
matahari telah condong ke arah barat di dalam sebuah kamar berukuran 4 x 3 m² nampak sosok gadis kecil sedang tertidur lelap, pintu yang hanya menggunakan sebuah kain gorden lusuh terbuka dan muncul seorang wanita Langsia berjalan masuk.
" Ling Er bangun ***, hari sudah senja tak baik bagi seorang gadis untuk tetap tertidur di waktu seperti ini !!" ucapnya penuh kasih sayang.
Ling Xia yang menyadari itu lambat laun ia membuka matanya dan mendapati neneknya kini telah duduk di samping tempat tidur miliknya, melihat cucunya yang sudah bangun membuat mata si nenek tampak lega.
" hai nek bagaimana kebunnya apakah sudah bersih ?? " tanyanya sambil mengusap matanya.
" rumputnya sudah di cabut jadi butuh tujuh atau lebih lalu rumput - rumput liar itu akan tumbuh lagi " mendengar itu Ling Xia menjadi kasihan ke pada neneknya yang setelah 7 hari dari sekarang neneknya akan kembali mencabuti rumput - rumput itu kembali.
tak perduli itu hujan ataupun terik matahari kakek dan neneknya akan tetap pergi mengurus kebun herbal milik keluarganya, meskipun sempat meminta mereka untuk tidak melakukan itu lagi namun mereka tetap berkeras ingin tetap terus merawat kebun mereka.
awalnya Ling Xia berpikir bahwa kakek dan neneknya melakukan semua itu demi uang ternyata hal tersebut demi warga desa dan para pasien, sehingga membuat Ling Xia menjadi enggan untuk memaksa mereka berhenti.
" kalau begitu di mana kakek ??" ucapnya kepada neneknya yang tengah memeriksa nadi di tangan Ling Xia.
" kalau kakek sekarang sedang berada di kandang ayam hitam untuk mengambil beberapa butir telur untuk makan malam !!" ucapnya lalu melepas genggamannya dari tangan Ling Xia dengan wajah lega.
" hmm jadi sekarang sudah ada berapa banyak ayamnya nek ??" tanyanya penasaran, Ling Xia sengaja menangkap beberapa ekor ayam di masa lalu dan meminta kakeknya untuk merawat mereka berharap kakek dan neneknya akan lebih fokus mengurus ayam ayam tersebut.
namun sayang harapannya sirna begitu saja mengetahui bahwa kakeknya akan mengurus ayam - ayam tersebut dan kebun milik mereka di waktu bersamaan.
" ahh sekarang sudah ada 27 ekor dan anak anaknya sudah ada 46 ekor " jawabnya sembari mengambil gelas di sampingnya lalu menyerahkannya ke Ling Xia " minumlah ini ramuan jahe untuk menghangatkan tubuhmu, tenang nenek sudah menambahkan butiran gula jadi rasanya pasti lebih enak " ucapnya penuh perhatian.
" benarkah wah bukanya itu.." glup glup " sudah banyak nanti saya akan meminta orang di desa untuk kemari dan membangun kandang yang lebih besar " melihat tingkah Ling Xia membuat neneknya menggelengkan kepalanya.
" sudah sudah minumlah yang benar mengenai kandang ayamnya nanti aku akan memberitahukan kek kakek " ucapnya tenang.
__ADS_1
" baiklah nek" ucapnya lalu meminum semua ramuan herbal tersebut " ini nek " ucapnya sembari memberikan gelas.
" sekarang istrahatlah !! nenek akan membangunkan mu begitu makan malam siap " ucapnya lalu pergi meninggalkan Ling Xia, begitu menyadari neneknya telah menjauh Ling Xia meminta laporan kepada Pandora.
" Pandora berikan aku laporan mengenai hutan Banyangan kematian !!" perintahnya.
〚 BAIK MASTER 〛
〚 SAAT INI PROSES PEMBABATAN HUTAN UNTUK DI JADIKAN PEMUKIMAN SERTA TEMPAT UNTUK MENARA EVIL MONASTERY SUDAH MENCAPAI 83 % DAN AKAN SELESAI KURANG DARI 2 HARI 〛
sementara Ling Xia tengah menggeser - geser beberapa gambar yang menampilkan hutan bayangan kematian di hadapannya.
" begitulah ini cukup menarik, lalu bagaimana kabar dari gadis kecil itu ? " ucapnya sembari masih memperhentikan beberapa lembaran berkas mengenai keadaan selama beberapa hari di hutan bayangan kematian.
