The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 115


__ADS_3

“Ahkk!!” Sesampainya di kamar Vanesa langsung berteriak kesal.


“Mereka benar-benar sudah membuat keluarga ku jatuh,” Ucapnya dengan masih berteriak.


“Tuan Putri, hamba mohon tenang lah…” Pinta pelayannya.


“Tuan Putri, ingat pada kandungan anda,” Sambung Dokter Pribadinya.


“Aku pastikan untuk membalas mereka semua.” Kesalnya.


“Dokter, ikut aku ke Kastil Oro untuk menengok Kakek ku besok.” Perintah Vanesa langsung.


“Baik,” Mereka semua pergi meninggalkan vanesa untuk beristirahat.


“Ku dengar Vanesa akan mengunjungi Kakeknya?” Tanya Raja Cariann.


“Benar, setelah sarapan dia akan kesana.” Jawab Ratu Elena.


“Pastikan pengamanan di perkuat dan juga sore ini perintahkan Vanesa segera kembali ke Kerajaannya.” Perintah Raja Cariann lagi.


“Tapi, apa ini tidak akan menyinggung Kerajaan Frio Raja?” Takut sang Ratu.


“Status keluarga vanesa sudah jelas, jika menolak maka Vanesa akan di Kurung juga, lebih baik yang mana? Aku sudah terlalu melonggarkan keluarga mereka di sini.” Setelah bicara Raja Cariann pergi meninggalkan Ratu yang masih diam.


“Kita harus menemui Azzura.” Ajak Ratu pada pelayan Pribadinya.


Setelah sarapan Azzura memiliki janji dengan Pangeran Andres untuk melanjutkan Proyek mereka mengenai pembangunan Barak untuk para penambang. Mereka juga memperluas jangkauan pertanian dan kerja sama dengan Selatan di bidang perikanan semakin baik.


“Apakah Pangeran Andres sudah memberi kabar?” Tanya pada Anita.


“Sudah Tuan Putri, kita akan bertemu di lapangan tempat latihan kuda-kuda para prajurit.” Jawab Anita.


“Baiklah,” Tidak lama Ratu Elena masuk.


“Ibu?” Hormatnya dengan heran.

__ADS_1


“Ada apa bu? Masih pagi sudah mengunjungi ku?” Azzura ikut duduk disebelah sang Ratu.


“Azzura, aku khawatir Ayah mu akan mencekal Keluarga Cartez.” Ucap Ratu Elena.


“Mengapa bisa begitu?” seraya Azzura menuangkan teh untuk ibunya lalu menyerahkannya.


“Dia memerintahkan untuk memulangkan Vanesa sore ini setelah menjenguk Tuan Cartez.” Jelas Ratu Elena.


“Wah bagus,” Azzura tiba-tiba senang.


“Hei, mengapa kau senang?” Ratu Elena kesal.


“Bu, apa yang kau khawatirkan? Keluarga mereka sudah tidak memiliki kekuatan apapun.” Jawab Azzura dengan santai.


“Kau salah, kau pikir mengapa Tuan Cartez bisa mendukung penuh Ayah mu naik tahta? Semua kelemahan pejabat Negara ada ditangannya. Karena itu pula mereka menentang hukuman mati bagi Tuan Cartez yang jelas-jelas sudah merugikan Kerajaan dan masyarakat.” Jelas Ratu Elena dengan khawatir.


Azzura terdiam lalu mengingat masa-masa dia sebelum kembali ke masa lalu. “Aku melupakan hal ini.” Batinnya.


Keluarga Cartez termasuk keluarga bangsawan terbesar yang memegang kendali politik dan perdangan dengan jangkauan yang luas dan kuat. Relasi keluarga ini tidak dapat diragukan lagi, tidak kalah dengan Keluarga Errum dari Raja dan Ratu Elena.


“Perang, Vanesa terlihat semakin angkuh dan merasa sudah memiliki segalanya. Dia bisa membuat keputusan di luar pemikiran kita.” Ratu Elena masih menatap Dalam Mata Azzura.


“Aku dengar, Raja dan Ratu sudah mau turuh tahta karena kesehatan Raja Frio semakin memburuk.” Lanjut Ratu Elena.


“Perang?” Azzura tidak pernah mempertimbangkan hal ini.


Maksudnya menjodohkan Vanesa dengan Chiko supaya Vanesa menjauh dan menyesali hidupnya sendiri. Akan tetapi mengapa dia terlihat semakin memiliki kekuatan baru.


Dan mengapa juga Chiko menjadi sangat berubah tidak seperti di ingatannya dulu, yang terpuruk karena kebiasaannya bermain wanita dan juga berjudi.


“Aku meminta untuk kau bicara pada Ayah mu supaya memberi kelonggaran pada Vanesa beberapa hari lagi, setidaknya sampai dia sendiri yang ingin kembali ke Kerajaannya.” Pinta Ratu Elena.


Azzura tersenyum. “Akan ku usahakan bu,” Jawab Azzura mencoba menenangkan Ibunya.


Ratu Elena pergi meninggalkan kamar Azzura. Azzura terdiam dan langsung membuka kembali buku milik sang kakek.

__ADS_1


Saat lembar setelah bunga Lily dia buka, lalu membuka lembar berikutnya terlihat sebuah batu permata langka berwarna hitam.



“Batu permata?” Gumamnya dengan meraba gambar tersebut.


“Aku belum pernah melihat permata ini.” Ucapnya lagi dengan berbisik.


“Ada apa lagi sekarang?” Azzura menutup buku itu dan meletakkannya di tempat semula.


Anita datang dengan Lola. “Tuan Putri, sarapan keluarga telah siap.” Mereka memberitahu.


“Ayo,” Azzura berjalan keluar menuju ke Ruang makan keluarga.


Raja dan Ratu sudah ada di sana, semua hadir termasuk Vanesa yang sudah duduk manis disamping Ibunya.


“Ayah, Ibu..” Azzura memberi hormat sebelum duduk.


“Ayo, langsung saja kita sarapan.” Ajak Tuan Cariann dengan tersenyum.


Mereka sarapan dengan tenang, Vanesa juga tidak membuka percakapan yang membuat orang kesal lagi. Selesai makan saat Raja dan Ratu akan pergi Vanesa menghentikannya.


“Ayah,” Panggil vanesa.


Raja Cariann berbalik dan tersenyum pada Vanesa. “ada apa Vanesa?” tanyanya lembut.


Aku ingin mengunjungi Kakek, apakah di perbolehkan?” Tanya Vanesa sopan.


“Tentu, tapi harus dengan penjagaan. Aku sudah menyiapkannya untuk mu.” Jawab Raja Cariann yang langsung pergi meninggalkan Ruan Makan.


Vanesa menunduk memberi hormat, lalu matanya bertemu dengan mata Azzura. Satu sama lain tidak ada yang ingin merendah atau memalingkan tatapannya.


“Vanesa ayo,” Ajak Selir Luisa yang melihat tatapan perang antar keduanya.


Akhirnya mereka berpisah. “Kita ke Ruangan Paman Felix.” Ajak Azzura pada Lola.

__ADS_1


“Baik.”


__ADS_2