
suara langkah kaki terdengar dari kedalaman hutan yang menandakan bahwa mereka bergerak dalam kelompok tersebut, telihat beberapa tenda di sana yang di jaga ketat oleh beberapa prajurit dengan baju yang mencolok menandakan bahwa mereka adalah prajurit elit, sementara itu di dalam tenda.....
【 sambil menahan dagunya dengan tanganya 】 " jadi rubah itu berhasil lolos yah ??" ucapnya kepada kelompok yang sedang bersujud di depanya.
【 tetap menunduk 】 " be... benar tuanku, kami telah melakukan yang terbaik..." ucapnya terpotong oleh bentakan sosok di depanya
【 dengan wajah merah 】" TERBAIK ?? HEWAN ITU BERHASIL KABUR DARI KALIAN BUKAN HANYA ITU MAHLUK ITU JUGA BERHASIL MEMBUNUH BEBERAPA BAWAHANMU DAN KAMU BILANG TERBAIK APAKAH KAMU INGIN MEMBUATKU PERCAYA DENGAN LELUCONMU ITU ?? " ucapnya di penuhi amarah yang berkecamuk.
【 dengan wajah pucat Pasih 】 "ti tidak tuan ta..tapi kami berhasil melukainya cukup parah namun kami tak menyangka bahwa dia akan mengecoh kami dengan kabut es yang dia keluarkan sehingga kami tak dapat melihatnya " mencoba menyakinkan tuanya
【 wajahnya menjadi tenang namun tetap terlihat amarah di matanya 】 " lalu kenapa KALIAN TIDAK MENGEJARNYA ??" ucapnya kembali marah dengan sikap bawahanya.
【 tetap menunduk serta keringat dingin tetap masih menetes dari keningnya 】 " itu itu ..."
【 dengan wajah marah karna sikap bawahanya 】 " ITU APA JELASKAN ???" bentaknya
【 wajah semakin pucat dan bulir keringat sudah menjadi aliran kecil 】 " rubah api biru itu berlari melewati benteng giok hitam tuan " ucapnya menjelaskan
【 dengan wajah mulai tenang akibat memahami kejadian tersebut 】 " hmmm.. jika demikian ini cukup rumit kalau begitu perintah kan para pengintai untuk memperhatikan kegiatan di benteng itu kita tak boleh menarik perhatian sebelum rencana kita selesai sempurna, dan kalin bisa keluar !" ucapnya kepada bawahannya dan sekaligus memerintahkan mereka.
【 dengan wajah cerah 】 " terimakasih tuan kami mohon undur diri !!" ketika salam itu selesai mereka ucapkan mereka kemudian pergi keluar dari tenda itu meninggalkan orang yang mereka sebut tuan sendirian di dalam tenda megahnya,
【 dengan raut wajah tenang 】 'setidaknya rencana tidak terganggu lagi pula rubah itu hanya bonus dan wilayahnya adalah hadiah utamanya dengan ini rencanaku akan berjalan lancar ' ucapnya dalam batin " HAHAHAHHAHA " suara tawanya menggema di dalam tenda megah tersebut dan memecahkan kesunyian malam itu.
pagi menyingsing menampakan cahaya mentari dari balik gunung dan menyinari rimbunan pohon hutan bayangan kematian menghantarkan cahaya hangat untuk mahluk hidup yang ada di permukaan alam kultivator.
〚 SELAMAT MASTER TELAH MENERIMA POINT KEHIDUPAN SEBESAR 3.000.000 POINT. JUMLAH POINT MASTER SAAT INI SEBESAR 3.075.000 〛
mendengar hal itu Ling Xia pun terbangung karna terkejut dengan pemberitahuan dari asisten terpercayanya, ' 3.000.000 point bukanya itu terlalu banyak tapi jika demikian apakah semua orang di desa Hongnang mengalami kelaparan hmm sebaiknya aku pergi untuk mengeceknya nanti ' ucapnya dalam batin
〚 POINT KEHIDUPAN UNTUK MENINGKATKAN SISTEM TELAH TERPENUHI, APAKAH MASTER INGIN MENINGKATKANYA YES/NO 〛
tulisan di layar biru trasparan muncul di hadapannya, tak pikir panjang Ling Xia menekan tulisan yes yang berarti dia setuju untuk meningkatkannya tak berapa lama tulisan di layar tersebut berganti dengan hitungan mundur dan disana tertulis 04 : 00 jam dan mulai menghitung mundur. begitu Ling Xia mencoba ingin tidur dia sudah merasakan cahaya dari sela jendela reotnya sehingga diapun melakukan kegiatan yang selalu dia lakukan setiap pagi,
30 menit kemudian...
