The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 54


__ADS_3

Menjelang malam, Ratu mengundang Pangeran Andres secara khusus untuk makan malam bersama, Azzura juga ikut serta dalam makan malam tersebut.


Setelah makan malam selesai, Ratu mengajak Pangeran Andres untuk minum teh terlebih dahulu sambil mengobrol.


“Terima kasih atas undangan makan malamnya Ratu Elena,“ Tulus Andres.


“Jangan sungkan Pangeran, justru aku lah yang seharusnya meminta maaf, karena membatalkan makan malam kita yang kemarin,” Jawab Ratu Elena.


Pangeran Andres tersenyum.


“Oh ya, bagaimana keadaan ibu mu?“ Tanya Ratu Elena membuka percakapan.


“Saat ini sudah lebih baik yang mulia Ratu, dia juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa datang ke Penobatan Anda waktu itu,” ucap Andres.


“Sudah lah, aku juga belum menengok ibu mu selama sakit,” Ratu Elena menghela nafas.


“Aku dengar dia mengalami sakit yang tidak biasa, apakah itu?” Ratu penasaran.


Andres terdiam dan menatap Azzura yang duduk disamping ibunya, lalu dibalas anggukan oleh nya.


“Awalnya kami mengira sakit Ratu karena paska melahirkan adik ku Pangeran Alwar, tapi lama kelamaan tubuhnya semakin lemah. Sampai suatu saat, Paman kami menengoknya dan menemukan bejana wewangian yang tidak biasa, setelah diamati olehnya ternyata itu adalah wadah suntuk asap dupa sihir.” Andres menunduk mengingat kondisi sang Ibu yang sudah parah.


"Bagaiman kalian membedakan wadah dupa wewangian dan wadah dupa sihir Pangeran?" Ratu Elena semakin penasaran.


Tiba-tiba Azzura berkata. “Pangeran, apa kau bisa menggambarkan bentuk tempat dupa tersebut? “ Azzura menyela dan menyuruh pelayan membawakan kertas dan alat tulis.


Ratu Elena hanya memandang mereka dengan tatapan penuh rasa penasaran, bingung dan juga khawatir.


Pangeran Andres langsung menggambar bentuk wadah dupa yang ditemukan dikamar Ibunya. Setelah selesai dia menyerahkannya ke Ratu Elena dan juga dilihat oleh Azzura.

__ADS_1


“Persis,” Batin Azzura dengan tersenyum. Karena bentuknya sama dengan yang ada dikamar Selir Inez.


“Apakah wadah dupa biasa dan yang digunakan untuk Sihir bisa dibedakan dengan mudah Pangeran?” Tanya Ratu Elena. Karena dia tidak mau asal menuduh kedepannya.


“Secara sekilas tidak terlihat berbeda Ratu, hanya saja jika kita perhatikan dengan seksama. Bejana atau Dupa untuk sihir hanya memiliki dua lubang yang terbuka,“ jelas Andres.


“Dua lubang?” Ratu Elena penasaran.


“Benar, karena pada dasarnya lubang yang lain ditutup dengan kertas khusus supaya memecah asap dupa sehingga bisa terhirup sempurna dan tidak terlihat mata,“ Andres menjelaskan dengan terperinci.


Ratu Elena terdiam, “Jjika bentuknya mirip tapi tidak tertutup?” Ratu Elena masih penasaran.


Andres tersenyum, kemungkinan dia hanya ingin membuat orang itu kebingungan saja,” ucap Andres.


“Maksudmu bagaimana? Tolong jelaskan lagi,”


“Anggap ini diri anda Ratu, ini orang yang ingin menyihir mu. Dan satu lagi adalah Ahli Sihir.” Andres menjelaskan dengan alat supaya Ratu Elena lebih memahaminya.


“Orang ini, yang pertama harus dekat dengan anda dan sangat kau percayai, tapi dia membenci mu namun tidak mau membuat anda dengan mencurigainya, maka dia menyuruh Ahli Sihir untuk membuat Anda menurut terlebih dahulu dengannya. Jika sudah berhasil, baru dia mulai menghasut segala hal buruk pada anda, dan jelas anda akan selalu mempercayainya karena sihir yang ditunjukan pada anda hanya sihir penakhluk.” Andres berhenti dan menatap Ratu Elena yang sedang memahami arah pembicaraannya.


“Sampai sini bisa ku lanjutkan yang mulia?“ ucap Andres.


Ratu Elena menatapnya juga. “Terus kan,” yakinnya yang sudah mulai memahami arah penjelasan Andres.


“Jika anda sudah mulai bisa dia kendalikan, maka semua jenis Sihir yang akan diberikan atau diarahkan pada anda akan lebih mudah. Dan tidak akan ada orang yang mencurigainya, dan dengan perlahan anda akan mati lemas.”


Tunggu, mengapa dia tidak langsung membunuh orang itu. Bukan kan akan lebih mudah?”


"Meski cara itu memakan waktu yang sangat lama, tapi keuntungan yang dia dapat bisa berkali-kali lipat." Pangeran Andres berhenti.

__ADS_1


"Apakah Ibu mu di guna-guna oleh orang terdekat Pangeran?" Ratu Elena mulai memahami arah pembicaraan Andres.


Andres tersenyum. "Mohon maaf Yang mulia Ratu, aku tidak bisa memberitahu anda." Andrea mengunci.


Ratu Elena tersenyum. "Kau benar, maafkan aku terlalu ingin tahu." dia kembali menyesap teh nya.


Azzura mengerti arah tatapannya. “Dia ingin mengambil keuntungan dari orang tersebut, tinggal tergantung siapa yang dia Sihir.” Ucap Azzura yang membuat Ibunya berbalik menatapnya.


“Sepertinya kau sangat memahami hal ini Putri ku,“ Ratu Elena sedikit menyindir.


Azzura hanya menaikan kedua bahunya. “Paman Felix sudah banyak bercerita pada ku.“ Jawabnya.


“Sebenar seberapa dekat kau dan Paman mu itu? “ Curiga Ratu Elena.


Azzura bergaya layaknya orang berfikir,. “Cukup akrab bu,” dengan tersenyum


Ratu Elena hanya menggeleng dan menghela nafas.


“Lalu bagaimana kita bisa tahu jika sudah terkena sihir?” Ratu memulai percakapannya lagi.


Pangeran Andres yang sedang menyesal tehnya lalu menaruhnya dimeja. “Sebenarnya cukup mudah jika anda memahami sihir itu sendiri Ratu, yang berbahaya itu jika kau benar-benar tidak paham bahkan tidak pernah tahu sihir itu apa,” jelasnya.


Ratu Elena terkejut, Kerajaan Barat sejak dulu sangat menentang adanya sihir, dan akan menghukum orang-orang yang menggunakan sihir terlepas untuk keperluan apa. Dengan begitu Sihir menjadi tabu di Kerajaan ini dan hampir tidak ada yang berani membahasnya sekali pun.


Tapi ternyata hal itu bisa mencelakai mereka sendiri. Dizaman sekarang ini sihir adalah salah satu hal yang bisa dipelajari dengan mudah dan juga bisa digunakan dia sisi, baik dan jahat. Jika mendengar penjelasan Pangeran Andres, banyak orang yang menggunakan sihir itu sendiri untuk keperluan yang tidak baik.


“Ibu Ratu,” tegur Azzura yang melihat ibunya hanya diam.


 

__ADS_1


__ADS_2