
“Apa maksud anda Tuan Putri, tolong jangan berbelit-belit.”Ucap Tuan Chale yang sudah kesal.
“Aku minta Lily dihadirkan disini.” Ucap tegas Azzura.
“Apa?” Semua orang terkejut termasuk Raja Cariann.
“Azzura, itu tidak mungkin. Kau sendiri tahu kondisi Lily bagaimana.” Ucap Raja Cariann.
“Ayah, jika mereka ingin membuktikan siapa yang salah dan apa benar Lily terkena Sihir bukan kah Lily harus dihadirkan disini?” Jawab Azzura.
“Lagi pula jika ini mengenai Sihir, penyakit Lily tidak akan menular.” Lanjut Azzura dengan tatapan tajam ke Arah Selir Inez.
“Jadi maksud mu Lily melakukan hal di luar peraturan kerajaan?” Bantah Selir Inez.
“Aku tidak mengatakan demikian namun jika kau merasa ada yang salah pada putri mu itu terserah pada kalian.” Azzura kembali duduk dengan manis.
Raja Cariann merasa terpojok karena ini menyangkut keluarganya dan juga nama baik nya sebagai Raja untuk mengambil keputusan.
“Hadirkan Lily.” Perintah Raja.
Semua terkejut dengan keputusan Raja Cariann. Bahkan Ratu Elena pun bingung.
“Raja,” Ucapnya.
Namun Raja Cariann hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun. Tidak lama Lily datang dengan ditandu dan Dokter Loiz ikut mendampinginya.
“Aku menghadap Ayah,” Hormat Lily dari dalam tandu yang tertutupi tirai sehingga tidak ada yang bisa melihat dirinya dari luar.
“Lily, bagaimana dengan penyakit mu?” Tanya Raja Cariann.
“Belum membaik Ayah, luka dan rasa gatalnya semakin bertambah.” Ucap Lily.
__ADS_1
“Apa kau salah memakan sesuatu?”
“Aku rasa tidak Ayah, aku makan sesuai dengan yang diberikan pelayan untuk ku dan semua menu sama seperti biasa.”
“Apa kau merasakan sesuatu yang berbeda dari penyakit mu ini?”
Lily terdiam, memang dia merasakan sesuatu yang berbeda, semua gejala ini seperti yang di katakana Adana kepadanya jika Azzura terkena Sihir yang mereka pasang.
“Tapi mana mungkin justru dia yang terkena.” Pikirnya.
“Tidak Ayah,” Jawabnya ragu.
Azzura tersenyum mendengar jawaban Lily. Semua orang mulai berbisik karena penasaran dengan kondisi Lily.
“Loiz, bagaimana kondisi Lily sebenarnya.” Raja Cariann beralih pada Dokter kerajaan mereka.
“Ah, aku sebenarnya baru pertama kali menemukan kondisi penyakit seperti Nona Lily ini Yang Mulia. Jika dilihat dari kondisinya ini seperti cacar, namun dia memiliki rasa gatal yang amat sangat. Jadi aku ragu mengatakan sakit apa itu.” Jelas Loiz dengan panjang lebar.
“Azzura bagaimana menurut mu?” Alih Raja Cariann karena Azzura yang meminta Lily dihadapkan di pertemuan.
Tidak lama masuklah seorang pelayan yang masih muda menghadap ditengah-tengah mereka. Semua orang bertanya-tanya siapa dia.
“Siapa ini Azzura,” Tanya Raja Cariann.
Meski dari dalam tandu dan tertutup tirai, Lily masih bisa mengenali pelayan tersebut. “Bagaimana dia bisa ada disini?” Paniknya.
“Lebih tepatnya apa Lily mengenali gadis ini?” Azzura langsung melemparkan pertanyaan itu pada Lily.
Semua orang mulai ramai berbisik. “Harap tenang!” Teriak Raja Cariann.
“Azzura katakan dengan jelas,” ucap sang Raja.
__ADS_1
“Dia adalah pelayan yang diperintahkan Lily untuk memasukkan benda sihir ke dalam kamar ku.” Ucap lantang Azzura.
Ucapan itu menjadi cambuk yang amat mengejutkan bagi semua orang terutama Selir Inez.
“Keterlaluan! Apa maksud mu Azzura?” Dengan berteriak tidak terima Selir Inez meluapkan amarahnya.
“Selir, bisa kau tanyakan sendiri pada putri mu,” Azzura masih bersikap dengan tenang.
Selir Inez sedikit kebingungan sedangkan Tuan Chale berdiri. “Tuan Putri, anda jangan asal bicara. Perkataan anda sangat menyudutkan dan juga tidak ada bukti.” Tegas Tuan Chale.
“Karena itu aku meminta Lily dihadapkan Tuan, dan Gadis dihadapan anda ini lah bukti serta saksinya.” Ucap Azzura.
“Pelayan apa yang dikatakan Tuan Putri benar?” Tanya Raja dengan suara yang tegas.
“Ampuni hamba yang mulia, aku mohon ampuni hamba.” Dengan menangis gadis pelayan itu bersujud dihadapan Raja Cariann.
“Jika raja bertanya pada mu maka jawablah yang benar.” Adipati menegaskan.
“Hamba-hamba… hamba dipaksa Nona Lily untuk menyelinap masuk ke kamar Tuan Putri…”
“Bohong!” sela Lily dengan berteriak sampai tendanya bergoyang.
“Lily tenanglah.” Tegas Raja.
‘Ayah, kak Azzura ingin memfitnah ku. Dia ingin menjatuhkan ku yang sedang sakit.” Bela Lily dengan menyalahkan Azzura.
“Anda yang memerintahkan saya Nona, anda yang berbohong ingin memberi upah yang sepadan untuk saya dan keluarga saya karena saya di perintahkan anda segera keluar dari Istana!” Ucap Pelayan itu dengan nada yang lebih keras dari Lily.
“Cukup! Pelayan apa kau mempunyai bukti?” Raja Cariann bertanya lagi.
Pelayan itu mengeluarkan gelang dari kantungnya.
__ADS_1
“Nona Lily membayar ku dengan perhiasan ini, dia bilang ini sebagai jaminan.” Ucapnya dengan menunjukan Dua buah gelang dan kalung perhiasan.
Selir Inez yang mengenali perhiasan itu benar milik Lily langsung terkejut dengan menutup mulutnya seketika dia menjadi lemas. “Selir,” Ucap pelayannya.