The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 61


__ADS_3

Azzura yang terlena dengan aktifitas membacanya diperputakaan menjadi lupa waktu dan sudah hampir seharian dia berada disana.


Sementara Anita dan Ana kebingungan mencari Tuan Putri Azzura yang menghilang sejak tadi pagi setelah sarapan tanpa memberitahu mereka akan kemana.


Anita yang terlihat paling sibuk, karena dia yang bertanggung jawab atas Azzura kemanapun dia pergi. Ketika Azzura menghilang seperti ini dia menjadi panik dan khawatir.


Kebingungan Anita terlihat oleh Ratu Elena yang baru saja pergi ke AKstil Pendidikan dimana Selir Inez dan Luisa sedang belajar disana.


Dia menyuruh Pelayannya untuk memanggil Anita, karena dia mengetahui jika Anita adalah Pelayan pribadi Azzura dan juga penasaran mengapa dia tidak bersama Putrinya.


Anita menghadap Ratu Elena setelah dipanggil. Dengan badan yang bergetar ketakutan dia bersimpuh dihadapan Ratu Elena.


“Apa yang kau lakukan, mengapa aku melihat mu sibuk kesana-kemari?” Tanya Ratu Elena langsung.


Anita menunduk dan tidak berani menegakkan kepalanya Ketika ditanya Ratu Elena. Hanya diam dan bingung mau menjawab apa.


“Ratu bertanya pada mu, mengapa diam saja.” Pelayan Senior menegurnya.


“Ak-aku…” Anita berhenti dan langsung bersujud.


“Maafkan hamba yang mulia Ratu, Hamba lalai dalam menjalankan tugas.” Ucapnya yang malah membuat bingung semua orang.


“Jangan berbelit-belit, katakan ada apa?” Ratu Elena menjadi sangat penasaran setelah melihat Anita yang bersikap seperti itu.


“Yang Mulia, hamba sedang mencari Putri Mahkota yang menghilang sejak pagi setelah sarapan. Dia juga melewatkan jam makan siangnya.” Anita berbicara dengan suara yang bergetar.


Ratu Elena yang mendengar itu langsung menggebrak meja dan berdiri. “Apa yang kau bicarakan?” Teriaknya.


“Bagaiman bisa Putri Mahkota menghilang?” Lanjutnya dengan masih marah.


Anita yang ketakutan dan hanya bisa diam tanpa berani menjawab lagi. Ini memang kesalahannya, saat Azzura pergi Anita tidak bertanya apa-apa. Karena biasanya saat jam makan siang Azzura pasti sudah Kembali, karena dia tahu Putri Mahkota tidak akan bisa menahan lapar sampai waktu yang lama.

__ADS_1


Dia hanya menunggu dikamar tapi sampai menjelang sore hari Azzura tak kunjung datang sehingga dia panik dan mencarinya kesana kemari.


Sementara Azzura sudah mulai merasa ngantuk dan perutnya yang berbunyi menandakan dia sangat lapar. Tanpa disadari waktu sudah mejelang sore hari dan dia juga terkejut.


Segera saja dia bergegas membereskan buku-buku yang berserakan dan membawa beberapa buku untuk dilanjutkannya membaca nanti.


Saat keluar perpustakaan dia lupa jika tidak memberitahu Anita. “Bagaimana aku mebawa buku-buku ini?” Batinnya.


Akhirnya dia memanggil seorang pengawal dan menyuruhnya mencari pelayan Wanita untuk membantunya membawa buku-buku ini kekamar.


Tidak lama datanglah seorang pelayan muda menghampiri. “Astaga, ternyata anda disini Yang Mulia,” Ucapnya dengan memberi hormat.


“Apa maksud perkataan mu?” Azzura heran.


“Maafkan aku yang mulia, pelayan anda sejak tadi mencari anda kesana kemari, sekarang dia sedang dipanggil oleh yang mulia Ratu.”


