THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
HASIL KEBUNG


__ADS_3

Sementara itu 260 km dari benteng Giok Hitam terlihat sebuah tempat dengan beberapa tenda dalam berbagai ukuran di dalam salah satu tenda tersebut terdapat beberapa sosok yang tengah melakukan diskusi.


" Jadi maksudmu mereka meminta waktu untuk mendiskusikan hal tersebut dengan pihak kekaisaran mereka ?? " ucap sosok dengan penampilan yang mengintimidasi dengan zirah hitam pekat yang tak lain dan tak bukan adalah jendral besar Ning Li Bei.


" Benar seperti yang tuan katakan !! " balas seorang gadis dengan wajah cantik na rupawan yang duduk tepat di sisi lain dari meja tersebut.


" Jadi apa yang akan kita lakukan ??" tanya seorang pria dengan penampilan dibalut zirah hitam lainya yang juga merupakan jendral.


" Kalau begitu kirimkan pesan bahwa mereka hanya memiliki waktu kurang dari 3 hari, jika lebih dan mereka belum mengambil keputusan maka jawabannya adalah perang !!" Ucapnya tegas. mendengar hal itu semua orang merasa bahwa pilihan tersebut masuk akal sehingga semuanya pun mengangguk paham akan hal tersebut.


" BAIK TUAN !!" ucap mereka semua kompak


sementara itu di dalam ruang yang terdapat di dalam benteng Giok hitam.


" Hmm dulu kita di selamatkan oleh mereka kini mereka mengarah senjata mereka ke arah kita !!" Ucap seorang pria paruh baya sambil mengusap janggutnya.


" Saya pun tak habis pikir mengenai hal tersebut !!" Tamba pria dengan wajah sekitaran 30 tahunan yang duduk dengan wajah depresi akan kenyataan yang saat ini ia dan semua orang yang berada di benteng tersebut hadapi.


" Jadi kalian sudah mengirim pesan ke pada istana mengenai apa yang saat ini kita hadapi ?? " tanya pria paruh baya sebelumnya.


" Iya tuan, saya juga meminta untuk mengirim pasukan tambahan !!"

__ADS_1


" Itu keputusan yang bijak, lagi pula mereka meminta kita untuk menyerahkan benteng ini itu sungguh permintaan yang konyol lagi pula dengan kekuatan benteng kita saat ini mengalahkan mereka itu akan sangat mudah !!" Ucap pria lain yang terlihat berusia 20 tahunan.


" Kamu jangan berbicara sembarangan kau tak ada di sini saat kekaisaran Hēishí menyerang jadi tutup mulutmu itu !!" Bentak pria sebelumnya.


Pemuda tersebut terdiam setelah di bentak seperti itu lagi pula memeng benar jika pemuda tersebut baru di kirim ketempat tersebut sekitar 6 bulan yang lalu karena kemampuannya di akademi kekaisaran dan juga kemenangan yang ia torehkan dalam beberapa perang memberantas bandit Tampa pernah kalah sekali pun sehingga iapun merasa congkak akan pencapaiannya itu, tetapi di lain sisi beberapa pihak di benteng tersebut hanya menganggapnya sebagai daging segar meskipun tingkat kultivasinya cukup tinggi tetapi Tampa pengalaman itu hanyalah tong kosong nyaring bunyinya.


" sudah hentikan perdebatan kalian.. itu tak membantu sama sekali akan kondisi kita saat ini, jadi untuk sekarang kalian kembalilah ke tempat kalian dan perketat penjagaan kita untuk saat ini !!" perintah pria dengan janggutnya.


" Baik tuan !!" Ucap semuanya dengan raut wajah yang tertekan.


Setelah semuanya pergi kini tersisa pria tersebut yang saat ini sedang melihat keluar jendela.


" jadi apa pendapatmu mengenai musuh kita " tanya pria tersebut yang merupakan sosok yang memegang posisi tertinggi di benteng tersebut setelah jendral besar sebelumnya di tarik kembali Kekaisaran karena masa tugasnya telah selesai.


