
" Hmmm apa mereka ras naga hitam sungguhan saudari Ciyi ??" sambil menatap patung patung di ruang tersebut.
" benar mereka ras naga hitam aku dapat mengetahuinya dari aura yang mereka keluarkan meskipun tipis namun aku yakin ini ras naga hitam " sambil melangkah memperhentikan sekeliling.
" aura, maksudmu mereka hidup ??" ucapnya sedikit terkejut.
" benar mereka hidup, lebih tepatnya mereka masih hidup!!" memantabkan jawaban miliknya.
" hmmm sungguh kenyataan yang mengejutkan, aku tak bisa membayangkan betapa menderitanya mereka tidak hanya di jadikan patung batu mereka juga di segel di menara ini, sungguh musuh yang kejam " menatap prihatin.
" aku setuju dengan persepsimu tetapi meskipun mereka mendapatkan takdir yang berat tetapi mereka akan menjadi masalah untuk Permaisuri kita jadi sebaiknya aku bereskan mereka sebelum menjadi masalah !! " ucap Ciyi sambil mengumpulkan aura kegelapan di tanganya.
" tidak tunggu dulu saudari Ciyi !!" ucapnya.
" ada apa ?? " sambil terus memperbesar bola energi miliknya.
" jika yang mulia permaisuri bisa membuat mereka menjadi bawahan, bukankah akan lebih baik " jawabnya.
" ahh aku mengerti maksud saudara Yu, tetapi meskipun yang mulia permaisuri melepas mereka dari segel menara bukan berarti mereka akan langsung terbebas, lagi pula lihat kondisi mereka !!" ucapnya sambil menunjuk salah satu patung di sekitarnya.
" saudari Ciyi benar tetapi di sini kita berbicara mengenai sosok luar biasa yang mulia permaisuri jadi ku harap saudari mempertimbangkan sekali lagi untuk menghancurkan mereka semua !!" sambil menyimpan pendangnya.
" memang benar yang mulia sangat luar biasa tetapi aku tak ingin yang mulia harus mengotori tanganya hanya untuk mahluk rendahan seperti mereka ini " sambil menambahkan kekuatan ke dalam bola energi tersebut.
" jika seperti itu sebaiknya kita tanyakan dahulu pendapat yang mulia sebelum bertindak lebih jauh " mendengar itu Zhao ciyi semakin gusar.
" tidak yang mulia tak akan bersedih jika ia tak mengetahui kalau mereka pernah ada, lagi pula aku tak ingin yang mulia harus memerintah reptil bodoh dan sombong seperti mereka !!" ucapnya geram.
" cepat atau lambat yang mulia akan tahu hal ini bukankah dan jika seperti itu bukankah ia akan bersedih !!" ucapnya Zhao yu.
" hmm saudara Yu apakah kamu sudah melunak setelah tersegel begitu lama ??" tanya Zhao Ciyi.
" Tidak, aku tak melunak sedikitpun tetapi seharusnya saudari Ciyi sudah tahu bahwa akan lebih baik menambah kekuatan kita untuk melindungi yang mulia Permaisuri lagi pula tak selamanya kita bisa hidup tenang seperti sekarang !!" ucapnya lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan Zhao Ciyi yang tengah menggigit bibirnya.
Zhao ciyi menjadi ragu akan niatnya untuk menghancurkan seluruh patung di ruang itu setelah mendengar jawaban dari Zhao yu, memang benar dirinya kuat belum lagi keberadaan prajurit kematian,Tian Xue beserta para beast yang baru saja bergabung ke bawah dominasi Ling Xia.
jika di perhitungkan keseluruhannya memang tak bisa di pungkiri bahwa kekuatan yang di miliki Ling Xua sudah luar biasa kuat dan bahkan ia mampu menghancurkan 9 alam hanya dengan satu perintah.
__ADS_1
tetapi itu hanya untuk di ke 9 alam dan tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada kekuatan yang jauh lebih kuat di luar sana yang dapat membahayakan Ling Xia di masa depan.
dengan kerut di dahinya ia pun memutuskan ...
" hmm sungguh berat mengakui ini tetapi saudar Yu sepertinya kamu benar, haaa ini sungguh di luar ekspektasi ku dan untuk kalian semoga saja pemimpin kalian mau menyerah dan tunduk kepada adik Ling jika tidak aku sendiri yang akan membunuh kalian semua dengan tanganku sendiri !!" ucapnya lalu mengibaskan tangannya bersamaan dengan itu bola energi qi hitam sebesar bagunan 1 lantai memudar lalu menghilang.
