
Berbulan-bulan berlalu dari empat Wanita yang mengandung anak Chiko hanya tiga yang berhasil melahirkan, sedangkan salah satu dari mereka keguguran dan juga tiba-tiba menghilang dari kerajaan Frio.
Bahkan Vanesa belum sempat mengurusnya dia sudah kehilangan jejak. “Biarkan saja, memang dia mau kemana di hutan belantara dengan kondisi yang lemah.” Jawab Vanesa yang di beri oleh kabar Bibi Pelayan.
“Baik, ah satu lagi Tuan Putri. Bayi yang terakhir karena dilahirkan terlalu cepat kondisinya cukup lemah.” Bibi Melanjutkan.
“Biarkan saja, tidak perlu terlalu berusaha, jika dia ingin hidup maka dia akan hidup. Jika tidak biarkan dia mati.” Sini Vanesa yang juga acuh.
“Pada dasarnya bayi-bayi itu tidak diharuskan lahir ke dunia dan menganggu hidup ku.” Jawab Vanesa.
Bibi Pelayan hanya menggeleng, dia tidak menyangka sikap Vanesa jauh berbeda bahkan sangat kejam. Membunuh tiga Ibu Bayi saat baru melahirkan itu membuatnya cukup terkejut.
Vanesa berjalan menuju balkon kamarnya dan menatap Langit. “Ibu, kakek… aku akan menunjukan jika keputusan ku bisa membuat kalian bangga.” Ucap Vanesa dengan pelan.
Tidak lama Vanesa tiba-tiba merasa pusing dan terduduk lemas. “Yang Mulia,” Teriak pelayan.
Chiko saat ini sedang sangat sibuk dengan pekerjaan menggantikan sang Ayah yang sudah tua untuk memimpin kerajaan.
Tidak lama Chiko mendapat kabar jika Vanesa pingsan dan sedang dirawat Dokter, dengan segera dia berlari untuk melihat keadaannya.
Vanesa terbaring lemas dengan wajah sangat pucat. “Kau baik-baik saja?” Tanya Chiko dengan lembut.
“Hem,” Vanesa tersenyum dam memegang tangan Chiko erat.
“Yang Mulia selamat.” Ucap salah seorang Dokter kerajaan.
“Selamat? Apa maksud mu?” Chiko merasa bingung.
“Tuan Putri sedang mengandung Yang Mulia,” jawab Dokter itu.
__ADS_1
“Apa?” Chiko terkejut dan merasa sangat Bahagia.
“Kau hamil Sayang?” Tanyanya lagi memastikan kebenaran itu.
“Iya Suami ku,” Dengan memegang lembut perut nya yang masih rata.
“Ya Tuhan… terima kasih.” Chiko memeluk erat Vanesa dan menangis Bahagia.
“Kita harus memberi tahu Ayah dan Ibu,” Dengan cepat dia bangun dan pergi meninggalkan Vanesa.
Vanesa tersenyum dan memandang perutnya. ”Kita akan menguasai semua nya dan menghancurkan para musuh-musuh kita sayang,” Batin Vanesa dengan dendam yang dalam.
Kerajaan Barat juga mengalami peningkatan kesejahteraan dalam Bidang perdagangan dan Politik, Kerjasama Antara Kerajaan Timur dan Selatan meningkatkan Perekonomian Masyarakat.
Keluarga Selir Luisa sudah mengalami kebangkrutan secara drastis. Dari kekayaan yang mereka miliki semua disita oleh kerajaan karena korupsi yang dilakukan keluarga mereka. Selir Luisa juga di Turunkan menjadi Selir Junior dan sudah tidak di kunjungi oleh Raja lagi.
Begitu pun keluarga Chale, sejak terbukti Lily menggunakan Sihir pada Azzura, Keluarga mereka semua diasingkan bahkan Selir Inez ikut dipindahkan Bersama Lily untuk menyembuhkan penyakitnya.
Dibantu Para pelayan senior yang sigap menuruti semua perintah darinya.
Kedamaian semakin terjaga dan peningkataan kesejahteraan terjamin semua, sampai terdengar kabar jika Vanesa sedang mengandung.
“Jadi benar Nona Vanesa sedang hamil?” Tanya Lola dengan bingung.
“Mengapa pertanyaan mu seperti aneh begitu,” Ana Menimpali.
“Tidak, hanya saja aku sedikit heran dan masih mengingat wajah benci Nona Vanesa sebelum pergi meninggalkan Istana Barat.” Ucapnya.
“Saat Vanesa datang kalian harus memberi hormat dan sopan santun yang benar, dia sekarang adalah Tuan Putri Mahkota.” Ucap Azzura.
__ADS_1
“Baik.” Semua menunduk patuh pada Azzura.
Azzura hanya tersenyum dan menatap bunga-bunga ditamannya. “Apa lagi yang akan terjadi?” Batinnya Ketika medengar kabar Vanesa akan berkunjung menemui Selir Luisa yang sakit-sakitan.
“Jadi Putri ku akan datang mengunjungi ku?” Tanya Selir Luisa yang terlihat sudah sangat tua saat ini.
“Benar yang Mulia,” Ucap Pelayan setianya.
“Cepat segera siapkan pakaian terbaikku dan juga riasan untuk ku,” Selir Luisa bangun dari kasurnya dan tersenyum Bahagia.
“Apa Vanesa sudah memberikan kabar kapan akan datang?” Tanya Raja Cariann pada Ratu Elena.
“Kemungkinan minggu depan dia akan sampai, karena kondisi kehamilannya sedang tidak baik.” Jawab Ratu Elena.
“Tidak baik bagaimana?”
“Dia hanya bisa terbaring di ranjang, tapi dia juga bersikeras untuk datang kesini karena menghawatirkan Ibu dan Kakeknya.” Ratu elena membantu Suaminya untuk bersiap kembali pada tugas Kerajaan.
“Jika saja Keluarga mereka tidak melakukan hal di luar batas kemungkinan Vanesa akan bisa di kunjungi keluarganya.” Kesal Raja Cariann.
Ratu Elena hanya tersenyum dan tidak menjawab apapun. Keserakahan Keluarga Cartez sangat diluar nalar, bukan hanya korupsi pada tambang garam, namun banyak penyelundupan barang-barang kerajaan yang terorganisir dengan baik selama ini.
Pengaduan masyarakat di Mansion juga di tangani oleh keluarga mereka dan tidak pernah sampai ke Istana, bahkan Suap dan pungutan Liar meraja lela.
Seharusnya Tuan Cartez di hukum berat bahkan di pancung, namun sejak diputuskan bersalah dan semua hartanya di sita dia hanya terbaring lemah di Kasur dan tidak bisa melakukan apapun.
Penjara yang seharusnya ditempati justru kosong karena Raja masih menghormatinya sebagai Ayah dari Selir Luisa dan menempatkannya di sebuah kastil Khusus dan membantu perawatan beliau.
“Kau terlalu baik pada mereka sayang,” Ucap Ratu Elena.
__ADS_1
“Aku hanya mencoba membalas jasa masa lalu pada mereka yang mendukung ku dengan penuh menjadi Raja, jika tidak mereka sudah dihukum pancung semua termasuk Vanesa.” Tegasnya dengan tersenyum.
Pada dasarnya Raja Cariann orang yang tegas namun dia tidak mau melupakan budi baik seseorang, memberi kesempatan kedua pada orang yang berjasa bukan suatu dosa menurutnya.