【 terbangun dari tidur 】 " master sedang apa ??" ucapnya bingung terhadap kegiatan yang di lakukan Ling Xia.
【 berbalik melihat asal suara 】 " kakak sudah bangung, saat ini saya sedang pemanasan " ucapnya.
【 dengan wajah penasaran 】 " pemanasan!! apa itu pemanasan master ? " ucapnya penasaran karna dia melihat masternya melakukan gerakan yang terbilang aneh.
【 dengan wajah bingung 】 " ahh pemanasan itu adalah sesuatu yang harus kulakukan untuk memulai hari, bisa di bilang ini kebiasaan" ucapnya asal karna tak tahu harus mengatakan apa.
__ADS_1
【 dengan wajah paham 】 " maafkan hamba master karna tidak memiliki pemahaman seperti yang master harapkan " ucapnya sambil berdiri.
【 salah tingkah 】 " ahh tidak tidak, kak Tian Xue itu bukan kesalahan kakak tak perlu meminta maaf bagitu dan juga kak aku sudah mengatakan untuk berhenti menyebutku master cukup panggil aku adik Ling Xia atau Ling Er jika hanya kita berdua " ucapnya karna masih risih di sebut demikian.karna bagaimanapun usia dari rubah api biru sudah ribuan tahun jelas dia merasakan bahwa dia yang lebih mudah meskipun dia menjumlahkan dengan usianya dari kehidupan sebelumnya itu bahkan belum mencapai setengahnya.
【 dengan tenang 】 " jika itu keinginan mas... adik Ling Xia maka akan ku patuhi " meskipun nyaris salah sebut namun dia mampu memperbaikinya.
【 sambil mengusap bulir keringat di keningnya 】 " kak apakah Kaka tahu di mana ada danau atau sungai di sekitar sini ?? aku sangat ingin mandi sekarang, beberapa hari yang kalau saat aku ingin mandi nenek malah melarangku katanya air hanya untuk minum dan memasak jika yang lain itu di larang katanya karna musimya." ucapnya mengeluh karna dia belum sempat mandi sejak dia di kirim ke dunia ini.
【 dengan senyum 】 " jika mas.. adik Ling mencari danau, ada satu di dekat gunung kabut tepatnya di atas gunung tersebut" ucapnya
【 dengan riangnya 】 " apakah kakak mengingatnya ?? " ucapnya penasaran.
【 dengan wajah bingung 】 " iya aku mengingatnya apakah kamu ingin kesana ??" ucapnya.
【 dengan senyum di wajah 】 " wah baguslah kalau begitu bisakah kakak menunduk sebentar kearah Ling Xia ? " meminta Tian Xue untuk menundukkan kepalanya, mendengar hal itu Tian Xue mulai menunduk dan di sambut tangan kecil Ling Xia dan menempelkan keningnya ke kening Tian Xue akibat hal itu wajah Tian Xue memerah sementara Ling Xia hanya menutup matanya dan tak lama kemudian asap merah darah mulai menutup tubuh mereka dah HUFFF mereka pun menghilang.
600 km dari gubuk.
di sebuah danau yang penuh aura misteri karna tak ada cahaya yang mampu masuk di akibatkan tebalnya kabut di pagi hari di atas danau tersebut, lambat laun seolah- olah sang danau tak ingin kabut tersebut ada di atasnya kabut tersebut mulai memudar dan menepi layaknya tembok tak berapa lama kemudian sebuah kabut merah darah yang mencolok muncul di tepi danau tersebut.
HUFFF setelah tiba Ling Xia melepas tangan dari wajah Tian Xue yang telah memerah karna malu, tak memperhatikan sikap tiang Xue yang memerah layaknya tomat segar yang sudah siap di paneng Ling Xia langsung takjub melihat danau tersebut meskipun ukuranya cukup kecil tapi tetap saja menakjubkan tak berapa lama kemudian Ling Xia melepaskan pakaiannya dan memasukanya ke dalam penyimpanan dan
" BOLA MERIAM " ucapnya sambil melompat dengan memeluk ke dua lututnya, sementara itu Tian Xue yang sadar akibat suara cipratan air terkejut karna telah tiba di danau yang beberapa saat yang lalu dia ingat , setelah itu dia panik melihat air yang di mana Ling Xia melompat karna Ling Xia tak kunjung muncul Tian Xue semakin panik, tak berapa lama Ling Xia muncul.
