
sementara itu di arena 5 terlihat gadis dengan pedang yang sebelumnya menarik perhatian Jiangying kini tengah bertarung dengan pemuda yang merupakan perwakilan dari sekte awan emas yang menggunakan gadah besar sebagai senjatanya.
hal ini mempersulit sang gadis karena selain perbedaan ukuran tubuh senjatanya juga memiliki perbedaan yang signifikan karena tingkat kultivasi yang beda 1 tahap.
sehingga gadis dengan pakaian hijau mudah itu mengalami kesulitan karena aspek sebelum-nya, pemuda dengan gadah terus menerus menekan sang gadis meskipun pukulannya tak sekuat Mingmei namun tetap saja serangannya mengandung kekuatan yang besar.
banyak orang terlihat memasang wajah yang menyiratkan bahwa pemenang telah terlihat, bahkan orang - orang di sekitar tempat duduk Jiangying dan Mingmei mulai memasang wajah bosan.
akibat melihat pertarungan yang tidak seimbang tersebut, namun berbeda dengan semuanya Jiangying dan Mingmei masih tetap menonton penuh kagum. hal ini mengingakan waktu ketika keduanya hidup sebelum bertemu Ling Xia yang saat ini merupakan masternya.
setiap hari mereka berjuang menghadapi semuanya bahkan jika keduanya telah banyak nyaris terbunuh entah karena sakit akibat racun mayat yang mulai memburuk, kelaparan maupun karena binatang buas namun keduanya tak berputus asa dan terus berjuang untuk hidup.
dan akhirnya kini mereka dapat menikmati buah manis dari perjuangan mereka yang mana selain berhasil berkultivasi hingga tahap saint puncak keduanya juga berhasil menyelamatkan ibu mereka dari kediaman yang penuh dengan tipu muslihat dan konflik.
***
melihat pertandingan yang berjalan alot membuat beberapa orang mulai membuat taruhan, menebak seberapa lama gadis berbaju hijau itu dapat bertahan. hal seperti taruhan sudah menjadi hal lumrah dalam sebuah kompetisi seperti ini sehingga tak ada yang mempermasalahkan hal seperti itu.
bahkan ada penonton yang datang memang untuk melakukan taruhan dalam setiap kompetisi seperti ini, bahkan ada sebuah loket yang mengatur pertarungan seperti itu.
***
sang mampu bertahan sejauh ini karena memanfaatkan kelincahan dalam menghindari setiap serangan yang di arahkan ke padanya oleh pemuda besar tersebut.
karena mengetahui bahwa tak ada gunanya bertahan karena pasti berdampak buruk terhadap dirinya apalagi dengan fakta bahwa senjata pemuda tersebut nyaris sama besarnya dengan dirinya. sesekali ia melakukan serangan balik berupa melempar jarum sepanjang 10 cm namun sayangnya setiap serangan sembunyi sembunyinya selalu berkahir di tahan oleh lawanya.
pemuda tersebut berdiri dan berniat menambahkan energi qi ke dalam senjatanya dan mengalirkan ke tubuhnya terutama ke kakinya untuk mempercepat gerakannya.
__ADS_1
sang gadis yang menyadari hal itu melompat mundur untuk mengatur jarak setelah merasa yakin telah berada cukup jauh ia berbalik lalu tersenyum dannmulai melemparkan senjata jarumnya.
namun sayang setiap seranganya berhasil dipantulkan oleh tubuh pemuda tersebut seolah olah jarum tersebut menabrak lapisan besi.
sang gadis terlihat frustasi akan fakta yang ia lihat dengan matanya, namun ia terlihat semakin melempar jarum - jarum tersebut. lagi dan lagi sang pemuda mulai menatap rendah ke arah sang gadis.
" hahahah gadis kecil itu percuma saja dengan tehnik bertahan ku ini percuma kamu tetap menyerang, jadi menyerahlah " ucap pemuda itu percaya diri sambil menyandarkan gadahnnya di pundak miliknya.
" menyerah ?? maaf saja aku tak pernah belajar untuk menyerah !! " ucapnya bangga, sang pemuda terkejut dan mulai mengencangkan genggamannya kepada gadahnya, namun ia tetap berusaha telrlihat tenang.
" jika seperti itu biar aku yang mengajarimu apa itu menyerah !!" ucapnya lalu melompat maju, bersamaan dengan itu sang gadis tersenyum kecil.
