
DI DALAM MENARA EVIL MONASTERY ( KEKAISARAN BLOOD MOON )
Terlihat di dalam sebuah ruangan yang sangat luas terdapat banyak patung - patung putih berbaris memenuhi ruangan tersebut bukan hanya itu saya di antara mereka juga terlihat sosok hitam dengan gas qi hitam yang menyerukan dari topeng mereka seolah olah mereka bernafas menggunakan gas tersebut.
Sementara itu tepat di bagian tengah dari ruangan tersebut terlihat sekelompok prajurit yang tengah mengelilingi sebuah patung putih besar, dan tepat di belakang patung tersebut terlihat beberapa baris prajurit yang di barisan depan sedang memegang sebuah perisai dengan aura yang tidak mengenakkan dan yang paling menarik adalah barisan yang ada di belakangnya yang sedang memegang sebuah senjata atau lebih tepatnya senapan yang seharusnya tak ada di zaman tersebut.
Lebih dekat kearah patung tepatnya 1 meter dari patung tersebut terlihat 4 sosok menggunakan tudung hitam dengan simbol aneh melayang di antara patung tersebut dan si merapal, di belakangnya terlihat seorang prajurit yang memiliki tinggi 2 meter sedang mengamati ke 4 sosok tersebut sambil bersiap dengan senjata pedang yang ia terima dari tuanya dan tepat 2 meter di belakangnya terdapat 3 sosok yang lebih mencolok dari kiri terlihat sesosok menggunakan tudung hitam sementara di sampingnya terlihat sosok bertubuh besar dengan tinggi mencapai 4 meter dengan senjata palu raksasa yang tengah ia bopong di pundaknya di belakang keduanya terlihat seorang wanita dengan zirah hitam dengan aura yang lebih mengintimidasi, yang tengah mengamati reaksi dari patung tersebut.
tak berapa lama sebuah reaksi mula terlihat lantai yang berada di kaki mereka mulai mengeluarkan cahaya merah menyala layaknya chaya yang di pantulkan oleh genangan darah. tetapi semuanya tak ada yang memperdulikan hal tersebut dan malah lebih memperhatikan patung tersebut, bersamaan dengan cahaya yang merah yang memenuhi ruangan tersebut hal itu juga mempengaruhi simbol aneh tmyang tengah di rapalkan oleh ke empat sosok di sekitar patung sebelumnya.
__ADS_1
Tepat ketika simbol tersebut menjadi merah seutuhnya ke empatnya dengan cepat berhenti membaca mantra lalu sang komandan yang berada di belakangnya dengan sigap memberikan komando untuk mundur tak berselang lama semua yang berada di tempat tersebut mulai bersiap siaga dengan senjata yang mereka miliki.
" SEMUANYA BERSIAP !!"
tepat setelah itu tubuh dari patung tersebut mulai retak dari kaki hingga ke sekujur tubuh dengan aura hitam menyeruak dari celah retakan tersebut. dengan cepat retakan tersebut mencapai kepala dari patung tersebut mata dari sang patung mulai mengeluarkan cahaya merah, semua yang ada mengetahui apa yang selanjutnya terjadi termasuk sambutan apa yang akan mereka berikan kepada sang pemilik patung atau lebih tepatnya patung itu sendiri.
dengan aura merah di matanya layaknya sekumpulan cahaya berwarna darah mulai menjadi lebih pekat desertai aura hitam yang semakin deras keluar dari patung tersebut. tiba tiba satu demi satu lempengan putih yang menempel dari patung tersebut mulai terjatuh dan patung tersebut mulai melayang dan tepat setelah itu aura gelap meledak layaknya gas yang tertampung di dalam tabung dalam waktu yang lama, gas hitam itu menyeruak memenuhi ruangan tersebut.
