The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 41


__ADS_3

Azzura kembali duduk bersantai dan menatap langit dengan sendu. “Jika kau menghendaki aku kembali, maka pastinya kau membantu segala tindakan ku benar?” Batinnya dengan memejamkan mata.


Azzura bukan orang yang suka mencari masalah, tidak suka berteriak dengan orang lain serta tidak ingin memiliki musuh. Dia bercita-cita untuk hidup dengan damai dan tenang. “Bukankah itu naif?” batinnya dengan tersenyum.


Dia membuka mata dan bertekad. “Karena aku ingin hidup dengan damai. Maka kalian yang akan kuhancurkan terlebih dahulu.” Gumannya.


Raja Cariann sedang berada di Kastil, jadi mereka semua akan makan malam bersama. Azzura pun baru bisa bertemu dengan ayahnya saat ini.


Azzura yang semakin mengetahui kelakuan para Selir dan anak-anak mereka jadi sangat malas untuk bertemu dan bertatapan. Energinya terasa terus terkuras, dengan menghembuskan nafas panjang dia harus tetap keluar dari kamarnya.


Saat akan masuk keruang makan dia sepintas melihat Selir Maya, karena rasa penasarannya kuat dia berbalik arah ke tempat Selir Maya lewat.


“Mengapa kau masih belum menjalankan yang aku perintahkan Selir!" Geram Selir Luisa dengan memegang tangannya.


Selir Maya terkejut dan merasakan sedikit sakit oleh pegangan itu Dia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Selir Luisa. "Cukup Selir, aku tidak mau terlibat dengan semua urusan mu." keluh Selir Maya.


“Apa kau bilang? Beraninya kau membantah ku.” Kesal Selir Luisa yang semakin mengencangkan cengkramannya.


“Selir mengapa kalian berkumpul disini?” Azzura tiba-tiba muncul. Dia sudah tidak tahan dengan kelakuan mereka.


Dengan menatap mereka bertiga Azzura melihat tangan Selir Maya yang dicengkram dan Selir Luisa menyadarinya langsung melepaskan tangan itu.


“Tuan Putri, ini urusan kami. Anda tidak perlu Khawatir.” Ucap Selir Luisa lembut tapi mencoba dengan penuh penekanan bahwa Azzura tidak ada hak ikut campur.


Azzura tersenyum dan melangkah maju mendekati mereka. “Aku hanya menghawatirkan para Ibu Selir ku ini, bukankah sudah saat nya jam makan malam?” Azzura dengan merangkul tangan Selir Maya.


Mencoba menandakan Selir Maya ada didalam perlindungannya. Selir Luisa melihat interaksi itu semakin kesal dan menatap tajam Selir Maya. Namun Selir Maya menghindari tatapan itu.


“Tuan Putri, aku rasa anda terlalu ikut campur dengan urusan orang tua.” Selir Luisa mulai menegaskan maksudnya.

__ADS_1


Azzura melepaskan rangkulannya dan langsung memasang wajah sedih. “Apa aku salah menghawatirkan Ibu Selir ku?” Tanya nya dengan wajah bersalah.


“Apa yang terjadi disini?” Ratu Elena yang lewat langsung bertanya karena melihat dan mendengar keributan mereka.


Semua orang memberi hormat. “Cepat keruang makan Raja sudah menunggu,” Ucap Ratu Elena dan meninggalkan mereka semua.


Azzura berbalik dan menatap ketiga Ibu Selirnya itu lagu lalu tersenyum lebar. “Aku hampir saja mengadukan kelakuan kalian pada Ratu. Huft…” dengan mengelus dada serta menggelenh seperti merasa lega.


“Sepertinya kita harus segera pergi, aku takut Raja akan marah. Ayo.” Azzura berbalik dan meninggalkan mereka yang masih bingung dengan tingkah Azzura.


Selir Maya langsung pergi mengikuti Azzura sedangkan Selir Luisa dan Inez menjadi sangat kesal. “Kurang ajar, beraninya bocah itu mempermainkan ku." Dengan berguman dan mengepalkan tangannya Selir Luisa marah.


Mereka berkumpul diruang makan tanpa mau membahas apapun. Tiba-tiba Raja Cariann bertanya pada Azzura. “Putri Mahkota, apa benar kau menghukum para pelayan karena bergosip?”.


