The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 94


__ADS_3

Mendengar kata-kata Loiz, Selir Luisa langsung menerobos masuk tanpa mengatakan apapun pada Loiz dan yang lain


Loiz hanya menghela nafas melihat Selir Luisa pergi begitu saja, lalu dia ikut masuk dan menyuruh pengawal berjaga lagi.


“Ayah, Ayah…” Panggil Selir Luisa dengan panik.


“Selir Tuan ada dikamar,” Ucap salah satu pelayan.


Selir Luisa langsung berlari menemui Ayahnya. “Ayah…” Dia berlutut disamping Tuan Cartez yang tertidur.


"Ayah…mengapa jadi begini, ada apa sebenarnya?” Selir Luisa menatap Asisten Ayahnya yang hanya diam disamping mereka.


“Paman ada apa ini?” tepat dibelakang mereka Loiz datang.


“Biarkan aku memeriksa Tuan Cartez terlebih dahulu Selir.” Ucap Loiz dengan sopan.


Selir Luisa berdiri dan mempersilahkan Loiz memeriksa Ayahnya.


Loiz meriksa Tuan Cartez, mengecek nadi dan detak jantungnya. Tidak lama dia menyuntikkan sesuatu dan berdiri.


“Tuan Cartez mengalami tekanan, detak jantungnya berdebar lebih kencang dan juga banyak keringat dingin.” Jelas Loiz.


“Pastikan dia tidak memikirkan hal yang terlalu berat dan juga jaga pola makan beliau.” Loiz memberikan beberapa vitamin dan juga resep obat pada pelayan.


”Kemungkinan sebentar lagi beliau akan sadar, jangan tanyakan hal-hal berat. Cukup suruh beliau istirahat saja.” Ucap Loiz yang beranjak pergi.


“Baik,” Selir Luisa mengiyakan dan Kembali duduk disamping ranjang Ayahnya lalu memegang tangan beliau.


Benar saja tidak lama Tuan Cartez sadar dan mengerjapkan mata. Dia melihat Putrinya dan mencoba untuk bangun.


“Ayah…” Panggil Selir Luisa dengan khawatir.


Tuan Cartez duduk dan melihat sekeliling. “Cepat bawakan aku buku catatan yang kemarin Tiago,” Perintah Tuan Cartez pada Asistennya.


“Ayah, kau harus istirahat terlebih dahulu. jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal lainnya.” Rayu Selir Luisa.

__ADS_1


“Diam, kau tidak tahu keluarga kita sedang diambang kehancuran!” Bentak sanga Ayah.


Selir Luisa terdiam dan tidak berani lagi mengatakan apapun. Tuan Cartez bangun dan pergi dibantu Tiago.


“Kita keruang kerja ku,” Ajak Tuan Cartez.


“Baik Tuan,” Mereka berdua pergi dan meninggalkan Selir Luisa.


“Sebenarnya ada apa bibi? "Tanya Selir Luisa pada Bibi Pelayan.


“Pagi ini Tuan dipanggil Raja dan sepertinya terdapat masalah yang besar, sepulangnya dari Istana karena kemungkinan Tuan Telat makan dan Lelah beliau langsung pingsan.” Jelas Bibi pelayan.


“Ada apa sebenarnya,” Tanya Selir Luisa dan langsung pergi menemui pelayan kepercayaannya.


“Cari tahu apa yang terjadi dengan Ayah ku,” Perintah Selir Luisa.


“Baik,” pelayan itu langsung pergi.


“Bibi aku mau ke kamar Ibu,” Ucap Selir Luisa.


“Tuan, saya mendapat laporan jika pada malam keluarga Kerajaan Frio berkunjung sebelum pernikahan, terjadi sedikit kekacauan di kedai milik anda.” Jelas Tuan Tiago.


“Ada apa? Mengapa baru melaporkannya pada ku?” Marah Tuan Cartez.


“Maaf, saya pikir itu bukan hal perlu dikhawatirkan. Terjadi keributan antara pengunjung dengan Kepala Kedai, karena pelayanan yang kurang memuaskan. Hanya itu saja, tapi saya mencurigai ada yang menyusup keruang penyimpanan.” Jelas Tuan Taigo lagi.


“Ada yang hilang?” Tanya Tuan Cartez.


Tuan Taigo terdiam tidak menjawab. “Apa ada yang hilang Taigo?” Bentak Tuan Cartez karena todak mendapatkan jawaban.


“Ada Tuan, catatan pengeluaran tambang tiga tahun yang lalu.” Ucapnya.


Tuan Cartez menggbrak meja. “Mengapa kau tidak melaporkannya pada ku Taigo!” Tuan Cartez sangat marah.


“Maaf kan aku Tuan,” Tiba-tiba Tuan Cartez lemas dan terduduk di kursinya.

__ADS_1


“Tuan, ada harus tenang.” Ucap Taigo dengan khawatir.


“Taigo cari tahu siapa yang membongkar dan berkhianat pada ku.” Perintah Tuan Cartez langsung dilaksanakan Taigo.


Tuan Cartez sudah sangat tertekan saat ini, dia memikirkan masa depan keluarganya apalagi Vanesa yang menikah dengan Pangeran Frio dan ternyata berkelakuan tidak baik.


“Karma apa yang terjadi pada keluarga ku.” Sesal Tuan Cartez.


Menjelang sore Azzura dan rombongan baru bisa berangkat. “Putri ku, kau yakin akan terjun langsung kesana?” Tanya Ratu Elena dengan Khawatir.


“Tentu bu, aku sudah berjanji pada Para Pangeran Timur, lagi pula aku ingin tahu keadaan sebenarnya di Selatan.” Jelas Azzura dengan lembut.


“Baiklah, kalian harus berhati-hati. Perjalanan kali ini sangat Panjang, jangan sampai kalian kelelahan di jalan.” Ucap Ratu Elena.


Raja Cariann juga ikut mengantar Azzura. “Mengapa aku merasa Putri ku lebih sibuk dari pada Ayahnya yang seorang Raja,” Dengan memegang Pundak Azzura Raja Cariann berkata.


“Ayah, aku hanya pergi sebentar dan akan Kembali, bukan pergi meninggalkan kalian selamanya,” Kesal Azzura melihat mata Ayahnya berkaca-kaca.


“Kalian ini,” Ucap Ratu Elena melihat dua orang kesayangannya itu saling merangkul.


“Kau sudah dewasa Putri ku, aku bangga memiliki Putri seperti mu,” Jelas sang Ayah.


“Aku tahu itu,” Azzura mengiyakan dan mereka bertiga tertawa.


“Tuan Putri sudah waktunya berangkat,” Anita mengingatkan mereka.


“Ah benar, jangan sampai kalian terlalu malam mendirikan tenda.” Raja Cariann mengingatkan.


“Baik, kami berangkat Ayah, Ibu…” Azzura dan yang lain pamit pergi.


Rombongan mereka berangkat dari Kerajaan Barat, rakyat yang melihat iring-iringan Azzura pergi langsung bersorak Ria.”Putri MAhkota,Putri Mahkota.” Teriak mereka hampir bersamaan.


“Aku tidak menyangka Raja kita memiliki Putri-Putri yang berhati mulia.” Ucap salah satunya.


“Terutama Tuan Putri Azzura, dia cantik, suka menolong dan ramah juga.” Jelas salah satunya lagi.

__ADS_1


Kereta yang mereka gunakan ada delapan kereta barang dan empat kereta penumpang. Total dua belas kereta yang berjalan secara bersamaan sepanjang jalan kota menuju keluar gerbang Utama kerajaan.


__ADS_2