
bersamaan dengan perginya Ling Xia acara pun selesai meskipun demikian masih banyak beast dan prajurit yang berada di tempat itu, terlihat beberapa beast yang tengah berkultivasi untuk mengolah energi yang baru saja mereka dapatkan sesaat sebelumnya sehingga mereka dapat menerobos ke tahap selanjutnya.
terutama mereka yang sedikit lagi akan menerobos, sebenarnya yang mereka lakukan jika di masa lalu ini merupakan sebuah tindakan yang nekad menerobos di tempat yang seperti lapangan luas yang dapat menyebabkan mereka di serang dengan mudah sehingga akan menyebabkan kegagalan menerobos maupun kemunduran kultivasi serta yang terburuk penyimpangan qi yang bisa menimbulkan penyumbatan ataupun kematian akibat tak bisa fokus mengolah energi mereka saat menerobos.
tetapi mereka saat ini dapat melakukannya karena mereka semua berada di bawah perintah Ling Xia meskipun demikian mereka memutuskan berkultivasi di tanah lapang yang luas itu juga bukan Tampa alasan karena mereka akan di lindungi oleh para prajurit kematian yang mengawasi mereka.
karena meskipun mereka telah berada di bawah kepemimpinan yang sama tetapi kenyataanya masih ada banyak beast yang menyimpan kebencian terhadap beast lain, baik itu karena iri maupun karena dendam di masa lalu.
Ling Xia mengetahui hal ini karena pengalamannya di masa lalu ketika ia menjadi permaisuri Dunia bawah yang di mana ketika ia merebut suatu wilayah maka organisasi hitam yang ada di dalamnya tidak dengan mudah bersatu terutama jika mereka telah terlibat konflik dengan pihak lainnya dalam kurung waktu yang sangat lama.
begitupun dengan saat ini hutan bayangan kematian tidak lebih dari sebuah tempat yang memiliki hal serupa sehingga Ling Xia memerintahkan prajurit kematian lebih fokuskan dalam mengawasi para penghuni hutan tersebut. hal itu dilakukan karena Tian Xue yang belum berada di tempatnya saat ini sebagai perwakilan dari para beast yang awalnya akan di hapuskan sepenuhnya oleh Ling Xia.
di lapangan luas tersebut bukan hanya ada beast yang tengah menerobos dan prajurit kematian ada pula beast lain yang sedang mengawasi ataupun melindungi kawanan mereka seperti beast yang terbiasa hidup berkelompok seperti ras beast serigala mata biru, monyet api, dan beast yang terkenal kebrutalannya gorila merah.
sementara sisahnya kembali ketempat mereka sebelumnya berada namun tak sedikit juga yang tertarik dengan menara evil monastery yang menjulang tinggi ke langit dengan megahnya. sehingga mereka memutuskan untuk mendekati menara tersebut mencoba menghilangkan haus akan rasa penasaran.
tetapi mereka harus mengurungkan niat tak kala mereka di hentikan oleh prajurit kematian yang di perintahkan untuk menjaga tempat itu meskipun mereka kuat namun para beast menyadari kekuatan antara mereka dan prajurit kematian layaknya langit dan bumi, terutama setelah perang dalam perebutan kekuasaan karena dalam perang 1 prajurit kematian dapat menghadapi 3 beast tingkat surga Tampa kendala sedikitpun.
sehingga mereka menyadari tak akan ada hal baik dari rasa penasaran mereka sehingga banyak yang memutuskan untuk pergi meninggalkan rasa penasaran mereka di tempat itu.
sementara itu di depan pintu gerbang menara evil monastery terlihat segerombolan prajurit dengan zirah mengerikan tengah berbaris dengan rapi, terlihat juga beberapa komandan yang tengah memberikan komando kepada bawahannya.
Ling Xia berdiri di tempat paling dekat dengan pintu menara tersebut di sampingnya berdiri Zhao Ciyi yang merupakan tangan kanan Ling Xia sementara di belakangnya terlihat ke 5 Zhao yang bersiaga dengan senjata mereka.
__ADS_1
" ratu Ciyi apakah kita harus tinggal dan menunggu yang di tahan keluar sendiri ataukah kita yang masuk terlebih dahulu ?? " ucapnya sembari menatap pintu yang belum terbuka sedikitpun.
