
Sesampainya di kamar dan semua orang yang mengantar sedah pergi meninggalkannya, Dokter pribadi Vanesa merasa khawatir dengan kondisi Tuan Putrinya itu.
“Tuan Putri apakah anda baik-baik saja?” Tanya Pelayannya.
“Hem, aku hanya sedikit kelelahan,” Jawabnya.
Sebenarnya sakit di perutnya memang sungguh terjadi, hanya saja dia melebih-lebihkan agar sang Raja tidak bisa memarahi bahkan mengusirnya.
“Ini senjata ku supaya mereka tidak bisa memaksa ku pulang, " Ucapnya dengan pelan.
Pelayannya hanya menggeleng dan menatap dokter disampingnya. “Apakah sudah ada kabar mengenai suami ku?” tanya Vanesa buru-buru.
“Belum Tuan Putri, tetapi dia sudah berangkat sejak kemarin sore, kemungkinan subuh nanti dia sudah tiba atau besok pagi,” Jawab pelayannya untuk menenangkan Tuan Putrinya tersebut.
“Apa kau tetap akan memulangkan Vanesa?” Tanya Ratu Elena.
“Tentu, Kerajaan Frio juga tidak ada yang datang menjemput berarti kita yang akan memulangkannya sendiri.” Jawab Raja Cariann.
Ratu Elena hanya menghela nafas. “Tapi dengan bagaimana kandungannya, aku tidak mau terjadi masalah mengenai kandungannya dan menyalahkan kita karena memaksa Vanesa untuk pulang,” Khawatir Ratu Elena.
Raja Cariann hanya menatap Istrinya dengan bingung dan tidak menjawab apapun.
Keesokan paginya rombongan Pangeran Chiko tiba di Istana Barat. “Chiko datang?” heran Raja.
“Mengapa tidak memberi kabar terlebih dahulu jika ingin datang? " kesalnya.
Tidak lama Adipati dan para pejabat kepercayaan Raja Cariann datang.” Ada apa ini?” herannya Ketika mereka semua masuk.
“Raja, para pejabat tiba-tiba berkumpul di Aula pertemuan dan meminta anda untuk datang,” Ucap Adipati.
“Apa? Mereka berani membuat pertemuan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu?” Marah Raja Cariann yang langsung berdiri bertolak pinggang.
“Kita kesana.” Mereka semua berjalan secara bersamaan dan tentunya sanga Raja ada di depan.
Chiko tiba di Kamar Vanesa dan melihat Istrinya tersebut sedang bersantai.
"Sayang, kau datang... " Vanesa menyambut Chiko dengan bahagia.
"Ayo," Ajak Vanesa untuk menikmati teh bersama.
Chiko mengikuti dan menyeruput teh yang telah di siapkan.
"Vanesa... " panggil Chiko membuka pembicaraannya.
__ADS_1
"Hem... " Jawab Vanesa dengan tersenyum.
"Masalah Kudeta yang kau katakan, aku tidak menyetujuinya. jadi aku tidak membawa pengawal yang kau minta jumlahnya." Jelas Chiko dengan tenang.
"Apa? apa kau ingin membunuh ku? aku sudah mendapatkan dukungan para pejabat dan mereka mempercayai ku karena aku menjanjikan ribuan prajurit untuk melindungi kita semua. " Kesal Vanesa dengan berteriak.
Chiko hanya diam, jika saja Vanesa tidak sedang hamil, mungkin dia sudah menghajarnya.
"Ingat kandungan mu Vanesa," Chiko mengingatkannya.
Vanesa tidak perduli justru berteriak. "Argh... ! " kesalnya.
Setelah tiba di Aula pertemuan Raja memandangi semua orang dengan seksama dan menatap marah.
“Ada apa kalian membuat pertemuan yang heboh ini?” Raja menganggap pertemuan ini adalah sebuah keributan.
“Yang mulia, kami meminta anda untuk Turun Tahta,” Ucap Mentri Perekonomian dengan tiba-tiba.
“Apa? Beraninya kau mengatakan hal itu.” Dengan berteriak Raja Cariann menjanjikan nada bicaranya.
“Kami semua setuju dengan hal itu Yang Mulia, anda banyak melakukan kesalahan.” Ucap Mentri yang lain.
“Sebutkan apa kesalahan ku?” Tanya Raja dengan kesal dan nafas sudah tidak beraturan.
Tidak lama Ratu Elena yang mendengar pertemuan mendadak ini datang dengan di dampingi Azzura karena dia langsung memberitahu Ibunya tadi pagi.
“Juga mengenai masalah dengan kerajaan-kerajaan lain yang tidak bisa melakukan Kerjasama dengan leluasa pada Kerajaan kita, menghambat perkembangan ekonomi dan menyengsarakan Rakyat.” Jelas nya secara lanjut.
“Kurang Ajar!” Raja menggebrak kursinya dan mengejutkan semua orang.
