
Tepat setelah Mingmei menyelesaikan ucapannya sebuah kabut merah mulai menyelimuti tubuhnya dan tepat seketika itu juga Mingmei menghilang dari tempat sebelumnya, semua yang berada di falatfrom tersebut menjadi kaget serta terkejut dengan tehnik yang baru saja di gunakan oleh Mingmei.
" Semoga kali adik tak terlalu berlebihan !! " gumamnya sambil mengingat kejadian di pertandingan Mingmei sebelumnya. Jiangying kemudian menatap ke arah lain lalu mengeratkan genggamannya.
Sementara itu di tepi arena sekumpulan kabut merah kemudian mulai berkumpul suasana yang sebelumnya di penuhi dengan semangat dari para penonton menjadi diam karena fenomena tersebut bahkan beberapa pihak terutama pengawal keluarga besar dan kekaisaran mulai bersiaga. suasana sekeliling arena menjadi tegang terutama setelah tersebar rumor bahwa beberapa pihak akan mengacau di tempat pertandingan yang mengincar keluarga kekaisaran.
Ke 2 orang yang berada di atas arena menjadi semakin tegang karena merasakan aura yang cukup mengerikan dari kepulan kabut tersebut. mereka kemudian semakin terkejut tak kala sesosok berjubah hitam melangkah keluar dari kabut tersebut. semua orang menunjukan sikap berbeda terhadap sosok tersebut dan tentu saja hampir semua orang berpikir bahwa sosok tersebut akan membawa sebuah masalah.
Bahkan terlihat di beberapa tempat mulai ada yang meninggalkan tempat duduk mereka dan bersiap menyelamatkan diri ketika kondisi yang di khawatir kan terjadi namun semuanya semakin terkejut.
" Ada apa dengan kalian berdua ??" Ucap Mingmei ke arah pemuda yang merupakan lawannya serta sang wasit yang masih berdiri dengan wajah terkejut mereka .
Keduanya terkejut sehingga menyadarkan keduanya sang wasit dengan profesionalnya mulai memecahkan ketegangan yang terjadi.
" ka- kalau boleh tahu senior ini siapa ?? ini adalah turnamen kekaisaran sehingga saya.. " Ucapnya karena tak dapat melihat tingkat kultivasi dari sosok yang berada di hadapannya.
" Amm tuan saya ini peserta, jadi tuan tak perlu terlalu kaku seperti itu !! " Ucapnya sambil menjelaskan sedikit mengenai dirinya.
" Ah be-benarkah !!" Ucapnya masih meragukan apa yang Mingmei katakan, tetapi tiba - tiba dia merasa familiar dengan topeng yang Mingmei kenakan yang mana sosoknya sudah terkenal akan kemampuannya yang mengerikan bahkan rumornya telah mencapai para keluarga besar sehingga banyak yang mencari informasi mengenai dirinya untuk mencari latar belakangnya dan tentu saja untuk merekrutnya.
Apalagi dengan pertarungannya tempo hari membuat semua orang menjadi tak bisa berkata kata karena seorang jenius dari salah satu keluarga besar di kalahkan hanya dengan satu gerakan. ia lalu menoleh ke arah peserta lelaki yang berada di sampingnya lalu sesaat ia menggeleng pelan sambil membuang nafasnya
__ADS_1
Sementara itu di bangku penonton mulai yang sebelumnya banyak penonton yang bersiap untuk pergi setelah melihat sang wasit mereka kembali ke tempat duduk mereka karena semua tahu jika sosok tersebut merupakan sosok yang di rumorkan sudah pasti tidak melakukan hal seperti demikian. apalagi setelah mereka mengamati dengan seksama topeng yang Mingmei kenakan membuat semua orang menjadi tenang.
" Semoga kau selamat " Ibahnya dalam hati. peserta yang mendapat tatapan itu mulai memahami maksud dari tatapan tersebut, tetapi sebagai seorang pria yang mengalah kepada seorang wanita itu bukanlah gayanya.
" Hmmm hari ini aku mungkin akan mati tetapi aku akan mati dengan gaya " teriaknya dalam hati sambil menguatkan tinjunya lalu mengangguk pelan membalas tatapan sang wasit.
Sang wasit membalas anggukan tersebut memahami maksudnya karena ia telah melihat banyak pertandingan yang mana bahkan banyak yang tidak seimbang seperti yang ia hadapi saat ini..
" Baiklah kalau begitu kedua peserta bersiap, mulai " Ucapnya lalu bergegas turun dari arena tersebut.
Begitu sang wasit turun sang pemuda yang merupakan peserta mengeluarkan pedang dari cinicin penyimpanan miliknya warnanya adalah hijau keputihan yang memancarkan aura yang cukup mendominasi.
"Saya tuan muda dari keluarga Gu, Gu Jhi Lang akan melawanmu dengan segenap kemampuanku" Ucapnya sambil membuat kuda - kuda.
Lalu dalam persekian detik sosok Mingmei sudah berada 70 cm di hadapan tuan muda Gu dengan tangan beberapa mili di dahi sang pemuda tersebut.
Thug ( suara sentilan jari dari Mingmei )
Menghantarkan pemuda tersebut ke udara dengan wajah kebingungan langsung melontarkan pemuda tersebut keluar arena. semua orang terperangah tak percaya, bahkan ada yang spontan berdiri dari kursinya karena terkejut dan tak paham dengan apa yang mereka melihat.
Bahkan sang wasit yang berdiri sangat dekat juga tak memahami apapun yang terjadi di antara keduanya yang ia sadari bahwa setelah ia tiba di tempatnya dan belum sempat berbalik untuk mengambil posisinya saat ini sang wasit terkejut dengan suara jatuh dari pemuda sudah terlempar keluar dari arena.
__ADS_1
" eh a- a - apa yang terjadi ??" ucapnya kepada asisten wasit yang berdiri mematung di sampingnya karena.
" a-aku juga tak paham pak dengan apa yang terjadi !!" Balasnya dengan ekspresi bingung harus menjawab apa.
" Ta - tapi bukanya kamu tadi sudah melihat apa yang terjadi " bentaknya dengan nada sedikit gusar.
" Tuan maaf terkadang melihat bukan berarti kita akan paham dengan apa yang kita lihat, lagi pula kejadiannya terjadi sangat cepat bahkan akupun tak sempat mersespon apa yang terjadi " menjelaskan.
" Haaa kau benar maafkan aku, karena sudah membentakmu barusan " ucapnya menyesal
" tak apa tuan sekarang tolong naik dan umumkan pemenangnya "
" haa ini sungguh melelahkan !!" ucapnya karena hari ini ia telah naik turun arena sebanyak 6 kali tertapi karena tinggi arenanya yang lumayan tentu saja membutuhkan energi extra terutama ketika ia berteriak untuk mengumumkan sesuatu dengan sigap ia kemudian naik ke atas arena.
" JADI DENGAN KELUARNYA ARENA MAKA PEMENANG KITA KALI INI ADALAH .... " ucapannya terhenti ketika ia menyadari bahwa ia tak mengetahui nama peserta yang berdiri tepat di sampingnya ia kemudian menoleh menatap Mingmei berharap mendapat petunjuk.
" sebut saja nomor pesertaku !!" Balas Mingmei
Meskipun sang wasit tidak setuju dengan itu tetapi karena waktu sudah mepet maka dari itu mau tidak mau ia harus menerima sarang Mingmei.
"PEMENANG DARI PERTARUNGAN KALI INI IALAH NOMOR 67 !!" Teriaknya.
__ADS_1
Mingmei kemudian kembali menggunakan kemampuan kabut darah miliknya dan menghilang dari atas arena.