THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
DEKLARASI JIANGYING ( BAGIAN 1 )


__ADS_3

Setelah berdebat dengan ibu serta pamannya jendral besar Gu Wang langsung berjalan menuju ruang belajarnya, ia pun mengeluarkan sapu tangan dari dalam cincin penyimpanannya lalu menatap selembar kain tersebut dengan sulaman emas berbentuk Phoenix sebagai hiasanya.


ia bahkan tak perduli dengan apa yang terjadi di sekeliling nya ia hanya tenggelam kedalam ingatannya ketika ia bertemu dengan wanita misterius yang memberikannya sapu tangan yang saat ini ia genggam. tiba - tiba wajahnya merona sendiri karena malu setelah mengingat saat - saat wanita misterius tersebut membalut serta memberikan ciuman ke tangannya yang terluka.


Angin berhembus kencang membuat rambutnya yang tergerai terbang melayang terkena hembusan angin yang cukup kuat, semua orang terpukau melihat penampilan dari jendral yang terkenal akan ke tampannya. ia kembali memasukkan sapu tangan putih tersebut kembali ke dalam cincin penyimpanannya.


Lalu kembali berjalan dengan ekspresi serius hingga beberapa saat kemudian akhirnya ia tiba di tempat yang ia tuju yang merupakan tempat di mana arsip - arsip di simpang yang bersangkutan dengan informasi mengenai prajurit yang berada di bawah kepemimpinannya. Setelah tiba di ruang sederhana miliknya ia pun memutuskan untuk memeriksa laporan sebelumnya yang ia periksa sebelum di panggil oleh paman dan ibunya.


Tak berapa lama terdengar suara ketukan dari arah pintu, setelah memberikan izin untuk masuk sosok tersebut melangkah masuk dengan sedikit tergesa - gesa melihat sikap bawahnya yang seperti itu membuat sang jendral muda merasa tidak tenang atau lebih tepatnya penasaran.


" Ada berita apa ?? " tanyanya singkat dengan nada serius.


" Tuan saat saya sedang pergi melihat pertandingan turnamen pagi ini coba tebak apa yang kulihat ?? " tanyanya mencoba bercanda dengan atasnya itu.


" Berhenti berbelit belit dan langsung ke intinya ??" ucapnya tak suka basa basi.


" Aku melihat peserta menggunakan tehnik yang sama dengan wanita misterius tuan " ucapnya formal, jendral Gu Wang yang sebelumnya dengan serius memeriksa berkas kini menoleh ke arah sang bawahnya yang kini berdiri dengan wajah kebingungan setelah di tatap untuk beberapa saat.


Ia kemudian dengan tergesa-gesa menggulung kertas lalu pergi menuju ke tampat pertandingan di selenggarakan bukan melalu pintu atau menggunakan kereta untuk kesana melainkan langsung melompat keluar jendela lalu melompat ke atas genteng lalu pergi dengan cepat, beberapa pengawal lain termasuk pria sebelumnya ikut menyusul sang jendral dengan melakukan hal yang serupa.

__ADS_1


SEMENTARA ITU DI ARENA PERTANDINGAN.


Kini telah memasuki pasangan yang ke 46 yang mana di arena 2 mempertemukan seorang pria pengguna tombak yang kini berhadapan dengan pria lain yang menggunakan pedang di ke dua tanganya yang mana mereka melakukan pertarungan mereka terjadi begitu sengit.


Di arena ke 4 memperlihatkan pasangan ke 47 keduanya merupakan pengguna pedang dan satunya menggunakan golok raksasa pertarungannya berjalan lambat entah karena keduanya sengaja atau karena mereka saling menyombongkan kemampuan mereka.


Di arena ke 1 yang berada tepat di depan platfrom keluarga kekaisaran mempertemukan 2 orang yang merupakan perwakilan dari keluarga yang besar di ibukota kekaisaran yang mana menggunakan senjata yang cukup unik yang mana satunya menggunakan kipas sementara yang satunya menggunakan cambuk yang berwana giok.


