
sebuah menara berukuran raksasa berdiri megah menantang angkasa dengan tingginya, karena tingginya membuat siapa saja yang berada di bawah kaki dari menara tersebut akan terkesima melihat bahwa menara tersebut menjulang tinggi hingga melewati awan.
sebuah gerbang megah dengan lapisan emas muncul tak jauh dari tempat tersebut dan ketika gerbang tersebut terbuka sosok gadis kecil berusia 10 tahun melangkah keluar dari mulut pintu gerbang tersebut.
ia berjalan beberapa saat sambil mengamati sekelilingnya ia melihat pemandangan indah dari kejauhan, pulau - pulau melayang dan salah satu pulau dengan ukuran fantastis tengah menuangkan air ke permukaan danau yang terbilang luas.
terlihat keindahan dari air terjung tersebut tak kala terkena sinar matahari yang telah sedikit condong ke sisi barat menambah kesan dan kekaguman terhadap pemandangan tersebut, dengan latar langit biru membuat siapa saja akan terpesona mendapati pemandangan seperti itu.
sementara di sekitar danau tersebut terlihat barisan pohon - pohon hijau dengan aneka ukuran mereka masing - masing dengan daun hijau mereka bergerak dan berdesir tak kala di terpa oleh Anging, Ling Xia terhenti sesaat untuk menikmati panorama tersebut.
tak pernah dalam hidupnya ia membayangkan bahwa ia akan mampu melihat pemandangan semenajubkan itu yang biasanya hanya dapat ia lihat di bioskop atau semacamnya.
angin bertiup menggerai rambutnya yang panjang ia lalu membetulkan rambutnya dan menyelipkan di atas telinganya karena angin tersebut Ling Xia memejamkan mata tak kala menikmati hembusan angin tersebut.
suara desiran dedaunan dari kejauhan menambah kesan ketenangan di tempat itu.
" keindahan yang memukau " gumamnya. lalu membuka mata setelah beberapa saat menikmati moment tersebut lalu ia kembali berjalan melewati hamparan rumput dan tak lama kemudian kini ia telah berdiri di depan menara tersebut.
〚 MASTER MENGAPA ANDA BERJALAN KAKI ??, SEMENTARA MASTER BISA BERPINDAH TEMPAT DALAM SEKALI KEDIPAN MATAN 〛
" aku hanya sedang ingin berjalan - jalan saja lagi pula bukankah sayang jika kita harus melewatkan pemandangan seindah ini ??" ucapnya sambil menoleh kembali menatap hal indah yang ia maksud.
Pandora hanya terdiam menanggapi perkataan dari masternya, setelah puas menikmati pemandangan tersebut ia kembali melanjutkan langkahnya kini di hadapanya terlihat pintu raksasa dengan ukiran naga di sisi kiri dan phionix di sisi kanan.
meskipun Sebelum-nya ukiran di sana merupakan gambar yang mengerikan dengan kesan kusam dan tak terawat namun setelah Ling Xia dapat mengontrol menara tersebut sepenuhnya ia pun mulai mendekorasi ulang bangunan tersebut, meskipun tak keseluruhan.
meskipun bagian dalamnya sudah lengkap karena pernah menjadi kediaman dari Zhao Ciyi dan bawahanya sehingga ia tak perlu lagi repot - repot menata ulang keseluruhan tempat itu terdapat berbagai furniture bergaya cina kuno di beberapa lantai.
berbeda dengan menara yang ada di hutan bayangan kematian yang penghuninya di ubah menjadi patung, sehingga banyak ruangan yang masih kosong melompong sehingga Ling Xia sedikit ragu untuk mengisi hampir 2000 lantai.
serta ruangan yang terdapat di setiap lantai yang besa kebanyakan memiliki ukuran yang luas sehingga ia sedikit ragu apalagi dengan forniturnya karena pasti mengambil biaya yang tak sedikit.
sehingga akhirnya Ling Xia memutuskan hanya akan mendekorasi ruangannya saja sesuai selera miliknya, sementara yang lain ia masih memikirkan rencananya.
tepat ketika ia melangkah mendekati pintu raksasa di hadapanya Tampa aba - aba pintu tersebut terbuka secara perlahan. Ling Xia pun melangkah mengabaikan hal tersebut.
karena menurutnya hal seperti itu ia anggap sebagai pintu di bangunan kantornya atau di supermarket yang pernah ia kunjungi di kehidupan sebelumnya, yah meskipun memiliki perbedaan yang signifikan dalam ukurannya tetapi tetap saja itu terlihat seperti pintu automatis menurutnya.
ia pun melangkah masuk setelah ia masuk seketika itu juga pintu raksasa tersebut kembali tertutup, dan sebuah pemandangan megah menyambut Ling Xia.