〚 MENGENAI GADIS KECIL ITU IA BELUM SADAR AKAN TETAPI DARI HASIL PEMANTAUAN SAAT INI INTINYA MULAI MENUNJUKAN PENINGKATAN ENERGI YANG MENANDAKAN BAHWA IA AKAN SADAR TAK LAMA LAGI 〛
" bagaiamana dengan kak Tian Xue, apakah dia masih merawat gadis kecil itu ?? " meskipun Ling Xia masih berumur 10 tahun namun karena jiwanya berusia lebih dari 1 abad sehingga sudah wajar ia menyebut gadis naga kecil itu sebagai gadis kecil, meskipun di masa depan ia akan terkejut dengan kenyataanya.
" dia sungguh kakak yang baik, lalu bagaimana hasil dengan kakak Jiang dan Mey ??" sedikit penasaran.
〚 PENDAFTARAN YANG MEREKA LAKUKAN TELAH SELESAI BEBERAPA WAKTU YANG LALU TETAPI ADA SEDIKIT MASALAH DENGAN SEKTE PEDANG MERAH, NAMUN KEDUANYA MENCOBA MENUTUPI HAL INI MASTER 〛
" hmm apa mereka tak ingin membuatku khawatir yah ? " gumamnya " hmm lalu berapa jarak dari lokasi ku saat ini ke lokasi sekte tersebut?? " ucapnya tenang.
〚 DARI HASIL PENGAMATAN MENGGUNAKAN SATELIT JARAKNYA SEKITAR 10.341 KM DARI POSISI MASTER SAAT INI 〛
bersamaan dengan itu sebuah gambaran hologram muncul memperlihatkan peta dan beberapa garis tegak lurus dari dua titik yakni posisi Ling Xia dan lokasi dari sekte pedang merah.
__ADS_1
" menurutmu apakah mengirimkan beberapa rudal dengan daya ledak menengah bisa kita gunakan untuk memperingati mereka ??" sambil mengamati gambar di hadapannya.
〚 SEPERTI YANG MASTER INGINKAN 〛
bersamaan dengan itu sebuah holgram kolom berisikan gambar rudal dengan berbagai keterangan muncul dan bisa membuat siapa saja ketakutan melihat keterangan keterangan tersebut.
" Topol-M SS-27 buatan RU-IA yah ?? sepertinya bagus untuk jadi hadiah beli 400 rudal bersama dengan kendaraan peluncurnya dan tolong hitung jumlah totalnya " lalu menutup layar tersebut.
〚 Topol-M SS-27 400 x 50.000 TEL EMAS \= 20.000.000 TAEL EMAS 〛
〚 PEMBELIAN TELAH DI LAKUKAN OLEH MASTER JUMLAH DI AMBIL DARI AKUN MASTER SEBANYAK 20.000.000 TAEL EMAS 〛
〚 SEHINGGA KEUANGAN SAAT INI ADALAH 1.159.988.318 TAEL EMAS 〛
" sepertinya itu sepadan, kalau begitu carikan lokasi yang bagus untuk di targetkan dan usahakan target tidak terlalu ramai aku tak ingin korban terlalu banyak karena kita hanya memperingatkan saja dan juga panggil Zhao Ciyi berserta komandan jendral Ning Li Bei " ucapnya lalu tersenyum senang.
〚 SESUAI KEINGINAN MASTER 〛
' jangan salahkan aku karena bersikap agresif ini hanya untuk memperingatkan kalian jadi jangan dendam dan juga aku sudah lama ingin melakukan ini sayangnya di kehidupanku Sebelumnya aku tak sempat melakukan ini ' pikir Ling Xia.
" LING ER WAKTUNYA MAKAN MALAM " teriak neneknya dari arah dapur.
" BAIK NEK AKU DATANG " Ling Xia lalu melambaikan tanganya dan semua layar yang sebelumnya muncul kini menghilang dan Ling Xia melompat turun dari tempat tidur dan mulai berlari ke arah dapur.
yang di mana kakek dan neneknya telah duduk menunggunya, dengan senyum bahagia Ling Xia pun melangkah kakinya mendekati meja makan.
* maaf aku up-nya agak lama tapi karena sekarang aku dah sehat dan urusan selesai makanya aku bakal up 2 bagian.
__ADS_1
jadi jangan lupa like dan share yahh "
Ling Qixuan