
“Cukup Lily!“ Teriak Ratu yang membuat semua orang ketakutan dan Lily pun terdiam.
Selama ini Ratu Elena tidak pernah berteriak atau pun marah. Terutama pada mereka Madunya dari sang suami, dan anak-anak bawaan mereka.
Karena dia menghormati dan menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Apalagi sekarang Suaminya telah menjadi seorang Raja jadi dia tidak mau bertindak atau melakukan sesuatu yang dapat mencoreng nama baik keluarga.
Namun kali ini Selir Inez dan Lily benar-benar membuat dirinya tidak tahan. Sudah memfitnah Azzura, berteriak didepannya bahkan tidak mengaku bersalah atas tindakan jahatnya kepada para pelayan, mereka semua tidak bisa ditolelir lagi.
“Saat ini kesalahan mu sudah terlalu banyak, aku sudah tidak bisa tahan dengan semuanya. Kau harus dihukum! ” Ratu Elena menghela Nafas dengan berat.
“Ibunda, duduklah dulu.” Ucap Azzura menghampiri sang Ibu karena khawatir dengan emosinya.
Ratu Elena menuruti dan duduk di kursi untuk menenangkan diri. Namun Lily langsung mendekati dan memegang kaki Ratu Elena. “Ibu Ratu aku meminta keadilan, aku ingin mengadukan ini pada Raja.” Dengan panik Lily memohon.
Melihat itu Selir Inez terkejut dan menarik Putrinya. “Lily cukup!” saat ini Putrinya sudah sangat terpojok dan tidak bisa membela diri lagi.
“Tapi bu,” Lily yang masih tidak Terima dengan semua keadaan yang justru berbalik padanya.
“Cobalah untuk tenang,” Bisik Selir Inez dengan kesal lalu menariknya menjauh dari Ratu, Lily terdiam meski hati sangat marah.
“Aku akan kembali kekamar, nanti ku pikirkan hukuman apa yang pantas untuk mu,” ucap Ratu Elena seraya berdiri meninggalkan ruangan itu.
Sedangkan Lily dan ibunya hanya diam tanpa membantah lagi.
Melihat ibunya yang sudah pergi, Azzura juga langsung melangkah untuk pergi, namun Lily langsung berteriak.
“Berhenti kau disana Azzura!” dengan sangat marah Lily mengacuh kan sopan santun lagi. Dia sudah terlalu benci dengan Azzura.
__ADS_1
Azzura berhenti mendengar teriakan Lily, lalu berbalik dan menatap remeh Lily dan ibunya.
“cek cek... Ratu sudah pergi kau malah semakin berlaku liar adik ku Lily,” ucap Azzura dengan masih meremehkan.
“Diam kau, semua ini telah kau rencanakan bukan? Pelayan dan pengawal itu juga kau suap untuk menjebak ku! “ Ucap Lily yang merasa ditipu dan dijebak.
“Adik ku sayang, jangan memutar balikkan fakta. Kau yang berbuat kau juga yang harus menanggungnya.” Masih dengan nada lembut khas Azzura.
Dada Lily sudah terasa panas karena amarah, langsung saja dia maju dan akan mendorong Azzura, namun Azzura yang lebih dulu dan cepat bergeser satu langkah kesamping lalu maju dan langsung mencekik leher Lily.
Ketika tangannya sudah mencekik Lily dia terkejut, dari samping Azzura menatap dan mata mereka beradu, terlihat ketakutan pada mata Lily karena cekikan Azzura dan tatapannya. Dia meringis karena merasakan semakin kuat cekikan Azzura l, tangan Lily memegang tangan Azzura dengan kuat mencoba melepaskan cekikannya.
Sedangkan Azzura yang sudah terbiasa berlatih pedang yang berat, jika hanya mencekik leher Lily yang kecil tidak membutuhkan tenaga yang besar.
“Khaakk... “ ucao Lily dengan suara yang susah iya keluarkan. Namun semakin kuat Azzura mencekik nya, sedangkan mata Lily sudah mengeluarkan air mata karena kesakitan.
Sehingga Lily langsung terjatuh ke lantai, diikuti Selir Inez yang menangis. “Sungguh kau sangat keterlaluan dan kejam Azzura!" ucap Selir Inez marah.
Azzura berjalan ke hadapan mereka dan duduk berjongkok lalu menatap bergilir Selir Inez dan Lily. Azzura memajukan bibirnya dan memainkan mata dengan senyuman.
“Kalian yang keterlaluan pada ku, ini peringatan khusus untuk kalian. Jangan berani-beraninya melawan ataupun menggangu ku dan orang-orang ku. Mungkin aku bisa melakukan hal yang lebih parah dari hari ini,” Selesai berbicara Azzura langsung berdiri dan menepuk-nepuk bajunya, dia pergi tanpa menengok kebelakang lagi.
Semua pelayan Selir Inez membantu Lily berdiri. “Kalian lihat barusan apa yang dilakukan Putri Mahkota? Dia iblis!” ucapnya mengeluarkan amarah.
Ratu Elena telah memutuskan hukuman untuk Lily, Esok harinya Lily dipanggil ke ruang pertemuan para Hareem kerajaan. Putusan hukuman akan di bacakan disana.
Semua orang sudah berkumpul, termasuk Selir Luisa dan Vanesa, Azzura juga sudah ada disana. Selir Luisa masih dalam kondisi lemah, jadi hanya duduk di kursi. Karena Ratu mewajibkan mereka hadir untuk menyaksikan dan juga ada pengumuman untuk mereka.
__ADS_1
Sedangkan Lily sudah berlutut di tengah-tengah mereka menghadap singgasana Ratu. Tidak lama Ratu Elena tiba dan langsung duduk di singgasananya.
Penasehat Ratu langsung membacakan pengumuman.
“Pembacaan putusan kepada Nona Lily Cariann.” Ucapnya lantang.
“Nona Lily, telah melakukan tindakan memfitnah Putri Mahkota Azzura, tidak menghormatinya sebagai Putri Mahkota, melakukan tindakan menghina bawahan dan juga tidak menghormati sang Ratu.”
“Nona Lily akan dihukum cambuk sepuluh kali dan harus kembali belajar etika kerajaan sebagai seorang Putri Raja sampai dia benar-benar bisa menjadi panutan untuk rakyat dan bisa menghormati semua Status tertinggi Istana termasuk Yang Mulia Ratu.”
Mendengar pengumuman itu tubuh Lily bergetar hebat, keringat bercucuran dan meneteskan air mata. Bengkak diwajahnya belum sepenuhnya sembuh karena itu dia juga menggunakan cadar.
Sedangkan Selir Inez hanya menangis menyaksikan putrinya diperlakukan tidak adil, dan langsung menatap Azzura yang berdiri disamping sang Ratu. Azzura menyadari tatapan itu langsung mengalihkan pandangannya pada Selir Inez, lalu tersenyum.
“Aku akan pastikan, kau tidak akan bisa hidup tenang Azzura,” batinnya Selir Inez.
Setelah selesai semua orang bubar dan kembali ke tempatnya masing-masing, pembicaraan tentang Lily tersebar luas di Kerajaan.
Lily sendiri langsung menjalani hukuman sesuai perintah Ratu, setelahnya dia akan pergi untuk pengobatan setelah dicambuk. lalu akan dipindahkan ke Sekolah kerajaan.
Ratu Elena yang sudah lelah duduk di Ruang kerjanya ditemani Azzura.
“Bu, aku rasa ada yang aneh pada Lily,” Azzura baru membuka mulutnya.
“Apa maksudmu?” Ratu Elena beralih memandang Azzura.
__ADS_1