
“Tuan Putri semua sudah siap,” Ucap Pelayan Vanesa.
“Kirim utusan pada Suami ku dan serahkan surat ini padanya.” Perintah Vanesa.
“Baik.”
Lola mengamati semua pergerakan Pelayan Vanesa dan juga mengikuti semua yang dilakukan Vanesa di luar kamarnya.
Beberapa hari ini dia rutin mendatangi Kastil Oro tempat Kakeknya dirawat, banyak juga yang datang menjenguk. Raja Cariann sengaja memperlonggar penjagaan Tuan Cartez atas permintaan Azzura.
Namun Raja Cariann justru semakin khawatir, karena dia mendapat laporan dari orangnya jika semakin banyak yang datang berkunjung, jadi dia memilih memanggil Azzura.
Azzura datang dengan santai ke Ruang kerja Ayahnya. “Ayah,” Sapanya dengan memberi hormat.
“Azzura duduklah.” Tuan Cariann duduk disamping Azzura dan membuat Azzura bingung.
“Ayah ada apa? Kau terlihat panik.” Tanay Azzura.
“Apa kau sudah menyelidiki Vanesa? Aku semakin khawatir dengan pergerakan mereka.” Tanya sang Ayah.
Azzura tersenyum. “Ayah kau tenang saja, Vanesa hanya kerikil bagi ku. Dia masih belum bisa melampaui ku.” Yakin Azzura dengan sedikit sombong.
“Azzura, jangan seperti itu. Kau terlihat sangat meremehkannya. Keluarga Cartez jika di kumpulkan kekuatannya maka akan membuat sebuah kekacauan yang besar.” Raja Cariann masih sangat Khawatir.
Azzura memegang pundak sang Ayah. “Ayah, percayakan pada ku. Aku bisa menangani semua asal kau tetap mendukung dan percaya pada ku.” Dengan menatap tajam mata Ayahnya Azzura tidak berkedip.
Raja Cariann menghela nafas dan melonggarkan otot wajahnya yang tegang. “Maaf Ayah terlalu berlebihan. Ayah hanya khawatir jika terjadi sesuatu maka Ayah harus menyelamatakan Rakyat dan keluarga kita. Itu membuat pikiran Ayah kacau.” Jelas sang Ayah memberitahu apa yang ada dipikirannya.
“Aku mengerti, tidak akan ada yang bisa menyentuh Keluarga kita mesti itu Keluarga Cartez sekali pun. Ku pastikan kau akan tetap memimpin kerajaan ini Ayah.” JAnji Azzura.
Azzura Kembali kekamarnya dan meminta Anita memanggil Teyo. Teyo datang dan memberi hormat.
__ADS_1
“Hamba datang Tuan Putri,” ucapnya.
“Teyo, aku membutuhkan bantuan mu dan Ayahmu.” Ucap Azzura langsung, karena mimik wajah Azzura yang serius membuat Teyo langsung duduk dan bertanya.
“Apa yang anda butuhkan Tuan Putri?”
“Buat janji untuk aku bisa bertemu dengan Ayahmu dan nanti aku akan menjelaskannya di sana.” Jelas Azzura.
“Baik,” Teyo pergi dan mengatur pertemuan Azzura dengan Ayahnya.
Malam hari tanpa diketahui orang lain mereka bertemu. “Hormat hamba Tuan Putri,” Ucap Ayah Teyo.
“Paman, anda datang.” Mereka bertemu di kedai milik keluarga Teyo yang dijamin kerahasiannnya, Azzura juga pergi dengan tidak mengenakan atribut kerajaan.
“Paman aku membutuhkan bantuan mu,” Ucap Azzura.
Ayah Teyo langsung memandang Teyo dengan bingung. “Ada apa Tuan Putri?” tanya Ayah Teyo.
Azzura menjelaskan semua dengan detail dan juga rencananya pada Ayah dan anak itu. Ayah Teyo terkejut dengan penjelasan Azzura.
“Tuan Putri, aku akan mengunjungi Mentri Keamanan dan hukum. Dia masih dalam dukungan kita.” Ucap Ayah Teyo.
“Sebisa mungkin perkuat kekuatan kita Paman, Ayah sudah menyerahkan semua ini pada ku.” Ucap Azzura.
“Baik aku mengerti, nanti kita bertemu lagi disini dan membicara kan perkembangannya.” tidak lama mereka pergi dari kedai dan segera Kembali ke kediaman masing-masing.
“Teyo, aku meminta mu temui orang ini.” Perintah Ayahnya dan Teyo melihat nama yang ditulisnya.
“Ayah, ini?” Teyo terkejut.
“Tenang saja, ini hanya untuk berjaga-jaga. Keluarga Cartez senang menggunakan hal diluar nalar jadi kita harus waspada terlebih dahulu.” Ucap sang Ayah.
__ADS_1
“Baik aku mengerti.” Ucap Teyo tanpa membantah lagi.
Beberapa hari berlalu, Vanesa dengan gencar mengumpulkan kekuatannya begitu juga Azzura dengan gencarnya memotong semua akses Vanesa kepada setiap pejabat yang dia ketahui dari masa lalunya dulu.
Sampai suatu Hari, Raja Cariann sedang melakukan kunjungan ke masyarakat untuk melihat langsung proses pembuatan roti gandum milik masyarakat yang di per jual belikan ke berbagai luar daerah.
Dia dihadang oleh beberapa orang yang mengaku sebagai utusan pembela masyarakat. “Raja, kami meminta anda untuk turun dari kereta.” Teriak salah satunya.
Semua penjaga langsung bersiap untuk melindungi Raja Cariann dengan cekatan. Raja Cariann melihat keluar Jendela kereta dan memandang beberapa orang berbaju lusuh dan robek sana sini.
Raja memutuskan untuk keluar, adipati ingin menghalangi namun Raja Cariann tetap keluar kereta.
“Yang Mulia anda harus berhati-hati.” Ucap Adipati dengan khawatir.
Raja hanya mengangguk dan melanjutkan berjalan turun untuk menghadapi para orang-orang itu secara langsung.
“Apa kalian ada masalah dengan ku?” Tanya Raja Cariann dengan tenang.
“Kami meminta anda untuk mundur dari tahta kerajaan!” Teriak salah satunya.
Raja Cariann tersenyum dan memandang tajam orang-orang itu. “Atas dasar apa aku diminta untuk turun tahta? Apa kalian tidak sejahtera?” Dengan memandang dari ujung kepala hingga kaki orang-orang tersebut.
Semua bingung dan menelan ludah, mereka pikir Raja akan takut dengan gertakan tiba-tiba seperti ini. Karena mereka hanya diperintahkan untuk menggertak dan menakuti Raja saja dengan bayaran yang mahal.
Mereka adalah orang-orang Tuan Cartez di tambang yang tertangkap curang dan di pecat oleh Azzura.
“Kami serius Yang Mulia, kami merasa tidak bisa hidup bebas dan selalu dipenuhi dengan ketakutan.” Lanjut salah satunya lagi.
“Ketakutan? Apa itu, coba ceritakan pada ku.” Raja Cariann dengan tenang dan tersenyum berjalan mendekat padahal orang-orang itu sudah bersiap membawa senjata namun Raja tidak tergoyahkan sama sekali.
Mereka saling menatap satu sama lain saat Raja mendekati mereka. “Tenanglah, aku akan mendengarkan semua keluhan kalian. Apa kita isa duduk bersantai dulu?” Ajak Raja Cariann yang justru jauh dari bayangan.
__ADS_1
Visual Vanesa