" Sudah cukup maka dengan kata lain kita akan kalah bagaimanapun situasinya ??" Tanya jendral besar tersebut.


" mohon maaf atas jawaban saya tetapi itu Benar tuan !!" ucap suara misterius tersebut.


" siapa yang menyangka bahwa akan ada kekuatan semengerikan ini tersembunyi di dalam hutan banyangkan kematian dan kini kekuatan tersebut menjadi lawan pertama kita tepat setelah benteng ini selesai !! " gumamnya dengan senyum sinis.


" Kalau begitu tolong tetap awasi mereka untuk saat ini, dan laporkan jika ada pergerakan yang mencurigakan dari pihak mereka!!" perintah pria tersebut.

__ADS_1


" Baik tuan "


Setelah itu tempat tersebut menjadi sunyi sang jendral besar kini menatap keluar jendela melihat 2 ekor burung yang sedang terbang di angkasa.


" Antara perang atau kerugian, hanya bisa memperkecil atau memperbesar kerugian !!" gumamnya.


Matahari kini telah berada cukup tinggi di langit Ling Xia mulai memetik beberapa buah sayuran untuk di bawa pulang, kebanyakan dari sayuran tersebut merupakan bibit yang di pilah oleh sistem yang merupakan bibit unggul sehingga pertumbuhan, ketahanan serta hasil buah dapat di katakan tidak mengingkari kualitas, kebanyakan penduduk juga menanam tanaman yang serupa yang dapat mereka beli di tokoh pertanian yang Ling Xia bangun tepat sisi lain dari bangunan apotik keluarganya.


Meskipun awalnya itu cukup di tentang oleh Pandora karena akan merusak proses perkembangan pertanian di zaman itu namun tetap saja keputusan akhir berada di tangan Ling Xia sehingga mau tidak mau Pandora hanya bisa menurut akan keputusan tersebut.


Selain menjual bibit Ling Xia juga menyediakan pupuk pakan ternak seperti ayam dan juga beras putih yang kini merupakan komoditi hasil pertanian di desa tersebut. tidak lebih dari 14 bulan kini desa tersebut telah mencapai masa kejayaan yang mana tingkat kematian akibat kekurangan gizi maupun kelaparan sudah tidak ada bahkan anak anak kini telah bertumbuh dengan kondisi normal. itulah yang Ling Xia harapkan anak anak dapat tumbuh sehat Tampa kekurangan nutrisi namun siapa yang menayangkan kebanyakan anak anak yang hanya berjumlah 16 anak di desa tersebut telah memiliki kemampuan untuk menjadi kultivator.


Semua orang menganggap bahwa hal itu terjadi karena berkah yang di bawah oleh Ling Xia sehingga semakin membuatnya di kagumi di desa tersebut dan bahkan kepala desa selalu meminta pendapat dari Ling Xia jika dalam musyawarah bersama yang mana ide musyawarah itu merupakan ide dari Ling Xia sendiri.


" Sepertinya ini sudah cukup " setelah memenuhi keranjang sayur miliknya.


ia pun berniat untuk pulang tetapi perasaan risih yang ia rasakan semakin kuat karena selalu di awasi sejak kedatangannya ke rumah tersebut dan yang menjadi pengawas adalah 2 drone yang sebelumnya Ling Xia letakkan di sana untuk menjaga kedua orang yang Ling Xia sayangi.


Tak butuh waktu lama perasaan itu menghilang tak kala ia bertemu dengan neneknya yang juga datang untuk mengambil sayuran untuk di simpan di rumah, Ling Xia mengetahui hal tersebut sehingga ia telah mengambil sayuran terlebih dahulu.


" ah nenek ingin mengambil sayuran bukan, itu tidak perlu nek cucumu ini sudah mengambilnya lihat ini " ucapnya sambil memperlihatkan sekeranjang sayuran.

__ADS_1


" hmmm cucuku ternyata pintar juga dalam memilih !!" pujinya setelah melihat semua sayuran tersebut " kalau begitu ayo kita pulang untuk menyiapkan sarapan !!" ajak neneknya.


" baik nek !!" ucapnya dengan senyuman terbaik miliknya


__ADS_2