Jiangying dan Mingmei tersenyum melihat reaksi tersebut. begitupun para kultivator lain yang menyadari perubahan kecil itu juga mulai bereaksi.
sang pemuda terus menerus melancarkan seranganya dan sesekali bertahan namun anehnya seranganya tak membuahkan hasil apapun, karena sang gadis juga telah mengeluarkan kemampuanya dengan mengalirkan energi Qi-nya ke seluruh tubuhnya.
dan jarum - jarum sudah mulai memenuhi arena tak kala jumlah serangan yang di lancarkan oleh sang gadis pedang yang sebelumnya ia genggam sudah lama ia sarungkan, karena percuma saja menegang satu pedang yang tak bisa ia gunakan sehingga ia memutuskan untuk menggunakan kedua tanganya untuk melempar jarum jarum tersebut.
bahkan karena seranganya mulai terlihat lubang - lubang besar di atas arena memperlihatkan bahwa kekuatan serangan tersebut tidak main - main.
" apakah kau hanya tahu cara menghindar saja ??" ucapanya dengan nada marah.
" ehh terserah kamu mau bilang apa taoi jika tak sanggup maka kamu cukup menyerah saja !!" ucapnya dengan nada sombong.
para penonton yang sebelumnya tak terlihat tertarik kini mulai menatap penuh semangat dengan apa yang terjadi.
" DASAR JA*AN* AKU AKAN MENGHANCURKANMU !! " teriaknya penuh kemarahan.
__ADS_1
sang gadis yang mendengar itu bukanya ketakutan malah tersenyum. melihat lawanya tersenyum membuat sang pemuda menjadi semakin terbakar oleh emosinya sendiri.
ia melancarkan serangan namun kali ini ia mengabaikan untuk bertahan dan mempercayakan hal tersebut kepada tehnik bertahan miliknya.
setelah beberapa saat terlihat dupa yang kini menyisakan seperempat dari ukuran seharusnya. sang pemuda kini berdiri dan terlihat kesulitan dalam mengatur nafas menandakan bahwa kini ia kelelahan.
sang gadis juga terlihat biasa saja setelah terus menerus menghindar dari serangan. ia pun kembali memanas manasi lawanya.
" hei bocah besar, sudah cukup sebaiknya kamu menyerah saja !" ucapnya dengan nada mengejek.
" he dasar gadis licik yang hanya tahu cara menghindar sabaiknya kau diam saja !!" ucapnya dengan nada emosi.
" hahah mendengar ucapanmu itu kau terdengar seperti pecundang yang hanya tahu memukul angin !!" ejeknya, mendengar itu sang pemuda kembali terbakar emosinya.
" akan ku akhiri sampai disini kau gadis breng*ek ucapnya !!" namun entah mengapa tubuhnya sudah tak dapat bergerak " a-apa ini eggg " ucapnya sambil berusaha menggerakkan tubuhnya.
" sudah cukup tak perlu berusaha sekarang seluruh saraf di tubuhmu sudah ku blokir jadi menyerah saja !!" ucapnya.
" a- apa ?? " dengan nada terkejut ia membungkukkan kepalanya dan melihat beberapa jarum telah tertancap di tubuhnya ." se- sejak kapan, tidak tapi ba- bagaimana bisa bukankah tehnikku bertahan milikku yang terbaik " ucapnya terkejut mendapati tubuhnya tak dapat ia gerakan lagi.
" sebaiknya kau belajar bahwa dalam pertarungan kau harus tetap tenang meskipun tehnik bertahanmu kuat tapi begitu kau tidak tenang maka energi qi mu juga melemah maka dari itu tehnik bertahanmu akan melemah, tapi hanya di provokasi sedikit saja kau sudah lepas kendali " ucapnya tenang.
sang pemuda menjadi mengingat sekilas ketika ia melancarkan serangan penuh ambisi sebelumnya, ia menyadari bahwa dirinya terus menyerang Tampa berpikir.
" hahaha sepertinya aku terlalu meremehkanmu sebelumnya maka dari itu kini aku berada di posisiku saat ini , jadi dengan berat hati aku haaa.... menyerah " ucapnya berat mengakui ke kalahanya.
" terimakasih !!" ucap sang gadis memberi hormat.
__ADS_1
sang wasit kemudian naik dan mengumumkan dari gadis berbaju hijau tersebut.
* dalam kondisi apapun jangan pernah lepas kontrol atas emosimu karena begitu kamu lepas kendali maka pemikiranmu akan buram jadi tetap tenanglah *