The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 34


__ADS_3

Melihat Azzura sendirian dan tidak ada yang menemani Pangeran Vargas datang menghampirinya, sejak tadi dia sudah memperhatikan Azzura yang mondar-mandir kesana kemari dengan lincahnya. Vargas sangat terpesona dengan kecantikan Azzura itu.


“Apa kau sedang sendiri Nona Azzura?"Ucapnya mencoba merayu.


Azzura melihat Pangeran Vargas sudah dihadapannya menjadi malas. Namun tidak mungkin bisa menghindar. “Pangeran,” Mencoba acuh.


“Kau mau berdansa dengan ku?” Ajak Vargas dengan sopan.


Azzura benar-benar muak dengan laki-laki dihadapannya ini, sudah ditolak namun masih mengejarnya. Tepat dihadapan mereka lewat lah Teyo yang sedang membimbing seseorang menuju jalan keluar.


“Teyo,” Panggilnya dengan lembut.


“Maaf Pangeran aku sedang menunggunya.” Ucap Azzura yang langsung merangkul tangan Teyo dan pergi menjauh.


Pangeran Vargas yang merasa diacuhkan dan terhina menjadi sangat marah dan kesal. Dia memilih keluar ruang dansa dari pada melihat kedekatan Azzura dengan laki-laki lain.


Azzura yang merasa sudah cukup jauh dari Vargas langsung merasa lega, dia melepaskan rangkulannya pada lengan Teyo dan mengucapkan terima kasih. “Maaf telah menganggu mu,” ucap Azzura sopan.


“Tidak Nona Azzura, aku justru senang.” Teyo yang memang menaruh hati pada Azzura pada pandangan pertama menjadi berbunga-bunga dengan tindakan Azzura barusan.


Awalnya dia sedikit menyerah mendekati Azzura karena Pangeran Vargas dengan lantang menyatakan ketertarikannya pada Azzura. Dia tidak mau ada pertikaian karena Wanita di usianya yang masih muda ini.


Namun jika Azzura menolak Vargas dengan terbuka seperti ini bukankah Teyo merasa ada peluang besar.


Azzura tersenyum mendengar jawaban Teyo. “Apa Putri Mahkota ingin berdansa dengan ku?” Tanya teyo dengan mengulurkan tangan untuk menyambut Azzura.


Azzura juga telah ditetapkan sebagai Putri Mahkota disaat yang bersamaan dengan penobatan sang Ayah dan Ibunya.


Dengan senang hati Azzura menerimanya. “Oh Tuhan, jantung ku sungguh tidak bisa dikendalikan.” Batin Azzura yang senang dan berbunga-bunga bisa berdekatan dengan Teyo.

__ADS_1


Mereka berdua berdansa Bersama dan menjadi pusat perhatian orang-orang. Selain karena mereka cantik dan tampan, juga umur mereka yang sangat muda. Selir Inez melihat Azzura berdansa dengan Teyo membuatnya panas.


Dia menghampiri Raja Cariann yang didampingi sang Ratu. Selir Inez memberi hormat. “Raja, sepertinya tidak sopan jika Tuan Putri Azzura berdansa dengan seorang laki-laki dimuka umum seperti ini.” Ucapnya dengan sedikit menghasut.


Raja Cariann menatap Putrinya dan teyo yang tersenyum Bahagia dan berdansa sesuai iringan lagu. “Biarkan mereka menikmati masa mudanya Selir,” Ucapan bijak Raja Cariann.


“Selir, bukan kah seharusnya kau menemani keluarga mu,” Ratu Elena menimpali.


“Maaf Raja, Ratu. Aku hanya tidak ingin Putri Mahkota dipandang rendah.” Selir Inez masih mengatakan hal tidak penting.


“Selir, jaga ucapan mu. Teyo merupakan anak dari seorang Jendral perang. Bagaimana bisa dipandang rendah.” Kesal Ratu Elena.


