
" Karena sudah seperti ini, maka perkenalkan nama saya Jiangying !!" Ucapnya sambil terus berjalan.
" Ahh iya salam, nama saya, Qin Xiao Yi ahh maksudku Xiao Yi panggil aku seperti itu !! " Ucapnya membenarkan sebutan.
" Kalau begitu giliranku, namaku Mingmei dan merupakan adik dari kakakku ini !!" Ucapnya sambil memeluk lengan Jiangying.
" Maafkan sikap adik hamba yang mulia, dia memang memiliki sikap seperti ini !!" Ucapnya.
" Ahh tidak, tidak usah hiraukan ,lagi pula saya tidak merasa terganggu dengan kedekatan kalian malahan saya.. " Tiba - tiba ekspresi wajahnya terlihat terdistorsi mengingat kenangan masa lalu.
Menyadari perubahan sikap dari gadis yang berjalan di belakang Jiangying beserta Mingmei hanya bisa merasa tidak enak. ke tiganya pun tiba di depan lift,
" Bukanya ini jalan buntu " Ucap Xiao Yi sementara keduanya yang mendengar itu merasa de javu karena sikap ini jugalah yang di perlihatkan ibu keduanya saat pertama kali melihat lift.
" Yang mulia tenanglah !" Ucap Mingmei kemudian menekan tombol bersamaan dengan itu pintu lift pun terbuka. Jiangying dan Mingmei kemudian melangkah masuk kedalam lift di ikuti dengan Xiao Yi yang memasang wajah kebingungan.
Pintupun kemudian menutup membuat Xiao Yi terkejut.
" Yang mulia jika ada yang ingin anda tanyakan tak perlu sungkan untuk bertanya !!" Mendengar ucapan Jiangying, Xiao Yi terkejut atau mungkin ia malu karena sedari tadi ia terlihat celingak-celinguk kemana mana.
" Be - benarkah kalau begitu,.sebenarnya ini di mana ?? " Tanyanya sambil menahan rasa malunya karena ketahuan.
" Kita saat ini masih berada di ibukota Kekaisaran !!" Jawab Jiangying singkat, tetapi hal tersebut sepertinya belum menjawab rasa penasaran dari sang putri.
__ADS_1
" Maksud kakak saya, kita masih di ibukota kekaisaran atau lebih tepatnya kita berada di atasnya " Jawab Mingmei sambil bersandar ke dinding lift bersamaan dengan itu pintu kemudian terbuka Jiangying dan Mingmei berjalan lebih dulu sementara sang putri hanya berdiri sambil berpikir keras.
" Tu- tunggu dulu maksudnya kita ada di atas ibukota Kekaisaran ?? " Tanyanya ulang untuk memastikan rasa penasarannya karena masih bingung, apalagi dengan fakta bahwa alat yang di sebar di seluruh ibukota kekaisaran yang dapat mendeteksi sesuatu yang terbang di atas ibukota.
" Yang mulia itu nanti saja sekarang saatnya makan malam, oke ?? " Sambil berjalan mundur .
" O-oke apa itu ??" Mendengar itu Mingmei merasa de javu dengan sikap yang di tunjukan sang putri.
" Maksud adiku, apa putri paham, itu maksudnya !" Sambil menoleh dan terus berjalan ke depan.
" Ahhh begitu rupanya, ahahha maaf aku jarang berbicara dengan yang lain makanya aku tidak tahu istilah atau hal seperti itu " tertawa canggung Mingmei dan Jiangying saling menatap, karena menurut keduanya bahkan di ibukota kekaisaran tak ada istilah demikian jadi keduanya hanya tersenyum.
Sementara itu di dalam hutan yang gelap.
" Bagaimana di sana apakah sudah di bereskan ??" Dengan aura intimidasi yang menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.
" Kami sudah selesai !" Ucap pria bungkuk dengan bola kristal di tanganya dengan aura berwarna hijau tua menyeruak keluar dari bola tersebut.
" Lalu bagaimana dengan kelompok yang kabur tadi ??" Tanyanya menggunakan telepati.
Beberapa kilometer dari tempat sebelumnya terlihat juga sekitar 20 mayat manusia yang bertebaran di atas tanah, terlihat seorang wanita yang sedang mengangkat tubuh seorang pria yang meronta mencoba melepaskan diri dari genggaman wanita tersebut, tiba - tiba terdengar suara tulang hancur dan pria tersebut tergantung lemas, wanita tersebut kemudian melepaskan genggamannya.
" Disini kami sudah membereskan kelompok yang mencoba kabur tadi , setelah kami membersihkan mereka kami akan selesai sepenuhnya !!" Ucap wanita tersebut sambil mengelap tanganya yang berlumuran darah.
__ADS_1
" Bagus kalau begitu kita lekas bersiap untuk kembali !!" Ucap sang ketua.
Wanita tersebut kemudian menyatukan kedua telapak tanganya tak berselang lama tanganya mulai mengeluarkan cahaya kehijauan.
" Bunga pengantar kematian !!" Ucapnya dan cahaya di tangannya semakin terang tak berselang lama semua mayat mulai bergetar dan Mayat mayat tersebut mulai di tumbuhi tanaman bersaman dengan semakin besarnya tanaman tersebut semakin membusuk mayat di bawahnya dan tepat ketika tanaman tersebut mengeluarkan bunganya semua mayat sudah terserap ke dalam bunga tersebut " Haaa sungguh tanaman yang cantik !!" Ucapnya sambil menyentuh kelopak bunga tersebut.
Dan beberapa waktu kemudian kelopak - kelopak bunga tersebut mulai berguguran meninggalkan batangnya yang mulai layu, perempuan tersebut kemudian berjalan melewati tempat tersebut sebelum akhirnya berhenti lalu menoleh.
" Hai adik mari kita kembali !! Ucapnya wanita tersebut kepada saudarinya yang sedang duduk di atas batu sambil membersihkan senjata miliknya yang menyerupai sabit kecil dengan rantai panjang di belakangnya.
" Baik kak!! " Jawabnya sebelum senjatanya menghilang.
Kembali ke tempat sebelumnya.
" Tolong siapkan pemakaman untuk mereka !!" Ucap sang ketua sambil berjalan lalu menepuk pundak seorang pria yang berdiri dengan aura hitam di punggungnya sebelum akhirnya berjalan menjauh.
" Baik kapten !" Ucapnya kemudian berjongkok dengan ke dua telapak tanganya ia letakan di atas permukaan tanah.
" Rawa penelan raga !" Bersamaan dengan ucapannya tanah - tanah di sekelilingnya mulai melunak dan semakin lama semakin lunak dan beberapa benda aneh berbentuk tangan keluar dari tanah kemudian menarik semua mayat yang ada di atas, tak lama kemudian tempat tersebut sudah bersih seutuhnya.
Terimakasih atas kunjungannya dan jangan lupa sebelum membaca kelanjutannya tolong klik tombol 👍 yaahh !!....
Kalau bisa tolong di berikan komentar serta sarang dalam mengembangkan cara penulisan untuk karya saya, tetapi jika semuanya merasa sudah puas akan karya saya ini tolong berikan vote-nya. 😉😉
__ADS_1