The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 101


__ADS_3

Azzura dan Selir Maya yang terdiam akhirnya membuka pembicaraan. “Begini saja, kau aku perbolehkan tinggal beberapa hari lagi, setelahnya kau harus kembali dan bicaralah pada Ayah.” Saran Azzura.


“Baiklah, aku bersedia. Terima kasih. ”Dengan Bahagia Selir Maya kembali ke tenda milik keluarganya.


“Aku melihat Selir Maya sungguh tidak tega Tuan Putri,” Ucap Lola yang sejak tadi Bersama Anita sedang merapihkan pakaian untuk pergi besok.


“Mengapa?” Tanya Azzura.


“Dia seorang Selir, sejak tinggal di Mansion sudah di tindas dan selalu di perintah oleh Selir Luisa dan Inez. Sekarang keluarganya juga mendapatkan musibah seperti ini.” Lola menghela nafas sedih.


“Kita tidak bisa mengubah takdir seseorang dengan cepat Lola, tetapi kita bisa melakukan hal terbaik kepada orang lain.” Bijak Azzura.


“Benar, harus saling tolong menolong dan tidak menyusahkan orang lain.” Balas Anita.


Mereka bertiga tersenyum dan kembali membereskan pakaian. Azzura memandang sapu tangan dan kalung Mutiara yang didapatnya.


“cantik sekali kalung itu Tuan Putri,” Ucap Lola.


Azzura menengok dan tersenyum. “Apa kau melihatnya seperti itu?” Tanya Azzura.


“Hem, Mutiara yang cukup besar dan bulat sempurna.” Jawabnya.


Ya Mutiara itu sangat cantik warna putih yang berkilau seperti bukan Mutiara yang biasa pernah mereka temui.


“Apakah ada yang memberikannya pada anda?” Tanay Lola lagi.


“Kau ini cerewet sekali Lola,” Sindir Anita.


“Ish, aku hanya bertanya saja Anita,” Balas Lola tidak terima.


Azzura tersenyum dan menggeleng melihat perdebatan mereka berdua. Azzura kembali memandang dua benda ditangannya yang akan menjadi harta karunnya lagi.


Azzura mengalungkan kalung Mutiara itu dan langsung pergi keranjangnya untuk tidur. “Jika kalian sudah selesai segeralah beristirahat.” Ucap Azzura.


“Baik,” Anita dan Lola menjawab secara bersamaan.

__ADS_1


Dengan segera mereka menyelesaikan pekerjaan beberesnya malam itu dan pergi untuk beristirahat.


Menjelang malam Azzura dan yang lain sudah terlelap, hanya beberapa penjaga yang masih terjaga untuk memantau pengungsian.


Kalung Mutiara yang digunakan Azzura sedikit bergetar membuat Azzura bisa merasakannya. Dia terbangun dan melihat sekeliling yang hening dan sepi.


“Mengapa perasaan ku tidak enak.” Gumam Azzura.


Dia bangkit dari ranjangnya dan keluar dari tenda. Melihat sekeliling yang sepi, angin malam tidak terlalu dingin dan kencang, Azzura mengambil mantelnya dan berjalan keluar.


Suasana malam ini terasa tidak enak, ada perasaan merinding pada Azzura. “Aku merasa akan terjadi sesuatu.” Batin Azzura.


Dia berjalan berkeliling dan sampai di tenda milik keluarga Selir Maya. Azzura ingin masuk tapi takut menganggu mereka yang sedang tidur akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali berjalan untuk berkeliling.


Di tengah tenda para pengungsi, para Pria berkumpul untuk berjaga secara bergantian. mereka pun melihat kedatangan Azzura dari kejauhan.


“Tuan Putri,” Hormat mereka. Azzura membalas dengan mengangguk.


“Apa anda membutuhkan sesuatu?” Azzura hanya terdiam dan memberikan botol anggur pada mereka lalu berjalan pergi menjauh.


“Ada apa?” Tanya salah satunya yang melihat temannya kembali.


“Tuan Putri memberikan kita anggur,” Dia tertawa senang.


“Ah benar-benar baik sekali Tuan Putri Azzura ini.” Jawab yang lain.


Mereka menuangkan anggur itu ke cangkir masing-masing. Saat ingin meminum Azzura menyapa dari belakang.


“Kalian sedang berjaga?” Tanyanya.


Semua terkejut dan berbalik. “Anda kembali Tuan Putri,” Ucap salah satunya.


“Kembali? Aku baru saja datang dan melihat kalian yang berjaga.” Jawab Azzura bingung.


“Tidak, aku baru saja bertemu dengan anda, dan anda sendiri yang memberikan anggur ini pada ku," Ucap salah satunya.

__ADS_1


Dengan memperhatikan pakaian Azzura. “Anda mengambil mantel rupanya.” Ucap lelaki itu dengan tertawa.


Azzura semakin bingung dengan perkataan lelaki itu. “Aku tidak memberikan kalian anggur atau apapun itu, aku baru saja keluar tenda.” Azzura bersikeras.


“Tapi anggur ini?” bingung salah satunya lalu melihat anggur yang ada ditangannya sedikit berbuih.


Azzura melihat itu langsung memukul tangan Pria tadi dan anggur itu tumpah ketanah terlihat ada buih-buih seperti mendidih dari sisa tumpahan anggur tadi.


“Apa sudah ada yang meminumnya?” Tanya Azzura panik.


Mereka semua menggeleng dan meletakkan cangkir masing-masing. Tidak lama Andres datang menghampiri karena mendengar suara keras Azzura.


“Ada apa?” Tanyanya dari belakang.


“Pangeran, ada seorang Wanita muda persis seperti Putri Azzura dan memeberikan kami anggur ini. Namun tidak lama Tuan Putri datang lagi dan mengatakan baru saja tiba. Ketika anggur ini tumpah justru mengeluarkan buih.” Jelas lelaki itu sementara Azzura sudah duduk berjongkok memperhatikan sisa anggur yang tumpah di tanah.


“Berikan cangkir anggur itu pada ku,” Pinta Pangeran Andres.


Anggur itu di perhatikan dan juga dihirup sedikit aromannya sedikit. “ Anggur ini sudah diberi racun dan ada aroma sihir disini.” Ucap Andres dengan yakin.


Semua kebingungan dan menjadi khawatir. “Apakah ada yang ingin mencelakai kami?” Tanya Lelaki itu.


“Tidak, lebih tepatnya ada yang ingin memfitnah ku.” Sinis Azzura.


“Anda yakin tuan Putri?” Tanya Andres lagi.


“Jika sesuai yang dikatakan mereka tadi, melihat diri ku yang memberikan anggur itu maka jelas tujuannya apa.” Yakin Azzura.


“Ini sungguh berbahaya,” Jawab Andres.


“Perketat penjagaan, jangan menerima apapun dari orang asing dan pastikan terlebih dahulu. Jaga bagian anak-anak dan orang tua.” Perintah Andres kepada para laki-laki dan penjaga yang dikumpulkan.


“Baik,” Semua pergi menjalankan perintah Andres.


Sementara azzura terdiam dan melamun. “Apa kau baik-baik saja Putri?” Khawatir Andres.

__ADS_1


__ADS_2