“Sudah, sudah. Kembalilah menemani Keluarga mu Selir.” Ucap Raja Cariann yang tidak ingin ada keributan.


“Baik,” Dengan kesal Selir Inez pergi dari hadapan Raja dan Ratu.


Karena tidak bisa menghasut Raja dan Ratu, Swkir Inez merasa kesal dan marah. Dia menatap Azzura yang sedang berdansa dan bercanda dengan benci, "lihat saja nanti." Batinnya.


“Apa yang terjadi?” ucapnya.


“Apa kau masih belum bisa menakhlukan Yang Mulia Raja?” Tanya Selir Inez pelan.


“Hah.., teh ku tumpah lagi oleh Felix.” Kesalnya dengan menghela nafas.


“Apa?” Dengan sedikit keras Selir Inez terkejut.


“Ck, kecilkan suara mu,” Kesal Selir Luisa.


“Tapi teh itu sangat mahal Kak, bahkan untuk membuat satu teko pun cukup sulit dan lama.” Kesalnya.

__ADS_1


Selir Luisa hanya mengangkat pundaknya dengan malas. “Apa mereka sudah curiga?” Tanya Vanesa membuat dua Selir itu terdiam dan saling memandang.


Selir Luisa langsung teringat kejadian Azzura dengan sengaja menumpahkan teh pemberiannya diruang Kerja Tuan Cariann dulu. Sekarang felix juga melakukan hal yang sama.


“Tidak mungkin, aroma teh ini tidak akan tercium jika tidak memiliki keahlian Sihir yang hebat.” Ucapnya dengan menggeleng.


“Azzura masih terlalu kecil untuk urusan sihir. Sedang kan felix. Dia hanya seorang buntut yang tidak mengetahui apa-apa.” Dengan menyindir maksudnya kepada Felix yaitu seringnya berada dibelakang sang Kakak Tuan Cariann tanpa prestasi apapun.


Mereka semua mengangguk tanda mengerti. “Bagaimana jika kita serahkan urusan pemberian teh pada orang lain,” Lily menimpali.


“Siapa?” ucap Ibunya.


Lily menunjuk dengan matanya Ke arah Selir Maya yang sedang berbincang dengan bangsawan-bangsawan kenalannya. Mereka semua tersenyum senang dan setuju dengan ucapan Lily. Selir Maya paling bisa diatur.


Setelah mereka mendapatkan ide barulah dapat tersenyum dan menikmati pesta dansa dengan tenang.


Pesta dansa berjalan dengan meriah dan penuh suka cita, sampai menjelang tengah malam semua tamu sudah kembali meninggalkan Kastil Kerajaan ke tempat nya masing-masing.


Keluarga Kerajaan juga sudah banyak yang pulang, termasuk para Pangeran dan putri-putri bangsawan. Azzura sangat lelah karena dia benar-benar menikmati malam pesta penyambutan Ayahnya sebagai Raja.


Dia merebahkan diri keranjang baru namun sangat familiar baginya. "Aku kembali," Dengan sendirinya dia berucap.


Banyak kenangan disini, dari tawa hingga tangis hanya dirinya yang tahu. 10 tahun tinggal dikamar ini sebagai Putri Mahkota bukan lah waktu yang singkat. Tapi juga tidak semudah yang dibayangkan.


Tiba-tiba hatinya terasa sesak, seperti ada kenangan pahit tidak mau diingat Azzura. Entah apa itu.


Mulai saat ini juga Lola sudah masuk kedalam Camp pelatihan, dia dikirim langsung oleh Azzura secara khusus.


Karena pernah mengalami dan tahu seluk beluk Camp membuat Azzura tidak kesulitan memasukan Lola kesana. "Kali ini status Putri Mahkota ini akan ku manfaatkan dengan baik dan akan membuat orang-orang yang menindas dan meremehkannya dulu menyesal." Batin Azzira dengan penuh amarah.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri Azzura berniat untuk beristirahat karena sudah sangat lelah.


__ADS_2