The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 57


__ADS_3

“Entah apa yang harus ku lakukan pada kalian bertiga?” Kata-kata Ratu seperti menyindir jika yang bisa mengadili mereka bukanlah dia melainkan Raja.


Mereka bertiga paham maksud itu dan langsung semakin ketakutan. “ Yang mulia Ratu, aku mohon percayalah pada ucapan ku. Aku benar-benar berkata jujur.” Selir Luisa masih bertahan dengan pengakuan bahwa dia tidak terlibat dengan Bibi Ula.


“Semua akan dibuktikan nanti setelah wanita itu diadili."


"Aku perintahkan untuk kalian bertiga dilarang melakukan kegiatan diluar kamar selain ada Izin dari ku atau Raja. Sampai kasus ini jelas dan bisa membuktikan bahwa kalian tidak terlibat. jika ada yang berani melanggar, aku tidak akan segan-segan melakukan hukuman langsung tanpa pengadilan!" Lanjut Ratu Elena dengan perintah tegas, dan juga peringatan keras.


Setelah itu Ratu Elena dan yang lain pergi meninggalkan kamar itu, tanpa melihat mereka bertiga lagi.


“Ibu bagaimana ini?” Rengek Vanesa yang takut dihukum setelah Ratu dan yang lain tidak terlihat lagi.


Selir Inez langsung berdiri dan menatap Selir Luisa dengan marah. “Ini semua salah mu, aku tidak mau terlibat. Berani kau melibatkan ku, maka ayah ku yang akan menghabisi mu! “ ancam nya dan langsung pergi.


Mendengar perkataan Selir Inez membuat Selir Luisa meradang. “Kurang ajar, memangnya dia saja yang mempunyai Ayah berkuasa. Kita lihat, siapa yang akan habis lebih dulu.” Ucapnya. 


"Dengarkan aku, jangan melakukan apapun dan jangan menganggu Azzura dulu, jika kau melanggar maka habislah kita." Selir Luisa memperingatkan Putrinya


Vanesa mengangguk tanda mengerti.


Sementara Selir Inez sudah merasa benar-benar kacau. Urusan Putrinya saja belum selesai, sekarang sudah dilibatkan dalam masalah Selir Luisa.


“Sial, mengapa aku jadi terjebak seperti ini,” kesalnya.


Belum sampai ke kamarnya, dari kejauhan dia melihat Azzura yang baru saja keluar dari ruang baca, langsung saja dia menghampirinya.


“Apa ini semua rencana mu?” Selir Inez langsung menghadang Azzura dan Anita yang membawa beberapa buku.

__ADS_1


“Selir, apa maksudmu?” Tanya Azzura polos.


“Heh, cukup kau berpura-pura polos Azzura, nyatanya kau adalah Iblis!” ucap Selir Inez dengan kasar.


Mendengar itu Azzura maju dan berjalan ke sampingnya lalu berbisik. “Jika aku Iblis, maka ku peringatkan kau untuk berhati-hati Selir,” Azzura menatapnya dari samping dengan senyum yang aneh.


Melihat senyum dan tatapan mata Azzura Selir Inez langsung merinding, itu benar-benar menakutkan.


“Ayo Anita,” ajak Azzura.


Dia meninggalkan Selir Inez yang terdiam dan tidak bisa menjawab ancaman Azzura.


Dia saat makan malam, Raja Cariann sudah kembali dari pelesiran nya ke beberapa kerajaannya dan penanganan politik luar Kerajaan.


Ketika baru sampai diKerajaannya dia sudah banyak mendengar beberapa kejadian selama dia pergi. Termasuk penangkapan Bibi Ula yang tertuduh sebagai Ahli Sihir.


Makan malam kali ini juga hanya dihadiri Ratu Elena, Azzura dan Selir Maya.


“Raja, ini bukan salah mu, aku sebagai Ratu juga kurang bisa menjaga dan mendidik mereka dengan baik.” Ucapnya.


“Ayah, apa aku bisa mengajukan permintaan?” Azzura mengajukan pertanyaan.


“Apakah itu Putri?” Raja Cariann bersemangat.


