The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 91


__ADS_3

Chiko tidak mengatakan apapun setelah mendengar ucapan dari Raja Cariann setelahnya mereka semua kembali ke Villa kerajaan.


Sedangkan gadis-gadis tadi ditempatkan di Asrama kerajaan untuk sementara sampai keputusan pastinya di tetapkan.


Chiko langsung menghampiri Ayahnya yang duduk di Kursi ketika tiba di Kamar. “Ayah,” dengan berlutut.


“Hah… Chiko, ayah tidak pernah keras terhadap mu karena Ayah pikir kau sudah dewasa dan bisa menjadi Pribadi yang baik.” Ucap sang Ayah menunjukan dia sangat kecewa.


Sedangkan sang Ibu hanya duduk dalam diam tidak mengatakan apapun juga.


Raja Frio memiliki dua orang Putra dan Dua orang Putri. Dimana Chiko adalah anak pertamanya dan sekaligus Putra Mahkota kerajaan.


Berapa hancur hati ayah dan ibunya mengetahui sang anak tidak dapat menjaga nama baik keluarga kerajaan dengan menghamili beberapa wanita dan tidak mau bertanggung jawab.


“Maafkan aku Ayah, Ibu.” Chiko berlutut dengan menangis.


Sedangkan semua saudaranya yang menyaksikan itu hanya diam tanpa berbicara apapun. “Aku tidak mau tahu, menantu ku hanya Vanesa. Bawa dia pulang besok.” Tegas sang Ibu.


Mereka semua diam ketika sang Ibu pergi meninggalkan mereka dan kembali ke kamar untuk ber istirahat diikuti yang lain.


Keesokan paginya Selir Luisa menemui Raja Cariann, dia ingin meminta pembatalan pernikahan Vanesa dan Chiko.


“Selir. Ada apa kau pagi-pagi sekali menemui ku?” Tanya Raja Cariann.


“Yang Mulia, “ Selir Luisa memeberi hormat dan duduk di kursi yang ada disamping suaminya itu.


“Aku ingin mengajukan sebuah permintaan yang mulia, ” Ucap Selir Luisa sedikit Ragu.


“Ada apa katakan lah,”

__ADS_1


“Aku ingin pembatalan pernikahan Vanesa dan Chiko,” Ucap Selir Luisa tanpa ragu.


Raja Cariann yang mendengarnya tidak terkejut, sudah pasti keluarga mereka tidak akan terima akan hal ini.


“Selir, bukan aku tidak mau membatalkan pernikahan mereka. Tapi…” Raja Memandang Selir nya itu.


“Pernikahan ini terjadi atas persetujuan kedua belah pihak tanpa pemaksaan sedikit pun, lagi pula ini menyangkut nama baik kedua kerajaan. Jika dibatalkan maka Kerajaan akan dianggap mempermaikan pernikahan itu sendiri Selir,” Jelas Raja dengan perlahan.


“Tapi sampai tadi pagi Vanesa terus menangis tanpa henti, ini pukulan terbesar dalam hidupnya,” Selir Luisa mencoba membujuk.


“Sejak awal aku sudah menanyakannya dengan benar pada Putri Mu, tetapi dia bersikeras untuk menerima pernikahan ini. Jadi aku tidak bisa mengambil keputusan yang lain.” Raja Cariann sudah memutuskan untuk tidak membatalkan pernikahan Vanesa.


Karena kesal Selir Luisa pergi begitu saja dari Ruang kerja Raja tanpa mengatakan apapun lagi.dijalan kembali ke Villa Selir, dia berpapasan dengan Selir Inez dan Lily.


Selir Inez dan Lily memberi hormat namun seperti meremehkan Selir Luisa terlihat dari tatapan mereka. Selir Luisa tahu pasti akan jadi begini karena semua orang ada di Aula pesta malam tadi.


Selir Inez tersenyum sinis. “Tentu saja, dia pasti meinta pembatalan pernikahan pada Raja, jika di lihat dari wajahnya pasti Raja menolak.” Dengan yakin Selir Inez berkata.


“Lalu bagaimana dengan Kak Vanesa? Dia harus tinggal dengan laki-laki yang sudah menghamili banyak wanita,” Bahasa Lily seperti mengejek.


“Entahlah, ini sudah keputusannya sendiri jadi dia harus menikmatinya.” Mereka berdua tertawa dan langsung pergi.


“Sekarang aku menjadi bahan tertawaan semua orang,” Kesal Selir Luisa.


Dia merasa saat ini pandangan semua orang-orang tertuju pada nya dan mengejek keluarga mereka. Sampai di Villa dia langsung duduk dengan marah.


“Ibu bagaimana?” Tanya Vanesa khawatir.


Selir Luisa menatap Putrinya dengan sedikit kesal. “Siang ini mereka akan menjemput mu,” Ucap Sang Ibu.

__ADS_1


“Maksud Ibu?” Vanesa sedikit bingung.


“Kau akan di bawa pulang Ke kerajaan Frio.”


“Apa, Ibu aku tidak mau, apakah Ayah tidak menyetujui pembatalan. Ibu bicarakan lagi pada kakek…”


“Cukup Vanesa!” teriak Seir Luisa karena kesal.


“Ini tidak akan terjadi jika kau mau mendengarkan Ibu dan Kakek mu,” Marahnya.


“Bu, maafkan aku. Aku tahu salah aku akan menurut pada mu mulai saat ini, jadi aku mohon bu tolong aku.” Vanesa bersujud pada Ibunya.


“Hentikan, lebih baik sekarang kau ikut dengan keluarga mereka tanpa protes. Nanti akan ku pikirkan lagi.” Sara Ibunya.


“Tidak bu, Jika aku ikut dengan mereka maka aku akan kehilangan harga diri,” VAnesa mulai menangis.


Selir Luisa hanya menghela nafas dengan kasar, dia juga sebenarnya kasihan dengan Vanesa jika memiliki suami seperti Chiko namun harus bagaimana lagi.


Vanesa terduduk dengan lemas, bahkan pelayan yang memintanya untuk sarapan saja dia tidak menjawab dan hanya melamun.


Siang harinya Vanesa di jemput dan di bawa Kekerajaan Frio dengan Rombongan yang lain, awalanya dia membayangkan perjalanannya akan bahagia, ternyata berubah sangat jauh dari semua yang diharapkan.


Didalam kereta dia sama sekali tidak menatap Chiko, bahkan memegang tangan Chiko yang ingin membantunya naik kekereta saja dia acuhkan, Vanesa seperti merasa jijik dengan suaminya itu.


Dan ternyata para wanita yang mengaku hamil anak Chiko juga ikut dibawa ke Kerajaan dengan kereta kuda sendiri.


Sepanjang perjalanan rakyat yang melihat kereta mereka berjalan dengan beriringan hanya berbisik, merasa kasihan dengan Nona Vanesa yang sudah tertipu oleh Pangeran dari Frio. “Malang sekali Nasib Nona Vanesa,” ucap salah satunya.


Semua orang berbisik dan bergosip, vanesa tidak mau menunjukan wajahnya keluar jendela kereta, dia sangat malu saat ini dan ingin sekali melarikan diri kemana pun itu.

__ADS_1


__ADS_2