Zhao Ciyi pun melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah pintu kembali tertutup.
salah satu patung yang berada di tempat itu tepatnya patung berbentuk wanita dari kedua matanya meneteskan air mata
*** ibukota kekaisaran ( Stadion Kompetisi Kekaisaran ) ***
" kak apakah kita bisa kembali dulu untuk istirahat ?? " eluh mingmei.
" tidak Adik, apakah kamu tidak mendengar ucapan tuan panitia " jawabnya.
" urggg tapi - tapi aku mau makan es krim sekarang !!" tambah mingmei.
" ya ampun bukankah kemarin kamu sudah makan eskrim ukuran besar apakah itu belum cukup ?? " dengan wajah heran.
" hahah jika mengenai es krim meskipun aku memakan 1000 cup eskrim ukuran besar itu tak akan pernah cukup !!" jawabnya sambil tersenyum bangga.
" tidak apa jika ak... eh apakah benar jika aku makan eskrim kebanyakan akan menyebabkan penyakit jantung ?? " ucapnya panik.
" tentu saja bukankah master sudah memperingatkan kita akan hal itu sebelumnya.. hmmm apakah kamu ketiduran saat di kelas ??" tanyanya dengan tatapan tajam.
" ahahah i- itu ada penjelasannya hahahah !!" sambil menggaruk belakang kepala yang tak gatal.
" ehh benarkah ??" dengan tatapan menggoda " jika seperti itu aku akan melaporkan hal ini kepada master !!" ancam Jiangying.
" ahhh kumohon kak jangan katakan itu kepada master jika tidak dia akan menyita es krim ku selama sebulan aku mohon kak kasihani aku " memelas memohon.
" hmmm bagaimana yah jika aku tak melaporkan ini bukan kah aku akan berdosa kepada master " ucapnya sambil berpura - pura berpikir.
" ba-baiklah aku akan memberikan jatah es krim ku sebanyak 30 % bagaimana ?? " memulai menawar.
'hahahah adik Mei maaf jika kakak harus egois seperti ini ' sambil tersenyum " ahhh mungkin aku akan pulang sebentar dan melaporkan ini !!" tak perduli terhadap tawaran Mingmei.
__ADS_1
" hmm baik - baik 50 % bagaimana dengan itu ??" ucapnya makin panik.
" hmm kira - kira master ada di rumah tidak yah ?? " sambil mulai mengeluarkan kabut darah di ujung jari. melihat itu Mingmei semakin panik.
" ba-baik 70 % kak kumohon jangan kejam kepada adik sendiri " memelas sambil memegang lengan Jiangying dengan kedua tanganya.
" apa yang Adik tadi ucapkan ??" ucapnya pura - pura tak dengar.
" 70% 70% kak bagaimana ??" dengan mata berbinar - binar.
" berapa ???" ulang Jiangying.
" 7 ..." ragu lalu menyadari maksud Jiangying.
" berapa ??" ulang Jiangying sementara Mingmei semakin terpojok.
" haaa baiklah 75 % bagaimana dengan itu !!" menyerah.
" ehh benarkah adik mau memberikan sebanyak itu... ya ampun kamu sungguh baik adik ku sayang !!" sambil tersenyum puas.
' dasar iblis, kakak bahkan lebih kejam dari kak Ciyi ' umpatnya dalam hati " sama sama " ucapnya lemas .
sementara itu di tembok tepat di belakang keduanya terlihat bola hitam yang menempel di dinding yang di tugaskan untuk mengawasi ke 2 nya dari mara bahaya sehingga para prajurit kematian dapat langsung meluncur begitu ada tanda bahaya terdeteksi.
jauh di atas langit ibu kota Kekaisaran.
" sungguh anak nakal tunggu saja sampai ibu menghukummu kali ini ibu akan memberimu siraman kebaikan sampai telingamu merah " ucapnya gusar.
bersamaan dengan itu Jianying merasa punggunnya dingin.
' apa itu ??' sambil menoleh ke kanan dan ke kiri waspada
" ada apa kak ??" bertanya dengan wajah bingung.
" tidak apa kakak sepertinya merasakan sesuatu tapi sepertinya kakak salah !!" ucapnya bingung sambil tetap mengawasi sekeliling karena tak melihat sumber tersebut.
" jadi kakak menemukan sumbernya ??" ucapnya ikut menatap sekeliling.
__ADS_1
" tidak. tak usah di pikirkan sekarang duduklah yang benar " jelasnya.
mendengar itu Mingmei kembali terduduk dengan sambil tersenyum.