The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 83


__ADS_3

Malam Pesta tiba, semua tamu undangan sudah datang dari petang dan langsung masuk ke ruang pertemuan makan malam.


Tamu sudah semakin ramai saat menjelang malam, pesta malam ini dimulai dengan makan malam Bersama Ratu dan para Selir, selanjutnya akan dibuka pesta untuk para gadis-gadis.


Riuh ramai karena suara para Gadis-gadis yang hadir. “Tidak ku sangka Vanesa akan menikah dengan Pangeran Chiko,” Ucap salah satu Gadis.


“Memang ada apa?”


“Ah, terlalu berbahaya jika aku menceritakan disini,” Bisik salah satunya.


“Ish kau ini jangan membuat kami penasaran,” dengan gaya centil mereka dan ada beberapa yang tertawa.


Pemberitahuan Ratu dan para Putri datang ke Aula pesta, ada dua Ruangan di Villa Selatan, Aula untuk Makan malam dan Untuk pesta para Gadis nanti.


Semua memberi hormat Ketika Ratu Elena dan yang lain masuk ruangan. Ratu berdiri di Ujung Meja makan dengan kursi Singgasananya.


“Terima kasih kalian semua sudah hadir, semoga kalian menyukai suguhan kerajaan dengan baik,” Ucap Sang Ratu.


Semua tersenyum melihat anggunnya Ratu Elena, pandangan mereka juga tidak lepas dari Vanesa dan Azzura, dua Gadis Istana yang terlihat memancarkan diri mereka masing-masing.


Yang satu terpancar Aura calon pengantin karena sejak awal masuk Vanesa tidak lepas tersenyum bahagia.


Azzura sendiri mengenakan Gaun merah Muda yang cantik dengan brokat dipundak memanjang sampai lengan dihiasi mahkota kecil di kepalanya, memancarkan Aura yang berwibawa bahkan pancarannya melebihi Ratu sungguh anggun dan bijaksana.



Semua mata tertuju pada Azzura dan itu membuat Vanesa kesal, dia yang seharusnya menjadi pusat perhatian, mengapa sepertinya Azzura yang tetap dipandang.


Perbandingan dan bisik-bisik para gadis membuat Vanesa kesal. “Sebenarnya ini pesta siapa,” Batinnya.


“Ayo nikmati makan malamnya,” Ucap Ratu Elena lagi seraya duduk di Kursinya.


Ada dua meja Panjang untuk makan malam kali ini, dan semua kursi terisi penuh, selain ini undangan Kerajaan yang besar. Mereka juga penasaran dengan Vanesa dan Putri Mahkota yang banyak di bilang kecantikan mereka sangat bersaing.

__ADS_1


Makan malam berjalan dengan Khidmat, karena mereka orang-orang terpelajar, tata cara kerajaan dan sopan santun sangat dijaga.


Lily yang merasa dianak bawang kan hanya memasang wajah kesal. “Mengapa kau hanya mengaduk-aduk makanan mu Lily?” Tanya ibunya dengan pelan.


“Apa ibu tidak lihat, mereka semua hanya memandang kearah Azzura dan Vanesa, sedangkan Aku yang juga Putri Raja tidak mereka perhatikan sama sekali.” Kesalnya.


“Sstt.. hentikan tingkah ke kekanak-kanakan mu, habiskan makan malamnya. Setelah Ratu keluar kau boleh mengoceh.” Tegas sang Ibu.


Meski banyak yang berbisik tetapi tidak menggangu Ratu yang sedang makan malam, dia menikmati makan malamnya dengan melihat Azzura dan Vanesa.


“Bagaimana Vanesa, apa kau menyukai pesta ini?” Tanya Ratu dengan sangat lembut.


“Tentu Yang Mulia, terima kasih.” Jawabnya.


Setelah makan malam selesai, Ratu bangkit dan pamit untuk Kembali beristirahat. “Kalian nikmatilah Pestanya, aku akan meninggalkan kalian untuk bersenang-senang.” Ucap sang Ratu seraya pergi dari Ruangan itu.


