The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 45


__ADS_3

Azzura masih menatapnya dengan tajam dan langsung mengambil Teko emas itu dari pelayan lalu mencium aroma yang sangat menyengat dari teh tersebut.


Azzura menatap pelayan ibu Ratu yang mencicip teh tersebut, lalu menatap Pangeran Andres dan dibalas anggukan olehnya.


"Hentikan Azzura, kau tidak sopan." Tegas Ratu Elena membuat Azzura tersenyum dan berjalan kearahnya.


"Ibu, kemarin aku dan Pangeran Andres bercerita tentang Ratu kerajaan Timur yang tidak lain ibu dari Pangeran Andres itu sendiri. dia terkena sihir Voodoo yang mengakibatkannya sakit bertahun-tahun. Jadi aku sebagai Putri Mahkota dan juga Putri mu. Wajib bertanggung jawab tentang keamanan mu bukan? " Jelas Azzura.


Bibi Ula semakin gugup dan keluar keringat dari keningnya. Ucapan Azzura benar-benar menusuk dan menyindir nya secara langsung.


"Terserah pada mu saja," Ratu Elena sebenarnya percaya dengan apa yang dilakukan putrinya hanya saja dia tidak mau bersinggungan dengan Selir suaminya.


Azzura tersenyum mendengar jawaban ibunya dan kembali menghampiri Bibi Ula. "Kalau boleh tahu, dari mana asal anda Nyonya?" Azzura mulai mengintrogasinya.


"Aku-aku, datang dari desa terpencil Tuan Putri, dekat dengan pinggir hutan pinus, " Jawab Bibi Ula tergagap.


"Hutan pinus? Sungguh jauh sekali... Lalu bagaimana kau bisa menjadi tabib kepercayaan Selir Luisa sedangkan Selir Luisa tinggal di Kota Oro?" Tanya Azzura semakin curiga.


Karena Kota Oro termasuk kota besar di Kerajaan mereka dan jika dihitung jarak Kota Oro dengan hutan pinus diperbatasan itu bisa memakan waktu tiga hari perjalanan dengan kereta kuda.


Bibi Ula yang bingung mendengar perkataan Azzura tanpa sadar langsung menggunakan sihirnya untuk mengalihkan mereka, dengan membuat seorang penjaga pingsan dan kejang. Tanpa berfikir jika didekat nya ada Pangeran Andres.


Pangeran Andres yang berada disamping penjaga tersebut langsung terkejut dan teralihkan. Dengan begitu Bibi Ula bisa mengeluarkan bubuk pelupa dengan memnghempaskannya langsung ke udara sehingga semua orang terasa linglung.


Lalu dengan cepat dia keluar kamar Ratu Elena dan menarik pelayan yang dibawanya untuk mengikuti dia.

__ADS_1


Semua orang hanya melamun termasuk Azzura, Pangeran Andres yang sudah mengetahui bahwa ini taktik sihir langsung menutup hidung dan matanya agar tidak terpengaruh, setelah merasa cukup dia melihat Bibi Ula yang pergi dengan sangat cepat dan melewati Pangeran Andres begitu saja. "Sudah ku duga dia Ahli Sihir. " Batinnya.


Karena melihat kepergian Bibi Ula begitu saja dia langsung bangun dan masuk kekamar Ratu. seketika melihat semua orang yang sedang diam dan juga linglung.


Pangeran Andres segera menghampiri Azzura terlebih dahulu dan menekan telapak tangannya dengan kuat untuk menyadarkannya.


Azzura yang tersadar dan langsung terkejut ketika melihat Pangeran Andres tepat di hadapannya serta memegang tangan Azzura. "Apa kau mengenali ku? " Tanya Pangeran Andres.


"Jelas aku tahu kau Pangeran, apa yang terjadi? " Tanya Azzura bingung dan melihat orang-orang didekatnya yang hanya diam.


"Nanti ku jelaskan, lakukan seperti ini kepada semua orang dan jangan beritahu apa yang terjadi." Pangeran Andres memberi contoh untuk menekan tangan orang-orang supaya sadar kepada Azzura.


Azzura mengikuti dan langsung mempraktekannya pada semua orang yang berada dikamar Ratu.


Semua orang sadar dan langsung bingung dengan suasana aneh yang mereka rasakan.


Azzura dan Pangeran Andres bingung, sepertinya mereka melupakan apa yang terjadi. Azzura sendiri juga bingung apa yang dilakukannya dikamar sang Ibu.


Dia melihat Pangeran Andres langsung mendapatkan Ide. "Ah, Ibu. Pangeran Andres ingin memberikan oleh-oleh dari Timur. Tapi sepertinya dia melupakan barang itu. dan tertinggal dikereta kuda." Azzura dan Ratu Elena melirik Andres yang menyeringitkan dahi dan menunggu jawaban.


"Oh, benar Ratu. Maaf kan aku karena melupakan benda itu, ck! " Bergaya menyesal.


Azzura tersenyum pada Ibunya. "Sepertinya ibu sangat lelah saat ini, " Azzura memegang tangan ibunya dengan lembut.


"Entah lah, Ibu memang merasa sangat lelah. " Jawab Ratu Elena.

__ADS_1


"Jika begitu istirahat lah bu, aku dan Pangeran Andres akan keluar sekarang. " Azzura dan Pangeran Andres serta beberapa pelayan keluar meninggalkan Ratu Elena dan pelayan pribadinya.


"Dulce, mengapa sepertinya aku melewatkan sesuatu. " Ucap Ratu Elena kepada pelayan Pribadinya setelah semua orang keluar.


"Maaf Ratu, aku pun merasakan ada sesuatu yang terjadi namun aku tidak ingat. " Jawabnya.


Ratu Elena hanya menghela nafas dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri karena hari sudah menjelang sore.


Sedangkan Azzura dan Pangeran Andres bergegas kembali keruangan Tuan Felix. Azzura sendiri selama perjalanan hanya diam, dia merasakan ada yang terlupakan tapi apa itu. Ketika tadi saat keluar kamar ibunya dia menanyakan pada Pangeran Andres yang hanya diam dan menyuruhnya segera keruangan Tuan Felix.


Azzura tidak bertanya lagi dan mengikuti dia pergi.


Setelah sampai di dalam Ruang Tuan Felix Azzura langsung menarik tangan Andres dan menyuruhnya duduk.


"Apa yang terjadi, mengapa aku bisa lupa dengan semua kejadian tadi? " Tanya Azzura panik.


"Apa yang kau ingat? " Pangeran Andres bertanya kembali.


Azzura mencoba mengingat. Tadi dia berlari kearah kamar Ibunya karena melihat sosok wanita yang sangat familiar. "Wanita itu? Siapa dia, dan mengapa tadi tidak ada dikamar ibu?" Azzura marah.


"Ada apa ini? " Felix yang melihat mereka berdua masuk namun tidak memperdulikannya dan langsung mengobrol.


Andres dan Azzura hanya menengok sesaat dan melanjutkan obrolan mereka. "Apa yang kau pikirkan tentang wanita itu?" Tanya Andres.


"Aku merasakan ada aura sihir disekitar wanita itu," Jawab Azzura dengan berfikir.

__ADS_1


Andres langsung merasa bingung dengan jawaban Azzura. "Apa kau mengerti sihir Putri? " tanya Pangeran Andres yang membuat Felix menghampiri mereka berdua.


__ADS_2