The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 81


__ADS_3

Tuan Cartez dengan marah langsung masuk keruang tamu kediaman Selir Luisa. “Ada apa ini Luisa, mengapa semuanya menjadi kacau?” Marah Tuan Cartez seraya duduk di Sofa.


“Apa Ayah sudah mendengar berita mengenai pernikahan Vanesa.” Tanya Selir Luisa


“Bukan hanya itu, aku juga mendengar kegagalan mu mengenai Azzura.” Ucap Sang Ayah dengan meremehkan.


“Ayah mengetahuinya juga?” Selir Luisa terkejut.


“Dasar ceroboh mengapa kau terlalu terburu-buru hah?” Tuan Cartez semakin marah.


“Ayah memata-matai ku?” Kesal Sleir Luisa.


“Memata-matai? Lebih tepatnya aku menjaga semua apa yang kau lakukan supaya tidak terlanjur.”


“Apa maksud Ayah?”


“Azzura tidak seperti yang kau kira Luisa, Aku mengetahui jika sebelum Vanesa menyetujui pernikahannya Azzura menemuinya lebih dulu.”


“Apa?” Selir Luisa benar-benar terkejut.


“Hal ini saja kau tidak mengetahuinya, ck!” Tuan Cartez mengejek putrinya.


“Mengapa dia semakin berani dan bertindak berbeda dari sebelum nya?” Ucap Selir Luisa.


“Entahlah yang jelas apapun yang akan kau lakukan, lebih baik pikirkan dulu dan diskusikan pada ku.” Tuan Cartez pergi meninggalkan Selir Luisa yang masih melamun.


“Kita pergi ke Istana sekarang.” Perintah Tuan Cartez ke pengawalnya.


“Baik.”


Ditempat lain Lily yang mendengar Vanesa akan menikah menjadi sedikit terkejut. Lalu pergi menghampiri Kakaknya di kamar dia.


“Apa aku boleh masuk kak?” Dengan lembut dia berkata.


Belum dijawab Lily langsung menerobos pintu, Vanesa yang malas meladeni kelakuan Lily tidak berkomentar apapun.

__ADS_1


Dengan tenang dia duduk disofa meski tidak dipersilahkan sekalipun. “Apa benar kau akan menikah dengan Pangeran dari Frio itu kak?” Tanya Lily dengan penasaran,


“Seperti yang kau dengar.” Singkat Vanesa.


“Tapi, bukankah kau tidak mencintainya?” Tanya Lily lagi.


“Bukankah kau mengejar Pangeran dari Timur itu, siapa namanya aku lupa.” Seloroh Lily lagi.


“Kau tahu apa, lebih baik kau fokus belajar dan jangan mengurusi yang bukan urusan mu.” Tegas Vanesa namun tidak menatap Lily.


“Ck,” Lily merasa diabaikan memilih untuk pergi namun sebelum pergi dia mengucapkan satu patah kata.


“Aku harap kau tidak akan menyesal kak, karena aku sangat tahu tujuan mu.” Setelah mengatakan itu Lily berjalan pergi.


Vanesa hanya menghela nafas. “Apa pilihan ku salah? Mengapa semua orang menentangnya?” Batin Vanesa.


Tuan Cartez yang langsung datang ke Istana untuk menemui Raja Cariann menunggu di Aula pertemuan. Tidak lama Raja Cariann datang dengan penasihatnya.


“Ayah mertua,” Raja Cariann memberi hormat dan dibalas oleh Tuan Cartez.


“Ada hal apa anda datang kesini dan tanpa memberi kabar terlebih dahulu?” Tanya Raja Cariann dengan lembut.


“Hah soal itu, Vanesa sendiri yang datang dan menemui ku, dia menyatakan kebersedian nya.” Jawab Raja Cariann.


“Apa kau tahu alasannya?”


“Awalnya aku juga ragu menerimanya namun dia mengatakan jika ini adalah keputusannya sendiri tanpa harus berbicara pada kalian semua.” Ucap Raja dengan yakin.


