
π€ Hay semua sebelum membaca π€
Tolong klik tombol π, Eiitttss jangan lupa juga dengan komentarnya yang positif dan membangun π.
Dan saya akan sangat senang jika para pembaca sekalian mau memberikan VOTE kepada saya, jadi saya tunggu nih vote dari kalian heheh π!! ... ππ
πHAPPY READING ALLπ€
" Ada apa adik kenapa kamu menarikku seperti ini ??" tanya Jiangying yang bingung akan sikap adiknya itu.
" Tidak ada aku hanya ingin cepat - cepat pergi menuju tempat pertandingan saja." Jawabnya tanpa menoleh sedikitpun, Jiangying hanya tersenyum menanggapi ucapan adiknya meskipun ia masih agak bingung terhadap sikap akan gadis yang kini masih menarik tanganya.
" Baiklah kalau begitu bisakah adik melepas tangan kakak ??" Tanyanya.
" Jadi kakak tidak suka jika adik memegang tangan kakak." Balasnya membuat Jiangying merasa tidak enak terhadap kalimat yang mingmei keluarkan.
" Bu - bukan seperti itu tetapi..." ucapanya terhenti ketika ia tak menemukan kata yang cocok akan situasinya saat ini, melihat sikap Jiangying Mingmei kemudian mengutarakan pendapatnya.
" Kalau begitu kakak tidak masalahkan jika kita seperti ini sampai ke tempat pertandingan kan ? " Mendengar itu Jiangying hanya menganggukkan kepala pelan tanda setuju.
Keduanya pun melangkah pergi menuju arena tempat diadakanya pertandingan yang mana sepanjang jalan menuju kesana banyak orang yang memperhatikan ke duanya selain karena topeng dan penampilan mereka yang misterius sehingga mengundang rasa penasaran orang lain, tetapi karena hal itu jugalah sehingga tidak ada yang berani mendekati keduanya.
Meskipun ada beberapa orang yang mencoba mendekati keduanya namun dengan cepat di usir oleh Mingmei menggunakan aura membunuhnya, Jiangying tak ambil pusing mengenai hal tersebut karena menurutnya jika keduanya mengurusi mereka yang penasaran di sepanjang jalan menuju arena akan membuat mereka kelamaan di jalan.
Hingga beberapa saat kemudian Jiangying dan Mingmei akhirnya tiba di pintu gerbang tempat pertandingan akan berlangsung yang mana di jaga oleh 4 orang penjaga, berbeda dengan gerbang untuk para peserta di bagunan tampat pertandingan ini terdapat hampir 8 pintu gerbang untuk masuk ke dalam 5 untuk penduduk biasa 2 untuk para bangsawan dan 1 untuk para peserta, dan jarak antara satu gerbang dengan yang lainya terpisah cukup jauh sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya keributan di antara orang - orang yang akan memasuki arena tersebut.
Terdengar suara orang - orang yang sedang berbicara membahas peserta jagoan dalam pertarungan hari ini, suasana hiruk pikuk para penduduk di sekitar tempat itu sungguh penuh dengan semangat tetapi begitu Jiangying dan Mingmei memasuki gerbang setinggi 3 meter suara orang - orang yang berada di luar mulai tidak terdengar dan malah di gantikan dengan suara yang jauh lebih meriah dari dalam arena.
Begitu keduanya melangkah masuk keduanya mendapati bahwa tempat tersebut jauh lebih ramai dari pertandingan kemarin sudah tidak terlihat lagi kursi kosong di barisan bangku penonton bahkan di tempat paling atas yang mana dari sana akan sulit untuk di gunakan untuk melihat pertandingan yang terjadi di arena karena jaraknya yang jauh.
Setelah mengamati sekitar keduanya lalu mencari tempat duduk untuk para peserta tetapi keduanya tak menemukan tempat yang mereka maksud karena tempat kemarin mereka duduk kini sudah tak ada lagi di tengah kebingungan itu, seorang pria yang di balut pakaian berwarna hitam menghampiri keduanya, mingmei kemudian menjadi waspada dan berniat melepas aura mematikannya untuk mengusirnya kalau kalau pria tersebut memiliki tujuan yang akan mengganggu dirinya dan kakaknya.
Bagaimanapun tak ada seorangpun yang dapat mereka percayai terutama di ibukota Kekaisaran tetapi dengan cepat Jiangying memegang balik tangan Mingmei untuk mengehentikan niatnya. mingmei yang merasakan genggaman dari Jiangying mengurungkan niatnya karena memahami maksud kakaknya.
