The Queen Azzura

The Queen Azzura
Bab 39


__ADS_3

“Hal, mengenai anda dan Tuan Felix Paman Anda Tuan Putri,” Jawab Ana dengan terus menatap Azzurakarena takut salah berucap.


“Tentang apa itu?” Azzura masih santai.


“Anda memiliki hubungan spesial dengannya Tuan Putri,” ucap Ana lagi.


“Spesial?” Azzura meletakkan bukunya dan tersenyum.


“Dia memang seseorang yang Spesial untuk ku Ana,” ucap Azzura dengan tenang.


“Tapi ini bukan Spesial yang biasa Tuan Putri, itu…” Ana tidak melanjutkannya karena takut salah.


“Lanjutkanlah, aku ingin mendengarnya,”


“Spesial layaknya pasangan kekasih… namun itu yang ku dengar Tuan Putri. Bukan dari pemikiran ku sendiri.” Ana langsung membenarkan ucapannya supaya Azzura tidak salah paham.


Azzura tersenyum. “Kau dengar dari siapa?” Tanya Azzura yang sekarang sudah berdiri.


“Para pelayan sudah saling bergosip Tuan Putri, dan aku yang mendengarnya menjadi tidak nyaman.” Ucap Ana mengingat apa yang mereka bicarakan semakin parah.


Azzura berjalan dengan memikirkan sesuatu. “Sepertinya aku harus mendisiplinkan para pelayan. Aku terlalu lunak pada mereka.” Azzura tersenyum pada Ana yang membuatnya sedikit ngeri dengan senyuman itu.


Esok harinya Azzura ingin pergi menemui sang Ibu Bersama Ana, beberapa hari ini dia tidak pernah bertemu dengannya membuat nya sangat rindu. Di perjalanan dia melihat para pelayan yang sedang berkumpul membicarakan sesuatu. Dari balik tiang Azzura dan Ana mencoba mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


“Aku mendengar yang lebih parah,” dengan menengok kanan kiri pelayan itu meyakinkan tidak ada yang mendengar kecuali mereka yang berkumpul.


“Putri Mahkota sudah melakukan itu dengan Tuan Felix,” Maksud ucapannya adalah hubungan intim.


Pelayan lain yang mendengarnya menutup mulut mereka dengan terkejut. “Apa kau yakin? Jika benar celaka lah kita yang berada di Kerajaan ini,” ucap lainnya.


Bahkan Ana pun ikut terkejut dengan ucapan pelayan itu dan langsung ketakutan melihat reaksi Azzura.


Azzura yang mendengarnya menjadi marah dan langsung keluar dari persembunyian. “Apa yang kalian bicarakan!!” Teriaknya membuat kerumunan itu terkejut dan langsung menatap Azzura dengan ketakutan.


“Putri Makota!” teriak mereka bersamaan dan langsung sujud dihadapan Azzura.


“Beraninya kalian bergosip dilingkungan Kerajaan dan memfitnah ku!” ucap Azzura lantang.


“Pengawal!” Panggil Azzura dengan berteriak kepada pengawal yang berjaga sedikit agak jauh.

__ADS_1


Pengawal itu langsung menghampirinya dengan berlari. Lima orang pelayan yang berlutut langsung ketakutan dengan teriakan Azzura.


“Bawa mereka semua untuk dihukum!” perintah Azzura tanpa ampun.


“Cambuk 40 kali dan jemur mereka seharian dilapangan!” mendengar itu para pengawal langsung menarik semua pelayan yang berteriak meminta ampun pada Azzura.


Mendengar ada keributan Selir Inez langsung mendekat. Karena melihat Azzura akan menghukum beberapa Pelayan Selir Inez dan Putrinya langsung menghampiri.


“Apa yang kau lakukan Azzura?” tanya nya dengan tegas.


Azzura menengok kearah Selir Inez dan Lily. Dia langsung tersenyum sinis. “Selir, jaga ucapan dan sopan santun mu didepan para pelayan.” Ucapnya.


“Apa maksudmu?” Selir Inez merasa tidak ada yang salah.


“Apa kau lupa siapa aku? Sehingga dengan seenaknya kau memanggil nama ku?” Azzura menatap dengan penuh penekanan.


Selir Inez dan Lily terkejut dengan perkataannya. Selama ini dia merasa Azzura hanya anak lemah dan tidak akan melawan jika diperlakukan rendah. Namun kali ini dia meminta mereka semua untuk hortmat padanya.