__ADS_1
ruangan besar dan megah dengan hiasan yang membuatnya terlihat seperti hotel berbintang, lantai marmer dengan ukuran yang lebar dengan ukiran indah terpasang rapi sepanjang koridor tersebut.
kanan dan di kirinya terlihat tiang - tiang penyangga berdiri kokoh menopang atap dari ruangan tersebut, dengan tempat lampu dengan ukiran naga menempel di setiap sisinya.
lampu mewah nan megah tergantung di langit langit loby menara tersebut menambah kesan elegan terhadap semua Yang ada di ruangan tersebut.
tak lama berselang Ling Xia kini telah berada di dalam Lingkaran khusus yang di gunakan untuk naik kelantai selanjutnya yang berfungsi seperti lift.
" lantai 1891 " setelah mengucapkan hal itu lingkaran yang berada di kakinya mulai bersinar terang, dan setelah cahaya tersebut meredup Ling Xia pun menghilang dari tempatnya.
sementara itu di ruangan lain lingkaran arai mulai mengeluarkan cahaya dan kemudian sosok gadis kecil dengan pakaian berwarna merah muncul.
Ling Xia lalu melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut padahal saat pertama kali ia memasuki menara ini ia memasang wajah kagum dan mata berbinar - binar melihat semua itu.
bahkan Ling Xia sempat menggunakan Aray pemindah tersebut berkali - kali layaknya anak kecil yang baru pertama kali merasakan sensasi naik lift.
meskipun demikian masa lalu dan masa kini tentu saja berbeda karena sudah sering menggunakannya hampir selama 2 tahun penuh pasti seseorang akan terbiasa se sepesial apapun itu.
kini Ling Xia telah berjalan melewati loby dengan ruangan yang memperlihatkan gaya yang terlihat elit hingga ia berhenti di salah satu pintu megah dengan lapisan emas menghiasi pintu tersebut Ling Xia lalu mengetuk pintu tersebut.
" silahkan masuk " suara seorang wanita dari dalam terdengar mempersilahkan Ling Xia untuk masuk, tak pikir panjang Ling Xia pun membuka pintu tersebut.
" jadi kak Tian bagaimana kondisinya ??" tanyanya sembari berjalan mendekati sosok wanita berpakaian biru muda tersebut.
" seperti yang adik lihat tubuhnya telah pulih tapi entah mengapa ia belum sadarkan diri !!" ucapnya sembari menatap wajah gadis kecil tersebut.
" apakah ada yang salah dengan tubuhnya ??" tanyanya ikut bingung,
" kakak tak tahu akan hal itu " jawanbnya dengan nada sedih
lalu Ling Xia pun memutuskan untuk menggunakan kemampuan dari berkah Dewi kesembuhannya ia memejamkan matanya tak lama kemudian sebuah teratai muncul di dahinya berwarna ungu.
Ling Xia perlahan membuka matanya iris matanya kini berwarna ungu seperti warna dari teratai yang berada di dahinya. dengan kemampuan ini ia dapat melihat aliran energi dan menemukan penyakit di dalam tubuh mahluk hidup termasuk aliran energi dan oragan lainya.
sehingga bisa di katakan bahwa kemampuan ini seperti sebuah alat CT- Scan atau mata X- Ray, Ling Xia pun melihat ke dalam tubuh gadis kecil itu.
ia terus mengamati dari bagian kepalanya hingga ke kakinya ia melihat semuanya dengan teliti hingga pada saat Ling Xia melihat inti naga dari gadis tersebut sekilas semuanya terlihat baik - baik saja hingga ia memperhatikan dengan seksama ada begitu banyak retakan di permukaannya.
meskipun halus namun jumlahnya cukup mengkhawatirkan, karena nyaris seluruh permukaan dari inti tersebut yang berbentuk bulat di penuhi oleh retakan halus tersebut.