【 dengan wajah bersalah 】 " maafkan Ling Er karna sudah membuat Kaka khawatir !!" ucapnya sambil menunduk dan tersenyum kecil ' jadi begini rasanya punya kakak ughhh sungguh aneh rasanya nyaris seperti perasaan ketika kakek dan nenek khawatir kepadaku ' bahagianya dalam hati lalu melanjutkan " kak ayo turun airnya hangat loh kakak pasti suka " mengajak Tian Xue untuk berenang,
【 dengan wajah menjadi tenang 】 " tidak Ling er kakak akan berada di tepian mengawasi sekitar jangan sampai ada beast atau mahluk buas yang berkeliaran di sekitar kita !!" memperingatkan kepada Ling Xia jika mereka sedang berada di hutan Banyangan Kematian meskipun namanya berbeda namun tetap saja itu bagian dari hutan bayangan kematian, mendengar hal tersebut Ling Xia pun dengan cepat membersihkan tubuhnya sealakadarnya karna sistem sedang offline makanya Ling Xia tak dapat mengakses shop untuk membeli perlengkapan mandi meskipun penyimpananya dapat di akses itu menandakan bahwa penyimpanan tidak berhubungan dengan sistem seratus persen.
40 menit kemudian
【 sambil menatap Tian Xue di pinggir 】 " kak habis ini aku akan ke desa Hongnang apakah kakak akan ikut ??" ucapnya menanyakan hal tersebut.
【 dengan senyum manisnya 】 " kemanapun Ling Er pergi kakak akan selalu bersama Ling Er "ucapnya mangakhiri kultivasi ringannya.
【 dengan wajah senang 】 " kalau begitu kita pulang dulu dan meminta izin ke nenek aku tak ingin nenek khawatir " ucapnya sedih karna terakhir kali dia pergi lama mata neneknya sembab karna menangisi ling Xia yang tak kunjung pulang.
setelah Ling Xia selesai mandi berpakaian rapi dan dia pun nenggenggam tangan Tian Xue lalu menghilang, dia muncul sekitar kebung dan melanjutkan sesuai rencananya yakni meminta izin ke neneknya, dia tak perlu meminta izin ke kakeknya karna kakeknya sudah pergi sejak matahari belum nampak, setelah mendapat izin dia pun pergi ke tempat yang tak terlihat dan menghilang ke dalam kabut darah bersama Tian Xue yang sedari tadi hanya diam karna takjub dengan kemampuan Ling xia.
di sebuah tanah yang lapang telihat atap dari ilalang yang tersusun acak acakan tanah yang gersang serta sawah yang seharusnya musim ini subur di penuhi dengan padi namun yang terlihat malah kering kerontang meskipun terlihat suram tetapi masih terdengar suara anak kecil bermain dan orang dewasa sedang berbicara dengan tetangga atau kawan mereka dari desa tersebut.
semetara itu di sebuah bangunan yang terlihat lebih baik di bandingkan dengan bangunan lain terlihat beberapa orang yang sedang membicarakan hal serius,ini terkait dengan tidak terlihatnya mahluk buas di dalam hutan yang sering di pantau oleh Ki sang seorang pemburu profesional, meskipun tak memiliki kemampuan kultivasi yang tinggi namun jika masalah memanah dia patut di bariskan dalam jajaran pemanah handal dari kekaisaran, karna semasa jayanya dia adalah komandan pemanah hingga pada akhirnya perbatasan memilih menggunakan busur silang dan karna faktor usia dan kemampuan kultivasinya yang terbilang rendah untuk seorang veteran sehingga waktu pensiunya tiba dan dia memilih menjadi pemburu dan kembali ke desanya.
【 dengan wajah panik 】 " bagaimana ini aku memiliki firasat buruk mengenai suasana hutan bayangan kematian, meskipun hutan bayangan kematian sepintas sepi seperti biasanya namun suasana yang di pancarkan saat ini malah terlihat lebih manakutkan, bahkan aku sudah masuk cukup jauh namun tak ada apapun di sana aku takut ke jadian 2000 tahun yang terukir dalam sejarah akan terulang kembali " ucapnya di akhiri dengan ekspresi pahit dan dan dia adalah Ki sang seorang pemburu dari desa.