Ada tiga mentri yang meminta Raja Turun tahta, mentri ekonomi, pertahanan dan mentri untuk luar negri. Serta ada beberapa bangsawan besar pendukung Keluarga Cartez.
“Buktikan secara detail bagaimana aku bisa menyengsarakan rakyat?” Pinta Raja dengan emosi.
Azzura masih diam untuk mengawasi situasi, jika sudah mulai kacau dia akan mulai maju. Adipati membisikkan sesuatu pada Raja Cariann.
“Raja, terjadi kekacauan di luar Istana.” Ucapnya karena sudah banyak orang yang berebut ingin Masuk Istana namun semua pengawal menghalangi.
Azzura yang mendengarnya jadi tersenyum. "Inilah saatnya." batinnya.
Tiba-tiba Tuan Cartez masuk Bersama Vanesa. “Beraninya kau keluar dari Kastil tanpa perintah ku Tuan Cartez!” Teriak Raja Cariann dengan marah melihat keberanian Keluarga Cartez.
Tuan Cartez yang ditandu tersenyum sinis. “Masa jaya mu sudah hancur Cariann. Kau sudah tidak bisa mendudukin singgasana itu lagi.” Tantang Tuan Cartez dengan sombong.
__ADS_1
Salah satu orang memberikan berkas mengenai kekacauan Ekonomi dan kesengsaraan Rakyat yang di catat dalam buku yang terlihat rapih dan resmi untuk menyalahkan Raja Cariann atas semua kepemimpinannya.
Raja membacanya langsung melempar buku tebal itu. “Sejak kapan pembukuan Istana bisa kalian pegang?” Ucapnya dengan tatapan tajam kesemua orang.
Azzura mengambil buku itu dan membacanya, dia tersenyum sinis. “Ayah, buku ini palsu.” Ucap Azzura mengejutkan semua orang.
“Apa?” Heran Raja Cariann dengan ucapan Azzura.
“Beraninya kau mengatakan catatan itu palsu, tahu apa kau anak kecil!” Ucap mentri perekonomian dengan lantang.
Azzura maju dan memperlihatkan tulisan dan stemple kerajaan. “Aku bisa membuktikannya, tinta yang digunakan untuk menulis di buku ini bukanlah tinta khusus yang digunakan kerajaan, karena terlihat memudar. Sedangkan stempel kerajaan ini…” Azzura tiba-tiba tertawa.
“Jelas ini palsu, dari bentuk stemple yang dihasilkan saja banyak guratan dan tidak dibuat secara professional. Sepertinya dibuat dengan terburu-buru.” Dia menatap keluarga Tuan Cartez termasuk Vanesa.
Vanesa membalas tatapan Azzura dengan menantang, dia merasa kali ini tidak akan ada celah dan Azzura akan segera hancur.
“Apa maksudmu dengan ucapan dan tatapan itu.” Kesal Tuan Cartez.
Azzura menyerahkan sebuah gulungan perkamen untuk dibaca sang Ayah, Raja membacanya dengan perlahan.
“Kudeta?” Ucapnya perlahan dan langsung menatap tajam Tuan Cartez.
“Tangkap semua keluarga Cartez dan juga para pendukungnya.” Perintah Raja Cariann dengan cepat.
“Hentikan!” Tuan Cartez berteriak.
“Beraninya kau Cariann memperlakukan keluarga ku seperti ini!” Marah Tuan Cartez.
"Mengapa kau ingin langsung menangkap keluarga ku, kudeta ini atas kesepakatan bersama!" teriak Tuan Cartez dengan masih pantang.
meski sedang sakit, tetapi dia masih kuat untuk menantang Cariann dan berjuang untuk keluarganya.
"Paman, aku bisa membuktikan itu tulisan siapa," Azzura melirik kearah Vanesa yang kebingungan dengan tatapan mata tidak ter arah ketika di tatap tajam Azzura.
“Ayah mertua, jika aku tidak mengingat semua jasa mu di masa lalu sudah sejak lama aku menghukum mati keluarga kalian. Ini salah ku memberikan belas kasihan pada kalian hingga sekarang kalian berani bersekongkol untuk mengkudeta ku yang sudah berbuat baik pada kalian semua. ” Bentak Raja Cariann yang tidak lagi menghormati Tuan Cartez dan keluarganya bahkan ucapan itu di tunjukan langsung kepada para pendukungnya.
“Tangkap semua!” Raja Kembali memerintahkan penangkapan.
Pengawal yang awalnya di kira orang-orang Vanesa dan keluarganya justru mendekat dan mengepung mereka.
Semua menjadi kacau, sementara penjagaan telah diperketat sehingga mereka tidak bisa lagi lari dari Aula pertemuan.
“Jangan kalian pikir kalian bisa lari!” Ucap Azzura yang menghentikan keriuhan orang-orang itu.
__ADS_1
Visual Selir Inez