" Selamat datang kalian para peserta bukan ??, kalau benar demikian silahkan ikuti saya menuju tempat duduk peserta lainya." Ucapnya sopan.
" Terimakasih dan tolong bimbing jalanya tuan !!" Mendengar ucapan Jiangying membuat pria tersebut merona sesaat kemudian dengan cepat ia menunjukan jalannya.
" Silahkan lewat sini !!" Menunjuk arah yang akan mereka lalui.
Jiangying merasakan hal yang sedikit mengganjal karena penjaga serta alasan mengapa tempat duduk untuk para peserta harus di pindahkan membuatnya menjadi penasaran padahal sebelumnya tak ada perubahan sama sekali atau pemberitahuan, melihat sang panitia membuat Jiangying meminta informasi tersebut tetapi Jiangying menunggu kesempatan baik untuk bertanya karena saat ini masih banyak orang yang masih menatap mereka.
Ketiganya pun berjalan tepat beberapa puluh meter kemudian ketiganya berbelok dan kembali ke dalam bangunan arena tersebut lalu menyusuri sebuah lorong dengan ukuran yang cukup lebar, lalu mereka kemudian menaiki tangga menuju lantai berikutnya dan tak berapa lama ketigganya pun mencapai sebuah pintu yang tengah terbuka lebar.
" Nah silahkan !!" Ucap sang panitia.
" Adik tolong deluan dan Carikan Kakak kursi yang bagus " Mingmei mengangguk mamahami hal itu, setelah itu sang panitia berniat meninggalkan tempat itu namun di hentikan oleh Jiangying.
" Tuan tolong tunggu sebentar !!" mendengar itu pria tersebut spontan berhenti kemudian berbalik.
" iya nona apa ada yang bisa saya bantu ??"
" Ini ada sedikit hadiah untuk kebaikan tuan karena telah mengantarkan kami berdua tolong di terima." ucapnya sambil menyodorkan seikat uang.
sang panitia Tanpa curiga lalu menerima uang tersebut.
__ADS_1
" ahh itu sudah tugas saya tetapi terimakasih atas kebaikan nona !!" ucapnya setelah menerima uang tersebut ia kemudian memasukkannya ke dalam bajunya.
" Tuan kalau boleh tahu kenapa tempat duduk para peserta di pindahkan yah, serta penjaganya kenapa lebih banyak dari hari sebelumnya ??" tanya Jiangying penasaran.
" sebetulnya saya tak boleh mengatakan ini tetapi karena nona memiliki hati yang baik jadi saya akan memberitahukan ini kepada nona menurut rumor beredar katanya sekte aliran hitam sudah berhasil masuk ke dalam ibukota Kekaisaran dan yang lebih buruknya lagi mereka juga di kabarkan akan melakukan sesuatu mengenai pertandingan hari ini terutama kepada para peserta, dan alasan lainya karena anggota keluarga kekaisaran juga akan hadir hari ini makanya penjagaannya di tingkatkan !!" Jawabnya dengan suara kecil.
" jadi itu alasanya mengapa hari ini begitu banyak prajurit yang berjaga. " pikir Jiangying memahami alasan mengapa sepanjang jalan memiliki lebih banyak penjaga ketimbang beberapa hari sebelumnya dan alasan mengapa arena hari ini penjaganya jauh lebih ramai dari sebelumnya.
" Kalau begitu aku permisi dulu nona !!" ucapnya .
" Terimakasih tuan atas kebaikanya !!" Jawab Jiangying.
" oh iya nona sekedar tambahan jika hal buruk memang terjadi nanti, saya harap nona beserta saudari nona menelusuri lorong ini dan beberapa ratus meter dari sini akan ada sebuah pintu kayu dengan simbol bulu, pintu itu akan mengarahkan nona kelantai bawah yang tepat berada di samping pintu keluar, jadi tolong hati hati " Jawabnya lalu memberi hormat. Jiangying pun membalas hormat tersebut lalu melangkah keduanya pun berpisah.
Jiangying pun melangkah masuk namun entah mengapa suasananya sungguh aneh sepenuhnya sunyi tanpa ada satupun yang berbicara entah itu dari para peserta perwakilan maupun dari mereka yang berasal dari peserta yang bukan perwakilan, namun Jiangying tak memperdulikan hal tersebut ia kemudian menghampiri Mingmei yang berada di kursi paling depan namun alangkah terkejutnya Jiangying ketika melihat arena dari tempat tersebut.
