THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
RUBAH API BIRU


__ADS_3

di dalam hutang yang gelap, terlihat bangunan tinggi yang mencapai 20 meter dengan panjang mencapai 116 km yang tersusun dari batu dengan susunan sangat rapi dan kokoh dan sudah tak terhitung berapa kali benteng tersebut terlibat dengan perang melawan mahluk buas yang berasal dari dalam hutan bahkan bayangan kematian. sebelumnya nama benteng tersebut adalah benteng batu giok karna kerasnya namun selang beberapa dekade akibat tumpahan darah yang berasal entah itu dari mahluk buas maupun manusia yang berjuang menghadapi serangan dari musuh benteng tersebut mulai mengering dan menyerap hingga akhirnya benteng tersebut yang awalnya berwarna seperti benteng pada umumnya berubah menjadi hitam untuk menghormati perjuangan prajurit dan kultivator yang turut serta membantu dan meregang nyawa makan benteng tersebut berubah nama menjadi benteng giok hitam sehingga namanya pun berubah benteng dengan sejarah serta kekuatanya sudah menjadi rahasia umum. baik itu dari kekaisaran langit emas maupun kekaisaran lain yang berada di sekitar wilayah tersebut.


sementara itu di benteng semua prajurit serta kultivator sedang sibuk mempersiapkan serta memindahkan dan memasang anak busur yang merupakan peluru dari busur silang yang sering mereka gunakan untuk melawan mahluk buas yang sering melompat dari pusat hutan bayangan kematian , kondisi dari benteng tersebut semakin hari semakin sibuk dengan persiapan entah itu karna persediaan makanan maupun persiapan untuk yang lainya.


di atas benteng tersebut terlihat 2 sosok berbaju putih serta 6 orang dengan baju kebesaranya yang dengan menandakan bahwa mereka adalah jendral ataupun komandan dari benteng tersebut, tak lama kemudian sosok putih melesat dengan cepat ke arah benteng tersebut dan mendarat di sertai dengan angin yang cukup cepat.


【 sambil membungkuk memberi hormat 】 " SALAM PATRIACK AGUNG " ucap mereka kompak.


" hmmm " jawaban dari sosok putih tersebut menandakan bahwa dia menerima salam dari mereka.


setelah itu pria dengan baju yang merupakan jendral tertinggi di benteng tersebut menunjukan jalan.


【 saat berjalan 】 " Apakah semua sudah selesai ??" ucapan dari sosok berbaju putih.


【 ucap salah satu dari sosok putih lainya 】 " tinggal sedikit lagi ketua semua Arai yang di pasang sudah di letakan di posisi masing sesuai keinginan master akan tetapi" ucapnya ragu.


【 sosok putih yang berjalan di depan berbalik 】 " tetapi apa ?? jelaskan secara rinci !!" bentak dari sosok didepan melepaskan aura intimidasi.


sifat dari sosok di depan memang sangat sensitif dan jika ada yang tidak sesuai bagi para bawahanya dalam menjalankan misi maka dia tak segang segang menghukum bahkan kaisar sendiri yang notabene pemegang dari kekuasaan tertinggi di wilayah tersebut harus mendengarkan ucapan dari sosok tersebut.


【 komanda jendral maju dan berbicara】 " beberapa hari yang lalu ada seekor rubah api biru yang berhasil melewati kami saat kami sedang mempersiapkan proses pemasangan atau lapisan pertama" ucap dari sosok tersebut.


mendengar hal tersebut mata dari sosok yang di hormati menjadi terbelalak dan berhenti di tempat membuat semua orang juga ikut berhenti.


【 dengan tubuh yang tegap dan aura intimidasi semakin terlepas Tampa dia sadari 】 " apakah kalian mengejar nya ?? " ucapnya dengan nada geram namun tetap terlihat tenang.


【 dengan gelagapan 】 " be...berapa murid inti telah mengejar mahluk tersebut patriak !! " ucapnya dari sosok di samping nya karna tahu jika saat ini sang patriak sedang dalam suasana hati yang buruk.


【 aura intimidasi lepas 】 " APA KALIAN TIDAK BERPIKIR ??, RUBAH API BIRU ADALAH MAHLUK DENGAN TINGKAT SURGAWI !! DAN KALIAN MENGIRIM MURID DENGAN PEMBETUKAN JIWA ITU SAMA SAJA DENGAN MENGIRIMKAN MEREKA KE DALAM KEMATIAN !!!" bentaknya kepada bawahannya . mendengar hal itu semua menjadi diam lalu wakil ketua mulai berbicara.


" ta..ta..pi ini keinginan dari cucu anda patriak kami tidak bisa menentangnya !!" ucapnya dengan wajah pucat.


