
Selir Inez memegang tangan Raja Cariann dan mulai berbicara. “Yang Mulia, apa anda sudah tahu Selir Maya tidak Kembali Bersama Putri Mahkota?” Tanyanya dengan sedikit manja.
“Hem, aku sudah mengetahuinya dari Ratu,” Raja Cariann melepaskan tangannya dan pergi duduk di Kursi dibalik meja kerja miliknya.
Selir Inez langsung kesal dan melirik sinis Ratu Elena yang masih duduk santai seraya membaca buku.
“Tapi bukankah ini sebuah masalah Yang Mulia…” Rengek Selir Inez.
“Mengapa?” Raja Cariann menanggapi.
“Apa anda tahu, semua pekerjaan dilimpahkan pada ku, bahkan urusan dapur semuanya aku yang membereskan, ini…” Belum selesai Selir Inez berbicara langsung dipotong Ratu elena.
“Mengapa kau mengadukan hal ini pada Yang Mulia Raja Selir Inez?” ucap Ratu Elena yang mulai berdiri.
“Maksud anda?” Selir Inez terdiam.
“Semua urusan rumah tangga kerajaan bukan urusan Yang Mulia, seharusnya kau membicarakan ini pada ku.” Tegas nya.
“Tapi, Selir Maya tidak kembali bukan kah itu menjadi masalah Yang Mulia Raja.” Bela Selir Inez.
“Bukan, Selir Maya tidak kembali aku yang melaporkan dan juga jelas apa alasannya. Dan kau mengadu tentang tugas kalian sedangkan itu bukan urusan Yang Mulia Raja.” Ratu Elena mulai menekan Selir Inez.
“Tapi, Aku…” Gugup Selir Inez.
“Selir, apa kau tahu selama kau di hukum Pendidikan Selir Maya yang memegang dan mengatur semuanya sampai acara pernikahan Vanesa dia yang mengurusnya dan akhirnya jatuh sakit. Tapi dia tidak pernah mengeluh, pekerjaan tiga orang dikerjakannya sendiri. Sedangkan kau?” dengan sedikit sinis dia mencoba menekan Selir Inez di hadapan Raja cariann.
“Yang Mulia bukan itu maksud ku, hanya saja aku belum terbiasa dengan semua tugas rumah tangga kerajaan yang banyak ini…” jelasnya dengan gemetar.
“Tidak terbiasa? Setahu ku kau yang tinggal lebih dulu sebelum Selir Maya bahkan sejak di mansion aku melihat kau hanya duduk santai dan hanya bolak balik tidak jelas.” Remeh Ratu.
“Tidak jelas bagaimana? Aku yang merekrut para pelayan dan juga mengontrol barang kerajaan yang masuk bagaimana anda bisa berkata seperti itu.” Dengan marah Selir Inez menaikan nada bicaranya.
__ADS_1
“Cukup!” bentak Raja Cariann yang sudah tidak tahan dengan keributan mereka.
Mereka ber dua terkejut dan diam seketika. “Selir, apa semua masalah harus kau adukan dan debat kan? Dan juga jaga ucapan mu dihadapan Ratu dan aku, bagaimana lagi aku harus mendidik kalian?” Dengan kecewa Raja Cariann berkata.
“Yang Mulia maaf kan aku,” Selir Inez ketakutan dan bersimpuh.
“Ah sudah lah, kalian urus urusan ini di luar, pekerjaan ku terlalu banyak.” Ucapnya dengan lesu.
“Baik,” Ratu Elena melenggang pergi tanpa perduli pada Selir Inez.
Ketika mereka berdua sudah diluar. “kau ikut aku.” Perintah Ratu pasa Selir Inez.
Selir Inez mengangguk lemas dan mengikuti Ratu Elena dari belakang. Mereka menuju ruang pertemuan Hareem dan duduk Bersama.
“Dimana Selir Luisa?” Tanya Ratu Leena pada pelayannya.
“Beliau masih dirumah orang tuannya karena Tuan Cartez mengalami pingsan Yang Mulia,” Jawab pelayan itu.
“Baik.” Para pelayan itu pergi meninggalkan Selir Inez dan Yang Mulia Ratu.
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan Selir,” tanya Ratu Elena dengan nada yang tegas.
Selir Inez terkejut dengan pertanyaan dan tatapan itu. “Aku, aku…” Gemetarnya.
“Aku rasa memang dia yang harus ku singkirkan terlebih dahulu,” Batin Selir Inez karena di tekan Ratu Elena seperti ini.
Apalagi dia dipermalukan dihadapan yang Mulia Raja tadi, itu membuat Inez semakin kesal. “Yang Mulia Ratu, aku meminta untuk mengatur ulang pembagian tugas,” Ucap Selir Inez dengan lembut.
“Pembagian ulang tugas?” dengan sedikit berfikir Ratu Elena terdiam.
“Baiklah, aku akan membagi ulang tugas rumah tangga kalian para Selir dan Putri-Putri.” Ucapnya dengan yakin.
__ADS_1
“Setelah Selir Luisa kembali aku akan memanggil kalian lagi dan untuk Selir Maya biarkan dia sampai urusannya di selatan selesai.” Ratu Elena berdiri dan pergi meninggalkan Selir Inez yang masih memasang wajah masam.
Azzura sudah sangat kelelahan dan mencoba untuk beristirahat, tiba-tiba saat ingin menaiki ranjangnya kalung Mutiara miliknya bersinar Azzura melihatnya di cermin.
Malam itu saat Kalung ini bersinar ada sesuatu yang ingin mencelakainya kali ini apa lagi pikir Azzura dengan melihat sekeliling.
Azzura langsung mengambil buku milik sang Kakek, dan membukanya. Namun tidak ada gambar apapun masih tetap buket bunga Lily yang tergambar.
“Bukankah sudah ada pernikahan mestinya akan ada gambar lain.” Batin Azzura.
“Dia pergi ketaman dan melihat Lily dari kerajaan Timur yang layu. Dia langsung mencari Fidel keluar kamar.
“Dia bertemu Ana yang akan masuk membawakan makanan. “Ada apa Tuan Putri,” Terlihat Azzura seperti mencari sesuatu
“Dimana Fidel?” Tanya nya.
“Dia sedang di dapur membantu bibi memasak.” Jawab Ana.
“Panggil dia,”
“Baik.” Ana langsung bergegas memanggil Fidel.
Sementara Azzura Kembali kekamar dan melihat buku itu lagi. Kalungnya juga tidak lagi bersinar.
Azzura berfikir dan mencoba mengingat apa maksud gambar buket Bunga Lily ini. Dan mencoba mengingat kembali perjalanannya di Kerajaan timur.
Saat berkeliling ke taman bunga Lily Azzura melihat pemandangan yang menakjubkan. Namun Bunga Lily itu di kelilingi pohon bambu.
~Flash Back~
“Bibi mengapa ada pohon bambu di ujung-ujung lahan taman bunga Lily ini?” Azzura penasaran, karena pohon-pohon bambu ini terlalu mencolok.
__ADS_1