( mulai sekarang akan ada gambarnya jadi untuk para pembaca selamat menikmati )
Begitu megah dan indah baru kali ini ia memperhatikan struktur bangunan tersebut Jiangying pun duduk di sebelah Mingmei, sementara itu Mingmei yang duduk memasang wajah jengkel.
" Adik ada apa ??" tanyanya penasaran.
" Tidak tadi ada beberapa SERANGGA yang mengganggu dan memintaku untuk pindah tetapi setelah aku mengancam akan MEMBUNUH mereka, mereka langsung pergi setelah mengancamku akan membuat perhitungan nanti !!" Mingmei kesal sambil menekan beberapa kata dalam ucapanya.
" DASAR RAKYAT JELATA BERANINYA KAMU MENGATAKAN SEPERTI ITU SADARI POSISIMU AKU.... !!" Namun ucapanya berhenti tak kala Jiangying menatap gadis itu sementara sang gadis membeku di tempat akibat sorot mata mengerikan iapun terjatuh dengan tatapan kosong.
" HEY APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP YU ER CEPAT MINTA MAAF JIKA KALIAN TAK INGIN MATI, APA PERLU AKU MENGHAJAR KALIAN DISINI AGAR KALIAN MENYADARI POSISI KALIAN " Teriak seorang pemuda yang berada di samping gadis yang di panggil Yu Er itu.
" Ais beginilah jika seseorang hanya tahu menggertak tanpa tahu siapa yang mereka gertak " Balas yang lain.
Sementara di ruang itu terlihat juga beberapa orang yang sedang menggelengkan kepala atau tertawa pelan, sang pemuda yang mendengar semua itu menjadi semakin bersemangat untuk memojokan Jiangying dan Mingmei .
" HEMM " Senyum licik terlihat di wajahnya.
" KALIAN BERDUA AKAN KU HANCURKAN KALIAN TETAPI JIKA KALIAN BERDUA BERLUTUT DAN MEMINTA MAAF KEPADA ADIK AKU AKAN MEMPERHITUNGKAN KALIAN KELUAR DARI SINI DENGAN BADAN UTUH JADI CEPAT BERLUTUTLAH " Ucapnya dengan tatapan merendahkan.
" Eh kok ini terasa de Javu yah ?? " pikir Jiangying seketika itu juga ia mengingat kejadian yang mereka alami ketika bertemu murid dari sekte pedang merah di pasar kemarin.
" HEI ADA APA INI RIBUT - RIBUT, ACARA INI AKAN SEGERA DI MULAI JADI TENANGLAH " Teriak seorang dengan pakaian hitam memasuki ruangan para peserta.
" HEI BRENGSEK KAU TIDAK LIHAT TUAN MUDA INI SEDANG MENGURUS BEBERAPA ORANG UDIK DISINI ??" Teriak balik pemuda tersebut, sang panitia lalu menjadi emosi.
" Ehh jadi tuan muda sedang marah yah ?? apa perlu untuk kembali ke kediaman tuan mudah untuk menenangkan diri ??" Ucapnya sembari mengangkat sebuah papan yang memuat beberapa lembar kertas kecoklatan. mendengar ucapan dari sang panitia membuat pemuda tersebut menjadi bingung.
" A- apa maksudmu ?? " Tanyanya terkejut melihat apa yang di pegang sang panitia.
" Apa kau tak paham aku bisa mencoret namamu dan mengeluarkanmu dari pertandingan ini jika kau masih bertindak kurang ajar terhadap peserta lain. " Mendengar itu sang pemuda terpaku dan menyadari bahwa ia sudah melakukan kesalahan yang fatal " jadi apakah kau ingin keluar sekarang tuan muda ??" Ancam sang panitia sambil menggoyang goyangkan kuas yang ujungnya telah berwarna hitam.
" Ma-maafkan atas sikap saya, tuan muda ini terbawa suasana sehingga berpikir sempit akan sikap yang saya ambil !!" Ucap sang pemuda sambil menunduk lemas akibat menyadari meskipun ia merah dan melaporkan kejadian ini ke kediamannya tetap saja ia yang akan rugi mengingat bahwa usianya sudah tidak memungkinkan untuk dirinya menghadiri pertarungan seperti ini nanti.
