
Langit gelap mulai terang cahaya dari sang mentari mulai terlihat dari balik puncak gunung, di ikuti sahutan ayam jantang yang masih memamerkan indahnya suaranya, lambat laun cahaya semakin terang menandakan pagi sudah menjelang di sebuah kamar yang berada di dalam gubuk terlihat sesok tubuh kecil yang masih tengkurap akibat melalui malam yang sunyi
" haccu... brrrrr ini rumah atau kulkas dinginya ... !! " keluh Ling Xia di pagi hari akibat angin malam yang berhembus dari sela sela papan kayu yang di jadikan dinding.
[ SELAMAT PAGI MASTER, APAKAH TIDUR MASTER NYENYAK ??]
" pagi Pandora, mungkin karna lelah aku bisa tidur nyenyak lagi pula dingin di pagi hari ini benar benar sesuatu yang terbilang gila, aku tak menyangka manusia pada jaman seperti ini bisa bertahan hidup.... lihat Pandora hidungku menangis " sambil menunjuk ke arah hidungnya yang meler akibat cairang yang mulai membentuk angka sebelas
[ SEMALAM AKU TELAH MENGINGATKAN MASTER AGAR MEMBELI ALAT TIDUR SEBELUM TIDUR NAMUN MASTER MALAH MENGABAIKAN PERINGATANKU !!]
" iya iya aku yang salah lagi pula mana aku tahu bahwa udara di sini sangat dingin ahh..... sudahlah mending aku pemanasan dulu mungkin aku bisa sedikit hangat " berdiri di samping tempat tidurnya lalu merenggangkan sambil melakukan sedikit gerakan olah raga yang biasa dia lakukan di kehidupan sebelumnya, setelah itu dia pun berencana keluar untuk berjemur dengan harapan tubuhnya akan jauh labih hangat.
" pagi Ling Er !! " sapa neneknya " bagaimana dengan lukamu apakah masih ada yang sakit ??, jika iya tunjukan sama nenek nanti nenek beri obat" lanjutnya takut masih ada yang sakit akibat luka yang kemarin terlihat.
' begini rupanya jika ada yang khawatir sama kita dengan tulus , hmmm dulu bahkan dengan luka peluru yang kubawa pulang hanya menjadi tontonan bagi bawahan dan jika ada yang bertanya mereka hanya ingin menjilat aaahh ' batinya lalu Tampa sadar senyum mulai terukir di wajahnya lalu pas tersadar diapun menjawabnya " ahhh selamat pagi nek, mengenai hal itu Ling Xia sudah baikan.. oh iya kakek di mana??, kenapa aku tak melihatnya!!" tanyanya mengalihkan pembicaraan dan entah sejak kapan dia tidak enak jika membuat orang tua di depanya khawatir di tambah lagi dia bertanya karna dia memang belum melihat kakeknya, kekhawatiran itu yang muncul karna kemarin dia terluka akibat ulah dua pria hitam itu.
" kakek sedang pergi ke desa untuk melaporkan mengenai bandit kemarin lalu sekalian berbelanja untuk kebutuhan karna beras sudah semakin sedikit dan kebetulan saat ini sedang ada karavan !! " jawab nenek Qixuan sambil membersihkan daun yang akan di jadikan lauk.
"kapan kakek perginya ??" sambil duduk di meja makan.
" hmmm sebelum ayam berkokok!! " jawab nenek Ling Qixuan setelah mengingat
" wah pagi juga.. apakah desa itu jauh ?" sambung Ling Xia karna penasaran
" ehhh bukanya kamu sudah sering pergi sama kakek ke desa ? kamu itu bertanya yang aneh aneh saja " Tampa curiga neneknya menjawab dengan sedikit bingung.
" ahahah aku lupa maaf nek " sambil mengaruk pelang pipinya yang tidak gatal ' ah bodoh nyaris saja.... untung nenek tidak mudah curiga ' batinya
__ADS_1
" kamu itu masih kecil sudah pelupa haisss anak anak " sambil melanjutkan mengeringkan sayur yang akan di jadikan lauk " oh iya selagi nenek memasak kamu pergilah main nanti kalau salesai nenek akan memanggilmu !!" jawabnya dengan halus.
" hmm baiklah !!" jawabnya lalu pergi menuju halaman belakang
" oh iya ingat jangan masuk ke hutan yah!! " teriak neneknya memperingatkan
" iya nek akukan bukan anak kecil " jawabnya spontan.
neneknya yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepala dengan senyuman di bibir tuanya akibat mendengar jawaban dari cucunya kecilnya yang dulu bahkan buang air sendiri masih di temani.
setibanya Ling Xia dia mulai menjelajah di sekitar rumahnya saat ini berharap dia menemukan sesuatu yang menarik namun setelah beberapa saat dia hanya dapat menemukan kebosanan.
" HAAA... sepertinya di sini jauh lebih membosankan di bandingkan rumah sakit !! " sambil membuang nafas panjang, " APA YANG HARUS KULAKUKAN ??" pekiknya dalam hati. tiba tiba dari dalam kepala kecilnya muncul sebuah ide untuk pergi menuju hutan karna menurutnya mungkin disana ada sesuatu yang menarik, dia pun melangkah keluar dari pekarangan belum satu langkah dia mendapatkan peringatan.
