
' aku memang berpikir bahwa ia seorang wanita tapi aku tak menyangka bahwa suaranya sungguh indah, aku saja yang sebagai seorang perempuan menjadi tidak percaya diri setelah mendengarnya !' ucapnya sinis terhadap dirinya sendiri.
' selama aku menjadi wasit baru kali ini aku mendengar suara dari seorang peserta yang berusia seperti ini yang memiliki suara sedemikian rupa !!' ucap sang wasit kagum.
" hei apa yang kau lakukan tuan lao cepatlah dan mulai !!" ucap asisten wasit dari luar arena.
membuat ke dua orang yang tengah sibuk dengan pemikiran mereka kembali ke alam nyata.
" ahh iya iya ,baiklah kalian berdua bersiap !! ... dan mulai !!!" teriaknya lalu keluar dari arena secepatnya.
Jhi Yang lalu mengeluarkan pedangnya dari sarungnya lalu mengambil kuda - kuda dan bersiap, sementara itu Jiangying ( rougue ) tak bergerak sedikitpun.
" tuan Jung !!" memanggil sang wasit yang baru saja tiba di luar arena.
" ada apa ??" tanyanya.
" apakah peserta itu memiliki senjata ??" tanyanya singkat sambil menunjuk Jiangying.
" eh apa ??" jawabnya bingung lalu berbalik melihat Jiangying tak mengeluarkan senjata apapun bahkan bergerak pun tidak " mungkin dia martial art !! " jawabnya setelah mengingat tehnik yang mingmei lakukan di putaran ke 3 sebelum-nya.
" maksudmu dia seperti gadis bertopeng Sebelum-nya ??" tanyanya setelah mengingat Mingmei.
" benar jadi tak usah di pikirkan !!" ucapnya.
" benarkah, tapi jika dia bukan martial art dan kalah di sini bukankah itu akan menjadi kesalahan kita !" sambil menatap sang wasit dengan serius.
" astaga betul juga.. tapi bukankah pertandingan sudah di mulai apa yang harus kita lakukan ?? " jawabnya dengan ekspresi panik.
" sudah kita tak perlu panik kita hanya perlu berharap bahwa ia seperti gadis bertopeng sebelumnnya !!" jawabnya berusaha menenangkan suasana.
" ughh " terkejut " haaa sial aku tak menyangka bisa membuat kesalahan seperti ini !!" ucapnya sambil memegang ke dua kepalanya.
" haa tak apa lagi pula ini bukan salahmu sepenuhnya karena tak bertanya dan juga sepertinya kita akan menghadapi semua ini bersama bagaimana pun hasilnya " sambil mengankat tanganya kedepan seperti akan berpanco.
" hmm benar saudara hu !!" ucapnya lalu menyambut tanganya.
sementara itu di atas arena yakni Jhi yang menjadi ketakutan tak kalah mengingat serangan Mingmei.
' oh ya dewa jika seperti ini aku akan terluka parah apa aku menyerah saja yah ?? tapi ini waktu terakhirku untuk mengikuti pertandingan ini ahh apa yang harus kulakukan ?? ' pikirnya panik.
__ADS_1
" apa itu kuda - kuda untuk tehnik pedang 4 musim ??" tanya Jiangying, mendengar itu wajah Jhi Yang Terkejut akan hal itu karena mengenali tehnik yang berasal jauh dari Utara.
" itu benar tapi ba-bagaimana kau bisa tahu ??" jawabnya terbata - bata.
" aku mengenalinya dari posisi kuda kudamu itu. jadi bisakah kau bertarung menggunakannya ??" tanya Jiangying.
" a-aku masih belum menguasai sepenuhnya !!" jawabnya ragu.
" tidak apa coba serang aku !!" ucapnya Jiangying. sementara itu Jhi Yang menjadi terkejut.
" ta- tapi aku..." kalimatnya terpotong oleh Jiangying.
" berhenti ragu dan tunjukan tehnikmu !!" tanya Jiangying memojokan gadis itu.
sementara di banku peserta..
' haaa kakak kamu mulai lagi !!' pikir Mingmei.
sementara itu di bangku penonton yang tak jauh dari posisi arena tersebut yang sedari tadi mangamati arena tersebut lalu memandang Jianying dengan tatapan bingung setelah mendengar ucapanya meskipun samar.
begitupun di kursi kelas satu yang berisi orang orang yang memiliki tingkat kultivasi rata rata di atas tingkat saint tahap awal ikut melihat arena tempat Jiangying berada.
terutama sosok pria muda yang sedari tadi hanya cuek terhadap pertandingan, seolah seolah-olah ia enggang berada di sana tetapi setelah mendengar ucapan Jiangying ia terkejut lalu mencari sumber suara.
dan melihat sosok Jianying dengan topengnya karena penasaran ia mulai menatap serius ke arah arena tempat Jianying berada.
