
“Tuan Putri, apa kau mengetahui sihir? “ Tanya Pangeran Andres langsung.
Azzura hanya diam dan berfikir, dia tidak pernah secara khusus mempelajari sihir. Hanya saja sebelum dia kembali ke masa lalunya ini, Pamannya mengajari pengetahuan Sihir untuk perlindungan diri, untuk sedikit mengetahui jika didekatnya ada sihir atau ada orang-orang yang akan mencelakai nya dengan menggunakan sihir.
Tapi aneh jika dia sekarang bisa memiliki penciuman yang tajam untuk kepada aura sihir.
“Tuan Putri? “ Tegur Pangeran Andres.
Azzura langsung tersadar dari lamunannya dan kembali fokus pada Andres. “Aku juga tidak mengerti bagaimana, hanya saja tiba-tiba bisa merasakan aura itu, “ Azzura mencari alasan yang masuk akal karena pada dasarnya dia pun tidak tahu penciuman dan perasaannya tentang sihir bisa meningkat.
Andres hanya mengangguk dan terdiam. Felix yang merasa pembicaraan mereka semakin dalam berjalan menghampiri. “Apa yang terjadi sebenarnya? “ Tanya nya semakin penasaran mendengar pembicaraan mereka.
“Tuan Putri merasa mengenali wanita paruh baya yang mengaku tabib dari Selir Luisa masuk ke kamar yang mulia Ratu,” Jawab Andres menjelaskan.
“Karena Aku juga merasa mengenali gestur wanita itu saat melihat sosoknya, dan setelah ku perhatikan benar saja dia adalah seorang ahli sihir. “ ucapnya yakin.
“Apa yang kau katakan?” Felix terkejut.
“Jika dia ahli Sihir bukan kah ini berbahaya dan harus segera dilaporkan pada Raja. “ Felix marah.
“Tidak sesederhana itu Tuan, “ ucap Andres.
“Saat tuan Putri mencecarnya dengan beberapa pertanyaan didepan Ratu. Dengan cepat dia menggunakan sihir penghilang Rasa sehingga semua orang Lupa dengan apa yang terjadi.” Kesal Andres.
“Ini sungguh ancaman besar, jika Selir Luisa dengan berani memasukan Ahli Sihir di Kerajaan. Semua orang akan bahaya. “ Khawatir Felix.
Semua orang terdiam dan berkutat dengan pemikiran masing-masing.
“Bagaimana jika kita menjebak mereka? “ ucap Azzura tiba-tiba.
Semua orang menengok kearahnya dan menatap Azzura. “Bagaimana caranya? “ Felix bertanya.
__ADS_1
“Jika benar dia ahli Sihir, kemungkinan saat ini dia langsung menemui Selir Luisa dan melaporkan kejadian di Kamar Ibu Ratu. Jika aku tidak salah menduga. Mereka akan berdiam diri untuk sesaat supaya menghilangkan kecurigaan dan untuk berjaga-jaga.” Azzura menjelaskan dan mereka semua menyetujuinya.
“Lalu apa rencana anda Tuan Putri? “ tanya Andres lagi.
Azzura membalas hanya dengan senyuman dan menatap keluar jendela. "Aku ada sedikit permainan untuk mereka." dengan tersenyum jahat.
Di lain tempat Bibi Ula sudah melaporkan kejadian di Kamar Ratu tadi. “Sepertinya Putri Mahkota mengetahui Sihir Selir, “ Ucap Bibi Ula.
“Bagaimana kau menyimpulkan hal tersebut Bibi?" Selir Luisa penasaran.
“Dari awal melihat ku dia langsung mencurigai Teh ini, jadi kemungkinan dia bisa mencium aromanya.“ Bibi Ula mengingat ekspresi Azzura yang langsung menyeringitkan dahi ke arah teh itu.
“Jika seperti itu maka sangat berbahaya Bibi, lebih baik kita diam dulu untuk sementara. Saat ini Azzura tidak bisa kita remehkan. “ ucap Selir Luisa dengan waspada.
