The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 124


__ADS_3

“Jika begitu mau kah kau tidak berkuda lusa nanti?” Tanya Selir Maya dengan tiba-tiba.


“Itu…” Semua orang menatapnya dengan penuh harap dan Selir Maya mengelus-elus perutnya yang sudah menonjol.


“Ah, baiklah…” Semua tertawa Bahagia karena Azzura lemah dengan permintaan itu jika sudah membawa calon adiknya.


“Kau sungguh lucu Tuan Putri,” Ucap Raja Cariann menggoda.


Azzura memanyunkan bibirnya dengan kesal dan menatap Selir Maya yang tidak merasa bersalah namun dia juga tidak marah sebenarnya.


Sudah beberapa kali Ratu Reyna mengajukan lamaran untuk Azzura namun dia selalu menolak dengan berbagai alasan, dia juga tidak paham siapa yang akan melamarnya karena Putra Kerajaan Timur ada tiga.


“Sebenarnya mengapa Vargas masih bersih keras ingin meminang ku,” kesal Azzura seraya


Di Sore hari meraka asik menggali-gali tanah untuk menanam dan memetik buah Cheri.


“Tuan Putri lihat ini,” Panggil Fidel yang sudah beranjak dewasa dan menjadi pemuda tampan.


Fidel tidak lagi tinggal di kamar Azzura karena sudah menjadi pengawal kerajaan yang handal mendampingi Teyo.


Teyo sendiri sudah menjadi panglima perang mengantikan sang Ayah yang sudah pensiun.


Teyo mendapatkan rekomendasi dengan cepat karena ikut dalam penanganan Kudeta Tuan Cartez tahun dulu, dialah yang memimpin penangkapan dan pembubaran orang-orang Tuan Cartez.


“Apa lagi ini?” Fidel selalu menunjukan hal aneh pada Azzura.


“Ini kepompong Tuan Putri,” Jawab Fidel dengan semangat.


“Fidel, kau bukan lagi anak kecil. Berhentilah…” Kesal Azzura karena Fidel ketika didekatnya selalu bertingkah seperti anak kecil.


“Maaf…” Fidel kecewa dan kembali memetik Buah Cheri, Anita menghampiri dan menghiburnya.


Teyo dan Lola sedang menjalin hubungan saat ini, Azzura membebaskan Lola dan Anita jika mereka ingin menikah dan berkeluarga, dia juga mengikhlaskan jika Teyo ternyata menaruh hati pada Lola.


Ketika mengetahui hal itu Azzura tersenyum dan banyak berfikir, meski dia kembali ke masa lalu banyak hal yang berbeda dan keluar dari jalur takdir yang dia harapkan.


Hari kedatangan Keluarga Kerajaan Timur tiba, semua menyambut meriah karena Azzura sudah mengatakan akan menerima pinangan mereka siapa pun itu.


Dengan yakin dan bangga, keluarga Timur datang membawa banyak barang dan seserahan dengan kereta mereka berjejer rapih dan sangat panjang. “Benar saja, Teman Ibu itu ingin menyerahkan kerajaannya pada ku,” Azzura Sedikit menyindir Ratu Reyna dengan berbisik pada Ibunya.

__ADS_1


“Diam, itu calon Ibu mertua mu.” Ucap kesal Sang Ratu.


Azzura langsung terdiam dan kembali menatap ke depan untuk menyambut Keluarga Timur.


“Tersenyum,” Ratu Elena menyenggol lengan Azzura.


Azzura langsung melebarkan bibirnya dan menunjukkan gigi putihnya dengan bangga. “Hah..” Ratu merasa sudah sangat kesal dengan tingkah Azzura.


Raja dan Ratu Timur turun dari kereta dengan perlahan, disambut Raja Dan Ratu Barat dengan tersenyum. “Selamat datang sahabat ku dan calon besan.” Dengan senang hati Raja Cariann berkata.


Mereka berpelukan, Azzura juga mendekati mereka dengan melirik kesana kemari mencari Vargas, karena yang turun hanya Andres dan kakaknya saja.


“Ada apa tuan Putri?” Tanya Ratu Reyna dengan menggoda.