Semua gadis senang, mereka diarahkan ke Ruang Aula disebelahnya dimana Acara pesta lajang sudah disiapkan.


“Tuan Putri,” Sapa seorang Putri bangsawan kepada Azzura.


“Saya Nidia, Putri bangsawan Frio,” Jawabnya.


“Ah, terima kasih sudah jauh-jauh datang ke sini.” Ucap ramah Azzura.


“Dengan senang hati Yang Mulia, aku cukup tersanjung sudah diundang.” Ucapnya, mereka berbincang seraya berjalan masuk keruang pesta.


“Apakah kau sudah menyapa kakak ku?” Tanya Azzura, sedangkan Nidia hanya menggeleng.


“Mengapa?” Azzura bingung.


“Sebenarnya aku tidak mendapatkan undangan malam ini Tuan Putri,” jawab Nidia.


“Maksud Nona?” Azzura berhenti dengan Ana disampingnya.

__ADS_1


“Putri Rosa, adik Pangeran Chiko yang bungsu adalah sahabat ku, dia tidak bisa datang karena sedang sakit jadi dia menyerahkan undangan itu pada ku.” Jelas Nidia.


“Seperti yang anda Tahu kerajaan kami hanya kerajaan kecil, jadi kami tidak bisa bersaing dengan gadis-gadis dari kerajaan lain apalagi aku hanya Putri seorang bangsawan kecil.” Ucapnya sedih.


“Apakah persaingan antar Putri bangsawan begitu besar?” Tanya Azzura heran.


“Anda perhatikan saja Tuan Putri, terlihat mana Putri Kerajaan dan Putri bangsawan Kaya raya.” Nidia dengan tatapan matanya kearah Putri-putri yang terlihat mencolok dari pakaian dan perhiasan mereka.


Azzura memperhatikan perbedaan dan gaya mereka masing-masing, dia hanya menggeleng melihat pemandangan itu.


Para gadis-gadis itu memandang sinis Nidia yang berbincang dengan Putri Azzura. “Dasar gadis miskin, beraninya dia mendekati Tuan Putri, ck!” Sinis salah satu dari mereka.


“Kau perhatikan saja tingkahnya yang mencari muka itu,” salah satunya lagi dengan memperhatikan interaksi Azzura dan Nidia.


“Apakah kau tidak ingin mencoba bergabung dengan mereka?” Tanya Azzura pada Nidia.


Nidia menggeleng dengan pelan. “Aku tidak mau dipermalukan lagi Tuan Putri,” Sedihnya.


“Sungguh keras kehidupan para Gadis-gadis bangsawan ini,” Batin Azzura sedih.


“Ayo,”Ajak Azzura untuk masuk lebih dalam dan bergabung dengan para Gadis-gadis itu. Semua memberi hormat, pemandangan itu membuat sinis Vanesa dan beberapa Putri Kerajaan lainnya.


“Memangnya hanya dia Putri disini?” Salah satu Putri Kerajaan berbicara. Tepat disebelahnya ada vanesa yang mendengar.


Dia langsung berinisiatif untuk mendekati kumpulan Putri-Putri itu. “Selamat malam Para Tuan Putri,” Hormat Vanesa.


“Ah, Nona Vanesa, kau terlihat cantik sekali,” Puji salah satu dari mereka.


“Mungkin karena ada Aura calon pengantin disini,” Dengan tertawa kecil mereka bercanda.


“Anda terlalu memuji Tuan Putri, pesona ku jelas kalah dari Putri Mahkota Azzura. Aku ini hanya anak bawaan Selir saja.” Vanesa merendah.


“Hei kau bicara apa, buktinya Raja dan Ratu menyiapkan pesta yang mewah seperti ini untuk mu, jika bukan karena kau yang terbaik.” Ucap salah satunya lagi dan dibenarkan oleh yang lain.

__ADS_1


“Bagaimana jika kau dan Putri Mahkota bertaruh?” Ada yang mengusulkan hal itu.


__ADS_2