
Rencana pernikahan Azzura telah di tetapkan, Selir Maya tidak diperbolehkan ikut campur dalam persiapan karena kehamilannya sudah mendekati semester terakhir.
Meski begitu Selir Maya tetap bersikeras ikut dalam pengecekan semua persiapan pernikahan. Azzura dan Andres.
“Selir aku mohon tetaplah duduk dengan tenang,” Pinta seorang pelayan yang khawatir dengan kehamilan Selir Maya yang sudah besar.
“Sudah lah, aku baik-baik saja.” Ucapnya bersikeras.
“Pernikahan Azzura tidak sampai satu bulan lagi, tapi masih banyak yang belum siap.” Kesalnya karena tidak bisa terjun langsung untuk menyiapkan.
Azzura dan Ratu Elena datang. “Selir, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Ratu Elena.
“Yang Mulia,” Semua orang memberi hormat.
“Aku hanya melihat-lihat Yang Mulia,” Ucap Selir Maya dengan tenang.
“Tidak Yang Mulia, Selir Terlalu menyibukkan diri dan sejak tadi belum istirahat.” Pelayannya kesal.
Azzura tersenyum dan mendekati Selir Maya yang seperti marah pada pelayannya. “Ibu Selir, ayo istirahat dengan ku,” Ajak Azzura dengan memapah tangannya.
Selir Maya tersenyum dan ikut Azzura menuju kursi yang telah disiapkan. “Apa kau merasa ada yang kurang Ibu Selir?” Tanya Azzura karena semua konsep diserahkan kepada Ibunya dan Selir maya.
“Aku juga belum pasti Tuan Putri, karena aku tidak bisa dengan leluasa bergerak jadi aku belum mengecek semuanya.” Jawab Selir Maya dengan ragu.
Dengan santai mereka bertiga berbincang sampai akhirnya Selir Maya merasa tidak nyaman dengan perutnya. “Ada apa Selir Maya?” Ratu Elena memperhatikan.
“Perut ku sedikit terasa tidak nyaman Yang Mulia,” Dengan sedikit meringis.
“Sepertinya kau sudah sangat kelelahan, istirahat lah di kamar.” Ucap Ratu Elena menyarankan.
“Baik.” Saat bangun Selir Maya merasakan ada yang mengalir dari sela-sela kakinya dan pelayan langsung berteriak.
“Astaga, air ketubannya pecah.” Teriak pelayan itu yang langsung membuat terkejut semua orang.
“Bawa keruang bersalin segera.” Teriak Azzura tepat Raja Cariann datang dan mendengar teriakan mereka semua.
“Ada apa?” Tanya nya menghampiri Selir Maya yang di papah beberapa pelayan.
“Selir akan melahirkan Yang Mulia,” Jawab Pelayan dengan panik.
“Tapi bukankah ini belum waktunya?” dengan terkejut Raja langsung menggendong Selir Maya dan berjalan cepat menuju ruang bersalin.
Dokter sudah siaga sejak lama jadi langsung bisa ditangani.
Ratu dan Azzura menyusul dan menunggu Selir Maya dari Luar, Raja terlihat gugup dan tegang. Ratu Elena mendekatinya dan memegang tangan Raja Cariann.
Ratu tersenyum. “Aku jadi ingat saat akan melahirkan Azzura dulu,” Ucap Ratu Elena dengan mengenang.
“Ya, aku panik sehingga membuat Ayahmu marah pada ku karena salah memasuki Ruang bersalin,” Mereka semua tertawa ringan.
__ADS_1
“Siapa yang memberikan nama pada ku?” Tanay Azzura.
“Kakekmu, karena dia merasa kau adalah hadiah terindah dari langit.” Jawab Sang Ayah.
Azzura langsung sedih dan meneteskan air mata. “Azzura ada apa?” Tanya Ratu Elena bingung.
“Aku merindukan dia,” Jawab Azzura dengan sendu.
“Kemari,” AJak Sang Ayah kepada Azzura untuk duduk di tengah-tengah mereka.
“Kakek mu pasti sangat bangga pada mu saat ini, karena kau akan menjadi seorang Ratu.” Ucap sanga Ayah dengan lembut.
Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi dan mereka semua berdiri dengan antusias. Dokter keluar dan langsung menatap semua orang.
“Selamat yang Mulia, anda mendapatkan seorang Pangeran.” Ucap Dokter dengan antusiasnya.
“Apa?” semua bertatapan, karena mereka mengira jenis kelamin anak Selir Maya adalah perempuan namun justru laki-laki.
“Aku mendapatkan Putra,” dengan senang Raja langsung memeluk Ratu dan Azzura.
Mereka tersenyum. “Bagaimana dengan Selir Maya dokter?” Tanya Ratu.
“Sehat yang mulia, semua sehat.” Jawab Dokter dengan senang.
Selang beberap waktu pernikahan Azzura dan Andres digelar dengan meriah, perta dansa tiga hari tiga malam.