【 dengan raut wajah yang menggelap akibat kemarahan yang berlebih 】 " DASAR GADIS BODOH !!" ucapnya dengan emosi yang menjadi jadi.


【 setelah mampu menguasai emosinya 】 " kalau begitu apa yang kalian tunggu lekas cari dan bawa dia kemari !! " ucapnya lalu menekan kembali auranya !!.


"BAIK PATRIAK " ucap mereka serempak, setelah itu ke dua bawahan sang patriak terbang dan mulai mencari keberadaan murid dari sekte giok langit.


" tuan jika tuan berkenang kami akan mengirim beberapa pasukan elit untuk mencari mereka " ucap salah satu jendral.


【 raut wajah tenang 】 " tidak jika kalian pergi kalian hanya akan mengantar kematian kalian sendiri !!" lalu kembali berjalan.


mendengar hal tersebut mereka tetap menjadi diam


" tapi patriak rubah tersebut sedang terluka !!" ucap salah satu pria berbaju zirah.


' jika demikian berarti ini kesempatan untuk mendapatkan inti tapi jika mahluk itu terluka namun mampu melewati pembatas berarti hanya satu alasan-nya.... ' ucapnya dalam batin.


mendengar hal tersebut sang patriak terdiam di tempatnya berdiri.


【 dengan wajah suram berbalik menatap pria yang baru saja berbicara 】 " berapa jumlah ekor mahluk tersebut !!" ucap Patriak.

__ADS_1


【 dengan wajah bingung 】 " kalau tidak salah dia memiliki jumlah 7 ekor " ucapnya


【 terkejut 】 " lekas perintahkan kepada semua prajurit dan kultivator untuk meningkatkan kewaspadaan dan awasi hutan sebaik mungkin, antarkan aku ketempat pemasanagn arai kita harus lekas menyelesaikan ke 7 lapisan tersebut !!.


mendengar hal tersebut mereka bingung tapi melihat reaksi dari patriak yang terkanal dengan wajah angkuhnya dan berubah pasti ada sesuatu yang terjadi dan lekas menjalankan perintah sementara komandan jendral pun pergi mengantarkan patriak.


' semoga mereka belum bertemu dengan rubah api itu ' ucapnya khawatir dengan para bawahan dan yang terutama cucunya.


sementara itu.......


beberapa puluh kilometer dari hutan tersebut terlihat 4 orang dengan tingkat kultivasi pembentukan jiwa sedang melawan rubah ekor biru.


" menyerahlah rubah api biru kami telah mengejarmu selama 2 hari kau tak akan bisa mengalahkan kami dengan kondisimu itu kembali ke dalam hutan atau mati !! " ucapnya sombong dari salah satu sosok disana dan dia adalah cucu dari patriak, dia memang terkenal sombong dan angkuh namun karna memiliki paras yang cantik dan kemampuan yang terlah berada di tingkat pembentukan jiwa tingkat 8 sehingga ke angkuhanya semakin menjadi jadi namun tetap saja dia memiliki ke baikan hati sombong terhadap orang yang sombong dan baik terhadap orang yang baik. itu yang di ajarkan oleh kakeknya sekaligus patriak sekte giok langit.


tepat setelah itu rubah api biru menjadi semakin tersulut emosinya dan lekas menyerang ke arah ke 4 sosok tersebut menggunakan ekornya.


BAM suara keras menghantam ke arah musuhnya namun tak ada siapapun di sana. melihat hal tersebut membuat ketua dari ke 4 sosok tersebut tertegung melihat kekuatan dari kibasan ekor yang baru saja melancarkan serangan karna pohon tersebut membeku dan runtuh layaknya abu


【 dengan wajah tertegung 】 " sial serangan itu mengerikan jika kita yang terkena kita akan mati" ucap dari pria dari kelompok tersebut.


【 dengan wajah tenang 】 " kalian jangan tak, Wu jie gunakan panah dan serang dia dari jarak jauh sementara kalian berdua gunakan aray untuk melindungi tubuh kita " ucapnya memberikan perintah kepada ke 3 anggota nya


【 dengan wajah yang kembali bersemangat 】 " baik Yilu" ucap mereka di ikuti anggukan dan mulai melakukan perintah tersebut.


