The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 53


__ADS_3

“Ibu, kita tahu jika adik Lily hanya berbeda satu tahun dari ku. Tapi tingkahnya kemarin sungguh diluar sifat aslinya,” Azzura mencoba menjelaskan.


“Setahu ku, adik Lily tidak pernah bersikap kasar seperti ini. Tapi mengapa tadi dia tidak dapat mengendalikan emosinya?” Ucap Azzura dengan gaya berfikir.


Ratu Elena jadi berfikir hal yang sama, meski dia tidak terlalu memperhatikan anak bawaan Selir suaminya itu tapi selama ini dia tidak pernah melihat Lily yang terlalu berani dalam bersikap, apalagi ketika dia menatap mata  Lily kemarin, sungguh mata yang di penuhi kemarahan dan kebencian.


“Meski Lily suka sembarangan, berlaku seenaknya dan suka mengerjai para pelayan. Tapi dia tidak pernah sebrutal ini dan diluar batas.” Secara tidak langsung Azzura membuka kedok dibalik sosok gadis baik hati dan ceria Lily didepan Ibunya.


“Aku tidak mengerti maksud mu sayang?” Ratu Elena masih bingung dengan arah pembicaraan Azzura.


“Bu, aku curiga jika Lily sudah diguna-guna.” Ratu Elena terkejut dengan perkataan Putrinya.


“Azzura hati-hati jika berbicara, ini bukan hal yang dapat kau ucapkan dengan seenaknya,” Ratu Elena memperingatkan.


“Maaf Bu, aku berkata seperti ini juga bukan tanpa alasan,” ucap Azzira dengan tenang.


“Jelaskan pada ku alasan kau berkata demikian.” Ratu Elena mulai serius mendengarkan Azzura.


“Anda ingat Bibi tabib yang mengobati Selir Luisa?”


“Hmm. Ada apa dengannya?”


“Aku pernah berkata jika Bibi itu aneh bukan, kemarin saat kita berada dikamar Selir Luisa aku melihat wadah wewangian yang aneh.” Ucap Azzura pelan.



“Aneh? Apanya yang aneh?”

__ADS_1


“Memang sekilas tidak ada yang menyadarinya, namun jika diperhatikan dengan seksama. Itu bukan seperti yang sering kita gunakan bu, ukirannya berbeda.” Azzura mengingat benda itu.


“Azzura Ibu benar-benar tidak paham dengan penjelasan mu, langsung saja keintinya.” Kesal ratu Elena. Sedangkan Azzira tersenyum.


“Aku memperhatikan juga tusuk konde Bibi itu, itu adalah tusuk konde khas Kerajaan Timur. Aku pernah melihatnya saat acara lomba berkuda waktu itu, banyak bangsawan Dari Timur yang menggunakan tusuk konde khas tersebut.”


“Dan saat dikamar Selir Inez aku juga melihat wadah wewangian yang sama dengan yang ada dikamar Selir Luisa.” Lanjut Azzura.


“Lalu apa hubungannya benda-benda itu dengan tebakan mu jika Lily diguna-guna.” Ratu Elena terus bertanya karena merasa masih bingung.


“Ibu tahu jika Paman Felix mempelajari pengetahuan Sihir?”


“Iya, karena itu Ayah mu sangat tidak menyukainya.” Kesal Ratu Elena.


“Paman Felix berkata, jika ingin mengguna-guna seseorang awalnya kita bisa membuat orang itu mencium aroma dupa khusus supaya bisa mengendalikannya terlebih dahulu, dan Pangeran Andres mengiyakan hal itu.” Yakin azzura.


“Jadi maksud mu, Bibi tabib kemungkinan orang dari Kerajaan Timur dan dia juga yang mengguna-guna Lily?” Ratu Elena mulai memahami arah pembicaraan Azzura.


Ratu Elena hanya berfikir sejenak, sebenarnya dia juga tidak enak sudah membatalkan makan malam disaat-saat kritis. Namun masalah Lily kamarin benar-benar membuatnya pusing.


“Kau benar, kita bisa banyak bertanya pada Pangeran dari Timur itu,” Ratu Elena Menyetujui usul Azzura dan langsung memerintahkan Pelayan untuk kembali mengundang Pangeran Andres nanti malam.


Sementara Selir Luisa dan Vanesa yang sudah kembali kekamar merasa sedikit khawatir dengan kejadian Lily tadi. Jika Lily saja bisa dijebak Azzura sedemikiannya. Maka kewaspadaan nya pada Azzura harus semakin meningkat.


Awalnya mereka meremehkan Azzura dan merasa bocah ingusan itu akan sangat mudah disingkirkan. Namun entah mengapa Azzura seperti orang yang sangat berbeda, lebih lagi semenjak dia menjadi Putri Mahkota. Sikap dan tatapan matanya benar-benar menakutkan.


Saat semua orang sedang berfikir pelayan mengatakan Selir Inez datang. “Segera persilahkan masuk,“ ucap Selir Luisa.

__ADS_1


Selir Inez masuk dengan wajah kusam karena baru saja menangis sejadi-jadinya. Dia baru selesai melihat Lily dihukum cambuk, hatinya benar-benar hancur. Putri kecilnya yang cantik diperlakukan kejam.


“Semua ini karena Azzura sialan itu!” Tiba-tiba dia berteriak mengejutkan semua orang.


“Adik, tenangkan dirinya, duduk lah dulu.” Ucap Selir Luisa agar Sleir Inez duduk disampingnya.


“Benar Bibi, duduk lah dulu dan minum air ini, “ Vanesa menyodorkan segelas air putih padanya.


Selesai minum dia langsung meletakkannya dimeja dan memegang tangan Selir Luisa. ”Kau harus membalaskan dendam ku kak,” ucapnya langsung dan membuat Selir Luisa tersentak.


“Ap, apa maksud mu Selir?” Bingung Selir Luisa dengan sedikit tertawa.


“Aku tidak bercanda kak, kau memiliki Bibi Ula. Ahli Sihir hebat, bukan kah akan lebih mudah mengguna-guna Azzura? “ terangnya.


“Sstt.. Kecilkan suara mu Selir, jika ada yang mendengar kita semua akan habis!” Kesal Selir Luisa.


Dia langsung menghela nafas kasar dan melepaskan pegangan selir Inez. “Kau kembalilah kekamar, aku akan membicarakannya dengan Bibi Ula terlebih dahulu. ” Ucapnya supaya Selir Inez lekas pergi.


Selir Inez tersenyum dan bergegas pergi dari kamar itu. Vanesa yang mendengarkan ucapan mereka lalu melihat Selir Inez juga telah pergi, langsung duduk disamping Ibunya.


“Apa kau benar-benar akan membantunya bu?” tanya Vanesa.


“Aku hanya malas meladeni rengekannya, lagi pula itu bukan urusan kita. Biarkan dia yang mengurusnya sendiri.” Remeh Selir Luisa.


Vanesa tersenyum senang. “ Kau benar bu, Selir Inez dan putrinya seperti benalu. Selalu saja menempel.” Ucap Vanesa yang mengingat jika Lily selalu saja mengikutinya kemana pun dia pergi.


Karena Lily dihukum untuk menjalani pelajaran tata krama yang lama, maka dia bisa bernafas lega.

__ADS_1


 


 


__ADS_2