Apalagi dengan latar belakang para panitia yang di lindungi oleh pihak kekaisaran sehingga membuatnya semakin mati langkah.
" Bagus sepertinya akal tuan muda ini masih ada dan bisa membedakan mana yang salah maupun yang benar dan untuk kalian semua !!" memberi jeda sesaat untuk menambah ketegangan dalam kalimat selanjutnya.
__ADS_1
" INGAT TAK PERDULI KALIAN DARI KELUARGA MANA DARI SEKTE MANA, JIKA KALIAN KU KELUARKAN DARI PERTANDINGAN INI BAHKAN PATRIAK ATAU KEPALA KELUARGA KALIAN TIDAK AKAN ADA YANG BISA PROTES AKAN KEPUTUSAN KU JADI BERHENTI BERSIKAP CONGKAK ATAS POSISI KELUARGA ATAU SEKTE KALIAN, DI TEMPAT INI KALIAN BUKAN APA APA SELAIN PESERTA, APA KALIAN PAHAM ??" Ucapnya tegas,
" IYA TUAN !!" Jawab yang lain, sementara Jiangying tersenyum atas sikap yang di tunjukan oleh sang panitia, berbeda dengan kakaknya Mingmei malah mengeratkan tinjunya berniat menghancurkan pemuda itu beserta wanita yang di sebut yuli yang berada di sampingnya jika mereka bertemu di atas arena nanti.
Jiangying yang menyadari itu lalu memenggang tangan Mingmei, Mingmei terhentak lalu menatap wajah Jiangying yang menggeleng pelan Mingmei pun membuang nafas lalu mengangguk kepada Jiangying keduanya pun duduk berdekatan lalu dengan cepat Jiangying memasang arai pelindung di sekitarnya agar ketika ia memberitahukan informasi kepada Mingmei yang ia dapatkan dari panitia sebelumnnya tak ada yang mendengarnya.
Sementara itu sang panitia yang sebelumnya memberikan ancaman kepada para peserta lainya tersenyum sesaat ketika ia menyadari apa yang di lakukan Jiangying.
" Sepertinya pemenangnya sudah terlihat, siapa yang menduga akan ada master aray yang mengikuti pertandingan ini. " Pikirnya lalu pergi untuk menyiapkan acara selanjutnya setelah semua peserta sudah hadir dan juga waktu telah memasuki acara.
Tepat beberapa saat kemudian seorang pria berdiri di pinggir lapangan lalu memberi isyarat tak berapa lama tanah mulai bergetar dan arena dengan ukuran 2 kali lebih besar dari kemarin muncul namun kali ini jumlahnya hanya 5 yang mana pertarungan kali ini memiliki waktu yang sama seperti sebelumnya.
Para penonton mulai bersorak keriuhan mulai terdengar memenuhi tempat tersebut mengiringi kemunculan dari arena tersebut, tepat ketika itu seorang pria mulai naik ke atas panggung yang menandakan bahwa pertandingan hari ini akan segera dimulai.
" PERATURAN DARI KOMPETISI KALI INI TIDAK BERUBAH DARI SEBELUMNNYA TETAPI UNTUK MENYEGARKAN INGATAN HADIRIN SEKALIAN MAKA IZINKAN SAYA UNTUK MEMBACAKANYA SEBAGAI BERIKUT.
PERTAMA : DILARANG UNTUK SALING MEMBUNUH.
KEDUA : PEMENANG AKAN DI TENTUKAN JIKA LAWAN TAK MAMPU BERGERAK ATAU MENYERAH.
KETIGA : DILARANG MENGGUNAKAN ARTEFAK, TEHNIK ATAU PILL TERLARANG YANG DAPAT MENINGKATKAN KEKUATAN SECARA SIGNIFIKAN JIKA DI TEMUKAN MAKA SECARA LANGSUNG AKAN DI KELUARKAN DARI KOMPETISI.
EMPAT : PIHAK LUAR DI LARANG MEMASUKI ARENA SELAMA TURNAMEN BERLANGSUNG.
KELIMA : UNTUK TURNAMEN KALI INI PARA PESERTA DI PERKENANGKAN UNTUK MENGGUNAKAN SENJATA MEREKA SENDIRI.
WAKTU PERTANDINGAN HANYA BERJALAN HINGGA SATU BATANG DUPA HABIS TERBAKAR DAN JIKA PARA PESERTA BELUM ADA PEMENANG ATAU MENYERAH MAKA KAMI AKAN MENGHITUNG JUMLAH PUKULAN YANG DI BERHASIL MENGENAI LAWAN.