wujie mulai menyerang menggunakan panahnya dan ke 2 temanya Ma Wu dan Ru Xhi meggerakan tangan mereka dengan aneh dan cahaya mulai terlihat itu adalah segel untuk mengaktifkan arai pertahanan tepat sementara itu Mong Yilu mulai mengeluarkan pedang kesayangannya dari cincin miliknya pedang api keabadian yang di tempa dan di berikan esensi phionix meskipun sedikit namun tetap saja memiliki kekuatan yang mencengangka menyerang menggunakan pedang kesayangannya yang berada pada tingkat merah yang merupakan kebangaanya tersendiri tepat setelah cukup dekat Wu jie menembakan anak panah mengarah ke arah matanya namun berhasil menghindar, namun serangan itu adalah sebuah pengalihan dan tak berhenti di situ Yilu telah berada di bawah lehernya dan menyerang namun belum sempat mencapai leher sang rubah muncul lalisan es penutupi lehernya dan ding melihat hal tersebut mata Yiluterbuka lebar dia tidak pernah tahu jika rubah api biru bisa melakukan hal tersebut, belum sempat tersadar ekor milik rubah tersebut menyerang ke arahnya dan BUMM suara keras terdengar namun saat debu menghilang tubuh Yilu telah di tarik oleh Ma Wu menggunakan tehnik rahasia keluarganya namun tetap saja di terlambat menggunakannya sehingga di tidak sempat menghindar dan terkena luka di kakinya dan memperlihatkan paha yang mulus.


sang rubah yang menyadari hal tersebut mulai melompat ke arah ke 4 pemuda tersebut namun gerakanya terhenti karna terdapat pembatas di depanya. melihat hal tersebut Ru Xhi sudah tenang dan melihat luka dari Yilu terlihat luka besar di sana yang memperlihatkan tulang di balik koyakan tersebut dia pun menutup mulut akibat terkejut, wajah temanya yang lain menjadi pucat mengetahui bahwa Yuli yang terkenal akan kekuatanya malah terbaring dengan luka yang dia alami, melihat ke adaan ke 3 temanya Yilu mengerti, dengan cepat Ru Xhi menaburkan obat ke arah kaki milik Yilu dan membalutnya dengan cepat berharap pendarahannya lekas berhenti.


Ru Xhi adalah sahabat Yilu dari kecil mereka telah banyak berjuang bersama dan tak pernah terpisahkan mereka sudah seperti saudari yang terlahir dari orang tua yang sama meskipun Ru Xhi dari keluarga kekaisaran namun hanya Yilu yang berteman dengannya Tampa niat terselubung hingga pada akhirnya mereka masuk akademi yang sama dan berakhir dengan kondisi sekarang.


melihat kondisi ke 4 orang yang berani memprovokasinya rubah tersebut menyerang pembatas tersebut.


BOM BOM BOM BOM BOM suara hantaman mengenai pembatas namun ke 4 orang di dalam cukup tenang karna hanya mahluk di tahap surgawi yang dapat menghancurkannya, Wu jie yang berada di dalam dengan keras memegang busur kesayangannya karna ingin memanah rubah di depanya namun jika iya lakukan dia akan menghacurkan arai pembatas tersebut ,namun ketenangan itu tak bertahan lama hingga pada akhirnya suara retakan terdengar wajah mereka menjadi pucat karna jika demikian maka mahluk yang mereka hadapi berada pada tingkat surgawi, .


dentuman demi dentuman terdengar di ikuti Dengan retakan yang semakin melebar di seluruh permukaan pertahanan mereka, energi mereka juga tinggal sedikit dan sulit bahkan untuk melarikan diri apalagi dengan kondisi Yuli saat ini yang bahkan berdiripun tak sanggup lagi mereka semakin pucat dengan keadaan saat ini


【 wajah panik 】 " sialan apakah kita akan mati disini ??" ucap Wu jie memecahkan keterkejutan mereka.


" kalian pergilah aku akan menahanya " ucap Yuli dengan raut wajah menahan rasa sakit akibat luka yang dia alami.


" Yuli diam kamu jangan berpikir bodoh aku akan selalu berada di sisimu " ucap Ru Xhi dengan bentakannya terhadap ide bodoh yang di miliki gadis yang terbaring di tanah.


" hahaha meskipun kita bukan saudara yang terlahir di hari yang sama sepertinya kita akan mati di hari yang sama " sarkas Yuli.


" kita adalah kultivator jika kita mati kita harus mati dengan terhormat" ucap Ma wu


" ahahah aku akan di kenang oleh keluargaku karna mati melawan mahluk buas tingkat surgawi" ucap Wu jie dengan bangga.


"kau memang bodoh senior Wu jie " ejek Ru xhi.


" terimakasi kalian tetap di dekatku !! " ucap Yulie terharu.

