THE HIDDEN QUEEN

THE HIDDEN QUEEN
PUTARAN KE 50


__ADS_3

Tian Xue meminumkan cairan tersebut secara perlahan - lahan takut membuat gadis kecil itu tersedak. namun sayang cairan yang ia minumkan malah keluar dari mulut gadis kecil itu.


Tian Xue menjadi terkejut dan berusaha mendorong kembali cairan tersebut menggunakan jarinya yang lentik ke dalam mulut gadis kecil itu namun sayang usahanya sia - sia.


" kak sudah cukup, gadis kecil ini kehilangan kesadaran sudah pasti ia akan kesulitan meminum obat herbalnya, jadi berikan cairan herbal itu kepadaku, biar adik mu ini yang mengurusnya !!" ucapnya bangga meminta botol yang tengah di pegang oleh Tian Xue.


" hmm.. baiklah adik " ucapnya pasrah lalu Tian Xue memberikan botol obat tersebut ke pada Ling Xia.


lalu mengelap mulutnya dari sisah - sisah cairan yang masih tertinggal di sekitar mulut sang gadis kecil. setelah melakukan hal itu Tian Xue mundur untuk memberikan ruang ke pada Ling Xia untuk meminumkan obat herbal yang telah Ling Xia sungling dengan tehniknya.


Ling Xia melangkah mendekati tempat tidur giok tersebut, ia lalu menenggak cairan herbal tersebut Tian Xue yang melihat itu menjadi terkejut.


" adik apa yang kau lakukan ??" ucapnya panik. namun kepanikannya di hentikan oleh Ling Xia yang memberikan isyarat untuk tenang dengan tanganya ke pada Tian Xue.


menyadari isyarat tersebut Tian Xue pun berhenti berbicara, Ling Xia menatap wajah gadis kecil tersebut lalu membungkuk hingga wajahnya dan gadis kecil itu saling berdekatan.


Tian Xue yang melihat itu terkejut dan penasaran dengan tindakan apa yang akan Ling Xia lakukan, tak berapa lama Ling Xia memegang hidung gadis kecil itu lalu menariknya pelan ke atas dan menahan dagu dari gadis tersebut.


sehingga mulut gadis kecil terbuka. Tian Xue semakin penasaran dengan hal tersebut hingga Ling Xia mencium mulut dari sang gadis kecil, mata Tian Xue membulat akibat terkejut melihat hal itu.


tenggorokan dari gadis itu terlihat bergerak menandakan bahwa gadis kecil itu tengah menelan obat yang di masukan Ling Xia menggunakan tehnik yang tak lazim tersebut.


Ling Xia terus mengulangi metodenya dengan serius mengabaikan sosok wanita yang berdiri membeku dengan wajah memerah akibat terkejut dengan hal yang terjadi di depan matanya, hingga akhirnya satu botol yang sebelumnya telah habis di minumkan oleh Ling Xia.


" kak apa kita masukan sisah obatnya ??" ucapnya kepada Tian Xue namun tak ada respon, Ling Xia menatap aneh ke arah Tian Xue lalu kembali memanggilnya lagi "ka.." namun belum sempat iya berbicara tubuh dari hadis kecil tersebut mulai mengeluarkan cahaya putih.


Ling Xia sedikit terkejut melihat hal itu.

__ADS_1


' sepertinya sudah cukup !!' pikir Ling Xia lalu kembali memperhatikan tubuh dari gadis tersebut.


" eh cahaya ini ??" ucapnya sedikit terkejut dengan cahaya yang berasal dari tubuh sang gadis kecil.


" selamat datang kembali kak??" ucap Ling Xia menggoda Tian Xue yang baru saja sadar dari syoknnya.


" hmm ?? memangnya kakak dari mana, perasaan kakak tidak kemana - mana hanya berdiri di sini saja !!" jawabnya polos.


" ahahah tidak kak, lupakan saja kata - kataku barusan !!" ucapnya, mendengar hal itu membuat Tian Xue bingung dan penasaran.


" memangnya ada apa adik ?? apa kakak melewatkan sesuatu yang penting ??" tanyanya dengan wajah polos.