“Ayah, jika melihat ada seseorang yang berani masuk ke Kerajaan kita dan menggunakan Sihir bukan kah itu sangat berbahaya. Apalagi kita tidak pernah mempelajari pengetahuan sihir.” Jelas Azzura dan Raja Cariann semakin memperhatikannya.


Azzura menatap Ayahnya dengan dalam. “Ayah, apakan boleh kami mempelajari pengetahuan Sihir?” Azzura memohon dan Raja Cariann terkejut.

__ADS_1


Semua orang juga terkejut dengan permintaan Azzura yang dirasa cukup berani, bukan tanpa alasan. Sihir adalah hal yang paling tidak disukai Raja Cariann sejak dulu, bahkan Raja-raja terdahulu juga demikian.


Karena itulah Jangankan mempelajari Sihir, mengucapkan kata-kata itu saja menjadi hal tabu karena dapat dicurigai banyak orang.


“Putri, apa kau tahu dengan yang kau ucapkan?” Raja Cariann mengingatkan.


“Tentu Ayah, aku meminta ini karena untuk keamanan kita sendiri, setidaknya kita tidak bisa menggunakan Sihir itu sendiri, tapi kita tahu jika ada yang ingin mencelakai kita dengan Sihir.” Jelas Azzura bersemangat.


Raja Cariann hanya diam dan tidak menjawab lagi. Azzura meneruskan ucapannya. “Aku pernah berbincang dengan Pangeran Andres, jika kita tidak harus memiliki ilmu Sihir itu sendiri, tapi kita bisa mempelajari pengetahuan Sihir itu untuk keamanan.”


Raja Cariann menatap Putrinya lagi yang terlihat bersemangat dan yakin. “Aku akan memikirkannya, tapi sampai aku belum memutuskan apapun. Kalian tidak boleh mendahului segala tindakan diluar perintah ku,“ Tegasnya.


Semua orang menunduk patuh, tanpa membantah sekali pun.


Selesai makan malam Ratu dan Raja Cariann berbincang diruang kerja Raja. “Ratu, bagaimana keadaan mu?” tanya nya dengan lembut.


Ratu Elena menjadi tersipu dengan pertanyaan Raja Cariann yang dirasa sangat menghargainya. “Aku sangat baik Yang Mulia.” Dengan tersenyum.


“Syukurlah, pasti berat untuk mu disaat aku tidak ada disamping kalian, apalagi sudah banyak terjadi masalah.” Sesal Raja Cariann.


“Tidak Yang Mulia, ini sudah menjadi tugasku, urusan Rumah tangga Kerajaan memang tanggung jawab ku. Justru aku yang harusnya meminta maaf karena kurang bisa mengawasi dan banyak kelalaian.” Ratu Elena beralih menjadi menyesal.


Raja Cariann memeluknya. “Aku sangat bangga pada mu, kita tidak pernah berfikir akan menjadi Raja dan Ratu. Namun tanpa disangka takdir membawa kita keposisi ini. Dan kau sama sekali tidak mengeluh. Terima Kasih.” Raja Cariann memeluk erat Sang Ratu.


Sebenarnya semenjak menikahi Selir Maya dengan alasan jatuh cinta padanya sudah membuat Raja Cariann merasa bersalah pada istrinya ini. Dari awal meminta Izin memiliki Selir dia tidak pernah membantah, melarang bahkan menunjukan wajah marah.


Tapi dengan tangan terbuka dia menerima para madunya dan membimbing mereka untuk menjadi istri yang baik. Raja Cariann sangat bangga padanya.

__ADS_1


Dalam pelukan Raja Cariann, Ratu Elena menjadi tenang dan mengakui jika takdir tidak bisa diubah, harus terus dijalani dan dihadapi dengan baik. Setiap keputusan harus diambil dengan pemikiran yang matang.


“Ya, kami harus terus bersatu untuk menjadi panutan bagi seluruh orang di Kerajaan Barat.” Batin Ratu Elena dengan yakin. dan bersumpah tidak akan meninggalkan suaminya dalam keadaan apapun.


__ADS_2