Azzura tersipu malu mendengar itu dan langsung mundur kebelakang. Selama berjalan masuk Azzura masih bingung. “Mengapa Vargas tidak datang bukankah dia yang akan melamar,” Pikir Azzura.


Sesampainya mereka di dalam perbincangan langsung dimulai dan Raja Alanzo langsung membuka omongan. “Seperti yang kalian tahu jika kami datang untuk melamar Putri Mahkota.”


“Aku mewakili Putra ku Pangeran Andres untuk mengatakan ini, Tuan Putri mau kah kau menikah dengan putra ku?” Tanya Raja Alanzo membuat Azzura terkejut.


“Apa?” dengan nada yang keras Azzura terkejut dan membuat semua orang terdiam.


“Azzura, jawaban apa itu?”kesal Ratu Elena.


Dan yang sampai tahun kemarin bersikeras untuk menikahinya adalah Pangeran Vargas. Mereka sudah memberi tahukan ini pada Raja Caariann dan Ratu Elena dengan mengirim surat terlebih dahulu.


Sengaja Raja tidak memberitahukan siapa yang akan melamar, jika Azzura masih menolak kemunkinan ini lamaran terakhir mereka dan sudah dipastikan Azzura memang tidak mau menikah dengan Pangeran Timur.


Namun tanpa diduga Azzura menerimanya dan menyangka itu adalah Vargas. “Bukankah yang melamar ku Vargas?” bingung Azzura.


Semua tertawa. “Vargas sudah meminang gadis lain, dia menyerah karena kau terus menolak lamaran kami.” Ucap Raja Alanzo.


“Cih lemah,” Sindir Azzura membuat sang Ibu menatap tajam.


“Jadi bagaimana Tuan Putri?” Tanya Raja Alanzo lagi.


Dengan menatap lembut Pangeran Andres yang didampingi kakaknya Azzura mengangguk. “Aku menerimanya,” Semua bertepuk tangan Bahagia.


Mereka langsung menjadwalkan pernikahan Azzura dan Andres. “Ah Selir Maya kapan kau akan melahirkan?” Tanya Ratu Reyna.

__ADS_1


“Kemungkinan dua bulan lagi Yang Mulia,” Jawab Lembut Selir Maya.


“Aku doakan semuanya berjalan dengan lancar.” Tulus Ratu Reyna.


“Terima Kasih,”


Mereka memberi waktu Azzura dan Andres untuk berbincang. Mereka berdua berjalan di taman kerajaan yang luas dan sejuk.


“Apa kau terkejut?” Tanay Andres.


“Hem, aku tidak menyangka kau akan melamar ku,” Jawab Azzura.


“Apa kau kecewa?”


“Tidak juga, aku sudah pasrah dengan lamaran kalian,” Sedikit menyindir.


Andres tertawa. “Hari dimana kau menolak untuk yang terakhir kalinya lamaran Vargas dia mengadu pada ku dan mengatakan jika sudah tidak tahan dengan penolakan mu.”


Azzura tertawa sejenak.


"Lalu aku mengatakan, jika aku yang melamar mu dan diterima apa dia marah.” Lanjut Andres.


“Dan jawabannya?” Azzura penasaran.


~Flash Back~


“Kak, aku menyerah dengan Putri Mahkota Barat itu.” Vargas datang dan langsung merebahkan badan di ranjang milik Andres.


“Ditolak?”


“Jelas,” Tegasnya.


Andres menutup bukunya dan menatap Vargas. “Jika aku yang melamarnya tanpa memberitahu Azzura dan dia menerima ku bagaimana?”


Vargas bangkit dan menatap tajam Kakaknya. “Aku akan menikahi Gadis lain.” Yakin Vargas karena sudah pasti Azzura akan menolaknya lagi.


Tanpa di duga Andres meminta Ayahnya mengirim surat ke Barat tapi tidak boleh memberi tahu Azzura siapa yang akan melamarnya, dan tanpa di duga langsung diterima.


Vargas patah hati dan menangis berhari-hari akhirnya sang Ibu menyarankan untuk melamar gadis lain namun di tolak sang Ayah karena sang Ayah berkata. “Jangan pernah mempermaikan hati Wanita jika hanya untuk menjadikannya pelampiasan,”

__ADS_1


~Flash Back Selesai~


Azzura mengangguk tanda mengerti.


__ADS_2