__ADS_1
【 dengan wajah muram 】 " jika itu benar maka kondisi kita sangat sulit bahkan kondisinya jauh lebih sulit di bandingkan menghadapi bandit Rusa Hitam" ucap kepala desa.
【 sambil memegang dagu 】 " bukankah ada benteng giok hitam di dalam sana ? yang terkenal akan kekuatanya " ucap penjaga desa.
【 sambil meletakan teh 】 " aku tahu bagaimana kekuatan benteng giok hitam tapi jika mereka harus mengahadapi ribuan hewan buas bersamaan bukanya mereka akan sulit menghalau semuanya !!" ucap Hong na istri dari kepala desa, mendengar hal tersebut dari wanita yang pernah di sebut sebagai ahli strategi di benteng timur, mereka pun diam. Hong na dahulu adalah gadis berbakat dari keluarga bangsawan karena cintanya kepada kepala desa maka akhirnya dia kabur bersama dengan suaminya karna perilaku tersebut membuat keluarganya mencoret namanya dari keluarga di tambah lagi karna kedua orang tuanya mengetahui rencana kakeknya untuk menikahkanya dengan salah satu pangeran yang memiliki sifat yang buruk yang bahkan tega menjual istrinya di meja judi sehingga mereka membuat siasat agar Hong na dapat keluar dari keluarga tersebut.
{{{{{ BACK TO STORY }}}}}
sementara itu di sebuah ladang sebuah kabut berwarna darah muncul dan dari dalam muncul dua sosok salah satunya wanita cantik layaknya bidadari yang turung ke bumi untuk menyelamatkan nya sementara itu gadis kecil dengan baju yang lusuh, sosok tersebut adalah Ling Xia dan Tian xue, setelah itu Ling Xia mulai menunduk dan memegang tanah dari ladang tersebut tepat ketika dia menggenggam nya tanah tersebut sangat rapuh melihat hal tersebut itu sangat aneh ' bukanya musim ini musim hujan kenapa tidak ada air di ladang ini ataukah mereka tak memiliki parit untuk mengalirkan air ?? ini sangat aneh namun melihat desa ini aku paham akan keterbatasan yang mereka miliki, apakah pemerintah kota tidak mengirim bantuan sama sekali ??' bingung dalam batinya.
【 sambil berpikir 】 " kak Tian apakah kakak tahu di sekitar sini apakah ada sungai ??" bertanya kepada Tian Xue yang berdiri di belakangnya.
【 raut wajah yang tenang 】 " mengenai hal tersebut kakak tidak tahu karna terakhir aku keluar dari hutan yakni sekitar 100 tahun yang lalu dan saat itu juga di sekitar sini atau di wilayah ini memang tak terdapat sungai, meskipun ada jaraknya cukup jauh di tambah lagi posisinya cukup rendah di bandingkan dengan ladang ini, memangnya ada apa adik Ling menanyakan hal tersebut ?? " ucapnya dengan santai
【 dengan raut wajah yang rumit 】 ' apa seratus tahun bukanya itu sama saja ketika aku masih berusia belasan ' terkejutnya dalam hati " aku berencana menyelamatkan desa ini dari kekeringan "
【 raut wajah bingung 】 " Ling Er aku tahu kamu hebat namun jika seperti itu kita akan sulit karna jaraknya yang jauh serta posisinya yang lebih rendah, apakah adik ingin membuatnya " ucapanya bingung dengan ide dari masternya.
【 dengan wajah bangga 】 " siapa bilang kita akan membuat, kita hanya akan memindahkan-nya " ucapnya bangga.
KEUANGAN SAAT INI KOIN SEBANYAK 79.999.369 JT TAEL EMAS BESAR
481 KOIN EMAS
50 KOIN PERAK
<<<< ITEM >>>>
⌑ Sabit Pembunuh Dewa.
⌑ pistol FN - five 7.
⌑ Grappling Hook.
⌑ Lentera Jam Pasir Kematian.
⌑ Cincin Surga Gelap.
⌑ Cincin Phionix Naga
MAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH LIKE DAN KOMEN TERIMAKASIH BUAT HAL TERSEBUT MESKIPUN SIMPEL NAMUN ITU SUNGGUH BERARTI BUAT SAYA SELAIN SEBAGAI PENAMBAH SEMANGAT JUGA PENANDA BAHWA ADA ORANG BAIK DI LUAR SANA YANG PERDULI DENGAN NOVEL PICISAN KU INI SEKALI LAGI TERIMAKASIH
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU BYE BYE
__ADS_1