DAN PARA PESERTA AKAN DI PANGGIL SECARA LANGSUNG OLEH PANITIA DAN ... "
"Hee sepertinya yang mulia kaisar tidak hadir hari ini !!" Ucap seorang peserta yang berada beberapa kursi dari tempat duduk Jiangying dan Mingmei.
" Aahhh jika seperti itu percuma juga kalau kita menunjukan kemampuan kita hari ini, jika sang kaisar sendiri tidak hadir !!" Balas yang lain dengan nada kecewa.
" Tidak apa lagi pula lihat hampir semua pangeran dan orang berpengaruh lainya hadir dan lihat di kursi bangsawan hampir semuanya penuh ." Timpal yang lain, mendengar itu semuanya kembali bersemangat.
Salah satu dari mereka kemudian menunjuk ke arah Jiangying dan Mingmei Sontak suasana suram kembali menyelimuti mereka menyadari betapa kuatnya ke 2 sosok misterius tersebut.
Jiangying yang awalnya fokus terhadap apa yang di katakan oleh sang panitia penyelenggara mengalihkan pandanganya ke arah kursi para anggota Kekaisaran di sana terlihat banyak orang - orang penting sedang berbicara antara satu sama lain mata Jiangying terbuka lebar ketika matanya menangkap sosok yang selama 4 tahun mempermainkan hatinya seolah- olah tak memiliki arti sama sekali.
Dan yang paling membuatnya semakin marah adalah ia sedang duduk berdampingan dengan orang yang tak lain adalah saudari tirinya yang membuat dirinnya ibunya beserta adiknya menderita selama hampir 14 tahun dengan berbagai cara, di tengah - tengah kebenciannya darah phionix miliknya mulai membara terpacu bersama meningkatkannya detak jantung miliknya, jika saja sang pangeran dapat terbunuh oleh tatapan milik Jiangying maka sudah pasti pangeran sudah berlubang di sekujur tubuh akibat tatapan tajam dari Jiangying sementara itu cincin yang di gunakan untuk menahan aura phionix miliknya mulai bereaksi dengan mengeluarkan cahaya menandakan sudah tak mampu menahan aura tersebut.
Beberapa aura phionix juga mulai merembes keluar kemarahan dan dendamnya setelah melewati berbagai macam siksaan dari semua orang tersebut mulai mengambil alih pikiranya baik ketika berada di kediaman yang pernah di sebut dengan rumah dan saat ketika ia sedang di gurun oleh para pembunuh sehingga membuatnya beserta adiknya sehingga nyawanya sudah sering berada di ujung tanduk. rasa sakit akan penghinaan, di kucilkan, di jatuhkan, di fitnah, di siksa, di permainkan, di khianati, dan di racuni membuat kemarahnya semakin menjadi - jadi Mingmei yang menyadari aura tersebut dengan cepat menggenggam tangan kakaknya agar Jiangying dapat tenang.
Jiangying terkejut dan menoleh menatap adiknya Mingmei yang sedang menggelengkan kepalanya ke arah Jiangying, seolah - olah sehingga api kebencianya seolah olah tertiup angin dan akhirnya menghilang. sementara itu di kursi tempat para anggota keluarga kekaisaran sang pangeran ke dua yang merasakan tatapan yang membuat bulu kuduknya merinding dan dengan cepat menoleh ke sana kemari mencari asalnya namun tak dapat ia temukan.
" Pangeran ada apa ??" tanya wanita yang duduk di sampingnya yang penasaran akan sikap dari pangeran ke 2 wajah sang pangeran yang cemas dengan cepat berubah menjadi tenang untuk menjaga image nya.
" bukan apa - apa Li Er ku sayang hanya saja tadi sayanmerasakan ada yang sedang menatapku. " Ucapnya tenang.
" Tentu saja ada yang menatapku, itu karena kamu sangat tampan tapi jika mereka terus menatapmu dan aku tahu siapa orangnya akan ku congkel kedua matanya untukmu " Ucapnya berbisik pelan.
" Hahaha kamu sungguh galak." Meskipun wajahnya tersenyum namun hatinya merasakan kecemasan karena tatapan tadi bukan tatapan biasa bahkan karena hal itu sempat membuatnya ketakutan sesaat.
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol π yaahh !!....
__ADS_1
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. ππ