" menurut hamba alangkah baiknya jika kita mengirim prajurit untuk memastikan keamanan dari menara ini !!" ucap Zhao Ciyi, ling Xia mulai berpikir sesaat lalu memutuskan setuju, meskipun ia tak sepenuhnya setuju namun ini juga cukup bagus untuk latihan mereka.
" hmm jika demikian aku percayakan hal itu kepadamu ratu Ciyi !!" ucapnya.
" Terimakasih yang mulia, kalau begitu izinkan aku untuk memilih prajurit mana yang patut untuk di kirim " ucapnya sembari memberi hormat.
" silahkan " ucapnya mempersilahkan Zhao Ciyi pergi untuk memilih prajurit yang akan di kirim " haaa semoga saja tak perlu ada pertikaian " gumamnya berharap yang di segel akan patuh terhadap Ling Xia Tampa perlawanan.
** 3 jam sebelumnya di ibu kota Kekaisaran **
" haaa aku tak menyangka adik Ling melarang ibu untuk menyaksikan acara ini " ucap Mei.
" itu benar tapii ...." ucapnya masih mengeluh.
" sudah cukup kita nikmati saja acara ini lalu menyelesaikan dengan cepat, lagi pula bukan hanya kamu yang ingin bertemu ibu !!" ucapnya menjelaskan perasaannya.
" ahh maaf kak " ucapnya dengan nada tidak enak.
" tak perlu minta maaf kalau begitu cepatlah kita selesaikan ini dan pulang untuk bertemu ibu !!" ucapnya lalu melangkah pergi.
di jalan menuju arena kompetisi mulai di penuhi dengan hiruk pikuk dari para penonton yang akan melihat acara sekali dalam 3 tahun itu. banyak pembicaraan yang terdengar mengenai peserta tahun ini dan ada juga yang saling membandingkan antara para jagoan mereka dalam kompetisi nanti.
__ADS_1
tapi pagi ini adalah kompetisi untuk babak penyisihan dan akan di pilih 50 orang untuk kursi yang akan maju ke acara utama, sementara yang berasal dari keluarga bangsawan, perwakilan kerajaan, maupun dari sekte mereka akan bertanding di siang hari nanti.
terutama perwakilan kerajaan yang telah mengikuti kompetisi di wilayah kerajaan mereka masing masing sehingga mereka dapat langsung lolos ke tingkat selanjutnya.
terlihat antrian yang begitu padat dari orang orang yang mau masuk dalam tempat pertandingan akan di selenggarakan. terlihat juga papan yang menunjukan arah untuk para peserta yang mendaftar untuk mengikuti kompetisi.
namun di antrian tersebut juga tak kalah ramai karena kebanyakan mereka yang mengantri merupakan para peserta yang tidak mewakili apapun selain diri mereka sendiri.
Jiangying dan Mingmei ikut mengantri tak berapa lama kemudian giliran mereka setelah selesai melakukan pendaftaran ulang keduanya langsung memasuki bangunan tersebut.
' haaa aku berharap ini cepat selesai ' pikir Mingmei lalu tiba tiba ia mendapat ide yang bagus" kak bagaimana kalau aku menghancurkan mereka semua jika seperti itu mereka pasti akan ketakutan dengan kita dan automatis kita akan... !!" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya jiangying langsung memotong kalimatnya.
" di keluarkan, apakah adik Mei tidak tahu bahwa kompetisi ini memiliki peraturan, jadi kita tak bisa membunuh mereka sesuka hati kita !!" berjalan sambil menjelaskan. sementara Mingmei terhenti karena terkejut.
" apaa ?? uuughh !! ini sungguh membosankan padahal semalam aku sudah berangan - angan akan menghancurkan semua lawanku " mendengar itu Jiangying menggelengkan kepalanya.
" haaa adik Mei aku tau betul niatmu tetapi kita melawan manusia bukan beast yang bisa kita bunuh sesuka hati kita " ucapnya." jadi tolong tahan emosimu dan jika kita bertemu nanti kamu bisa mengamuk sepuasmu !!" tambahnya.
" benarkah ??" ucapnya sambil melangkah cepat mendekati Jiangying.
" iya tapi dengan syarat kamu hanya boleh menggunakan 50 % kekuatanmu saja !!" ucapnya Mingmei sedikit kecewa akan hal yang baru saja dia dengar.
" ugghh....haaa baiklah 50 % lebih baik dari 30 % " ucapnya pasrah akan aturan yang ia dengar.
__ADS_1