' menarik bukanya menjatuhkan lawanya ia justru membuatnya bersemangat, apa dia berniat menghancurkannya setelah mengangkatnya tinggi - tinggi ?? ' pikir pria berbaju biru tua.
pria di sampingnya bereaksi sekejap lalu ikut menatap ke arah mana pemuda itu menatap, lalu mengangguk sesaat dan ikut melihat pertarungan tersebut.
kembali ke arena...
" majulah !!" setelah mengatakan itu Jiangying mengangkat tangannya ke arah samping yang mana terdapat rak rak senjata yang di sediakan untuk para peserta yang tak memiliki senjata, dan sebuah pedang yang berada di rak senjata meluncur ke tangan Jianying.
dan gagangnya langsung terpasang ke tangan Jiangying, semua orang yang memperhatikan arena tempat Jiangying berada terkejut melihat hal itu terutama sang wasit.
lawan Jiangying semakin takut dan ragu untuk maju, Jhi Yang berniat untuk mengangkat tangan untuk menyerah melihat hal itu Jiangying merasa kecewa akan hal itu.
" jika kau menyerah di sini bukankah usahamu selama ini akan sia - sia ?!?" mendengar itu Jhi Yang tertegung sesaat.
__ADS_1
' itu benar, aku telah berjuang selama ini, tak perduli panas dan hujan aku terus berlatih dan berlatih meskipun aku harus kalah di sini setidaknya aku bisa menunjukan tehnik yang ayahku ajarkan padaku ' ucapnya yakin. lalu menatap Jiangying dengan mantan dan percaya diri.
" terimakasih karena ucapan anda aku kini tak akan ragu - ragu lagi dan maaf telah menunjukkan pemandangan yang menyedihkan seperti sebelumnya !!" ia lalu memantabkan kuda - kuda miliknya.
" hmm " Jiangying tersenyum di balik topengnya.
Jhi Yang tak pikir panjang lalu menerjang ke depan dengan kecepatan tinggi, berniat menghunuskan pedangnya namun dengan sigap Jiangying menepis serangan tersebut.
Jhi Yang yang melihat itu sedikit terkejut, karena ia yakin dengan kecepatannya ia mampu setidaknya membuat lawanya terkejut melihat seranganya datang secara tiba - tiba, ia lalu mundur untuk mengambil jarak.
" jangan terlalu bersemangat dalam pertarungan yang lebih penting adalah ketenangan jika tidak serangan mu akan mudah untuk di baca !!" sarang Jianying, mendengar itu Jhi yang kembali terkejut.
" baik " jawabnya semangat. ia menarik nafas untuk menenangkan dirinya.
" gerakan pertama desiran angin !!" ucapnya lalu mengibaskan pedangnya sebilah serangan terbentuk dari angin meluncur ke arah Jiangying.
mata Jiangying bergerak cepat melihat pergerakan Jhi Yang lalu menahan serangan tersebut dengan membelah bila angin tersebut. lalu dengan kecepatan tinggi Jiangying berbalik dan menahan serangan kejutan dari Jhi yang.
bilah pedang Jhi yang mulai berbenturan dengan bilah pedang Jiangying.
" menggunakan tehnik desiran angin untuk pengalihan itu ide yang bagus tapi lain kali tolong kendalikan aura milikmu jika kau mau melakukan serangan diam - diam dan coba kombinasi lainya !!" ucapnya lalu mendorong Jhi Yang.
Jhi Yang kembali mundur sehingga tercipta jarak di antara keduanya, ia menyadari hal tersebut dan tersenyum sesaat.
" terimakasih !!" ucapnya memberi hormat.
" tak perlu sungkan silahkan maju !!" jawab Jiangying.
" baiklah " ucapnya lalu maju dengan kecepatan tinggi " tehnik ke 2 tetesan hujan " sambil menusukan pedangnya ke arah Jiangying.
Jiangying tersenyum melihat hal itu, semua serangan tersebut berhasil di tangkis oleh Jiangying, Jhi Yang lalu memutar tubuhnya untuk menyerang samping tubuh Jianying.
namun sekali lagi ia itu berhasil di tahan bahkan setelah di tahan dengan satu tangan oleh Jiangying ia lalu mengepalkan tinjunya dan berniat menyerang ke arah wajah Jhi Yang.
Jhi Yang terkejut tak mengira serangan seperti itu akan datang, sehingga karena takut Tampa sadar ia menutup mata sambil membayangkan rasa sakit yang akan ia alami begitu pukulan tersebut mendarat di wajahnya.
tetapi karena serangan tersebut begitu lama untuk sampai, ia bingung dan mengintip dengan satu mata terbuka, ia melihat sebuah tangan lentik bersiap menyentil.
sfx : tuk.
__ADS_1