__ADS_1


retakan demi retakan akan mencapai ujung pertahanan mereka dan tepat satu pukulan lagi menghantam dan meruntuhkan pertahan mereka, sementara yang di dalam sudah bersiap dengan senjata mereka untuk menyabut tamu yang sedari tadi terus mendobrak ingin masuk.


tiba tiba kayu se ukuran tangan pria dewasa menghantam kepala rubah tersebut, rubah itu pun seketika menghentikan seranganya terhadap pembatas tersebut dan berbalik melihat di sana ada seorang sosok gadis kecil dengan baju kumelnya


" geeeerrrrrr " geram rubah tersebut terhadap anak kecil di hadapannya, sementara ke 4 anak muda yang berada di dalam perisai tersebut terdiam ketika mereka melihat kearah yang di lihat oleh rubah tersebut.


" ada apa nona rubah? marah sini gigit pantatku hahahahh" ucapnya dengan angkuh, ' gigit p*nt*ku ?? ucap semua yang hadir disana dalam benak mereka termasuk rubah yang sedang di propokasi, setelah itu rubah tersebut mulai mengejar gadis kecil tersebut


"KYAA MAMA RUBAH JAHAT INGIN MENGIGIT KU " ucap sosok tersebut mulai berlari di ikuti rubah setinggi 2 meter di belakangnya.


ke 4 anak muda yang di sana hanya bisa terdiam melihat kejadian yang baru saja terjadi di hadapan mereka, tepat setelah itu muncul sosok yang melayang di atas mereka


【 wajah lega 】 " haaa akhirnya aku menemukan kalian !!" ucap sosok yang melayang di angkasa dan mendarat.


mendengar hal tersebut ke 4 sosok tersebut dengan kompak menyebut nama dari sosok tersebut


【 wajah lega 】 " DEKAN XU " ucap mereka.


" aku pikir kalian sudah berhada..." ucapanya berhenti ketika melihat keadaan Yilu yang sedang terluka di bagian kakinya.


【 dengan wajah panik dan bingung 】" Yilu kenapa kau bisa terluka??" ucapnya karna melihat melihat kadaan murid terkuat urutan ke 2 terluka.


tepat ketika hal itu di ucapkan kompak ke 4 anak muda di dalam kubah berubah raut wajah menjadi khawatir dan panik


" GADIS KECIL " ucap mereka kompak.


【 dengan wajah bingung 】 " ehh gadis kecil??? ada apa dengan gadis kecil??," ucapnya yang tak paham akan kondisinya,


mereka mulai menjelaskan kejadian yang baru saja mereka alami wajah dekan xu yang awalnya bingung berubah menjadi terkejut saat mengetahui bahwa rubah tersebut adalah rubah api biru dengan tingkat surgawi dan ekornya adalah 8 bukan 7 meskipun yang ke 8 tidak terlalu nampak seperti cacat, namun keterkejutanya semakin terlihat ketika mereka tiba pada klimaks cerita singkat tersebut ternyata ada gadis kecil yang datang menolong mereka dan memancing rubah tersebut menjauh dari mereka. tepat ketika itu juga dekan xu mulai melihat ke arah yang di tunjuk Yuli yang di mana arah tersebut merupakan arah dari gadis tersebut ambil untuk melarikan diri ' jadi itu alasannya mengapa rubah tersebut mampu melewati pembatas tersebut sial jika kami semua menghadapinya itupun kami akan kewalahan menghadapinya dan besar kemungkinan kami akan mengalami luka berat ' saat dia berpikir tiba tiba sosok lain muncul dia adalah dekan Mo Xie.


melihat kedatangan rekanya dia mulai menjelaskan apa yang terjadi.


【 Dangan wajah bingung 】 " kalau begitu kalian makan ini dan kembali ke benteng aku akan pergi dan mencari gadis kecil itu " ucapnya lalu terbang sementara ke 4 pemuda memakan ramuan tersebut dan berencana ikut namun mereka di tahan oleh Dekan Xu dengan cepat Yilu akan terbang namun tengkuk lehernya di pukul oleh Dekan Xu dan dia pun kehilangan kesadarannya. dengan intruksi dari dekan xu akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dan pergi kearah mereka masing masing dekan xu dan murid murid kembali ke benteng untuk pemulihan sementara dekan Mo Xie melacak gadis kecil yang di ceritakan oleh kelompok Hong Yilu.


KEUANGAN SAAT INI KOIN SEBANYAK 79.999.474 JT TAEL EMAS BESAR


481 KOIN EMAS


50 KOIN PERAK


<<<< ITEM >>>>


⌑ Sabit Pembunuh Dewa.


⌑ pistol FN - five 7.


⌑ Grappling Hook.


⌑ Lentera Jam Pasir Kematian.


⌑ Cincin Surga Gelap.

__ADS_1


⌑ Cincin Phionix Naga


__ADS_2