THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
PRASANGKA


__ADS_3

Dengan kemenangan ini membuat Mingmei menjadi sasaran dari fraksi yang berniat merekrutnya, dengan cepat niat tersebut dapat diketahui apalagi berdasarkan rumor yang tersebar bahwa Mingmei merupakan peserta yang bukan perwakilan dari pihak manapun sehingga menambah semangat dan keyakinan banyak pihak untuk merekrutnya.


Mingmei kembali ketempat duduknya semua orang menatap Mingmei dengan tatapan khawatir, bimbang dan tentu saja takut. Karena jika sampai mereka menghadapinya di putaran selanjutnya maka bisa di katakan bahwa mereka memiliki kemungkinan Manang yang tipis.dan tatapan ketakutan tentu saja berasal dari ke 2 peserta yang sebelumnya telah merusak mood dari Mingmei karena telah menyinggung saudarinya kekhawatiran dapat terlihat jelas di wajah mereka.


" Jadi kak bagaimana apakah aku kali ini berlebihan ?? " Ucapnya sambil menjatuhkan diri ke atas kursinya.


" Tidak, tetapi adik kamu tadi terlalu mencolok !!" Ucapnya sambil menatap Mingmei.


" Ehh mencolok ?? mencolok di mananya kak, menurutku aku melakukan semuanya dengan cara yang biasa - biasa saja !!" Balasnya membela diri.


" Haaa.... tadi adik menggunakan tehnik kabut darah untuk ke arena bukan ?? kalau tidak mencolok apa namanya padahal master sudah memberitahukan kepada kita untuk tidak melakukan hal yang demikian " Ucap Jiangying mencoba menjelaskan maksudnya.


" Sudahlah kak jika itu masalahnya maka tiba masa tiba akal " Ucapnya sambil menahan dagunya dengan tangannya.


" Adik jangan seperti ini kamu sudah dewasa jadi berhentilah bersikap demikian !!"


" Baiklah kak aku sadar dengan kesalahan ku.. lagi pula ini sudah terlanjur terjadi di tambah lagi Kakak tahu penyebab adikmu yang manis ini melakukan hal tersebut ?? " tanyanya membalas.


" Maksud adik ??" Ucap Jiangying bingung.


" ini karena janji yang kita buat tadi jadi karena terburu buru saya akhirnya melakukanya " dengan nada agak kesal.


" Benarkah ??" balas Jiangying dengan nada pura pura tak memahami maksud adiknya.


" kakaaaak "mulai kesal.

__ADS_1


" hmm baiklah, kalau begitu dengar baik - baik cara untuk mengecoh master Ciyi adalah ..... "


Bergeser ke perbatasan antara kerajaan Jin Mu dengan Kekaisaran Blood Moon.


" Jadi itu benteng Giok hitam yang di maksud yang mulia " Ucap pria berzirah lengkap dengan warna hitam yang mendominasi setelah mengamati benteng Giok hitam sesaat.


" Bukankah tumpukan batu itu terbilang kecil untuk di anggap sebagai sebuah benteng besar. mungkin sebaiknya kita meratakanya saja ketimbang harus berbicara dengan mereka " masih mengamati dari kejauhan lalu menunduk membuang nafas yang di penuhi aura hitam " sekarang aku menyesali atas saran yang ku ajukan saat rapat !!" sesalnya dalam hati.


" Kurasa jendral benar, tetapi ini adalah perintah dari yang mulia permaisuri jadi mungkin sebaiknya kita lakukan sesuai dengan rencana sebelumnya, maka dari itu jendral Zhi Yang saya menjukmu sebagai perwakilan untuk pergi menuju benteng tersebut bawa 100 prajurit untuk mengawallmu" Ucap jendral berbadang besar dengan aura mencekam di sekelilingnya. memerintah kepada seorang wanita dengan pakaian berwarna hijau yang memiliki pupil mata berwarna emas yang berbentuk mata reptil.


" DENGAN SENANG HATI JENDRAL BESAR !!" ucapnya membungkuk sembari memberi hormat. " Kalau begitu saya izin pamit !!" ucapnya lalu menghilang.


setelah sosok wanita tersebut menghilang sang jendral besar Ning Li Bei menatap dengan serius ke arah benteng tersebut.


" Ku harap mereka tak memprovokasinya " ucapanya sosok mengerikan tersebut.


Bersamaan dengan itu jauh di atas langit seekor elang berekor merah terbang melewati langit yang biru terbang menuju arah selatan yang setelah beberapa waktu terlihat sekumpulan bangunan berbentuk sederhana.