“Bagaimana Selir? Apa hal ini ingin kulaporkan juga pada Ibu Ratu?” tanyanya lagi tapi seperti mengancam.


Selir Inez mundur dan menundukkan kepala. “ Aku meminta maaf Tuan Putri, aku hanya terkejut saat anda ingin menghukum para pelayan.” Selir Inez merendahkan ucapannya.


“Tidak Tuan Putri, anda benar.” Ucapnya dengan menggeleng namun tanpa melihat Azzura


Azzura tidak menanggapinya dan langsung pergi. “Ana ayo kita pergi.” Ucapnya dan Ana mengikuti.


Selir Inez yang merasa diacuhkan hanya bisa mengepalkan tangan dengan benci. “Lihat saja nanti kau Azzura, aku akan membalas mu.” Batinnya.


Azzura telah sampai di depan kamar sang Ibu dan terlihat ada penjaga didepannya. “Beritahu Ibunda Ratu aku datang.” Pengawal itu menunduk dan langsung berteriak.


“Putri Mahkota tiba,” lalu pintu dibuka.


Azzura masuk dan melihat ibunya sedang membaca beberapa buku mengenai kerajaan mereka.


“Ibunda Ratu,” Azzura memberi hormat diikuti Ana.


“Putri Mahkota, bagaimana kabarmu sayang?” jawabnya dan mempersilahkannya duduk disebelah Ratu Elena.


“Baik bu, aku sangat merindukan mu.” Azzura memegang tangan ibunya dan tersenyum.

__ADS_1


Ratu Elena juga merindukan Putrinya itu dan memberi kode pada pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.


Semua pelayan telah keluar dan saat ini hanya ad Amerika berdua dikamar. “Aku mendengar ada keributan yang melibatkan mu, hal apa itu?” Tanya Ratu Elena dengan khawatir.


“Yah, aku menghukum beberapa pelayan yang sedang asik bergosip dan memfitnah ku Bu,” Kesal Azzura.


“Fitnah? Mengenai apa?” Ratu Elena marah dan juga penasaran.


“Selama kalian pergi untuk utusan Kerajaan, aku sering berbincang dengan Paman. Karena Lola sedang diCamp pelatihan. Hanya Paman yang bisa ku ajak diskusi untuk beberapa hal.” Ucap Azzura.


“Namun hal itu disalah artikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan membuat Gosip seakan-akan aku memiliki hubungan khusus dengannya.” Geram Azzura yang sangat marah.


“Kurang ajar, aku akan melaporkan ini pada Raja,” Ratu Elena hendak pergi namun ditahan oleh Azzura.


“Tunggu bu, Aku merasa ini tidak sesederhana itu,” curiga Azzura.


“Maksud mu?”


“Siapa yang berani membuat Gosip murahan terhadap Putri Mahkota dan membiarkannya tersebar luas jika tidak ada yang mejanjikan untuk perlindungan,” Azzura mencurigai seseorang.


“Apa kau mencurigai ada seseorang yang berkuasa dibelakang mereka?”


“Sepertinya begitu bu,” Azzura menatap sang Ibu dengan yakin.


“Apa kau bisa menyelesaikannya sendiri Putri ku?” Tanya Ratu Elena.


“Tentu bu, serahkan pada ku.” Azzura sangat yakin.


Sebenarnya dia tahu siapa yang membuat hal ini menjadi besar, namun saat ini belum ada buktinya. Jadi dia ingin mengintrogasi para pelayan tersebut.


Para pelayan sudah dihukum cambuk dan disaat sedang merasakan sakit yang amat, mereka dibiarkan dilapangan terbuka dengan teriknya matahari. Disaat tertatih mereka memohon ampun dan tidak terima jika dihukum seperti ini.


Tiba-tiba pengawal memberitahu jika Putri Mahkota datang dan melihat mereka berlima yang merintih kesakitan memohon ampun. “Putri Mahkota ampuni kami, bukan kami saja yang bergosip seperti ini.” Teriak salah satunya.


Azzura tersenyum senang, bukan kah mudah membuka mulut mereka. “Dengan entengnya kalian bergosip tentang ku di Kerajaan, sekarang malah menyalahkan orang lain.” Ucap Azzura memancing.


“Tidak Tuan Putri, kami bergosip karena ada yang mengatakannya dan membuat kami yakin.” Ucap salah satunya lagi.


Akhirnya Azzura memerintahkan kepala Pengawal untuk membawa siapa saja yang sudah berkata sembarangan dan membuat gossip menjadi berlebihan dan besar, dimulai dari mereka berlima.

__ADS_1


__ADS_2