
Selir Inez pun langsung terduduk lemas sedangkan Lily menggeleng dan bersikeras seraya menangis bahwa itu tidak benar. “Tidak, itu bukan milik ku.” Tegasnya.
“Anda jangan berkelit lagi Nona.” Ucap Gadis pelayan itu.
“Ayah bukan aku yang memerintahkannya. “ Lily masih membela diri.
“Lily, apa kau mengenali kalung ini?” Azzura menunjukan kalung milik Adana.
Kalung dengan bentuk Liontin permata biru seperti tetesan Air mata yang khas milik Adana, kalung itu selalu dia pakai.
“Apa?” Bisik Lily dengan menutup mulutnya kerana terkejut.
“Apa kau masih tetap mau berkelit?” Ucap Azzura.
Semua orang bingung dengan apa yang dilakukan Azzura. “Memang kalung milik siapa itu.” Kira-kira begitu pemikiran mereka.
Lily menangis dan mulai meminta ampun. “Ayah maafkan aku, aku tidak bermaksud mencelakai Kak Azzura, aku-aku hanya ingin bercanda dengannya.” Alasan Lily.
“Bercanda dengan nyawa seseorang sungguh kejam dirimu Lily.” Ejek Azzura hingga semua orang terdiam.
Raja Cariann menghela nafas dan memijat-pijat keningnya. “Raja bagaimana ini?” desak semua orang termasuk para pejabat yang hadir.
Setelah cukup lama berfikir, akhirnya Raja Cariann membuat sebuah keputusan.
“Aku putuskan untuk sementara Lily harus diasingkan dan dijauhkan dari semua orang karena penyakitnya, masalah kasus Sihir ini akan di ungkap pada sidang Kerajaan dan Kerajaan juga berhak menutup semua akses keluarga Chale dalam semua aspek bahkan Bisnis keluarga mereka untuk sementara sampai ada keputusan sidang yang mutlak!.” Raja Cariann menutup pertemuan itu tanpa mau menatap Selir Inez dan keluarganya.
Tiba-tiba Tuan Chale yang sudah Tua jatuh pingsan hingga tersungkur mendengar keputusan Raja. “Ayah!” Teriak Selir Inez.
“Kakek,” Begitu Pun Lily dari balik tandunya.
“Angkat Nona Lily dari sini dan bawa kembali ke kamarnya sampai perintah selanjutnya dari Raja Cariann.” Ucap Adipati pada pengawal.
Semua mengangguk dan membawa Lily pergi. “Ibu…” Dengan terus menangis Lily memanggil ibunya yang sedang duduk di samping Tuan Chale.
__ADS_1
Tidak, Lily tunggu.” Teriak Selir Inez.
“Selir Lebih baik kita fokus ada Ayah anda dulu.” Ucap pelayannya.
Selir Inez kembali pada Ayahnya yang terjatuh. “Bawa ke Kamar ku cepat! Perintahnya.
Sedangkan Selir Luisa hanya tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Aula pertemuan.
Semua orang sudah pergi dari Aula pertemuan termasuk Azzura. Azzura pergi menemui Gadis pelayan tadi di damping Felix.
“Tuan Putri,” Hormat mereka.
“Kau harus menghadapi hukuman mu sekarang,” Ucap Azzura.
“Aku mengerti Tuan Putri, tapi apa benar anda akan menjamin keluarga ku tetap aman?” Tanya nya.
“Apa kau ragu pada ku?” Jawab Azzura.
“Tidak, aku percaya pada anda.” Tegas pelayan tadi.
“Bawa dia pergi,” Perintah Azzura.
“Lalu mau kita apakan Wanita suruhan Itu. Ilmu bela dirinya cukup tinggi.” Ucap Felix.
“Tenang, aku sudah membuatnya tidak bisa berkutik lagi.” Jawab Azzura santai.
“Maksud mu?” Felix bingung.
Azzura hanya tersenyum dan melenggang pergi. Felix menggeleng dengan tingkah Azzura.
“Semakin lama aku semakin tidak bisa membaca isi pikiran Gadis itu.” Gumamnya.
“Kurang ajar kau Azzura, aku akan membunuh mu!” Teriak Adana dari balik jeruji penjara yang khusus disiapkan Azzura.
Penjara tempat Adana saat ini adalah tempat tersembunyi yang ditemukan oleh Azzura dulu di Masa Lalunya sebelum kembali.
__ADS_1
Tempat ini adalah bekas penjara yang ditinggalkan karena terkenal angker dan penerangan yang kurang. Jadi kerajaan tidak memakainya lagi. Tempatnya pun berada di tengah hutan belantara.
Azzura menemukan tempat ini bersama Lola dulu, dari pelarian mereka karena di kejar Pengawal kerajaan lain saat perang.
Dan dimasa ini Azzura memanfaatkannya untuk menyembunyikan saksi-saksi dari lawan yang berhasil dia tangkap. Adana sendiri sudah dilumpuhkan dengan mengunci titik darahnya oleh Azzura sehingga dia tidak mampu untuk melakukan ilmu beladiri, jika dia nekat maka pembuluh darahnya akan pecah dan kemungkinan akan mati seketika.
Jika titik darah seseorang yang ahli beladiri sudah terkunci maka akan mengancam nyawa orang itu jika memaksakan bertarung, sedangkan Azzura yang sudah berlatih cukup lama bisa melakukan hal itu dengan mudah. Satu-satunya jalan Adana adalah menuruti semua perintah Azzura jika ingin tetap hidup.
"Tuan Putri, sekarang apa yang akan kita lakukan?” Tanya Lola dengan semangat.
“Diam saja,” Jawab Azzura santai dengan berjalan menuju kamarnya.
“Hah?” Mereka berdua bingung.
Setelah masuk ke kamar dia memanggil Fidel. “Fidel…” Panggilnya dengan langsung berjalan menuju kamar.
“Ya Tuan Putri,” Sambut Fidel di pintu taman.
Azzura melewatinya menuju Bunga Lily milik mereka. “Ah, tumbuh segar.” Dengan tersenyum bahagia.
“Benar Tuan Putri, Bunga Lily nya tumbuh segar dan wanginya sangat harum.” Jawab Fidel.
“Ternyata benar bambu-bambu ini sangat berpengaruh Tuan Putri,” lanjut Fidel lagi.
“Hem, setidaknya malam ini aku bisa tidur nyenyak.” Azzura bisa bernafas lega.
“Apa sudah berakhir?” batin Azzura dengan tersenyum.
Di Kerajaan Frio Vanesa sudah mulai mengatur emosinya, dia memikirkan kata-kata Bibi Kepala Pelayan. “Apa ada gunanya aku menurut pada Chiko?” batinnya ragu.
“Apa kau sudah siap?” Tanya Chiko yang masuk ke kamar tiba-tiba.
Vanesa berdiri dan menatap suaminya itu seperti melamun. “Ada apa?” Tanya Chiko merasa aneh.
“Ah, tidak. Aku sudah siap.” Vanesa mengambil kipas andalannya.
__ADS_1
Mereka berdua akan menghadiri undangan pembukaan Penginapan terbesar di Kerajaan Frio, penginapan ini memiliki banyak fasilitas. Meski kerajaan mereka miskin namun Kerajaan Frio merupakan jalur lintas peradangan yang cukup besar.
Mereka juga memiliki sumber tambang besi, namun karena itu ada di daerah perbatasan antara Barat sedangkan luas kerajaan Frio hanya sebesar Ibu kota Kerajaan Barat. Karena itu mereka juga banyak bergantung dari kerajaan lain.