Seluruh kerajaan baik Barat dan Timur membuat dekorasi pernikahan di seluruh kota, bahkan Negara-negara tetangga ada yang ikut merayakan pernikahan besar ini, Putra dan Putri Mahkota Kerajaan Besar bersatu.
“Ibu… sudah ada yang menggantikan ku, ada Pangeran.” Bisiknya dengan menatap bayi mungil yang digendong pengasuh.
“Ya, ya… hati hatilah kalian.” JAwab Ratu Elena dengan menghapus air matanya.
Sedangkan Raja Cariann menatap tajam Andres. “Jaga dia, Azzura adalah permata dan nyawa ku. Jika kau menyakitinya sedikit saja maka ku pastikan tubuh mu tidak akan utuh.” Tegas Raja Cariann.
“Ayah!” Teriak Azzura dan Ratu Elena dengan kesal.
Belum apa-apa menantunya sudah diancam dengan sadis. “Ck!” Sinis Azzura.
“Akan ku pastikan Azzura akan menjadi Ratu di hati ku selamanya, dan juga di kerajaan ku Ayah.” Janji Andres.
Semua tersenyum termasuk Azzura menatap Andres dengan sendu, dia tidak menyangka akan menikah dengan Pangeran Andres yang tidak pernah dia kenal sebelumnya. Cinta pun mulai tumbuh di hati masing-masing.
Mereka berangkat ke Kerajaan Timur dengan riuh ramai para Rakyat, ada yang menangis ada yang berjingkrak bahagia. “Putri Mahkota mereka yang cantik mendapatkan Pangeran tampan dan juga baik hati.” Kira-kira itulah yang ada dipikiran mereka.
“Apa kau bahagia? Tanya Andres di dalam kereta.
“Sangat,” Jawab Azzura dengan tersenyum dan menggenggam tangan Andres dengan erat.
“Akan ku pastikan bibir ini akan terus tersenyum dan tidak akan ada air mata kesedihan kecuali semua nya tentang kebahagiaan.” Janji Andres dengan tulus.
__ADS_1
Azzura menyandarkan kepalanya di pundak Andres dan mereka saling berbincang dengan bahagia.
Kabar pernikahan Azzura dan Andres di dengar oleh Selir Inez yang sedang ada di pulau jauh dari pemukiman orang-orang, dia mendengar dari pelayan setempat.
“Ibu, aku tidak terima dengan kekalahan kita.” Lily masih menyimpan dendam.
Kondisi tubuh Lily saat ini terlalu mengerikan karena bekas luka akibat penyakit yang dimulai dari sihir yang dia lakukan.
“Fokus pada pemulihan tubuhmu dulu, setelah itu kita bisa kembali membalas dendam dan mengembalikan kedudukan kita,” Selir Inez semakin geram dan tersiksa.
Jadi mereka memiliki dendam yang sangat kepada Keluarga Cariann terutama Azzura.
Azzura sedang duduk santai di balkon kamarnya dengan memandang luasnya taman bunga Lily yang dia minta pada Andres.
“Apa tidak dingin sayang?” Tanya Andres dengan lembut dan memberikan selimut tebal di pundak Azzura.
Azzura tersenyum dan memegang tangan Suaminya. “Duduklah, aku ingin memberitahukan sesuatu pada mu.” Ajak Azzura karena saat ini sudah ada buku milik sang kakek di pangkuannya.
“Ada apa?” Andres penasaran.
Dulu aku pernah berjanji mencerikan tentang buku ini pada mu, Azzura membukanya dan menunjukan kembali gambar permata yang pernah dia perlihatkan pada Andres.
“Ini?”
“Entah kapan berubah namun sudah menjadi sebuah mahkota,” Azzura mengelus lembut gambar mahkota yang indah itu.
“Azzura,” Andres menatap sendu istrinya.
“Ada apa?”
“Ini Mahkota Kerajaan Timur untuk Ratu,” Jawab Andres dengan sedikit gemetar.
Azzura tersenyum dan tidak terkejut. “Mungkin inilah takdir ku,” ucapnya dengan menatap langit biru yang indah.
Azzura mulai menceritakan semua yang terjadi pada dirinya, mulai dari masa lalu yang tragis hingga kembalinya kemasa lalu. Azzura tersenyum ketika melihat ekspresi suaminya.
“Aku tahu kau tidak akan percaya, tapi aku sudah lega menceritakan semuanya pada mu.” Dengan menghela nafas lega.
“Aku percaya,” Andres menatap Azzura dengan mata berbinar.
“Terima Kasih,” Andres memeluk Azzura dan mereka akan memulai hidup bersama untuk menghadapi semua rintangan dengan bergandengan tangan sampai takdir tiba pada Azzura untuk menjadi Seorang Ratu.
Terima kasih…
“The Queen Azzura” Sudah tamat…
Author merasa bangga dan terharu atas semua apresiasi para pembaca setia, dan maaf jika Up nya kurang memuaskan.
Terus dukung Author dan tunggu semua karya-karya Author selanjutnya.
__ADS_1
Author sayang kalian…
😉😉