Azzura langsung melihat Ayahnya. “Benar Ayah?”.


“Gosip seperti apa kalau aku boleh tahu, beraninya mereka bergunjing didalam Istana Ku,” Kesal Tuan Cariann.


“Jika seperti itu syukurlah, aku percaya kau bisa ku andalkan saat kami tidak berada diistana sayang,” Tuan Cariann tersenyum senang dan melanjutkan makan malam mereka.


Pagi hari yang cerah tiba, Azzura berniat untuk membenahi Taman Pribadinya yang ada dibelakang kamar miliknya, seingat Azzura dulunya taman ini dia rawat dengan baik saat pertama kalinya masuk ke Istana.


Dan benar saja, saat dia mengecek taman itu masih banyak rumput yang tinggi dan belum ada tanaman apapun disana sama seperti saat dia pertama kali datang dulu.


Jadi dia memilih untuk merawat nya kembali seperti dulu dengan dibantu Ana, sebelumnya dia juga telah meminta Fidel untuk keistana dan tinggal bersamanya. Pagi ini dia mencari Fidel diarea dapur, Karena sampai saat ini dia tidak mendapat kabar akan kedatangannya.


Kebetulan yang sama Selir Maya masih ditugaskan untuk mengontrol keadaan dapur kerajaan dan saat ini dia berada disana sedang duduk dan berbicara dengan Kepala pelayan bagian Dapur. Azzura menghampiri dan duduk disampingnya dengan tenang.


Semua terkejut dan memberi Hormat, Selir Maya pun menundukkan kepalanya dan melanjutkan pembicaraannya dengan Kepala Pelayan.

__ADS_1


Azzura juga tidak mengganggu mereka dan hanya duduk dengan menelisik setiap sudut dapur mungkin saja melihat Fidel disana.


Setelah selesai Selir Maya bertanya pada Azzura. “Apakah kau sedang ada urusan disini Tuan Putri?” Tanya lembut Selir Maya.


Saat ini hanya ada mereka berdua, sedangkan para pelayan sudah pergi dan kembali dengan kesibukan mereka masing-masing.


Azzura tersenyum dan berbalik menatap Selir Maya. “Bagaimana keadaan keluarga mu Selir?” Tanya Azzura langsung.


Selir Maya yang sedang menulis tiba-tiba berhenti dan menatap wajah Azzura. “Apa maksud anda Tuan Putri?”


“Aku hanya bertanya saja, apa tidak boleh?” Azzura memasang wajah heran.


Selir Maya melanjutkan kegiatannya. “Mereka berada diKerajaan Selatan dan membuka usaha baru disana. ” Ucapnya.


“Apa kau tidak rindu pada mereka? Kulihat saat penobatan Ayah orang Tua mu tidak hadir.” Azzura berbicara santai.


Selir Maya tersenyum. “Lebih baik mereka tidak datang Tuan Putri, mereka sudah terlalu tua untuk mengikuti protocol kerajaan.” Alasan Selir Maya.


Azzura mengangguk dan melanjutkan pertanyaanya. “Ku dengar usaha mereka sedang tidak bagus, mengapa kau tidak bicara pada Ayah?”


“Terlalu banyak yang diurusi oleh Raja, jika hanya memikirkan orang Tua ku. Aku juga masih bisa membantu mereka.” Selir Maya menjawab dengan santai.


“Menjadi Putri bangsawan yang bangkrut, meski dicintai Oleh Raja sekalipun tetap tidak akan membantu. Benar bukan Selir?” Azzura menengok dan tersenyum padanya.


Selir Maya berhenti dari kegiatannya dan menatap heran Azzura.


“Apa maksud mu Azzura?” Selir Maya sudah cukup kesal dengan basa-basi Azzura.


“Bukankah saat ini kau butuh pendukung untuk menjauhi dua Iblis itu dan melawan mereka Selir?”

__ADS_1


“Azzura aku tidak suka bertele-tele, Apa mau mu?”


Selir Maya benatap tajam Azzura sedangkan Azzura hanya tersenyum manis seperti ada maksud dengan semua yang dia katakan.


__ADS_2