Dan di arena ke 3 baru saja selesai yang mana keluar sebagai pemenang adalah seorang pemuda pengguna tombak yang sebelumnya di perhatikan oleh Jiangying dan Mingmei pertarungannya cukup alot karena lawanya adalah pemuda sebelumnya yang mempermalukan kerajaan kayu hitam yang merupakan tuan muda dari keluarga penting di ibukota kekaisan.


Jiangying merasakan bahwa kertas milik nya berubah menjadi abu menandakan bahwa kini untuk dirinya naik ke atas arena.


" Sepertinya kini giliran kakak !!" ucap mingmei sambil menahan dagunya menggunakan tangannya.


Menyadari lawanya, Jiangying sedikit terkejut dengan sedikit rasa senang di hatinya begitupun dengan adiknya tetapi bagi Mingmei menganggap bahwa ini sebuah kebahagiaan tersendiri baginya.


" Kak.. bisakah kakak memberikannya sedikit pelajaran ?? " tanyanya dengan nada serius Tampa menoleh.


" hmm kakak tidak menyukai cara seperti ini, tetapi karena adikku yang memintanya maka kakak akan melakukannya " Ucapnya sarkas sambil tersenyum.

__ADS_1


" ahhh kakak mengatakan itu tetapi dalam hati kakak pasti senang bukan ??" tanyanya dengan nada sedikit jengkel atas ucapan Jiangying.


" Hmm kau tahu bukan kakakmu ini seperti apa !!" ucapnya lalu berdiri setelah menyadari pemuda tersebut menghilang dari balik pintu.


" yah tapi jangan membunuhnya kak !!" ucapnya dengan sedikit simpati terhadap lawan Jiangying.


Semua orang terkejut melihat Jiangying berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju pintu keluar, Semua orang memasang wajah bingung serta beberapa ekspresi lainya yang tak jauh dari keterkejutan, takut dan tentu saja cemas.


Semua orang di dalam stadium menjadi bersemangat menyambut pertandingan terakhir karena pertandingan yang lainya sudah selesai entah karena waktu atau karena pertandingan sudah memiliki pemenang.


" BAIKLAH DENGAN BEGINI PERTARUNGAB SELANJUTNYA AKAN MENJADI PERTARUNGAN TERAKHIR UNTUK MENUTUP PUTARAN DARI SERANGKAIAN PERTANDINGAN HARI INI !!"


" MARI KITA SAMBUT PESERTA DENGAN NOMOR 34 DAN 50 UNTUK MEMASUKI ARENA !!" Teriak sang wasit dari atas panggung arena.


Melihat pemuda yang melangkah keluar dari lorong peserta membuat pertandingan menjadi semakin riuh karena pemuda tersebut memiliki kemampuan serta tingkat kultivasi yang cukup tinggi sehingga ia cukup terkenal di ibukota Kekaisaran langit agung yah meskipun sikapnya sangat angkuh namun tetap saja kekuatan menjadi tolak ukur sesuatu terutama dalam dunia kultivasi.


ia melangkahkan kakinya dengan sangat angkuh menaiki arena dan berdiri sambil di hujani suara sorak sorai dari penontong. tiba tiba seluruh stadion menjadi sunyi tak kala Jiangying melangkahkan kakinya keluar dari gelapnya lorong untuk peserta.


" oh ya ampun sepertinya aku akan bangkrut " ucap seorang penonton dari barisan kursi yang berada di dekat lorong peserta. tetapi bukan hanya satu atau dua yang berpikir demikian tetapi ada banyak yang berpikir serupa.

__ADS_1


Jiangying terus melangkahkan kakinya hingga beberapa meter dari lorong peserta kemudian menghilang dari pandangan semua orang dan muncul di atas arena dengan lembut bahkan tak ada suara atau semacamnya semua orang terkejut terutama dari keluarga kekaisaran dan pentinggi lainya.


" Apakah pertandingannya bisa di mulai ??" Ucapnya berdiri dengan aura mengintimidasi di sekelilingnya.


__ADS_2