The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 90


__ADS_3

“Tunggu dulu, apa maksud kalian semua?” Tanya Ratu Elena yang semakin penasaran.


“Yang mulia, kami meminta keadilan terhadap harga diri kami,” Ucap salah satunya.


“Dia, laki-laki yang sudah menikahi Putri anda, yang berkedok sebagai Pangeran sudah membuat kami semua hancur!” dengan menunjuk kearah Pangeran Chiko.


Tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut tanpa terkecuali Vanesa yang tepat berada disamping suaminya dan sudah menjadi istrinya yang sah.


“Tunggu apa maksud mu dan mengapa membawa-bawa Putra ku?” Ratu Frio merasa tidak terima Putra nya di tunjuk-tunjuk oleh Wanita seperti mereka.


“Asal kalian tahu, laki-laki yang mengaku Pangeran itu sudah merayu, menggoda dan membuat kami semua hamil. Dia juga memperkosa salah satu dari kami.” Dengan marah dan menangis Wanita itu membuka kedok Pangeran Chiko yang tampan dan Baik hati menjadi Pangeran Bejat di seluruh tamu undangan.


“Bohong!” bantah Chiko dengan tegas.


“Kalian semua memfitnah ku, dan ingin merusak reputasi ku dihadapan semua orang. Apa mau kalian hah? Uang? Benar?” Tanya Chiko dengan marah.


Senyum sinis terukir dari Wanita itu. “Fitnah? Baiklah…” Wanita-wanita itu mengeluarkan gelang perak dengan ukiran yang Khas kerajaan Frio yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan Frio.


“Lantas dari mana kami mendapatkan gelang-gelang ini?" dengan berjalan mendekati Chiko wanita itu bertanya dengan marah.


"Kau yang memberikan pada kami semua Gelang ini dengan iming-iming dan rayuan mu mengatakan dengan yakin akan segera menikahi kami dan hidup Bersama dengan anak-anak kita bukan?” Wanita itu maju perlahan menatap tajam Chiko yang gugup ketika melihat Gelang itu ditunjukan ke muka umum.


“Tidak, kau pasti mencurinya. Vanesa tidak, kau jangan percaya pada mereka aku mohon.” Chiko menangis memohon pada Vanesa yang langsung mundur melepaskan tangan Chiko.


Vanesa menangis memeluk Ibunya yang datang menghampiri. “Lepaskan Putri ku Pangeran biadab!” Marah Selir Luisa.


Raja Cariann tidak mau ini menjadi tontonan orang lain lebih jauh lagi.


“Pesta selesai sampai disini, kalian semua dipersilahkan untuk pulang.” Raja memerintahkan membawa Wanita-wanita ini untuk masuk kedalam Istana dan menyelesaikannya nanti.

__ADS_1


Semua orang pergi meninggalkan Aula dengan banyak pertanyaan dan juga Gosip yang mulai tersebar. Azzura yang sejak tadi menjadi penonton dan duduk dengan tenang tersenyum sinis lalu ikut pergi dengan yang lain.


Semua orang sudah pergi dari Aula Pesta, namun pembicaraan mengenai kejadian ini benar-benar mencoreng nama baik Kerajaan Frio dan Barat. Juga sangat menghancurkan keluarga Cartez.


Dengan marah Ayah Selir Luisa mengamuk di Kediaman para Selir.


“Aku sudah mengatakannya pada mu Vanesa, jika jangan menyetujui pernikahan ini!” Bentak sang Kakek.


Vanesa hanya terdiam tanpa menjawab dan membuka mulutnya. Dia terlihat sangat terpukul, baru beberapa jam menikah dengan Chiko namun masalah yang sangat memalukan langsung menimpanya.


“Ayah, tenanglah dulu, apa kau tidak lihat Vanesa juga sangat terpukul dengan masalah ini.” Selir Luisa membantu Putrinya.


“Hah, dasar bodoh. Berlagak bisa melakukan segala hal, tetapi nyatanya apa? Kau menghancurkan nama baik keluarga!” Tuan Cartez masih mengoceh di ruangan itu.


Sedangkan Vanesa yang diam langsung membuka mulutnya. “Azzura,” Ucapnya.


“Azzura bu, dia yang menjebak ku untuk menikah dengan Chiko. Semua ini sudah direncanakannya.” Ucap Vanesa dengan yakin serta mata yang berkaca-kaca.


“Apa yang dikatakannya waktu menemui mu sebelum kau menyetujui pernikahan itu?” Tanya Selir Luisa.


“Dia mengatakan jika aku bisa menikah dengan Pangeran Chiko, maka aku dapat dengan mudah menjadi Ratu apalagi dia seorang Putra Mahkota,” Ucap Vanesa dengan mengingat.


“Dan kau mengikuti perkataannya?” Tuan Cartez semakin murka.


“Kakek, aku hanya ingin supaya kita bisa menjadi lebih kuat, selama ini kalian selalu mengatur dan menyalahkan semua yang ku lakukan, aku hanya ingin berguna untuk kalian,” Sedih nya.


“Dan sekarang apa hasil dari kesombongan dan kebodohanmu Vanesa?” Ucap Tuan Cartez.


Vanesa terdiam dan tidak menjawab Kakeknya. “Aku juga tidak tahu jika Chiko adalah lelaki brengsek!” Geramnya.

__ADS_1


“Itulah kebodohan mu,” Tutup sang Kakek.


“Ayah lalu kita harus bagaimana?” Selir Luisa khawatir pada Putrinya.


“Dia sudah menikah, biarkan dia ikut dengan suaminya,” Tuan Cartez berdiri dan meninggalkan mereka semua.


Mendengar itu Vanesa ketakutan dan tidak mau hidup dengan Chiko. “Ibu, aku mohon bantu aku berpisah dengan laki-laki itu, aku tidak mau hidup dengan nya,” Vanesa memohon dengan menangis.


Selir Luisa terdiam dan tidak tega melihat putrinya seperti ini, tetapi dia juga tidak bisa melakukan apapun.


“Ibu akan mencoba berbicara pada Raja besok, kau tenanglah.” Hibur Selir Luisa.


Saat ini Chiko sedang disidang langsung oleh Raja Cariann, Ayahnya dan para petinggi kerajaan. Dia dipertemukan langsung oleh wanita-wanita yang mengaku dihamili olehnya.


“Pangeran, apa kau memiliki pembelaan?” Tanya Raja Cariann.


“Yang Mulia, mereka yang menjebak ku. Mereka yang menggoda ku terlebih dahulu. Aku bisa pastikan aku sangat mencintai Vanesa. Dia satu-satunya wanita dalam hati ku.” Bela Chiko dengan tegas.


Raja Frio hanya diam tanpa mau membela Putranya sedikit pun, ini benar-benar mencoreng nama baik Keluarga dan Kerajaan mereka.


“Bagaimana Raja Edzhar?” Tanya Raja Cariann pada Ayah Chiko.


Raja Frio itu hanya diam tanpa menjawab apapun. Dia benar-benar malu dan tidak tahu harus menaruh wajahnya dimana.


“Aku serahkan semua ini pada anda yang Mulia,” Hormatnya.


“Hm… baiklah, aku putuskan agar kau membawa keempat wanita ini kekerajaan mu, dan jadikan mereka Selir mu.” Ucap Raja Cariann.


“Mengenai Vanesa, aku akan berbicara dengannya dulu, Bagaimanapun dia sudah menjadi istri mu yang sah, jadi kau tidak bisa meninggalkan nya.” Bijak Raja Cariann.

__ADS_1


__ADS_2