__ADS_1
' a- apa ini? bagaimana bisa intinya bisa mengalami kerusakan, padahal terakhir kali aku memeriksa nya semuanya baik- baik saja, apakah aku melakukan kesalahan saat memeriksanya? ' pikirnya berusaha menemukan penyebab atau kesalahan yang telah ia perbuat.
' errggg, kenapa aku tak mengingatnya, dan kenapa aku bisa seceroboh ini ahhhhh' pikirnya panik tiba - tiba ia terkejut lalu kembali fokus dan berusaha menenangkan diri ' sudah sudah Ling Xia tenang kita tak perlu memikirkan penyebabnya tapi bagaimana cara memperbaiki inti naganya hmm tapi bagaimana ??' pikirnya berusaha menemukan jalan keluar, tiba tiba ia mengingat sesuatu.
ia kembali menonaktifkan kemampuannya matanya berangsur - angsur berubah menjadi normal sementara terarah yang berada di keningnya berangsur-angsur memudar.
" kak " panggil Ling Xia.
" iya ada apa adik ??" balas Tian Xue, yang menoleh menatapnya.
" Kak jika inti beast mengalami kerusakan apa yang akan terjadi padanya ??" tanyanya.
"hmmm jika beast mengalami kerusakan yah ?? jika itu kecil biasanya beast tersebut akan mengalami kesulitan dalam kultivasi atau bahkan yang terburuk ia akan mengalami kemunduran tingkat sementara itu jika kerusakan sedang beast tidak sadarkan diri tetapi kebanyakan beast dapat memulihkan inti mereka meskipun memakan waktu yang begitu lama dan bisa di percepat dengan beberapa herbal atau Pill tetapi, biasanya beast akan lebih mudah pulih jika menggunakan herbal, tetapi hal ini cukup rumit karena tidak sembarang herbal yang dapat di gunakan karena kita harus melihat element dari beast tersebut !! " jelas Tian Xue.
" lalu menurut kakak gadis kecil ini membutuhkan tanaman herbal seperti apa ??" tanyanya lagi.
" eh apakah intinya gadis kecil ini mengalami kerusakan ??" tanyanya Terkejut.
" sayangnya iya, !!" jawabnya singkat dengan nada sedih.
" hmmm... seperti itu yah, tapi jika kita melihat gadis ini, herbal yang di butuhkan sepertinya akan sulit di temukan" gumamnya.
" ehh kenapa bisa seperti itu kak ??" tanyanya terkejut.
" mari kita lihat, pertama ia beast naga tentu saja ia akan membutuhkan tanaman tingkat tinggi setidaknya yang paling rendah tingkat 5 untuk di gunakan, ke dua ia beast suci sudah pasti herbal yang di butuhkan bukan herbal tingkat tinggi biasa, setidaknya ia membutuhkan Gingseng putih berusia 10.000 tahun dan tentu saja hal itu sedikit sulit ditemukan lalu di tambah lagi.....!!" Ling Xia lalu tersenyum dan berhenti mendengarkan Tian Xue yang tengah menjelaskan.
' Pandora buka katalog mengenai ginseng ' perintahnya.
〚 KATALOG GINGSENG 〛
Bersamaan dengan itu sebuah papa transparan muncul di hadapan Ling Xia, di dalamnya tertera berbagai jenis gingseng mulai dari terlangkah hingga berbagai jenis lainya.
mata Ling Xia sedikit terkejut melihat keterangan dari gingseng - gingseng tersebut karena gingseng paling rendah berusia sekitar 100.000 dan tentu saja harganya benar - benar sesuatu yakni 1000.000 Tael emas.
Ling Xia tak memperdulikannya harga tersebut karena menurutnya nyawa lebih penting dari uang ia pun terus mencari dan terus mencari matanya dengan kecepatan tinggi terus berganti dari satu Gingseng ke gingseng lain sembari membaca keteranganya.
namun sayang hingga beberapa saat ia tak menemukan gingseng yang ia inginkan. hingga pada saat ia memperhatikan bahwa batang scroll yang berada di samping tak terlihat karena ukuranya yang kecil, Ling Xia menajamkan matanya dan terkejut bahwa batang scrol tersebut hanya bergeser beberapa milli dari posisi atas menandakan bahwa katalog tersebut masih sangat - sangat panjang.
__ADS_1