Tuan Cartez menghela nafas kasar. “Batalkan pernikahan ini Cariann.” Ucap Tuan Cartez dengan tegas.


“Tidak mungkin Ayah, semua persiapan telah dilakukan dan juga jika kita batalkan secara sepihak tanpa alasan yang jelas maka akan mempermalukan Kerajaan kita.” Tega Raja Cariann.


“Keluarga ku tidak ada yang menerima pernikahan ini.” Ucap Tuan Cartez dengan kesal.


“Jika itu masalahnya lebih baik kau bicarakan pada Vanesa, dan berikan aku alasan yang jelas. Vanesa juga Putri ku Ayah. sebelum aku menyetujuinya, aku sudah menanyakan hal ini dengan baik pada Vanesa dan dia sudah memastikannya.” Jelas Carian tanpa mau ada perdebatan lagi.

__ADS_1


Tuan Cartez tidak bisa menolak lagi hanya bisa membuang muka dengan kesal. “Aku pamit,” Tanpa ucapan yang berarti Tuan Cartez pergi dari Aula pertemuan.


Raja Cariann hanya menghela nafas lega. “Bagaimana persiapannya penasihat?”


“Sudah Delapan Puluh persen Raja, utusan Kerajaan Frio juga sudah banyak yang datang membawa barang-barang untuk Nona Vanesa.”


“Bagus, pastikan semua berjalan dengan lancar,” Raja bangun dan juga pergi meninggalkan Ruangan Pertemuan.


Mereka pergi menuju ruang kerja kerajaan, hari ini sangat sibuk, dalam beberapa minggu kedepan pernikahan Vanesa akan digelar. Vanesa juga sudah Kembali ke Istana.


Azzura berinisiatif untuk menemui Vanesa dan memberinya beberapa oleh-oleh dari Kerajaan Timur. Setelah sampai didepan kamar Vanesa, Anita langsung menyuruh pengawal memberitahu kedatangan Putri Mahkota.


“Selamat siang Kakak, apa kabar mu baik?” Azzura basa-basi.


“Apa kau senang aku akan menikah dan pergi dari Istana?” ucap Vanesa menyindir.


Azzura tersenyum. “Aku senang karena akhirnya kau menemukan jodoh yang tepat kak,” puji Azzura.


Azzura duduk disofa dan menyuruh Anita meletakkan beberapa kotak hadiah dari nya. “Aku membawakan beberapa perhiasan khas Kerajaan kita dan Kerajaan Timur, kebetulan kemarin aku berkunjung ke sana.” Ucap nya.


Vanesa melihat beberapa kotak yang sudah diletakkan di atas meja. “Aku kira kau akan memberikan hal lain yang lebih menakjubkan.” Sindirnya.


Tanpa tersinggung Azzura justru berkata. “Bukan kah setelah nanti kau menikah akan mendapatkan banyak kejutan kak,” ucap Azzura mengejutkan Vanesa.


“Apa maksud mu?” Curiganya.


“Tenanglah kak, aku Cuma mendengar jika kita menikah maka akan banyak kebahagiaan dan keberuntungan.” Jelas Azzura.


Vanesa berbalik dan melihat baju di lemari miliknya, beberapa hari lagi akan ada pesta lajang untuknya. “Aku ingin menjahit baju baru, segera panggilkan Penjahit Istana,” Perintahnya pada pelayan.


Azzura hanya tersenyum kecil. “Apa pakaian mu tidak terlalu banyak kak?” tanya Azzura.


“Kau tahu apa, aku akan menikah jadi harus ada banyak pakaian baru dan membuat ku menjadikan ku pusat perhatian semua orang.” Dengan angkuh nya Vanesa berkata.


“Kau benar kak, kau harus jadi pusat perhatian semua orang.” Ucap Azzura seraya berdiri.

__ADS_1


“Jika seperti itu, aku ucapkan selamat atas pernikahan mu kak.” Azzura pergi tanpa menunggu jawaban dari Vanesa yang hanya melirik sepintas.


“Kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi nomor satu,” Batin Vanesa dengan sinis.


__ADS_2