[ MASTER DI HARAPKAN TETAP BERADA DALAM KAWASAN AMAN UNTUK SAAT INI KARNA BISA TERJADI HAL BURUK DENGAN RASIO HASIL PERHITUNGAN YANG KU DAPATKAN !!! ]
[ MASTER KEMARIN BISA DI BILANG KECEROBOHAN DARI PIHAK MUSUH KARNA MEREKA MEMILIKI SIFAT PEMARAH YANG MUDAH DI MANIPULASI NAMUN BUKAN KAH MASTER BISA DI CURIGAI OLEH KEDUA MANUSIA LAINYA !! ]
" ah... !!" dia terkejut dengan hasil dari pengamatan Pandora.
[ MASTER SAAT INI BERADA DI TUBUH MANUSIA ZAMAN INI, DAN SEBAIKNYA MASTER TIDAK DI PERBOLEHKAN MENGGUNAKAN PERLENGKAPAN DARI PERSENJATAAN DARI KEHIDUPAN SEBELUMNYA DI DEPAN ORANG LAIN UNTUK MENGHINDARI KECURIGAAN DAN JIKA MEREKA MENGETAHUI PERSENJATAAN TERSEBUT SEBAIKNYA MEREKA DI ELIMINASI UNTUK MENGURANGI FAKTOR KECURIGAAN YANG DAPAT MEMBESAR DI MASA DEPAN!! ]
" baiklah Pandora aku tak akan melakukan hal itu !! " dengan tertunduk akibat penyesalannya
"sekarang sebaiknya aku melakukan hal yang tak menarik perhatian !! " memantapkan diri dengan keinginan kuat
" Ling Xia saatnya makan, masuklah !!" neneknya memanggil di depan pintu.
__ADS_1
" baik nenek...!! " sambil berlari dengan cepat masuk kerumah karna memang benar Saat ini dia cukup lapar karna semalam dia hanya makan bubur dan sayur pakis.
setibanya di dalam dia cukup terkejut dengan apa yang ada di atas meja, dia melihat Nasi yang di encerkan layaknya bubur dan lauknya berupa sayur pakis yang bisa mereka dapatkan dari hutan " LAGI"namun keterkejutan nya itu di buyarkan oleh neneknya.
" Ling Xia duduklah dan cepat makan nanti makananya jadi dingin !!" sambil menepuk tempat duduk di sampingnya memanggil Ling Xia dengan senyum lembutnya.
" nek apakah tidak ada daging ataupun ikan ??" tanya Ling Xia ke neneknya.
" hmm... itu.... " Kebingungan nampak di wajahnya di sertai dengan wajah sedih.
melihat wajah nenek yang berubah seketika rasa bersalah tiba tiba bersarang di dalam dadanya, tidak ingin melihat wajah itu semakin sedih dia lekas duduk di samping neneknya dan memasukan semua makanan itu ke mulutnya dan menelannya lalu melihat kearah wajah neneknya " nek makanan di mangkuk ku sudah habis " katanya sambil menunjuk ke mangkuk kecil yang terbuat dari termbikar.
" aduh Ling Er jangan begitu nanti kamu keseleg loh makanlah pelan pelan tak akan ada yang merebutnya darimu !! " kata neneknya dengan tatapan yang sedang khawatir.
" meskipun tak ada yang merebutnya namun rasanya tidak tertahankan seolah olah mulutku ingin terus di isi " katanya sambil memakan sayur yang masih tersisa di dasar mangkuk kecilnya.
melihat hal tersebut neneknya tiba tiba memberikan nasi serta sayurnya" makanlah ini dan lekaslah tumbuh menjadi gadis cantik !!! " sambil memasukan nasi serta sayurnya ke dalam mangkuk kecil milik Ling Xia, melihat hal tersebut Ling Xia terdiam " nek apa yang nenek lakukan apakah nenek tidak mau makan ? " sambil menatap wajah penuh kerut milik neneknya " nenek masih kenyang, makanlah !! " sambil mengelus kepala cucunya yang menunduk,
" kamu makanlah yang banyak ,cucuku sayang " menatap kepala cucunya yang tertunduk, dengan mata yang berkaca kaca karna belum bisa membuat cucunya bisa kenyang mengingat setiap hari mereka bertiga hanya makan nasi yang di encerkan dan daun pakis bahkan dia lupa kapan terakhir mereka makan daging, meskipun mereka tinggal di pinggir hutan namun tak berani kesana untuk berburu mengingat hutan tersebut tidak seperti hutan pada umumnya.
mendengar kata itu membuat Ling Xia merasakan rasa yang tidak pernah dia rasakan selama dia hidup dan matanya tiba tiba ingin menumpahkan semua air mata yang dia miliki mengingat bahwa neneknya semalam juga makan bubur yang sama seperti dirinya bahkan lebih sedikit,mengetahui hal itu perasaannya ingin menjerit ' tolong jangan membohongiku nek aku tahu bahwa nenek juga masih lapar '.....
Sambil menunduk Ling Xia mengembalikan separuh miliknya yang dia dapatkan dari neneknya sambil berkata " buatan nenek sangat enak jadi nenek sebaiknya nenek makan juga yah !!" sambil menunduk Tampa tersadar air mata telah menetes di pipinya.
" ah tidak usah nenek masih merasa kenyang !!" tolaknya sambil mencoba menghentikan tindakan cucu kecilnya
" nenek makanlah, aku takut nanti nenek sakit !! sambil tetap menunduk.
__ADS_1
mendengar hal tersebut, neneknya akhirnya menghentikan usahanya manolak pemeberian cucunya, setelah itu mereka hanya makan dengan kesunyian dan perasaan yang sulit untuk di jelaskan.