[ MASTER JENDRAL BESAR NING LI BEI SUDAH MULAI MELAKUKAN PERGERAKAN ]


Ucapnya kepada seorang gadis berusia 10 tahun yang tengah memeriksa salah satu dari anak anak yang ia bawa dari perjalanan sebelumnya.


" Benarkah... itu mengambil waktu yang cukup lama, Pandora apa kamu mengetahui alasanya sehingga jendral besarku harus mengambil waktu yang cukup lama sebelum bergerak " melepas pergelangan dari anak tersebut. " apakah ada bagian yang sakit atau kau merasakan sesuatu yang lain ??" tanya Ling Xia kepada anak yang berbaring di atas kasur, anak kecil tersebut hanya menggelengkan kepalanya pertanda semuanya baik baik saja.


[ MASTER JENDRAL BESAR SETELAH TIBA LANGSUNG MELAKUKAN PENGAMATAN TERLEBIH DAHULU ]

__ADS_1


" Hati hati seperti biasa, kalau begitu jika ia mengirim pesan untuk meminta persetujuan kepadaku Pandora cukup izinkan semuanya " lalu tersenyum ke arah anak yang berbaring " kalau begitu beristirahat lah !!" ucapnya lalu berdiri dari kursinya.


[ APAKAH MASTER JUGA AKAN MENYETUJUI JIKA SANG JENDRAL BESAR MEMINTA IZIN UNTUK MEMULAI PERANG ??]


" Apakah menurutmu Jendral besarku akan langsung melakukan tindakan se agresif seperti itu ??" Ucapnya tersenyum kepada sang anak lalu kemudian duduk disisi tempat tidur" bisakah aku memeriksa nadimu ?? " ucapnya kepada anak kecil yang menatap dirinya yang kemudian mengangguk tanda setuju.


[ MESKIPUN KEMUNGKINAN TERSEBUT KECIL BUKAN BERARTI HAL ITU MUSTAHIL TERJADI ]


" Kamu benar tapi jika sampai hal tersebut terjadi maka.... jawabanku tetap sama !! " Ucapnya lalu fokus memeriksa nadi dari anak yang tengah duduk di atas tempat tidur.


[ BAIK MASTER SAYA PAHAM ]


" Dan juga Pandora kapan aku bisa mendapatkan hadiahku dari penyelamatan ini ??" Ucapnya penasaran lalu melepas tangan anak tersebut " apakah ada yang sakit di sekitar sini ??" tanya Ling Xia kepada anak tersebut sambil menekang bagian lambung dari anak tersebut yang kemudian mengangguk sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan.


[ SETELAH SEMUA MASTER PERIKSA MAKA HADIANYA AKAN LANGSUNG DI BERIKAN JADI HINGGA WAKTUNYA TIBA MASTER HARUS BERSABAR ]


" Haaaa baiklah " ucapnya membalas Pandora. lalu berdiri kemudian berjalan menuju lemari yang berada di sisi ruangan tersebut yang didalamnya terdapat berbagai botol giok putih dengan lambang phoenix yang indah di sisinya. lalu membuka salah satu pintu kecil kemudian mengambil botol di dalamnya, setelah itu iya kembali ke tempat tidur sebelumnya.


" Minum satu butir obat ini setiap kali kamu selesai makan " ucap Ling Xia meletakan botol tersebut ke tangan anak tersebut yang kini menunduk menatap botol yang berada di tangannya yang mana mulai terkena tetasan air jernih yang berjatuhan dari atas.


" Ta - tapi sa saya tidak..." ucapnya terhenti ketika ia merasakan sebuah telapak tangan di kepalanya.


" Tidak apa, kamu sudah berjuang menahan rasa sakitnya hingga sekarang jadi.. anggap saja ini Hadiah dariku !!" ucap Ling Xia kepada anak itu yang kini menatapnya dengan mata berlinang air mata beserta cairan lainya yang keluar dari hidungnya.


" Sekarang beristirahat lah " ucapnya lalu berdiri kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut " untuk kalian pergilah keruang sebalah timur di sana ada kamar mandi, kalian bersihkan diri kalian terlebih dahulu, lalu setelah itu kalian pergilah ke ruang aula sebelah barat " ucap Ling Xia.

__ADS_1


( Hai semua maaf, baru up soalnya buku yang berisi informasi mengenai 10 jendral milik Ling Xia dan beberapa catatan penting lain hilang jadi saya harus menyusun ulang, maka dari itu waktu up-nya agak lama dari jadwal sebelumnya, jadi mohon di maklumi jika ada perubahan yang tidak profesional seperti ini kalau begitu sampai jumpa di up selanjutnya !! )


__ADS_2