Sosok tersebut kaget bukan kepalang ketika merasakan energinya mulai di serap dari seluruh tubuhnya dengan spontan ia berusaha melepaskan diri bersamaan dengan itu di seluruh tubuhnya mulai mengeluarkan tato hitam tetapi entah mengapa dengan cepat tato tersebut mulai memudar, merasakan bahaya yang akan terjadi ia kemudian mencoba melepas tangan kanannya terlebih dahulu ia menarik sekuat tenaga, namun tentu saja terjadi perlawanan ke 4 prajurit yang bertugas mengunci tangan kanan dari sosok sang raja naga mulai tertarik terlihat dari lantai yang retak karena kekuatan dari tarikan tersebut, tepat ketika itu juga suara aneh mulai terdengar.
__ADS_1
Pcuuu... suara peluru yang meluncur keluar dari moncongnya terbang sambil berputar - putar menuju sosok raja naga yang tengah berusaha melepaskan diri dari kucian ular dari para prajurit, tepat ketika peluru tersebut akan mencapai target hal mengejutkan terjadi peluru tersebut terbelah dan mengeluarkan sebuah jarum aneh yang mendarat mulus di tubuh sang raja naga Pcuuuu..... Pcuuu ..... berkali kali suara tersebut terdengar.
hal ini terus berlangsung hingga 6 menit lamanya tepat setelah lebih dari 1240 tembakan sosok tersebut mulai berhenti melawan dan terjatuh dan menghantam tanah dengan keras yang di penuhi jarum jarum bius lainya yang sebelumnya terlepas setelah isinya terserap ke dalam tubuh sang raja naga bersamaan dengan itu hampir seluruh jarum yang melekat di tubuh sang raja naga ikut terlepas entah itu karena isinya sudah habis atau karena hantaman. tubuhnya mulai bergetar karena hal yang ia alami.
setelah melihat hal itu sosok wanita yang berada di belakang kedua sosok mencolok sebelumnya mengangkat tanganya setinggi wajahnya menyadari isyarat tersebut semua prajurit berhenti menembak tetapi tetap saja kucian dari aura berbentuk ular tersebut masih belum di lepas untuk mengantisipasi hal yang tak di inginkan contohnya jika sang raja naga berpura - pura pingsang atau ada hal lain yang mungkin bisa terjadi.
Sosok wanita tersebut berjalan ke arah sang naga yang tengah terbaring lemas di atas lantai air liur menetes keluar dari mulutnya, setelah berdiri tepat di dekat kepalanya ia berhenti sang naga mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang ada di hadapannya namun tepat ketika itu juga penglihatannya menjadi gelap ia hanya dapat melihat kaki dari sosok yang ia Inging lihat sebelum kesadarannya benar benar hilang.
" Hmmm... sesungguh mengecewakan jika kamu sedikit melawan lebih dari ini mungkin akan lebih menarik " Gumamnya, setelah itu ia berbalik lalu memberikan perintah " bawa dia ke raungan introgasi di lantai bawah dan jangan lupa pasangkan pengunci energi padanya, aku tak ingin dia merusak ruangan lain atau semacamnya " Bersamaan dengan perintah tersebut 2 sosok berbadan besar melangkah maju di ikuti oleh sosok prajurit lain dengan tubuh yang lebih ramping yang sedang membawa benda aneh di tanganya.
__ADS_1
Ke 2 sosok di depannya mulai memperbaiki posisi dari tubuh sang naga hitam setelah terlentang dengan benar salah satu dari keduanya mengangguk ke arah sosok yang mengikuti sebelumnya, sosok yang di mengetahui kode tersebut kemudian maju dan beridiri di samping sang naga kemudian menempelkan benda tersebut ke perutnya, permata yang berada di tengahnya kemudian berganti warna dari yang sebelumnya berwarna merah menjadi putih menandakan segel telah terpasang dengan benar, melihat hal itu semua aura yang sebelumnya mengunci tubuhnya mulai memudar meninggalkan bekas gigitan yang cukup dalam sehingga darah segar dapat menetes keluar.
Seolah - olah tak terjadi apa apa ke 2 prajurit mulai menyeret tubuh dari sang raja naga di ikuti lebih dari 10 prajurit untuk mengawal.