" tidak ada, hanya saja tadi aku bertanya ke kakak apakah aku harus minumkan sisah herbal yang tadi atau tidak ??, tapi kakak hanya diam saja lalu saat aku mau memanggil kakak lagi, obatnya lalu beraksi jadi aku urungkan saja niatku untuk bertanya !! " ucap Ling Xia sambil melirik Tian Xue yang kembali memerah setelah mengingat apa yang menyebabkan dirinya bisa bereaksi seperti itu.


" jadi apa yang terjadi sehingga kakak diam begitu ??" tanya Ling Xia dengan sorot mata nakal.


" ohh benarkah kak ??" tanya Ling Xia dengan nada menggoda Tian Xue.


" tidak adik lupakan saja hal itu !! " jawab Tian Xue bersamaan dengan itu sinar kemudian mulai meredup " adik sekarang coba periksa kondisi gadis itu !!" ucapnya cepat berusaha mengalihkan pembicaraan tersebut.


" oh benarkah.. hmm baiklah sekarang mari kita lihat bagaimana kondisimu gadis kecil !!" bersamaan dengan itu mata Ling Xia berubah menjadi ungu.


lalu menatap fokus ke arah dada dari sang gadis yang mana merupakan tempat intinya berada, Ling Xia menatap fokus ke arah cristal sebesar bola kasti berwarna putih.


" hmm kondisi intinya sudah baik jadi sepertinya kita hanya harus menunggunya untuk sadar saja sekarang !!" jawab Ling Xia.


" syukurlah kalau begitu !!" ucapnya dengan wajah senang.

__ADS_1


" sekarang kakak bagaimana dengan beberapa cangkir teh ??" tawar Ling Xia.


" saran yang bagus adik kalau begitu mari " jawab Tian Xue.


Ling Xia mengeluarkan meja dan kursi yang terbuat dari kayu mahoni. keduanya lalu duduk dan menikmati secangkir teh di temani kue kering, sambil membahas beberapa hal yang terjadi selama Tian Xue berada di ruangan ini.


di tempat kompetisi...


putaran ke 4 telah selesai dengan sangat hebat karena menyajikan pertarungan yang imbang dan panas, meskipun masih ada beberapa pihak menonton dengan tatapan kurang puas.


kini memasuki putaran terakhir dari 50 pertandingan para peserta yang tersisah mulai naik ke atas arena setelah di minta naik oleh wasit.


riuh penonton terdengar menyoraki para peserta dan juga pembicaraan yang membahas pertandingan mulai terdengar. para peserta mulai berdiri berhadapan dengan lawan mereka masing - masing.


Jiangying kini berdiri di hadapkan dengan lawanya sorang gadis dengan pakaian berwarna pink yang merupakan seorang peserta sebagai perwakilan, lawan Jiangying terus - menerus memperhatikan Jiangying sambil memperhitungkan seberapa besar kekuatan yang di miliki olehnya.


ia sangat waspada karena telah melihat seberapa kuatnya peserta lain yang mengenakan topeng yang sama dengan yang di kenakan oleh Jiangying.


sementara Jiangying memperhatikan arena ke 8 yang mana di sana terlihat peserta gadis yang sejak beberapa waktu lalu yang ia anggap sebagai Mong Yilu, hingga suara langkah kaki dari sosok berpakaian hitam terdengar sedang naik ke atas arena.


menyadari itu Jiangying menatap Mingmei, seketika tatapan mereka saling bertemu Jiangying lalu memberikan isyarat ke arah Mingmei untuk mengawasi arena ke 8.


Mingmei mengangguk paham akan isyarat tersebut. lalu menoleh untuk melihat lawanya seorang gadis yang terus memperhatikan dirinya.


" perkenalkan saya Jhi Yang dari sekte giok langit !!" memperkenalkan diri sembari memberi hormat.


" rougue " ucapnya singkat Tampa menyebutkan asalnya.

__ADS_1


membuat ke dua orang yang di sekitarnya terkejut akan suara lembut yang Jiangying keluarkan.


__ADS_2