tersenyum hangat 】 " adik Ling kakak tidak apa apa sekarang jadi berhentilah menangis adik kecilku yang manis !!" ucapnya sambil mencubit pipi dari Ling Xia.
【 memegang pipinya 】 " kakak itu sakit !! " setelah itu Tian Xue melepas cubitan pipi dari adik kecilnya, Ling Xia kini mengusap pipinya yang masih terasa sakit sambil cemberut, tiba tiba wanita itu menarik tangan Ling Xia sehingga Ling Xia pun terjatuh ke pelukan Tian Xue, Ling Xia yang di perlakukan seperti itu merasa bingung.
【 bingung 】 " kakak apa masih ada yang sakit ??" ucapnya mengingat hal yang baru saja di alami oleh wanita yang tengah memeluknya.
【 air mata menetes 】 " tidak kakak baik baik saja !!" ucapnya ling Xia yang mendengar hal itu berniat mundur untuk melepaskan pelukan dari Tian Xue " biarkan kakak seperti ini sedikit lebih lama !!" ucapnya dengan nada yang terdengar lemah, Tian Xue sudah hidup ribuan tahun namun hingga saat ini dia tak pernah merasakan sesuatu seperti ini selama hidupnya dia telah hidup sendiri begitu lamanya dan fokus berkultivasi, Tampa tahu apa tujuannya yang ia tahu harus menjadi kuat dan melindungi wilayahnya, namun setelah bertemu dengan gadis ini dan bersumpah setia dia berpikir bahwa tujuan dari selama ini berkultivasi adalah melindungi masternya tersebut.
namun karna dia telah mengalami ujian yang menyebabkan dia kehilangan kesadaran sehingga membuat gadis yang harus dia lindungi meneteska air mata dan khawatir, entah apa yang ia rasakan ketika memeluk Ling Xia namun kenyataanya rasanya begitu menenangkan.
__ADS_1
sementara itu Ling Xia yang mendengar itu membuatnya menghentikan niatnya untuk melepas pelukannya, setelah cukup lama akhirnya wanita itu melonggarkan pelukanya Ling Xia yang merasakan itu kini melihat wajah Tian xue, teryata gadis itu telah tertidur, melihat hal itu Ling Xia hanya tersenyum.
' ya ampun kenapa setiap orang yang kupeluk selalu saja berkahir tertidur ' pikirnya bingung Ling Xia lalu kembali membaringkan wanita itu di atas tempat tidur lalu mencium keningnya " selamat malam kakakku tersayang !!" ucapnya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan itu begitu pintu tertutup, Tian Xue membuka matanya dan terduduk dia menatap ke arah pintu tersebut dan menyentuh keningnya lalu tersenyum pipinya merona merah tak kalah mengingat ucapan dari Ling Xia dengan cepat Tian Xue berbaring dan membungkus dirinya dengan selimut.