“Benar Selir, lagi pula ada Pangeran Andres diIstana. Ini terlalu beresiko. “
Mereka semua terdiam dalam lamunan masing-masing dan tidak mau berbicara lebih jauh.
Saat ini Selir Maya yang sedang bersiap karena ingin melaporkan keadaan Rumah Tangga kerajaan kepada Ratu bersamaan dengan para Selir lainnya. Sampai saat mereka bertemu didepan pintu Ruang pertemuan Para hareem kerajaan.
Selir Inez hanya tersenyum sinis dan tidak membalas salamnya.
“Sepertinya ada yang sudah memiliki pendukung saat ini,“ Sindir Selir Inez.
Selir Maya hanya diam dan tidak mau berdebat dengannya. Namun tetap berjalan maju, Saat akan masuk Selir Inez mengucapkan kata-kata tajam.
“Aku harap kau tidak salah memilih teman Selir Maya, karena itu bisa jadi awal dari kehancuran mu.“ Setelah mengucapkan itu Selir Inez masuk terlebih dahulu sedang kan Selir Maya yang diam dan dilewatinya begitu saja.
Ratu Elena sudah menunggu mereka dan melihat Selir Inez dan Maya masuk dengan beriringan. Karena tidak melihat Selir Luisa dia bertanya. “Dimana Selir Luisa, mengapa belum datang? “ tanya nya.
“Mohon maaf Ratu, Selir Luisa sedang tidak enak badan. Sejak semalam badannya lemas dan sulit untuk bangun dari tempat tidur. “ jawab Selir Inez.
__ADS_1
“Ah, begitu rupanya. Nanti aku akan menengoknya. Ayo kalian duduk lah. “ ajaknya.
Mereka langsung berdiskusi dengan tenang tanpa ada perdebatan yang berarti. Semua pekerjaan terselesaikan dengan baik. Ratu Elena pun puas dengan laporan mereka. Setelah semuanya selesai dia langsung pamit terlebih dahulu untuk menengok Selir Luisa.
Setelah Ratu Elena keluar, Selir Maya menatap Selir Inez. “Apa aku memiliki salah terhadap mu Selir?” Ucapnya langsung.
“Entahlah, pada dasarnya aku juga malas berurusan dengan mu.” Jawab Selir Inez dan langsung hendak pergi namun dengan lantang Selir Maya mengucapkan sesuatu.
“Aku rasa yang harus berhati-hati saat ini bukanlah diri ku. Namun anda dan Selir Luisa.“ dia tersenyum.
Selir Inez berbalik dan menatap tajam Selir Maya. “Apa maksudmu? “ ucapnya.
Selir Maya berjalan mendekatinya. “Putri Mahkota bukan orang yang bisa kalian jatuhkan dengan mudah dan aku tahu itu.“ dia langsung pergi menginggalkannya.
Selir Inez mengepalkan tangan dan melihat kepergian Selir Maya. “Lihat saja nanti, kau akan menyesal.“ ucapnya dengan marah.
Ratu Elena berjalan ke arah Kamar Selir Luisa yang dilihat Oleh Azzura. “Ibu mau kemana? “ batinnya dan langsung menghampiri dengan Anita yang ada dibelakangnya.
“Ibu Ratu, “ Hormat Azzura dan Ratu Elena berhenti.
“Putri Mahkota, sedang apa disini? “ tanya Ratu Elena.
“Aku ingin ke taman Kerajaan mengambil beberapa tanaman untuk taman Pribadi ku,. Anda mau kemana Ibu? “ tanya nya kembali.
“Selir Luisa sakit, aku ingin menengok nya. Apa kau mau ikut? “ ajaknya.
Azzura tersenyum. “ tentu, bukankah dia Ibu ku juga.“ dengan ceria dia berjalan mengikuti Ratu Elena.
Sesampainya disana Ratu Elena dan Azzura langsung masuk kekamar Selir Luisa dan semua orang memberi Hormat.
“Aku dengar kau sedang sakit Selir?“ Ratu Elena mendekati ranjang Selir Luisa yang sedang berbaring lemas.
__ADS_1