
“Apa maksud kalian?” Dia merasa tersinggung dengan Tindakan pelayan senior yang menarik Ratu Elena.
“Aku hanya menjaga Yang Mulia Ratu dari segala penyakit menular Selir.” Jawabnya tegas.
“Kau?” Selir Inez ingin mengoceh lagi namun dihentikan Ratu.
“Sudah cukup,” ucapnya.
“Loiz, lakukan semua yang terbaik untuk Lily dan pastikan tidak ada yang tertular.” Ucap sang Ratu yang langsung pergi meninggalkan kamar itu.
“Selir ada yang ingin ku sampaikan.” Ucap Loiz dengan serius.
“Ada apa lagi?” Selir Inez sudah pusing dengan keadaan ini.
“Sepertinya Nona Lily harus dikarantina, atau diungsikan jauh dari Istana.” Ucap Loiz yang membuat terkejut Selir Inez.
“Apa?”
“Sebelum Yang Mulia Raja sendiri yang mengeluarkan perintah kepada Nona Lily untuk pergi, lebih baik anda yang mengatur tempat untuknya terlebih dahulu.” Saran Loiz dengan yakin.
“Tidak! Aku tidak akan membiarkan Lily pergi dari Istana, kau saja belum yakin penyakitnya apa tapi sudah berani mengusir Putri ku.” Marah Selir Inez.
“Aku hanya menyarankan, karena jika dilihat dari luka-lukanya yang mengeluarkan air dan aroma tidak sedap kemungkinan Raja akan melakukan hal yang ku bilang tadi.” Loiz pamit setelah berbicara seperti itu.
Sedangkan Selir Inez tidak mengatakan apa-apa lagi, dan memilih masuk kekamar Lily. Dia melihat Putrinya yang tertidur dan jauh lebih tenang dari pada tadi yang mengamuk karena rasa gatal yang dideritanya.
Wajah Lily sudah banyak luka oleh garukan jari-jarinya, seketika membuat Selir Inez menangis. “Apa yang terjadi pada mu Lily.” Gumamnya.
Azzura Kembali pada sore hari, Ana langsung melaporkan keadaan Lily. “Sudah ku duga, bagaimana Paman felix?” Tanya Azzura.
“Tuan Felix nanti malam ingin bertemu dengan anda Tuan Putri,” Jawab Ana.
__ADS_1
“Hem, baiklah. Siapkan aku air hangat untuk berendam.” Azzura duduk di kursinya dan memikirkan banyak hal.
“Fidel, bagaimana bambu yang dipesan?”
“Sudah ada beberapa yang datang Tuan Putri,” Jawab Fidel seraya membawa beberapa batang bambu kecil untuk ditanam.
“Aku hanya memesan sedikit untuk taman ini,” Ucap Azzura dengan berjalan mendekati bunga Lily yang layu.
“Jika Bunga ini segar setelah bambu-bambu itu ditanam, ku pastikan kalian semua tidak akan ku maafkan,” Batinnya dengan penuh amarah.
Sakit yang dialami Lily sudah didengar di telinga Raja Cariann, ini menjadi berita besar dan mengharuskannya melakukan pertemuan kerajaan beserta Keluarga Selir Inez.
“Yang mulia, Nona Lily harus segera di Asingkan karena penyakitnya tak kunjung sembuh.” Ucap Adipati.
“Benar yang mulia, ku dengar lukanya terus menjalar ke seluruh tubuh bahkan mengeluarkan aroma tidak sedap.” Ucap adipati yang lain.
Keluarga Selir Inez tidak terima. “Apa-apaan kalian, Loiz saja belum mengetahui penyakit cucu ku tapi kalian sudah ingin membuangnya!” Kesal Tuan Chale.
Selir Inez terkejut mendengar hal itu, sementara Azzura menyaksikan perdebatan mereka hanya tersenyum penuh kepuasan.
“Aku curiga Lily di Guna-guna yang mulia.” Tegas Selir Inez dengan menatap Azzura.
“Apa maksud mu Selir, hati-hati jika kau bicara.” Kesal Ratu Elena.
“Saat malam kejadian, Putri Mahkota tidak ada ditempat dan menginap di Luar Istana. Kemana dia?” Tuduhnya langsung.
“Kurang Ajar, beraninya kau memfitnah Putri Mahkota.” Salah satu petinggi Istana menyela.
“Jelas aku menuduhnya, Selama ini dia selalu berkeliaran keluar dan terakhir dia dari Selatan kemungkinan dia membawa penyakit atau dia yang membuat penyakit itu sendiri.” Sinis Selir Inez membuat semua orang langsung yang berbisik.
“Anda tahu, Lily gadis yang lemah dan kulitnya sangat sensitif, sedikit saja luka itu akan menjadi sangat parah.” Tangis Selir Inez keluar.
__ADS_1
“Hentikan Selir, kau sudah bicara tanpa bukti.” Ucap Raja Cariann namun tidak menutup perbincangan orang lain membuat Ratu Elena kesal.
“Bukti? Bagaimana aku bisa membuktikan jika kami saja baru keluar dari Asrama Pendidikan.” Kesal Selir Inez.
“Selir!” Bentak Ratu Elena yang sudah tidak tahan.
“Tenanglah Ibu,” Ucap Azzura santai.
“Apa kau yakin dengan ucapan mu Selir?” Tanya Azzura seraya berdiri dan maju ke depan.
“Aku mohon Izin berbicara Yang Mulia.” Hormat Azzura.
“Silahkan Putri Mahkota.” Jawab Raja Cariann.
“Selir, kau ingin tahu mengapa Putri mu bisa terkena penyakit aneh itu?” Tanya Azzura mendekat.
“Jelas kau yang membuatnya seperti itu,” JAwab Selir Inez tetap menuduh Azzura.
“Malam sebelum kejadian aku sudah meminta izin dengan Ratu dan Selir Luisa karena aku ingin menjenguk Tuan Cartez yang terbaring sakit.” Jelas Azzura dengan menatap Selir Luisa yang terdiam.
“Benar bukan Ibu Selir?” Azzura meminta jawaban dari Selir Luisa.
“Dengan gugup Selir Luisa menjawab. “Ah, benar Yang Mulia.” Jawabnya singkat.
“Aku cukup lama disana, jika tidak percaya tanyakan pada Pengawal Pribadi Tuan Cartez.” Tantang Azura.
“Setelahnya aku berjalan-jalan kepinggir kota dan bertemu dengan Paman Ling yang terkenal sebagai peracik obat-obatan tradisionalnya."
“Disana aku banyak belajar mengenai tanaman obat,” Jelas Azzura dengan perlahan.
“Tapi jika aku harus membuktikan itu semua apakah aku bisa membuat satu permintaan Ayah?” Mohon Azzura .
__ADS_1
“Apa itu?” Tanya Raja Cariann dan membuat semua yang hadir menjadi bingung dengan penjelasan dan permohonan Azzura.