
Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari....
Angin berhembus cukup kuat di ikutin awan yang bergerak membelah malam, terlihat Kilauan bintang menghiasi tikar gelap sang malam sehingga menambahkan ke indahan dari sang malam.
Ling Xia sedang menikmati malam sambil menikmati Wain anggur yang ia beli dari shop, sambil mengisi gelasnya dengan Wain tersebut ia menatap sambil menikmati ketika cairan merah tersebut mulai memenuhi gelas indah dengan mata sayup.
" Haaa coba lihat bintang - bintang di atas sana apakah menurutmu salah satu dari mereka merupakan Bima sakti ??"
[ MAAF MASTER INFORMASI TERSEBUT MASIH KURANG UNTUK MENUNJANG FAKTA TERSEBUT ]
" Ha.. Pandora ku sayang, kau selalu kaku seperti biasanya !!" Jawabnya dengan nada bercanda.
[ APAKAH MASTER MERINDUKAN NONA DAN PARA TUAN MUDA ]
"....... Hahahaha Pandora.. saya ?? rindu ?? ahahah kau pikir aku ini siapa ha.. aku ini permaisuri, permaisuri yang membawa kematian kebencian .....dan peperangan, jangan memandang rendah aku .... ahahah !!" Ucapnya dengan nada frustasi.
[ MASTER APAKAH ANDA MABUK ]
__ADS_1
" Mabuk ini hanya wine.... menurutmu ini bisa membuatku mabuk !!" Jawabnya gamblang.
[ °°°°° ]
" Haa... Pandora kau tahu apa yang ku rasakan bukan ??" Ucapnya lalu menenggak gelas wine miliknya, namun Pandora tak memberi jawaban.
" Hmmm hahah apa yang ku harapkan... sungguh lucu.. !!" Ucapnya mengejek dirinya sendiri, berharap mendapatkan teman bicara namun fakta bahwa ia memiliki rahasia yang terlalu besar untuk di katakan kepada siapapun, apalagi Ling Xia juga harus waspada terhadap bawahan, keluarga dan orang di sekelilingnya.
Karena fakta bahwa kemampuan miliknya merupakan sebuah berkah yang akan membuat siapa saja yang mengetahuinya akan ketakutan, dan ketika seseorang memiliki rasa takut di padukan dengan mereka yang tak mampu keluar dari tekanan tersebut maka hasilnya adalah jalan menuju tindakan bodoh dan beresiko, dan itu dapat membuat Ling Xia dan orang di sekitarnya berada dalam bahaya.
Namun dari semua itu yang paling Ling Xia takuti adalah di tinggalkan seorang diri ataupun di jauhi oleh yang lainya karena kemampuan yang ia miliki, ia sudah pernah merasakan tatapan tersebut terasa seperti baru kemarin ia merasakannya tatapan dari orang - orang di sekelilingnya yang takut akan dirinya dan mengetahui seberapa kejam dirinya, Ling Xia mengingat hal itu ketika ia mendapati tatapan seperti itu dari Mingmei saat rapat dan tinggal menunggu waktu sampai nyonya Han dan Jiangying akan membuat jarak dengan dirinya.
Meskipun terlihat menyenangkan tetapi semua orang takut akan dirinya sehingga meskipun ramai ia selalu duduk seorang diri terasingkan oleh yang lain, meskipun ada yang duduk di sekitarnya mereka selalu nampak grogi dan terkadang membuat alsan untuk pergi menjauh dari dirinya, dan karena sering merasakan hal sedemikian rupa dalam waktu yang lama akhir Ling Xia pun terbiasa dengan meja mewah dengan makanan hangat yang menggugah selera namun memiliki suasana yang dingin.
Tetapi ketika ke 3 anak tersebut masuk ke dalam kehidupannya entah mengapa ia merasa asing dengan suasana tersebut dan tak pernah mau kembali merasakan suasana tersebut, karena hal itu sehingga Ling Xia malah lebih sering menghabiskan waktu makan dengan anak - anak adopsinya bahkan ia melewatkan acara peresmian perusahaan, rumah sakit, ataupun acara resmi lainya.
Ling Xia sering meninggalkan acara bahkan sebelum perjamuan di mulai dan memilih pulang untuk berkumpul dengan keluarga miliknya sendiri.
__ADS_1
Sehingga karena hal itulah yang mendorongnya untuk bersikap protektif terhadap ke 3 anak anak tersebut, namun sekarang mengingat hal itu membuat Ling Xia merasa semakin kesepian dan semakin takut ia membayangkan ketika kakek dan neneknya mengetahui sifat sesungguhnya dari dirinya apalagi fakta bahwa cucu mereka sebenarnya telah meninggal, entah apa yang akan ia lakukan sehingga untuk menimalisir kemungkinan akan kenyataan pahit yang Ling Xia sembunyikan akan terungkap, maka dari itu ia berusaha untuk menutupinya bahkan jika harus berbohong seumur hidupnya ia akan mengambil resiko di benci ketika kenyataan terungkap.
" Pandora bagaimana kabar nenek dan kakek apakah mereka sudah tidur ?" Ucapnya dan mulai menggunakan tehnik kabut darah.
[ MASTER TOLONG TAHAN DIRI ANDA, INI SUDAH DINI HARI SUDAH DI PASTIKAN MEREKA JUGA TELAH TERTIDUR, DAN MENURUT KU JIKA MASTER PERGI SEKARANG MEREKA AKAN MEMARAHI ANDA KARENA BAU ALKOHOL DARI DIRI ANDA ]
" Pandora sudah ..... berapa kali... aku berkata aku tidak mabuk, lagi pula aku rindu masakan buatan nenek !!" Bersamaan dengan itu kabut mulai tersebar.
[ °°°° ]
" Pandora aku kesepian... Pandora bisakah kau mengaktifkan beberapa rudal yang bera ... !!" terdiam karena kehilangan kesadaran.
[ °°°° ]
[ KALIAN TOLONG ANTAR YANG MULIA KE RUANG PRIBADINYA ]
Pintu kemudian terbuka dan terlihat 4 sosok prajurit kematian mengenakan zirah yang terlihat feminim dan mulai mengelilingi Ling Xia dan bersamaan dengan itu sebuah awan berwarna kelabu mulai berkumpul di bawah tubuhnya sehingga mengangkat tubuh Ling Xia setelah itu ke 4nya mulai menggiring Ling Xia menuju ke kamarnya.
__ADS_1
[ AKU TAK MENYANGKA MASTER DAPAT BERSIKAP DEMIKIAN ]