Azzura yang sedang merapihkan buku-buku tadi menjadi terdiam. “Astaga, ini gawat. Ibu bisa salah sangka.” Batinnya.


“Rapih kan buku-buku ini dan bawa kekamar ku.” Perintahnya pada pelayan Wanita tadi.


Pengawal itu memberi hormat. “Ada Tuan Putri,” Jawabnya singkat.


“Biarkan aku masuk,” Tak lama pengawal itu membuka pintu dan Azzura berjalan masuk.


Dengan bersamaan semua orang melihat kearah kedatangan Azzura dengan anggun. Anita langsung berdiri dan memegang dadanya lalu tersenyum lega.


Ratu Elena maju dan menyambut Putrinya. “Dari mana saja Kau Azzura?” dengan khawatir Ratu Elena bertanya.


Azzura yang melihat Anita langsung tersenyum dan mengangguk memberitahunya untuk tenang.


“Ibu,” dengan menyambut tangan sang Ibu dan membawanya duduk dikursi bersama.

__ADS_1


“Maaf telah membuat kalian semua khawatir, aku terlalu serius membaca diperpustakaan hingga lupa waktu,” Dengan melihat Ratu dan Anita.


“Azzura sayang, saat ini kau adalah Putri mahkota. Apapun yang berhubungan dengan mu itu adalah hal terpenting, dan selalu beritahukan pada pelayan mu kemana pun kau pergi.” Nasihat Ibunya.


“Aku mengerti bu, Terima Kasih.” Jawabnya dengan lembut.


Azzura menghela nafas lega. “ Baiklah, aku sudah sangat lapar. Apa boleh aku dan Anita pergi bu?” Tanya Azzura.


Ratu Elena hanya menggeleng dan tersenyum. “Pergilah, jangan sampai kau sakit.” Jawabnya.


Azzura berdiri dan diikuti oleh Anita, mereka berdua memberi hormat dan berlalu dari ruangan itu bersamaan.


Selama perjalanan ke Ruang makan Anita tidak membuka mulutnya sama sekali. Sampai mereka tiba di meja makan Azzura berhenti dan berbalik menatap Anita.


L


“Apa kau masih kesal dengan ku?” Tanya nya.


Anita mengangkat kepalanya dan langsung menggeleng cepat dia memandang Azzura dengan sendu . “Tuan putri, mana berani aku kesal dengan anda hanya saja…” Anita berhenti dan Kembali menunduk.


Tiba-tiba dia seperti manangis, Azzura memegang pundaknya dengan bingung. “Anita kau menangis?” Tanyanya.


“Tuan Putri, Aku mohon jika anda pergi kemana pun tolong beritahu kami. Karena jika terjadi sesuatu pada mu dan kami tidak ada disamping anda. Hukuman mati pun tidak akan membalas rasa bersalah dan menyesal kami karena tidak bisa melindungi anda.” Ungapnya dengan tubuh bergetar.


Azzura terenyuh dan ingin sekali memeluk Anita namun itu tidak mungkin dengan statusnya sekarang.


“Anita, maafkan aku. Aku akan mengingat hal itu lain kali.” Tulus Azzura.


Anita menghapus air matanya dan langsung menatap Azzura lagi. “Tidak jangan minta maaf Tuan Putri, Aku yang meminta maaf tidak bisa menemukan mu dan mengetahui anda ada dimana.” Sesal Anita.


Azzura tersenyum dan memandang Anita dengan sendu, sampai makanan telah siap disajikan. Azzura yang mencium aroma makanan perutnya langsung berbunyi dalam keheningan mereka.

__ADS_1


Membuat mereka berdua yang mendengarnya tertawa geli. “Sepertinya perutku tidak mendukung kesedihan kita.” Ucap Azzura bercanda.


“Ayo segera makan Tuan Putri, biar aku ambilkan,” Anita dengan cekatan megambil nasi dan lauk pauk lainnya lalu menyajikannya pada Azzura yang sudah duduk dikursi dengan rapih.


__ADS_2