The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 68


__ADS_3

Setelah sampai ditengah-tengah Pusat Kota, Azzura berinisiatif untuk turun dari kereta namun di pegang oleh Anita. “Tuan Putri apa anda yakin?” Khawatirnya karena melihat keramaian yang sangat padat.


Azzura hanya tersenyum dan tetap memutuskan tetap turun dari kereta bersama Selir Maya.


“Dimana kau biasa berbelanja kebutuhan dapur istana Selir?” Tanya Azzura seraya melihat sekeliling.


Meski ramai tapi mereka masih memiliki selah agar tidak berdesakan dengan orang lain. Selir Maya memegang tangan Azzura dan menariknya.


“Ikut aku,” Ajaknya langsung dan Azzura hanya mengikuti.


Mereka berjalan agak cepat supaya tidak terdorong oleh orang-orang. Anita, Pelayan Selir Maya serta para pengawal cukup kewalahan mengikuti mereka, tidak lama akhirnya mereka semua sampai didepan toko sembako yang cukup besar.


“Ini adalah Toko langganan ku, aku hampir mendapatkan semua bahan yang dibutuhkan disini,” Jelas Selir Maya.


“Ayo masuk,” Ajaknya lagi.


Azzura dan yang lain masuk dengan perlahan, sebenarnya dia memperhatikan Selir Maya yang sangat bersemangat menunjukan semua kegiatannya pada Azzura. Sepertinya Dia sangat menikmati kebebasan saat diluar Istana.


“Astaga, Selir kau datang lagi? Tapi ini belum waktunya mengumpulkan bahan baku.” Ucap Kepala Toko yang langsung mengenali Selir Maya.


Selir Maya tersenyum dan melirik kearah Azzura. “Aku datang kesini Bersama Putri Mahkota Tuan,” Dia memberitahu.


“Ya Tuhan, Hormat Hamba Tuan Putri.” Semua orang ditoko mendadak terkejut Ketika Kepala Toko berteriak memberi hormat pada Azzura.


Azzura menjadi kesal karena perhatian itu. “Hei, sudah-sudah. Lupakan hormat mu, jangan membuat orang-orang jadi memperhatikan kita.” Kesalnya dan menyuruh kepala toko untuk menegakkan badan.


Kepala toko itu sedikit bingung dan gelagapan. “Tuan Putri ingin berjalan-jalan tanpa ada yang mengetahui statusnya,” Bisik Selir Maya.


Kepala Toko itu membuka mulutnya tanda terkejut dan juga mengerti. “Mari-mari kita pindah keruangan yang ada didalam saja.” Ajaknya dengan sopan.

__ADS_1


Azzura dipersilahkan duduk di kursi yang disiapkan kepala Toko. “Maaf tuan Putri, aku tidak menyambut anda dengan baik.” Ucapnya.


Azzura mendengar itu malah menjadi kesal dan menatap Selir Maya dengan tajam. “Ah, Kepala Toko, Tuan Putri hanya ingin berjalan-jalan saja. Aku membawa nya kesini karena dia ingin tahu darimana bahan-bahan pokok kerajaan diperoleh.” Jelas Selir Maya.


“Apa Tuan Putri ingin ke gudang? Ah, jangan-jangan tempatnya sangat kotor.” Kepala Toko bertanya namun juga menolaknya.


Tanpa disangka Azzura langsung bangkit. “Bawa aku kesana,” perintahnya membuat semua orang terdiam dan kepala toko menatap Selir Maya dengan ragu lalu dibalas anggukan.


“Mari silahkan ikuti saya,” ajaknya dengan sopan.


Mereka melewati Lorong yang cukup lebar dan muat untuk tiga orang berpapasan, mengarah ke satu ruangan yang besar dibelakang toko, di sana ada tangga menuju Gudang yang terhubung langsung ke pasar di pusat Kota.


Azzura melihat kesibukan dan riuh ramai orang-orang menjadi tertarik, dia berdiri diatas balkon sehingga dia bisa melihat langsung kesibukan dengan jelas dari atas.


“Apa saja yang kau beli dan kau jual Tuan?” Azzura mulai bertanya.


“Macam-macam Tuan Putri, tapi yang paling utama adalah bahan pokok, seperti gandum, sayuran, dan beberapa bumbu rempah untuk memasak.” Jelasnya.


“Ya, saat ini aku cukup kesulitan dengan rempah-rempah Tuan Putri. Selain harganya yang lumayan tinggi. Ada beberapa barang yang juga langka.” Keluh Kepala Toko itu.


“Contohnya?”


“Aku kesulitan dengan garam dan lada Tuan Putri.”


Azzura berfikir. “Aku mengerti jika Lada langka dan mahal karena itu bukan berasal dari Kerajaan kita, tapi bagaimana bisa garam menjadi langka?” heran Azzura.


“Entahlah Tuan Putri, aku sampai ragu ingin menjual stok Garam ku kepada orang lain selain kerajaan.”


“Dari mana biasanya kau mendapatkan Garam?”

__ADS_1


“Biasanya aku mendapatkan dari pengepul garam dipinggir Kota Tuan Putri," Kepala Toko memberitahu.


“Tapi aku dengar harga garam mahal karena Kerajaan Selatan sedang mengalami masalah Tuan Putri.” Jelas nya lagi.


Azzura terkejut mendengar ucapan Kepala Toko. “Apa hubungannya dengan Kerajaan Selatan?” Ucapnya dengan nada sedikit tinggi membuat semua orang menatap Azzura.


Kepala Toko gelagapan dan gemetar dengan tatapan Azzura. “Bukan kah Garam itu dari Kerajaan Selatan?” Bingung nya.


“Dari mana kalian bisa mengatakan Garam dari Selatan.” Bantah Azzura.


“Bukankan memang dari Kerajaan Selatan Tuan Putri, karena Itu Ayah ku memilih pindah kesana.” Ucap Selir Maya.


“Astaga, jangan kalian pikir karena Selatan itu memiliki pantai dan laut, langsung kalian berfikir Garam dari sana.” Kesal Azzura.


Anita juga menyela. “Tapi Tuan Putri, hampir semua orang mengetahui jika Garam itu memang dari Kerajaan Selatan.” Jelas Anita dengan yakin.


Azzura menatap semua orang yang yakin dengan kabar itu. “Aneh, mereka berpikiran sama tentang hal ini.” Batinnya.


“Kita Kembali ke Istana," Azzura langsung berbalik.


Dia sudah menemukan satu masalah yang aneh dan harus diselesaikannya. Semua orang mengikutinya dengan perasaan bingung, Azzura tidak menjawab atau menjelaskan apa maksud dari perkataan mereka salah atau benar.


Kembali keluar toko Azzura masih melihat keramaian orang-orang, tiba-tiba dia menjadi sedikit pusing. Anita langsung memegang tangannya dan membantunya berdiri tegak.


“Anda tidak apa-apa Tuan Putri?” Tanya Anita dengan khawatir.


Yang lain juga menjadi sangat takut dengan Azzura yang tiba-tiba terdiam, Selir Maya langsung mendekatinya dan memegang lengan Azzura satunya.


“Sepertinya kau mengalami mabuk keramaian.” Ucap Selir Maya membuat Azzura bingung.

__ADS_1


“Apa maksud mu?” Tanya Azzura.


Selir Maya tidak menjawab dan sibuk melihat kanan dan kiri untuk mencari sesuatu, langsung dia melihat kereta dorong dan memanggilanya.


__ADS_2