The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 47


__ADS_3

“Hormat hamba Yang Mulia Ratu, “ Selir Luisa yang terlihat lemas mencoba sedikit bangun untuk memberi hormat dan terlihat sangat pucat.


“Sudah berbaring saja, ya Tuhan. Kau pucat sekali, sakit apa sebenarnya diri mu Selir? “ Tanya tanya Ratu Elena Simpati.


Sedangkan Azzura hanya hanya tersenyum miring. “Penipu, “ Azzura melihat sekeliling dan memperhatikan semua yang ada dikamar Selir Luisa.


Dia juga melihat Bibi Ula yang duduk seperti sedang meracik obat. Dia juga melihat tusuk konde Bibi Ula dan yakin jika orang ini yang dimaksud Pangeran Andres.



Azzura berjalan dengan perlahan ke arah Bibi Ula.


“Entah lah Ratu. Aku juga tidak mengerti sakit apa, tapi semenjak aku berobat dengan Bibi Ula badan ku sudah lebih baik.“ Selir Luisa melihat kearah Bibi Ula yang diikuti Ratu Elena.


Bibi Ula tersenyum memberi hormat, karena sedang meracik obat.


“Syukurlah jika seperti itu, semoga kau lekas sembuh Selir, “ ucap Ratu Elena.


“Apa sudah ada yang melaporkan kondisi mu pada Raja? “ tanya Ratu Elena.


“Sepertinya tidak usah Ratu, Raja sedang tidak ada ditempat.“ ucap Selir Luisa dengan lembut.


“Benar, akhir-akhir ini Raja sering melakukan perjalanan kenegaraan, “ jawab Ratu Elena.


“Bibi, sedang apa?“ Azzura tiba-tiba bertanya pada Bibi Ula.


Bibi Ula langsung terkejut karena tidak memperhatikan Azzura yang mendekatinya. Dia langsung bersikap waspada pada Azzura.


“Putri tolong jangan mendekat, aku sedang meracik obat untuk Selir,“ ucapnya dengan tidak menatap Azzura.


“Obat apa itu?“ tanyanya lagi seperti sangat penasaran.


“Ini herbal yang dapat menyembuhkan segala penyakit.“ jawab Bibi Ula.


“Ibu Selir, bukankah kau bilang tadi kau tidak mengetahui sakit mu itu apa, jika kau mengkonsumsi obat sembarangan nanti akan memperparah kondisi mu.“ ucap Azzura seperti khawatir.

__ADS_1


“Azzura jaga sikap mu,“ Ucap Ratu Elena.


“Ibu, aku hanya mengkhawatirkan Ibu Selir saja. Lagi pula bukan kah kita memiliki dokter Istana. Jadi bisa mendeteksi sakit Selir agar tidak salah langkah.“ Azzura mencoba memprovokasi Ibunya.


“Benar juga, bukan kah kita memiliki dokter andalan yaitu dokter Luis? “ ucap Ratu Elena setuju.


“Selir, biar dirimu diperiksa Dokter terlebih dahulu. Itu akan mempercepat kesembuhan mu.“ ucap Ratu Elena.


Awalnya Selir Luisa ingin memancing Ratu Elena ke kamarnya dan memberinya sihir. Karena dia tahu ada pertemuan di Ruang Hareem, dengan beralasan sedang sakit kemungkinan besar Ratu Elena akan menengoknya.


Tapi diluar dugaan Azzura juga ikut datang, sebenarnya bisa saja dia melakukan sihir pada Azzura. Namun Bibi Ula sepertinya sangat waspada dengan bocah itu jadi dia tidak mau gegabah.


“Tidak Ratu, aku sangat percaya pada Bibi Ula. “ Selir Luisa menolak.


“Ibu Selir, kesehatan mu adalah tanggung jawab Ibu ku, jika terjadi sesuatu dengan mu maka Raja akan menyalahkan Ibu Ratu.“ dengan mulut manisnya Azzura terus berbicara.


“Sungguh anak Sial!“ Batin Selir Luisa.


“Sepertinya dugaan ku benar, saat ini aku tidak mengeluarkan Aura Sihir ku sama sekali tapi dia masih sangat mencurigai ku, “ pikir Bibi Ula.


“Bibi, darimana asal mu? “ Azzura lagi-lagi bertanya pada Bibi Ula.


“Hamba dari desa yang jauh Putri, “ucapnya.


“Azzura mengapa kau bertanya seperti itu? “ kesal Selir Luisa.


Karena dia ingat jika sebelumnya Azzura juga mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan Azzura sudah diperingatkan oleh Pangeran Andres, jika ingin menghindari Sihir, dia harus memegang gelang perak khusus.


Pangeran Andres juga sudah memberikan gelang perak pada Azzura untuk menghalau Sihir sementara. Setidaknya ketika ada Sihir, Azzura masih bisa menghindar, apalagi dia dapat merasakan Aura Sihir itu sendiri.


Dengan yakin Azzura ingin mencecar Bibi Ula lagi dan membuatnya terpojok.


“ibu Selir, aku hanya bertanya saja. Tidak ada maksud apapun.” Jawab Azzura santai.


Sedangkan Ratu Elena membiarkan Azzura terus bertanya, dia juga merasa ada yang aneh.

__ADS_1


“Bibi, ada dimana desa mu itu? “ lanjut Azzura.


Sedangkan Bibi Ula tetap melanjutkan meracik obat. “dekat perbatasan Hutan Pinus Putri, “ Jawabnya masih santai.


“Hutan pinus? Wah.. Jauh juga ya. Lalu bagaimana bisa kau bertemu dengan Ibu Selir? “


Selir Luisa benar-benar sudah tidak tahan. “Hentikan Azzura. Kau tidak sopan terhadap orang ku."kesalnya.


“Selir, aku tidak sopannya dimana?“ tanya Azzura berlagak polos.


“Benar, Azzura hanya bertanya seadanya. Mengapa kau kesal Selir.“ bantu Ratu Elena.


“Maaf Ratu, hanya saja Putri Mahkota terlalu ingin tahu. “ jawab Selir Luisa.


“Selir, apa ada ayang kau sembunyikan? “ Azzura memasang wajah curiga.


Selir Luisa yang mendengar itu langsung gelagapan, dia merasa terkejut dengan pertanyaan Azzura. Tidak lama Dokter Luis tiba.


“Hamba menghadap Ratu. “ ucapnya.


“Ah, Luis. Cepat kemari. “ Ratu Elena mempersilahkan Luis mendekat.


Luis mendekat dan langsung memberi hormat. “Cepat priksa Selir Luisa, dia terlihat pucat sekali.“ perintahnya dan dibalas anggukan oleh Luis.


Sebenarnya kondisi Selir Luisa dibuat oleh Bibi Ula. Dia memberikan sedikit Sihir pelemah tubuh padanya, dan nanti dia yang akan berpura-pura mengobatinya.


Jika Selir Luisa sembuh dari cara pengobatannya maka dia akan diajukan untuk menjadi tabib istana secara resmi, dengan begitu dia akan lebih mudah menghancurkan musuh-musuh mereka.


Namun, jika dia diobati bukan dengan Sihir Bibi Ula. Kondisi tubuh Selir Luisa bisa berbahaya. Sihir tidak bisa diobati dengan obat-obatan kimia.


“Gawat, “ batin Bibi Ula.


 


 

__ADS_1


__ADS_2